Hallo semua, bertemu lagi dengan aku Ar ariska, di cerpen "balas dendam Nazwa Part2" yak di episode sebelum nya kita sudah membaca bersama yak masa lalu kelam Nazwa dan kasus bos clube misterius itu.
Dan kini aku akan kembali menceritakan perjalanan Nazwa lagi. yuk kita baca bersama sama.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂💍💍🍂🍂🍂🍂
Satu tahun sudah berlalu, kini Nazwa sudah beranjak lebih dewasa dan kuliah di kampus favorite jakarta. Ia juga satu kampus dengan Zidan, pria yang mengejar Nazwa hingga kini.
Sebelum nya Nazwa sudah menghabisi satu musuh nya dan kini ia kembali melanjutkan perjalanan nya untuk membalas dendam atas kematian keluarga nya.
Suatu hari..
Nazwa tengah berada di sebuah hotel dengan menyamar sebagai wanita penghibur untuk bertemu seorang Mafia yang memang memesan satu wanita malam untuk menemani nya.
Dan dengan cerdik nya, Nazwa membius wanita malam itu dan menyamar sebwgai wanita malam.
"Tuk.. tuk.. tuk" suara pintu terketuk.
"Masuk saja sayang, pintu nya tidak di kunci kok" ucap Mafia.
Nazwa yang menyamar pun masuk kedalam dan mengunci pintu hotel, lalu ia mendekat pada Mafia itu dengan senyum manis nya. hingga Mafia itu pun terpesona akan kecantikan Nazwa.
"Kau cantik sekali, kemari sayang. kita nikmati malam ini bersama dengan indah" ucap Mafia.
Nazwa pun naik ke pangkuan Mafia itu dan membelai wajah Mafia itu dengan lembut, lalu Mafia itu pun membalas belaian pada pundak Nazwa.
Namun saat Mafia itu hendak mengecup pundak Nazwa, tiba-tiba sebuah kawat pun mencekik leher Mafia itu hingga mata nya terbelalak.
"Ehmm nikmat sayang?" tanya Nazwa dengan senyum iblis nya.
Mafia itu pun meronta-ronta, lalu Nazwa dengan sigap kini sudah ada di belakang Mafia itu dan mengencangkan tarikan kawat tajam hingga Mafia itu semakin memekik kesakitan.
"Si.. siapa kau?" tanya Mafia itu terbata-bata.
"Siapapun gua lu gak perlu tau, yang harus lu tau itu bagaimana cara lu menghabisi keluarga gua yang lu bantai 7 tahun silam." jawab Nazwa.
Mafia itu pun mencoba mengingat kejadian 7 tahun silam, dimana keluarga Perwira tengah asik menikmati senja sambil meminum teh.
Namun tiba-tiba suara tembakan pun terdengar, hingga Nazwa yang kala itu masih berusia dini pun hanya terdiam di dekapan ibu nya.
"Mom itu apa?, Nanas takut" pekik Nazwa kecil.
"Tidak apa-apa sayang jangan takut ya" ucap Ibu Nazwa.
Dan tiba-tiba, segerombol orang masuk ke dalam rumah di pimpin oleh pria kekar dengan tato di lengan sambil menghisap rokok.
"Saya ingin seluruh anggota Perwira kalian bantai tanpa ampun dan lakukan hal yang membuat kalian senang, setelah itu tugas kalian selesai" titah Pria itu lalu pergi.
Dan pembantaian pun terjadi, dimana Tuan Perwira yang memang sedang kurang sehat pun menghadang para perompak itu yang namun naas, Tuan perwira harus mati dengan 10 tembakan di sekujur tubuh nya.
Nazwa yang tidak sengaja melihat kejadian itu pun lari ketakutan dan di kejar dua perompak lain nya. namun Nazwa yang kecil pun berhasil mengumpat, tapi naas ia harus menyaksikan aksi pemerk***n Kakak perempuan nya, dan kriminal Pada Kakak perempuan serta Ibu nya.
Di rasa semua aman dan sudah terbantai, para Perompak pun pergi meninggalkan keluarga Perwira yang sudah penuh dengan darah.
"Sudah ingat?" tanya Nazwa.
"Kau.. siapa kau sebenar nya?" pekik Mafia.
