Hi! kali ini aku akan mereview salah satu series keluaran GMM yaitu Theory of Love. Theory of Love itu sendiri mengambil setting kehidupan mahasiswa perfilman sehingga tema series ini enggak jauh-jauh dari yang namanya film. Bahkan disetiap episodenya diberi judul dengan nama film dan para pemainnya akan berpose seperti judul-judul film tersebut, contohnya kaya gini.
Gemesss kan.
Enggak cuma gitu, Theory of Love juga berbeda dengan series GMM yang lain, karena tone dan cinematography yang digunakan menurut saya bagusss.
Apalagi series ini menggunakan lagu dari Getsunova yang berjudul “Fake Protagonist”. Lagu ini super duper cocok dengan konflik yang terjadi diseries ini. Setiap liriknya sangat mewakili.
So kita mulai dulu dengan pengenalan cast dan sinopsis ceritanya.
CAST
Gun Atthaphan Phunsawat
As Third
Third, tokoh utama dalam series ini diperankan oleh Gun Attahphan. Third adalah seorang mahasiswa perfilman yang tergabung dalam geng Savage. Third diam-diam memendam perasaan kepada sahabatnya Khai.
Off Jumpol Adulkittiporn
As Khai
Khai, diperankan oleh Off Jumpol adalah seorang mahasiswa perfilman juga yang tergabung dalam geng Savage. Khai sangat terkenal sebagai playboy yang punya banyak mantan.
White Nawat Phumphothingam
As Two
Two yang diperankan oleh White Nawat adalah seorang mahasiswa perfilman juga yang tergabung dalam geng Savage. Two handal dalam bidang photography
Mike Chinnarat Siriphongchawalit
As Bone
Bone diperankan oleh Mike Chinnarat adalah seorang mahasiswa perfilman juga yang tergabung dalam geng Savage, yang handal dibidang editting film.
Earth Pirapat Watthanasetsiri
As Un
Un diperankan oleh Earth Pirapat adalah kakak tingkat dari geng savage di jurusan perfilman. Secara pribadi dia sangat dekat dengan Third.
Neen Suwanamas
As Lynn
Lynn adalah cinta sepihak Two yang sudah lama ia pendam
Sara Legge
As Paan
Dosen muda jurusan perfilman yang menarik perhatian Bone
Okee setelah perkenalan para karakter dan castnya, kita masuk ke sinopsis ceritanya.
SINOPSIS
Third, Khai, Two dan Bone adalah empat serangkai yang sama-sama berkuliah di jurusan perfilman. Empat serangkai ini cukup terkenal dan populer di kampus dan dinamakan “Geng Savage”.

Walau persahabatan mereka amatlah erat, rupanya Third selalu menyimpan rahasia yang selalu ditutupinya rapat-rapat.
Yaitu ia mencintai sahabatnya sendiri Khai. Sayangnya orang yang dicintai Third adalah tipikal fuckboy yang super nyebelin. Khai ini playboy nya udah tingkat atas deh. Dia hampir punya mantan disetiap jurusan di universitas itu.

Sementara Third hanya bisa menjadi sahabat yang baik bagi Khai, sambil menahan sakit melihat Khai yang selalu bergonta ganti cewe tapi tidak pernah menyadari akan perasaan Third.
Third ini sumpah baiiiik banget sama Khai, kadang ngerasa doi ini dimanfaatin deh sama si Khai. Selalu disuru ini itu dan Third pun nurut.
Awal mulanya sih aku mikir, yaa Khai kaya gitu karena doi enggak tau kalau Third ada rasa sama dia. Ya masih wajarlah.
Tau-taunya Bone yang mulai curiga kalau Third ada rasa sama Khai. Dia malah berkomplot dengan Khai untuk mempermainkan perasaan Third. Jadi Khai kayak pura-pura ngerespon perhatian Third, supaya memancing Third menyatakan rasa cintanya ke Khai.
Whattt!!! kesel wee ampe ke ubun-ubun karena kelakuan tu orang.
Third yang tau kalau Khai hanya ingin menjebaknya saja, langsung benar-benar sakit hati. Sikapnya pun mulai berubah, dan malah membuat Khai kayak cacing kepanasan kehilangan sosok Third yang selalu ada padanya. Maka mulailah dunia berbalik, dimana Khailah yang mulai mengejar-ngejar Third
Makan tuu karmaa *maaf author esmosi*
Pernah nonton film Flipped, nah plot dari pasangan Khai dan Third mirip dengan plot film tersebut.
Selain kisah cinta Khai dan Third, Theory of Love juga punya dua side couple lainnya,
Pertama kisah cinta dari Two.
Two adalah orang pertama yang tau perasaan Third kepada Khai, Two pun sering membantu Third pas lagi galau-galau in Khai. Namun Two sendiri juga strugle dengan kehidupan cintanya. Two telah lama memendam rasa kepada Lynn. Senior geng savage, Phi Un mengetahui perasaan Two kepada Lynn. Walau awalnya antara Two dan Un tidak begitu akur, keduanya menjadi akrab karena Un menjadi teman cerita Un mengenai masalahnya dengan Lynn. Ketika Lynn akhirnya berstatus available alias jomblo. Two akhirnya memiliki kesempatan untuk mendekati Lynn, setelah menunggu begitu lama. Namun sayangnya setelah kesempatan itu datang, hati Two malah merasa bahwa ia lebih nyaman bersama dengan Phi Un (?). Nah yooo

