Seorang gadis berjalan di lorong menuju kantornya. Ini sudah yang kesekian kalinya ia mondar-mandir ke belakang gudang Finish good di gelapnya malam menyusuri jalanan yang sunyi. Di dalam kantor hanya tinggal dirinya seorang diri. Karyawan yang lain sudah pulang sejak pukul empat sore.
Ia harus mencari tahu berapa lama lagi proses repack selesai. Pasalnya produk yang akan di ekspor dan hendak di kirim hari ini telah di pending oleh pihak QC (Quality Control). Barang yang jadi tidak memenuhi standart QC. Sehingga kemasan kembali di bongkar dan di repack oleh produksi.
Padahal truck container yang telah di pesan, sudah bertengger di halaman depan. Mau tidak mau Nayla harus lembur hingga proses muat barang jadi selesai. Sebab ia lah yang bertugas untuk membuatkan surat jalan guna sebagai surat tanda bukti di pelabuhan.
Nayla kembali menyibukkan diri untuk mengerjakan pekerjaannya. Akhir-akir ini ia sangat sering lembur sebab permintaan dari agen meningkat. Dalam sehari terjadi lebih dari dua puluh kali proses muat barang jadi. Belum lagi kedatangan bahan baku yang juga harus ia tangani untuk kelengkapan surat-surat untuk ijin di lakukannya bongkar barang datang.
Drrtt drrtt drrtt.
Tanda panggilan masuk dari handphonenya. Terlihat pada layar tertulis Faa_Love. Itu adalah kontak yang ia simpan untuk nama kekasihnya. Fondra adalah kekasih Nayla dari semenjak mereka masih kuliah hingga sekarang Nayla bekerja.
"Haloo, Faa. Maaf apa barusan kamu mengirim pesan? Aku belum sempat membuka pesan sedari sore, " ungkap Nayla.
"Emangnya kamu ngapain aja si Nay? Sampai gak sempet kasih kabar. Aku udah di depan rumah kamu, Nay. Bukankah sore ini kita janjian mau pergi nonton!" dari nada bicaranya seolah menyiratkan bahwa ia sedang marah.
"Yaampun, Faa. Maaf aku benar-benar lupa buat ngasih kabar. Ini aku masih lembur di kantor. Entah sampai jam berapa belum pasti. Maaf ya Faa, aku benar-benar gak sengaja!" Nayla sungguh merasa bersalah karena telah melupakan janji untuk berkencan dengan kekasihnya.
"Hhhhhh....., ya udah, aku mau balik pulang!" telepon langsung di matikan.
"Maaf Faa, akuu...," ucapan Nayla terhenti saat menyadari handphone Fondra sudah di matikan.
Nayla sungguh menyesal karena melupakan rencana kencannya dengan sang kekasih. Beberapa hari kemudian hal serupa pun sering terulang hingga satu bulan belakangan. Sebab akhir-akir ini pengiriman barang semakin meningkat begitu pula dengan kedatangan bahan baku pun meningkat dengan pesat. Sehingga jadwal pulangnya menjadi tak tentu. Nayla lebih banyak menghabiskan waktu di kantor daripada berada di rumah.
Namun ternyata, Fondra tidak lagi mempermasalahkan hal itu. Ia seolah biasa saja saat tidak jadi bertemu dengan Nayla. Alhasil keduanya semakin jarang untuk bertemu. Nayla terus saja sibuk dengan pekerjaannya, sedang Fondra entah berbuat apa di sela-sela mengerjakan skripsinya.
Hingga tiba saatnya di hari ulang tahun, Nayla. Saat sedang beristirahat di kantin, Nayla mendapatkan kejutan kue ulang tahun oleh teman dekatnya di kantor. Bahkan beberapa temannya telah menyiapkan kado kecil untuk Nayla. Nayla bersyukur sebab temannya di kantor adalah orang-orang sangat perhatian.
Namun hingga sore tak ada sepatah katapun yang ia dengar dari kekasihnya. Lantas ia memutuskan untuk mengirim pesan kepada kekasihnya. Fondra langsung membalasnya, Obrolan mereka di WA pun hanya biasa saja tanpa menyinggung hari ulang tahun Nayla. Mungkinkah Fondra melupakan hari special untuk Nayla.
