Di sebuah desa yang bernama desa Angker, dan desa itu benar-benar angker, banyak warga yang melihat sesosok makhluk halus penunggu desa tersebut.
Dulunya desa itu adalah desa ramai dikunjungi wisatawan yang ingin berpoto-poto dan enak juga sebagai tempat makan bersama, namun semuanya terlupakan, gegara Remaja laki-laki ini bersumpah di desa itu.
Jika sampai cintanya di tolak dia bersumpah bahwa dirinya bersiap menjadi penghuni desa itu atau di sebut menjadi tumbal desa itu, dan menjadi satu-satunya penghuni desa itu. karena wanita yang Aris tembak itu sudah punya pacar dan sebentar lagi dia akan menikah, sehingga cinta Aris tidak terbalaskan.
Aris yang mendengarnya merasa terkejut dan ketakutan, ia langsung mengingat perkataan nya tadi saat ingin menebak Syella si wanita yang di taksir Aris itu.
Dengan rasa bersalahnya Syella ia langsung menyuruh Aris untuk menarik lagi perkataan nya tadi, sumpahnya itu bisa jadi kenyataan, karena dia bersumpah yang tidak-tidak.
"Aris cepat kau tarik lagi perkataan mu itu, aku sangat khawatir jika itu terjadi apa-apa padamu, bukannya kamu sudah aku beritahu kalau aku akan segera menikah, kenapa kau masih saja keras Kepala, cepat tarik lagi sumpah itu"
"Aku kira kau berbicara waktu itu hanya sebuah candaan saja, ternyata benar, lalu bagaimana cara menarik sumpah itu??"
"Kau coba saja balikan perkataan itu, semoga saja kau.." Perkataan itu terpotong karena tiba-tiba mata Aris merasa pedih dan Syella beserta warga yang lainnya sudah menghilang saat Aris memejamkan matanya.
Ketika mata itu terbuka kembali, Aris terkejut melihat sekeliling berubah, dari tadinya pemandangan indah menjadi sebuah hutan yang berkabut, hawa dingin dan pepohonan besar yang terdapat di sekitarnya itu.
"Di mana aku!? kenapa semuanya berubah!! mana syella dan lainnya, kenapa aku hanya sendiri di sini"
Rasa takut itu terus membalut pikiran dan hatinya Aris, dengan tambahan angin dingin yang menjadi dirinya semakin sunyi, kabut putih yang menjadi temannya menjadi sebuah horor baginya, pepohonan besar seperti bergerak mendekatinya.
Langkah demi langkah nya untuk menjauh dari pepohonan besar itu yang ingin menelan Aris, dengan cepat ia berbalik badan untuk mengambil ancang-ancang lari.
Namun ancang-ancang itu terhentikan karena Aris merasa terkejut melihat seorang kakek-kakek yang berdiri tegak di hadapannya dengan wajah pucat dan baju penuh dengan percikan lumpur, Aris merasa ketakutan saat berhadapan dengan kakek itu, dengan beraninya ia bertanya pada kakek tersebut.
"Siapa kamu? Apakah kau penghuni desa ini!!"
"Hemm jadi kau orang yang akan menggantikan jabatan ku, syukurlah akhirnya aku bisa istirahat tenang di bumi nanti, selamat ya anda menjadi penghuni tetap di sini, semoga kamu menikmati semaunya, sampai jumpa"
Perkataan itu keluar dari mulut kakek-kakek yang bisa di katakan penunggu desa itu, dan sekarang ia sudah terbebas karena ada yang bersedia menggantikan posisi kakek itu.
Jadi kakek itu sebenarnya sudah meninggal, dan kini ia bisa tenang dan pulang kembali ke dunianya, jika sudah mendapatkan pengganti nya, kakek itu memperjelas semua latar belakang desanya, Aris yang merasa terkejut dan bingung hanya bisa terdiam menatap bengong kakek itu.
"Maksudnya apa!! Siapa Kamu?" Lagi-lagi kata-kata itu keluar dari mulutnya Aris dengan sedikit gemetar mengatakan nya.
"Aku penunggu desa Angker ini, aku sudah sangat lama di sini, mungkin sudah ada 3 bulan yang lalu, dan sekarang aku bisa pulang dan tidur nyenyak di bumi, karena sekarang posisi ku sudah di gantikan oleh mu anak muda, terima kasih ya"
"Tunggu. aku tidak mau, aku ingin pulang, aku belum menikah, kasihanilah aku, aku baru saja menembak perempuan, tapi tidak di terima karena dia sudah punya calonnya, dan sebentar lagi dia kan menikah😔. Tolong bantu aku keluar dari sini🥺"
"Hem sedih sekali hidup mu anak muda🥺, tapi masa bodoh aku sudah terlepas dari desa ini, bye bye" Sambil melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Aris sendiri, lalu Aris bertanya kembali.
"Memangnya kau pulang tahu jalannya!?"
seketika tanya itu membuat kakek nya terhenti melangkah dan bengong, lalu membalikan badannya dan berbalik nanya pada Aris.
"Oh iya ya! lalu tadi kau datang dari mana?"
"Aku tidak tahu, tiba-tiba saja aku datang ke sini"
"Hah, apa!! jadi saya gak bisa pulang dong, aishh sampai kapan aku terkurung di sini!!"
"Hahaha ternyata kakek masih belum tahu dengan desanya sendiri, jalan pulang saja tidak tahu, hahah 😂" Tawa Aris sangat menyaring di telinga kakek itu sangking kesalnya kakek, ia Mengatakan kata-kata yang sangat membaut hati Aris tersayat.
"Hahaha kesian sekali anak muda ini belum pernah merasakan malam pertama😂"
Seketika wajahnya berubah terkejut dan bengong mendengarnya, wajahnya menciut sedih, dan menangis.
"Haa😭Haa😭aa😭"
"Hahahaha 😂😂😂"
Tawa kakek dan sedih Aris menyatu menjadi alunan lagu yang membuat perut kita ter kocok ingin tertawa.