Di tengah perjalanan pengalamanku itu semua sungguh nyata dan tidak terbayangkan olehku itu semua, ku terus berjalan sampai tak menghiraukan apa kata mereka.
Hari pun menjelang sore tak terasa kakiku pun lelah dan pegal. Rasa haus dan dan lelahku rasakan setelah aku tiba di rumah.
"Ternyata aku seharian berada di luar tak terasa terlalu semangat aku mencari pekerjaan" ungkap hatiku.
Langsung aku mandi dan berpakaian setelah itu aku pun bersantai di ruang tv sambil mengobrol dengan mama.
"Ma aku masih belum dapat pekerjaan, tetapi besok pagi aku akan keliling lagi mencari pekerjaan" ungkapku pada mama denganku bersandar pada kursi.
"Ya ... ya sudah besok kamu berusaha lagi," jawab mama dengan menutup pintu depan karena sudah larut malam.
Beberapa hari kemudian***
Akhirnya aku pun mendapatkan pekerjaan walau sebenernya pekerjaan ini bukanlah latar belakang pekerjaan ku sebelumnya, tetapi tak ada salahnya ku mencoba suatu hal yang baru ini.
"Ma ... besok pagi bangunin aku pukul 06:00 soalnya besok pagi aku sudah mulai bekerja" ungkapku pada mama sambil menguap.
"Oke Reci besok akan mama bangunin ya," jawab mama sambil membereskan pakaian.
Suatu kemudian aku pun mulai ingin bercerita dengan temanku yang bernama Sarah, aku ingin memberitahukan padanya bahwa aku sudah mulai bekerja esok hari. Karena ia adalah seseorang yang paling tidak menyukai diriku, Sarah pernah bilang bahwa aku tidak bisa bekerja di perusahaan perbankan.
Dikarenakan dahulu kami pernah bertengkar hanya karena perbedaan pergaulan, dia yang tidak menyukai diriku yang selalu mendapatkan pria yang ku inginkan.
Eitss ... tunggu dulu Sarah pun tak kalah cantiknya denganku hanya saja dia memiliki sifat yang iri hati.
Beberepa tahun kemudian kami pun tak sengaja bertemu kembali dan dia dengan sifat iri hatinya menantangi ku bahwa aku harus bisa bekerja di perusahaan perbankan jika memang aku mampu dia akan membiayai kebutuhan perawatanku.
Percakapan ditelepon***
"Halo Sar ... kau masih ingat bukan taruhan kita yang mengenai aku bisa bekerja di perbankan? kini aku sudah bekerja di perbankan. Saatnya kau menepati janjimu, okeh!" tanyaku lirih
"Halo Ci ... oh begitu ya? dengan raut muka yang heran, darimana aku bisa percaya kau jika memang benar kau bekerja di perusahaan perbankan?" jawab Sarah dengan lirih.
"Nanti akan ku kasih tau alamat dan nama perusahaannya sama kau!" tegasku dengan raut muka marah.
Di tempat kerjaan***
Tibalah aku di tempat kerjaan dengan jabatanku sebagai teller. Perasaan yang sangat membanggakan sekali buatku, ternyata aku dapat juga memenuhi taruhan Sarah. Hem ... yang selama ini aku pikir aku tak mampu mendapatkan pekerjaan ini.
Hari demi hari aku pun menjalani pekerjaan ini, tetapi entah kenapa setiap aku berjalan menuju tempat kerja orang-orang banyak yang memperhatikanku dengan rasa bingung dan heran.
Aku pun tak menghiraukan hal itu karena ku pikir mereka hanya kagum dengan kecantikan ku saja atau ingin berkenalan saja denganku.
Beberapa bulan kemudian***
Aku menjalani pekerjaan dengan rasa kejanggalan yang mulai terlihat aneh buatku. Ada seorang pria yang bergantian menjaga pintu masuk.
"Bukan ... dia bukanlah seorang security melainkan pria tampan yang berpakaian rapih" ujarku dalam hati.
