Nama ku Feloni, kehidupan ku sangat di benci semua orang atau lebih tepatnya tidak di inginkan bahkan dunia pun menolak ku, orang - orang menganggap ku hanyalah sebagai malapetaka bagi mereka dan ancaman/kehancuran bagi kota Q. Aku tinggal bersama ibu dan kaka laki² ku saat itu usia ku 10 thn dan kaka ku berusia 15 thn, sedangkan ayah ia sudah lama pergi di saat aku baru lahir entah kemana kini aku hanya mempunyai ibu dan kaka ku yang selalu merawat dan menjaga ku.
Gambar dan warna mata kiri ku yang berbeda adalah kutukan sebab itulah semua orang membenci ku dan cara satu² nya untuk menghilangkan kutukan itu adalah melenyapkan ku. Kurang lebih seperti itu yang di katakan wanita peramal itu.
***
Waktu terus berputar, saat ini aku sudah berusia 20 thn sejak kecil aku selalu berada di dalam rumah ibu melarang ku untuk keluar karena ibu tau tidah sedikit orang mengingin kan ku bukan karena kasihan namun karena ingin membunuh ku.
Malam itu menunjuk kan pukul 00:00 M semua orang tertidur lelap begitu pun ibu dan kaka ku. Entah mengapa mata ku sulit terpejam, rasa gelisah menyelimuti ku dan perasaan tidak enak menambah rasa campur aduk jadi satu.
"Perasaan ku kenapa jadi tidak enak?, malam ini juga suasananya agak berbeda dari biasanya, ada apa sebenarnya?"(kata ku dalam hati)
Tidak lama kemudian....
Doorr!!
Doorr!!
Doorr!!
3 kali suara tembakan melengking terdengar sampai ke gendang teling, aku langsung terpranjat branjak dari tempat tidur menuju pintu kamar ku.
"Ibu...!"(lirih ku sambil memegang gagang pintu berusaha membukanya)"sial terkunci dari luar!"(maki ku dalam hati sambil menarik dan memukul pintu kayu kamar ku)".
Aku sangat ketakutan tubuh ku bergetar keringat dingin mengalir membuat baju yang ku kenakan basah tanpa ku sadari.
"Rasakan ini hyaaa.....!!!!!!"teriakan kaka sambil memukul salah satu pembunuh itu dengan benda keras"
Beeekk...!!!
Eeekkkk.....
Beeekkk...!!!!×××××××
Berkali kali terdengar kaka memuku orangitu aku hanya mendengar suaranya dari dalam kamar ku, lalu tak lama terdengar......
Door..!!!
Door..!!!
Shrengg..!
Aakk...brug!! (tumbang)
Terdengar suara tembakan dan ayunan pedang,tubuh ku bergetar semakin menjadi rasanya ingin teriak namun tak bisa aku hanya bisa menangis tanpa bersuara. Tidak lama kemudian terdengar hentakan langkah kaki menuju kamar ku, bau anyir menyeruak kedalam paru² dan rasanya ingin muntah mengeluarkan semua isi di dalam perut. Aku panik dan segera mencari tempat sembunyi tak lupa aku pun mengunci pintu dari dalam.
Chklek,
Brak!!,Brak!!,Brukk...!
Terlihat dua orang pria berbadan kekar dan tinggi mengenakan jas hitam serta wajah yang tertutup topeng masuk dan berhasil mendobrak pintu kayu yang ku kunci dari dalam. Di sela dua pria itu mencari keberadaan ku, aku mengambil kesempatan keluar dari kamar dan segera menarik pintu dan menguncinya dari luar kontan saja dua pria itu berbalik dan langsung berlari menuju pintu.
Aku berlari menuju kamar ibu, ayunan kakiku terhenti ketika melihat mayat sang kaka dimana kepala dan tubuhnya terpisah dan di samping nya ada seorang pria yang kepalanya terus mengeluarkan cairan amis karena pukulan dari kaka terduduk tak berdaya, saat itu kakiku terasa tidak bertenaga.
Aku berjalan perlahan menuju pintu kamar ibu ku yang terbuka dan melihat ibu yang kini sudah tidak bernyawa lgi.
"Ini semua salah ku andai saja aku tidak terlahir ke dunia ini, pasti ibu dan kaka tidak akan mengalami hal ini"(sesal ku dalam hati)".
Aku menunduk dalam dan menangs, di selang beberapa detik aku merasa kegelapan seakan menggerogoti ku kepalaku terasa sakit dan mata sebelah kiri ku terasa aneh dan pandangannya pun menajam sinar biru terlihat jelas di ikuti aura membunuh yang kuat. Aku melirik pria pembunuh yang tak berdaya di samping ku lalu mengangkat tanganku ke atas dengan telapak tangn terbuka.
"HANCUR LAH !!!!"(kataku langsung mengepalkan tangan ku erat² masih menatap tajam pria itu)".
"Klek...××××!!!!!,Ehoookkk....,"dalam waktu yang bersamaan pula semua tulang pria itu remuk dan semua organnya hancur ".
"Bruuuakk...!!!!" bunyi pintu kayu yang hancur, ayunan langkah kaki dengan cepat menuju ke arah ku".
Door!!!
Door!!!
Door!!!
Door!!!
Lagi - lagi suara tembakan yang mengarah ke arah ku, aku mengayunkan tangan ku mengisyaratkan pluru itu berhenti aku menatap tajam kedua pria itu .