"Gua anak kecil yang lolos dari kematian, Putri kecil Perwira. lu sudah melukai seluruh keluarga gua, maka lu harus mati sama seperti saat lu menghabisi Keluarga gua." ucap Nazwa.
"Tolong maafkan saya, saya hanya di suruh please jangan bunuh saya" pekik Mafia ketakutan.
"Saat Mommy memohon, lu gak mendengar nya dan malah menusuk nya berkali kali hingga ia pergi. maka untuk apa gua mengampuni lu?" ucap Nazwa.
Lalu Nazwa yang sudah tidak bisa berpikir jernih pun langsung menusuk jantung Mafia itu berkali kali hingga ia tewas. setelah itu Nazwa tersenyum dan menyembunyikan barang bukti lalu pergi seolah tidak terjadi apa-apa.
🍂🍂hari pun kian berlalu🍂🍂
Satu per satu perompak yang membantai keluarga nya pun habis di bunuh oleh Nazwa, hingga kini ia tengah sampai di sebuah rumah besar milik orang yang selama ini ia cari.
"Ini saat nya lu menyusul Henri zidan khoir" ucap batin Nazwa.
Dan benar saja, saat malam hari tiba, Nazwa sudah ada di rumah Henri sambil mengedap-edap. setelah itu, ia merusak seluruh saluran cctv, lalu masuk kedalam rumah itu lewat jendela.
Betapa kaget nya Nazwa saat tau ruangan yang ia masuki adalah kamar Zidan. ia syok hingga Zidan yang tengah tertidur pun harus bangun dari tidur nya.
"Suttt..." ucap Nazwa sambil membekap mulut Zidan dan menatap nya dalam kegelapan.
Zidan pun diam dan balik menatap mata Nazwa yang tidak asing bagi nya. lalu Nazwa pun beranjak dan membelakangi Zidan.
"Lu siapa?, kenapa lu menyusup ke rumah gua?" tanya Zidan.
"Apa hubungan lu dengan Henri zidan khoir?" tanya balik Nazwa.
"Gua putra tunggal nya, dan lu sendiri siapa hah?" balas Zidan.
"Nazwa perwira, wanita yang selama ini gak asing lagi buat lu" ucap Nazwa.
"Nazwa?!, ngapain kesini Naz? dan kenapa lu memakai baju serba hitam dan menyamar begini?" tanya Zidan yang syok.
Nazwa pun membalikan tubuh nya dan menatap Zidan. lalu ia membuka penutup wajah nya dan berkata.
"Gua hanya ingin balas dendam terhadap Ayah lu" jawab Nazwa.
"Apa salah Ayah gua Naz?, kenapa lu ingin balas dendam pada nya?" tanya Zidan.
Nazwa pun menceritakan semua nya pada Zidan, lalu Zidan yang syok pun seakan tidak percaya dengan apa yang Nazwa katakan.
"Gua gak peduli lu percaya atau tidak Zid, yang pasti karena Ayah lu kini hidup gua hancur!, dan sekarang sudah saat nya gua membalas semua perbuatan Henri!" teriak Nazwa lalu pergi.
Zidan pun mengejar Nazwa yang kini sudah kembali dengan penyamaran nya, namun Nazwa yang cerdik pun melempar bola asap buatan nya untuk membius seisi rumah hingga semua orang pun pingsan.
Lalu kesempatan itu pun di manfaatkan oleh Nazwa yang kini sudah menyekap Henri di kamar nya dan mengikat tangan dan kaki nya ke tihang yang ia buat.
Satu jam kemudian, Nazwa menyiramkan se ember air ke wajah Henri hingga ia pun terperajak kaget.
"Sudah saat nya bangun tidur Henri" ucap Nazwa.
"Siapa kamu?, apa urusan kamu dengan keluarga ku?" tanya Henri.
"Gua gak akan sakitin keluarga lu, karena mereka tidak berdosa. lu gak usah khawatir oke" jawab Nazwa.
"Lalu apa mau mu?" tanya Henri sambil memberontak.
"Gua hanya ingin menghabisi lu sama seperti lu yang membayar banyak sekali orang untuk membantau keluarga gua" jawab Nazwa.