Nayla semakin tak bersemangat untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Ia malah lebih banyak melamun. Akhirnya pekerjaannya terbengkalai. Hingga tiba waktunya untuk pulang. Nayla bergegas menuju parkiran untuk mengambil sepeda motornya. Saat hendak pulang sampai di depan gerbang pintu masuk ia melihat Fondra sudah bertengger di atas sepeda motornya. Yang tadinya bermuka murung akhirnya kini menjadi ceria.
Dengan cepat Nayla mendatangi Fondra.
"Faa udah nunggu lama? kok gak bilang kalau mau ke sini? tanya Nayla.
"Nggak kok, baru aja sampai juga,. Kita mampir makan dulu yuk aku belum makan siang, " ajak Fondra.
"Okey...!" Nayla menyambut dengan antusias.
Tak berapa lama mereka sampai di warung bakso yang cukup terkenal dan sudah menjadi langganan mereka. Nayla masuk terlebih dulu untuk memesan bakso dan mencari tempat duduk.
"Pak bakso super jumbonya dua, minumnya es lemon tea dua ya, " ujar Nayla.
"Baik, Mbak. Silahkan menunggu terlebih dahulu, " ujar si tukang bakso.
Fondra nampak baru datang kemudian duduk di depan tempat duduk Nayla.
"Taraaa, selamat ulang tahun, Sayang!" salah satu tangannya terulur membawa bouquet bunga mawar indah di genggammannya.
Nayla terkejut hingga matanya membulat dan mulutnya menganga. Hatinya luluh akan perhatian Fondra sore itu, "Makasih ya, Faa. Bunganya cantik sekali. Aku pikir kamu tadi lupa, " ujar Nayla.
"Ya nggak dong, Sayang. Ini kan hari special buat kamu, masa aku lupa. Semoga sehat selalu dan semakin succes, semoga keinginan kamu terkabul," ujar Fondra.
"Aamiin, makasih ya, Faa!" jawab Nayla.
Tak berapa lama pesanan mereka pun datang. Keduanya menyantap bakso dengan tenang.
"Nay, aku ke toilet dulu ya, " Fondra meminta ijin.
"Okay...!" jawab Nayla singkat.
Tiba-tiba saja terdengar suara telepon dari handphone Fondra, dengan bunyi nada yang nyaring. Nayla buru-buru merogoh HP Fondra yang berada di dalam tasnya.
Saat akan di angkat teleponenya sudah terlebih dahulu mati. Nayla tanpa sengaja melihat jejak WA. Dan terbuka pada pesan masuk dari Tasya.
Nayla membulat saat membaca pesan tersebut. Berisi, sebuah curhatan tentang Fondra yang melupakan hari ulang tahunnya. Kemudian di bagian sebelum-sebelimny keduanya saling bercanda dengan di selingi kata sayang seolah dengan pacar.
Seketika hati Nayla hancur. Fondra telah menduakan cintanya dengan wanita lain yang terbongkar tepat di hari ulang tahunnya. Sungguh ini sangat menyayat hatinya, dan dadanya terasa sesak menahan emosi yang hendak meluap.
Tepat saat itu Fondra telah kembali dari toilet. Nayla menatapnya tajam, kemudian melempar handphonenya ke atas meja. Fondra langsung paham dengan apa yang terjadi terhadap Nayla.
"Nay, aku bisa jelasin, Nay. Ini gak seperti yang kamu kira, Nay. Please dengarkan aku dulu, Nay!" Fondra terus memohon saat Nayla hendak beranjak dari duduknya.
"Gak ada yang perlu di jelasin, Faa. Semua udah jelas. Nih, kasih aja bunga ini sama dia, aku gak butuh bunga itu! Mulai saat ini kita putus!" Nayla pergi meninggalkan tempat itu secepat mungkin.
Hari ulang tahunnya yang seharusnya menjadi special bagi kebanyakan orang, kini berubah menjadi hari yang penuh dengan kesedihan untuk Nayla.
🥀🥀🥀