Tepat sudah 5 bulan aku bekerja di perusahaan itu dan tiba-tiba saja ada seseorang menanyakanku "sedang apa neng kesana dan ada urusan apa neng kesana? tanya seorang warga sekitar dengan rasa takut.
"Aku bekerja di perusahaan perbankan itu Bu, kenapa setiap kali saya menuju tempat iti banyak sekali warga ketakutan dan bingung?" tanyaku dengan muka rasa heran.
Akhirnya aku pun segera pulang ke rumah dan langsung beristirahat karena esok hari aku harus berangkat kerja kembali.
"Hai Ci ... kau mau kemana? bukankah ini masih pagi, kau mau berangkat kerja kemana? dasar aneh" tanya Sarah keheranan padaku.
"Hai ... ada apa memangnya? kenapa kau bertanya begitu sinis kepada ku?" jawabku lirih sambil tak menghiraukan omongan Sarah.
Di tempat kerja aku bekerja seperti biasa tetapi kali ini kenapa begitu berbeda suasana di kantor. Perasaan yang ku miliki ada rasa takut dan ingin pergi dari tempat itu. Tiba-tiba saja ada seorang anak kecil menghampiri ku dan bertanya ;
"Mba ... saya jaga disini untuk menjaga uang kita agar tidak di ambil oleh manusia" seorang anak kecil memberitahukan ku.
Hari pun menjelang malam, aku pun bergegas pulang ke rumah. Tidak tau kenapa rasanya aku ingin menceritakan hal ini kepada kakak iparku.
Kebetulan sekali kakak iparku sedang bermain ke rumah, duduklah aku dengan santai di ruang tv sambil memulai perbincangan dengan kakak ipar.
"Kak ... kenapa si banyak sekali orang-orang aneh di sekitarku?" tanyaku sambil meminum segelas susu hangat.
"Kenapa memangnya?" tanya kakak ipar dengan santai.
"Gini loh ka, beberapa bulan ini setiap aku berangkat ke kantor ada saja yang bertanya aku mau kemana dan mereka selalu bertanya dengan rasa takut dan heran. Belum lagi teman yang ku benci Sarah namanya juga ikut-ikutan seperti mereka. Ada lagi kak beberapa bulan ini ada yang aneh di tempat kerjaan ku, ada saja kejanggalan yang aku temukan. Ada apa ya kak?" tanyaku dengan menarik selimut sambil tiduran.
"Oh begitu ... coba besok kakak ikut kamu berangkat kerja!" jawab kakak ipar dengan tegas.
Waktunya berangkat kerja dan kakak ipar ingin sekali ikut ke tempat kerja ku.
Sepanjang perjalanan kami pun banyak sekali berbincang-bincang.
Tibalah kami harus turun dari angkutan umum dan tidak jauh dari situ kami harus berjalan sedikit ke kantor ku.
"Ci ... kamu yakin ini jalan menuju kantor kamu?" tanya kakak ipar ku dengan memegang tangan ku.
"Iya kak ... kenapa?" tanyaku dengan rasa heran.
Entah kenapa kami pun langsung balik arah menuju pulang ke rumah.
Di rumah pun kakak ipar menjelaskan banyak sekali.
Di tempat aku bekerja itu banyak sekali tuyul-tuyul yang menjaga uang di atas meja dan pria-pria itu sebagai SPB di situ.
Memang benar itu adalah perbankan tetapi ternyata kegiatan perbankan alam gaib yang di jalankan oleh roh-roh setengah manusia dan setengah hewan.
Ternyata selama ini aku bekerja di tempat alam gaib yang tak terlihat oleh mata biasa, aku tak menyadari bahwa aku dapat melihat hal yang tidak dapat di lihat oleh kebanyakan orang.
Ternyata kehidupan di dunia ini ada kegiatan oleh roh-roh yang tidak kasat mata melakukan kegiatan sama seperti kita.
Itulah kesimpulan yang aku dapat dari perjalanan hidupku.
TAMAT