"Saya tidak mengerti maksud anda" ucap Henri.
"Ingat keluarga Perwira?, apa yang pernah lu lakukan terhadap satu keluarga itu?, lu ingat?" tanya Nazwa.
Henri pun kaget dan wajah nya pun pucat ketakutan. lalu Nazwa yang melihat keadaan Henri sekarang pun hanya tersenyum iblis sambil mengeluarkan pisau kecil.
"Lu tau?, gua hidup sebatang kara penuh kemiskinan. sedangkan lu, lu hidup mewah dan menikmati uang keluarga gua dengan bahagia, itu gak adil" ucap Nazwa sambil menyayat tubuh Henri sedikit demi sedikit.
Henri hanya bisa teriak kesakitan saat tubuh nya penuh luka dan darah, lalu Nazwa yang masih tidak puas melihat penderitaan Henri pun mengambil samurai nya.
"Hem.. gua sudah muak melihat wajah lu dan banyak berita baik tentang lu yang pasti penuh kebohongan. tapi kenapa harus Zidan yang baik hati yang harus jadi anak lu dan kenaoa harus dia!" teriak Nazwa.
"Tolong ampuni saya Nak, saya minta maaf" pekik Henri memohon.
"Maaf aja gak cukup untuk membalas semua kejahatan lu!" teriak Nazwa lalu menebas tangan Henri sampai putus.
"Aagh..." teriak Henri kesakitan dan syok saat tangan nya kini sudah terpental ke tembok.
"Ini belum seberapa Henri." ucap Nazwa dengan tatapan tajam nya.
"Sss.. saya mohon ampuni saya" ucap Henri lagi memohon.
"Haha? gak semudah itu Henri!, karena lu Ayah, Mom dan Kakak gua harus mati konyol tanpa tau kesalahan mereka!, dan kini saat nya lu ke neraka untuk menebus dosa lu!" teriak Nazwa sambil mengangkat samurai nya.
"Hentikan Nazwa!" teriak Zidan sambil menahan tangan Nazwa.
"Kenapa Zid?, gua tau dia Ayah lu. tapi tolong biarkan gua menyelesaikan dendam gua agar keluarga gua tenang" ucap Nazwa dengan tatapan kosong.
"Istighfar Nazwa, ini dosa. lu gak boleh begini, biarkan Ayah hidup dan menebus semua dosa nya di pihak yang berwajib. lu gak boleh melakujan dosa yang sama seperti beliau, jika lu melakukan dosa yang sama, maka apa beda nya lu dengan Ayah" ucap Zidan menenangkan Nazwa.
"Iya Nak" balas bayangan Ibu Nazwa.
Nazwa pun menoleh pada bayangan itu dan menjatuhkan samurai nya. lalu Ibu Nazwa pun menghampiri Nazwa di dampingi Ayah dan Kakak perempuan nya.
"Kami di sini sudah bahagia sayang, kamu jaga diri baik-baik ya, jadilah anak baik dan lupakan dendam mu" ucap Ibu Nazwa.
"Tapi Mom ehm.." balas Nazwa.
"Kami baik-baik saja sayang, kamu bahagia kami pun akan bahagia. kami sayang padamu untuk selamanya." ucap Kakak Nazwa.
"Iya Nak, tolong lanjutkan hidup mu dan jaga diri baik-baik ya. yang lalu biarlah berlalu dan sekarang kamu lanjutkan hidup mu sayang. kami bahagia di sini jangan khawatir ya" sambung Ayah Nazwa.
Nazwa pun hanya meneteskan air mata nya saat mendengar lirih suara demi suara dari Ayah, Ibu dan juga Kakak perempuan nya. lalu Nazwa pun hanya bisa menangis dalam pelukan Zidan.
Setelah itu, pak Henri pun di amankan oleh para polisi, sedangkan kejahatan Nazwa hanya di kubur karena tiada bukti yang dapat membuktikan Nazwa bersalah.
Lalu balas dendam Nazwa pun kini kian pupus dan sudah selesai dengan di tutup nya Nazwa yang sudah bahagia bersama masa depan yang lebih cerah tanpa adanya kegelapan dan kesunyian yang ia rasakan.
Tamat.., 🥰🥰
Thanks all dont forget to like, koment and share😍