Side couple kedua adalah Bone dan dosen muda di kampus bernama Paan. Mike Chinnarat di Theory of Love tampil tanpa kumis dan jambangnya yang khas, dan he looks so gorgeous awww <3. Diceritakan Bone memiliki pekerjaan sampingan sebagai barista. Dan setiap scene Bone lagi meracik kopinya, bikin aing selalu meleleh.

Saat sedang bekerja, Bone bertemu dengan Paan, yang diperankan oleh aktris Sara Legge yang datang ke cafe untuk meminjam film. Jadi di cafe tempat Bone menjadi barista tersebut juga menyediakan peminjaman kaset gitu. Bone pun merasa tertarik dengan Paan. Namun beberapa hari kemudian, Bone amat terkejut ketika mengetahui kalau Paan adalah dosen baru yang mengajar di kelasnya. Cinta Bone juga penuh tantangan karena ternyata sebentar lagi Paan juga akan menikah.
Terus terang aku suka banget sama cerita couple ini. Pertama karena Mike sangat ganteng pake banget saat berperan sebagai Bone, yang kedua Mike dipairing dengan Sara Legge, yang cantik banget >.< . Suka banget liat makeup dan style mbak yang satu ini.

Kisah mereka sebagai straight couple juga kaya penyegar diseries ini.
REVIEW
Oke kita masuk kebagian review.
Jujur, Theory of Love ini adalah salah satu series GMM yang punya cinematograhpy yang bagus. Music openingnya juga pas banget untuk membuka seriesnya. Soundtrack utama series ini dibawakan oleh Getsunova dengan judul lagu Fake Protagonist. Salah satu lagu thailand yang cukup aku suka banget karena liriknya sangat menggambarkan cerita seriesnya.
Selain itu settingnya juga dibuat mendetail, seperti dekorasi kamar Third, apartement Khai, bahkan kamar Bone pun dibuat berantakan mengikuti kebiasaan sang karakter.
Kalau urusan akting, tentu saja Gun Atthaphan pemeran Third tidak perlu diragukan lagi perfomancenya. Banyak banget dia kebagian adegan menangis di series ini karena dijahatin oleh Khai, dan Gun dapat melakukannya dengan baik, even harus nangis sambil dicucurin air shower jet :p
Selain itu dari plot juga cukup baik, kita dibikin bener-bener kesal sama Khai hingga setengah penayangan series, sampai akhirnya Khai lah yang mengejar Third dari tengah sampai akhir.
Kekurangan series ini mungkin agak tergesa-gesa diending saja,
Namun ketika menonton series ini dapet banget makna kenapa series ini dinamakan Theory of Love. Karena seluruh karakternya mempelajari cinta dari film-film yang mereka tonton. Namun dalam kenyataannya cinta itu lebih sulit dari apa yang ditampilkan di film-film romance.
Karakter-karakter dalam series ini memiliki kekurangan masing-masing, yang membuat kita menjadi lebih dapat memahami segala tindakan yang mereka lakukan. Relationship dan percintaan yang ditampilkan di series ini tidak melulu romantis namun juga ada sisi toxic pada hubungannya yang terjalin. Karakter Third ditampilkan mencintai Khai denagn begitu tulus sehingga menyakiti diri sendiri. Namun begitu ada titik turn over dimana Third akhirnya menyadari kalau hal itu salah. Mencintai seseorang sah-sah saja, namun harus dilakukan dengan seimbang, jangan sampai menyakiti diri sendiri.
Third menunggu sekian lama berharap Khai akan membalas cintanya.
Namun apa, pemuda itu malah semakin menyakiti hari Third.
Series ini kayak menyampaikan pesan juga kalau sudah ada dititik seperti yang dialami Third, seharusnya kita merelakan cinta itu pergi dan lebih menghargai dan mencintai diri kita sendiri. Setelah Third menyadari hal tersebut, malah Khai yang berbalik mengejar-ngejar cinta Third.
See, kalau kita sudah bisa mencintai diri sendiri maka kita akan lebih dapat melihat apa sebenernya makna dari mencintai orang lain, dan cinta seperti apa yang pantas kita dapatkan.
Overall
Series ini cukup aku rekomendasikan untuk di tonton. Karena merupakan series GMM TV yang cukup apik dari akting, plot hingga cinematography nya.