Malam itu Deon terbangun dari tidur lagi, sebuah mimpi buruk terus menghantuinya.
"Haa... kenapa mimpi itu datang lagi, sudah cukup. Aku lelah!!!. " keluh Deon
Keringat dingin bercucuran membasahi tubuhnya, tak hanya itu napasnya pun memburu, seakan akan habis lari marathon.
Yah, bukan hanya sekali atau dua kali Deon terbangun dari tidurnya yang hanya beberapa jam itu. Setelah itu Dia takkan pernah bisa tidur lagi hingga pagi menjelang.
Ketika matahari sudah menampakkan diri, segera Deon melakukan aktivasi paginya dan turun untuk bergabung dengan kedua orang tuanya.
"Pagi Pa, Ma. " sapa Deon sambil duduk di meja makan.
"Pagi sayang, kenapa wajah kamu lesu sekali Deon? " ucap Mamanya khawatir.
"Deon kebangun lagi Ma semalam. " jawab Deon dengan lemas.
"Mimpi yang sama Deon? " tanya Papanya.
"Iya Pa sama. Tapi ini lebih jelas lagi, dan Aku rasa tempat itu ada di rumah Nenek deh. Pa, Ma, ayo kita berlibur kerumah Nenek, aku penasaran sekali. " usul Deon membuat kedua orang tuanya terkejut dan saling berpandangan.
"Itu hanya sebuah mimpi. Mimpi adalah bunga nya tidur jangan lagi di fikirkan oke. Lebih baik cepat sarapannya sebentar lagi Daniel akan datang menjemputmu. " jelas Mamanya sambil tersenyum.
Deon hanya mengangguk pasrah, tapi Dia sadar kalau kedua orang tuanya menyembunyikan sesuatu.
Tak lama kemudian Daniel sahabat baik nya datang. Mungkin itu yang di anggap oleh kedua orang tuanya.Yah Daniel adalah orang yang paling dekat dan mengerti kondisi Deon. Usai pulang sekolah Deon tak langsung pulang ke rumah melainkan ke rumah Daniel dan itu sudah menjadi kebiasaan Deon.
Sesampainya di rumah Daniel, Deon masih juga murung dan tak bersemangat.
"Kami kenapa lagi Deon? " tanya Daniel khawatir.
"Mimpi itu datang lagi dan ini lebih jelas lagi. Aku tahu itu adalah rumah nenek. " jawab Deon lesu.
Segera di peluknya tubuh Deon dengan lembut, Deon pun membalas pelukan Daniel.
"Aku takut sekaligus penasaran. Daniel ayo kita pergi kesana, aku capek Dia selalu hadir di mimpi ku. " keluh Deon.
"Baiklah besok kamu minta ijin ke Papa dan Mama bilang menginap di rumahku, dan kita akan kesana. Sudah aku tak suka melihat kucingku cemberut beri singa mu ini senyum manis. " ucap Daniel sambil mengecup lembut bibir Deon.
Seketika itu Deon tersenyum manis.
Hubungan Deon dan Daniel bukanlah sekedar sahabat mereka adalah pasang Gay, pecinta sesama jenis. Di depan kedua orang tuanya dan teman-temannya mereka seperti teman atau sahabat, tetapi ketika hanya berdua mereka adalah sepasang kekasih. Walau tak pernah melakukan hubungan badan tapi mereka memuaskan diri dengan bercumbu dan memuaskan diri dengan cara masing-masing.
Seperti yang di rencanakan, sabtu sore Deon langsung kerumah Daniel dan tentu saja sudah minta ijin terlebih dahulu dengan orang tuanya untuk menginap di rumah Daniel. kedua orang tuanya memberi ijin tanpa merasa curiga. Rumah Nenek Deon tidak begitu jauh, hanya menempuh waktu 3 jam saja. Sesampainya di rumah itu Deon meminta Nenek dan yang lainnya untuk tidak memberi kabar ke orang tuanya kalau dia ada disini, karena Deon tidak meminta ijin terlebih dahulu dengan alasan kangen dengan mereka.
Disaat malam tiba. Kembali Deon merasa gelisah yang teramat sangat. Dilihatnya Daniel tertidur dengan nyenyaknya. Saat sedang termenung samar samar Deon mendengar suara.
"Deon..... Deon..... kemarilah. " bisik suara itu samar samar.
Bak sebuah hipnotis Deon segera turun dari ranjang dan mencari sumber suara yang terus memanggilnya. Hingga Deon menemukan sebuah kamar yang selama ini ditutup rapat bahkan terkunci rapat. Tapi kali ini kamar itu terbuka, segera Deon masuk kedalam kamar. Dilihatnya sekeliling kamar semua tampak biasa biasa saja. Saat Deon menatap cermin yang tertutup sebuah kain putih karena merasa penasaran segera dibuka penutup kain itu. Awalnya hanya pantulan yang Dia lihat tapi setelah diamati dengan seksama ada yang berbeda dengan pantulan itu.
Pantulan itu tersenyum padanya, Deon terkejut bukan main.
"Akhirnya kita bertemu lagi kekasih abadi ku. " ucap nya sambil tersenyum tipis.
Betapa terkejutnya Deon, tapi Dia tak bisa berkata kata atau pun bergerak karena seluruh tubuhnya terasa kaku bakal patung.
"Kau semakin manis sayang, sungguh cukup lama sekali aku menunggu mu. " ucapnya sembari mengulurkan tangan dan keluar dari cermin.
"Siapa kamu?? " ucap Deon lirih.
Dia hanya tersenyum penuh misteri.
"Siapa kamu?? " sekali lagi Deon bertanya.
Sosok itu hanya tersenyum.
"Siapa kamu?? Dan kenapa kehadiran mu membuat ku merasa nyaman. " kali ini Deon bertanya dengan penuh rasa rindu.
"Aku adalah hidupmu, aku adalah kekasih abadi mu. Aku adalah pasangan sejatimu. " ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Maukah kau ikut denganku permaisuri ku. Maukah menemani ku disini. " rayunya.
"Ya, aku mau. " ucap Deon bakal terkena hipnotis.
keesokan paginya semua di kejutkan dengan hilangnya Deon. Ya, Deon menghilang bagai ditelan bumi, tak ada yang tahu kemana perginya Deon. Karena Deon telah pergi bersama iblis yang selama ini menjadi rahasia keluarga nya. Perjanjian iblis adalah abadi, dan Deon lah yang di minta iblis itu untuk menjadi permaisuri.