"KEMBALIKAN !!! "dengan cepat peluru itu kembali ke pada dua pria pembunuh itu aku berlari cepat menuju mereka mengambil peksa pedang yang di pegang salah satu pria itu dan dengan cepat menebas salah satu kepala pria tersebut menggelinding.
Shreeeng. ..!
Akhkkk..........
Prang!!!,aku membuang asal pedangnya.
Suara gaduh malam ini namun tidak ada satupun orang yang keluar mungkin mereka tidak ingin terlibat atau tidur mereka terlalu lelap, entah lah.....
***
Ke esokan harinya terdengar suara yang membuat ku terbangun dari alam mimpi suara ketukan pintu terdengar jelas di depan rumah.
"Tok....Tok....Tok....kak Eru apa kaka ada di rumah ini aku bawakan pesanan bibi, tok...tok ...tok ka..."(suara di depan pintu)".
"A....aku"(pikir ku ragu)"
Tapi aku buang semua itu dan segera menuju pintu,membuka kan pintu tapi hanya sedikit, terlihat sosok gadis manis yang kiranya sebaya dengan ku dan sepertinya ia terkejut melihat ku.
Aku sengaja menutupi sebagian wajah ku dengan rambut ku.
"Maaf kamu siapa?, sepertinya aku baru melihat mu."(kta gadis manis itu menatap ku)",
"A aku...a"
"Oooo...iya dimana ka Eru?,"
"I itu...,di.....",
"Mmmm.....bau apa ini?"gadis itu sambil mencari asal bau,"dari tadi kamu di tanya hanya diam saja minggir biarkan aku masuk aku mau cari sendiri."
Gadis itu memaksa masuk aku pun terdorong ke belakang dan saat gadis itu berada di salam dan melihat ia pun....
"Aaaaaaa.......!!!!!"(teriak gadis itu sebelum berlari meninggalkan rumah Erfan)".
"Ini buruk"(lirih ku)".
Aku berjalan menuju kamarku aku duduk termenung di sana sampai sela beberapa menit dua orang menarik tangan ku paksa dan membawaku keluar.
"Dasar pembunuh....!!!"(kata dari orang 1)"
"Seharusnya kamu sudah di lenyapkan dari dulu,eh... ternyata selama ini malah bersembunyi di sini!!!".(kata orang 2)".
"Orang pembawa kutukan, keluarga Eru sudah merawatmu tapi kamu malah membunuh mereka"(kata orang 3)".
"(semua orang)"iya whuuuu......dasar tidak tau malu wwuuuuu.....kutukan bunuh saja dia yayaya!!!!"
Mereka semua menghina dan mencemoh diriku tanpa memberi ku sedikit kesempatan untuk menjelaskan.
Aku hanya bisa pasrah, tidak tanggung² ada yang segan melempari ku dengan batu itu memper jelas bahwa mereka benar² ingin aku mati.
Kegelapan yang sama pun mulai menggrogoti tubuh ku mata sebelah kiri ku terbuka dan menajam sinar biru terang dan gambar berbentuk bulan sabit semakin jelas. Lelehan merah sedikit mengalir membelah wajah ku karena lemparan batu.
Aura membunuh sangat jelas terasa aku menyeringai kala melihat orang² yang menghina ku ketakutan.
***
"baiklah jika kalian beranggapan seperti itu toh kalian juga tidak memberi ku kesempatan untuk menjelaskan kebenarannya"(kata ku dengan aura yang membunuh dan nada yang menyeramkan)".
Hawa dingin menyeruak disekitar orang² mereka terdiam membeku dngan mata terbuka lebar menatap ku.
"Orang seperti kalian tidak pantas untuk tetap hidup dan itu menjelaskan kenapa tidak ada ketenangan di kota Q ini, tapi lupakan saja percuma aku bicara dan dari pada kalian terus memfitnah ku dengan sesuatu yang tidak aku lakukan bagaimana jika aku membuatnya jadi kenyataan...."( aku menjeda)"....MATI SAJA KALIAN!!!!!!."
"Dasar kutukan sebelum kamu melakukannya, kami yang akan pertama
kalu membunuh mu."(suara orang ke 4)".
"(semua orang)"yayaya benar ayo ......!!!"
heh kenapa ini tubuhku tdak bisa di gerakan hah iya aku juga, aku juga".
Suara gaduh semua orang terdengar keherannan aku semakin mengembangkan senyumanku dan mengakhiri semua.
"LENYAP LAH KALIAN SEMUA !!!!!"(teriak ku sambil mengayunkan tangan ku kesamping dengan kasar)"
Akkk....!!!
Klek klek klak..!!!!
Aaaa.........!!,
Terdengar triakan dan tulang yang patah bahkan tak tanggung - tanggung ada yang seluruh tubuhnya terpisah hanya dengan sekali ayunan tangan dan ucapan seketika puluhan orang yang berada di sana terkapar tak bernyawa.
Kini seluruh jalannan bak seperti lautan dareh, aku tersenyum puas dengan penuh kemenangn. Taklama hujan pun turun karena awan mendung yang se dari tadi menyaksikan kejadian itu.
wajah ku menengadah menghadap langit dengan mata yang terpeja bau amis menyeruak masuk ke dalam paru - paru.
Kini....
"Berakhir sudah"(lirih ku membuka mata)".
**TAMAT**
******mohon maaf jika ada salah kata atau ada ucapan yang menyinggung dan masih banyak kesalahan dlm tulisan saya mohon maaf yang sebesar besarnya🙇*****
*K*