Kemungkinan kami di takdirkan untuk tidak bersama,masing2 menjalani kehidupan.
"Rania, sampai kapan lo mau jadi seperti ini? punya kehidupan tapi gak di jalani dengan bener, lo gak kasian ama anak lo?" kata kakak nya Donita
"gua udah jalanin dengen bener kok, cuma pilihan belum menetapkan yang mana sesungguhnya."
"setidaknya lo cari kerjaan, bukannya kerja kek sekrang ni cuman nemenin orang minum doang!!! balik2 mabuk anak lo terabaikan." kakak ku gak puas hati.
"biarlah yang penting gue ada duit. " jawab nya seadanya.
kehidupan ada di tangan orang masing2, jika menurut anda itu benar jalan kan lah jika menurut anda itu salah maka tinggalkan lah, namun jalan yang ku jalani saat ini adalah salah.
telepon Rania berdering.
"hello... keyla.. "
"hello nia, di mane lo. " tanya keyla teman nya
"gue d rumah lah, nape? " jawab nya sambil rokok
"gue mau ke club malam neh, mo ikut gak lo! sekalian cari bapak ayam. hahaha" candanya
"HAHA, lo aja yang nyarik bapak ayam gue jadi mak ayam jual lo. " membalas candanya.
"lo mau ikot gak? " tanya nya balik
"iya iya, entar gue nyusul. "
"bener ye" gak percaya
"ye benerrrrr"
"oke deh see you later,dahhhhhh " katanya
"dahhhh " kata raina sambil tersenyum.
Raina bersiap mandi menuju ke club malam di mana teman nya Keyla berada.
"kak nita, gue jalan dulu. " pamit nya.
walaupun rania anak yang bandel, kemana aja tetap pamitan.
"akmal bunda jalan dulu ya?cari duit buat akmal. " mencium pipi anaknya, nasib baik punya anak yang patuh.
sesampainya di club malam.
"niaaa.... " keyla melambai, ternyata keyla bersama 4 lelaki dan hanya dia perempuan.
"apa2an nih keyla" bisiknya rania dalam hati.
"woi, siapa diorang ni. "
"temen gue kenalin nih. " keyla mengenali kepada teman2 lakinya.
"hi gue dino. "
"gue alvin"
"gue angga"
"gue pacarnya keyla, dimas. " semua berkenalan.
"oh pacarnya, pantes aja ada temen2nya sekali" bisiknya rania dalam hati.
"gue rania. " katanya.
mereka pun minum ngobrol, gak di sangka rania malah sebel ama cowok yang bernama angga, karena sifatnya yang cuek dan gak banyak ngomong.
"apa2an cwo ne, gue ajak Cheer's gak di layan. " geram rania dalam hati.
rania hanya mengabaikan lelaki itu, dan minum bersama teman2 laki yang lain.
"nia, entar lo ikut balik ama gue ye. " ajak keyla
"kemana" katanya
"hotel la. " jawab keyla
"boleh tapi tidur sama kamar. " kata rania tegas.
"emang kamarnya satu doang, makanya gue ngajakin lo. " buat muka lemes.
"yeeeeee... "terpaksa.
mereka minum tetapi rania tidak sampai mabuk, karena fikirnya untuk menjaga diri nya dan menjaga teman nya keyla.
mereka pun menuju ke hotel, ternyata angga sama kamar dengan pacarnya keyla.
"ehhhh, sama kamar lo. " tanya rania
"ya nia, kan kasurnya di dalam ada dua. " yang menjawab pacar nya keyla.
"ya udah gue ama keyla di sini, lo berdua di sana. " rania mengatur, namun angga malah tidur di tempat rania duduki.
"oi sana lo. " rania menolak tubuh angga
"nia gak apa2 kan badan diorang gede, lo sana gue di sini. " kata keyla.
mau tak mau rania tidur di sebelah angga, nasibnya angga lagsung tidur dan di alam mimpi.
paginya ketika sudah tersedar dari mabuk, angga memasuk kan tangan nya ke celah kepala rania untuk di jadikan bantal tangan dan memeluk rania.
"emmmm.. " sedar rania.
"eh apa2an ni" bisiknya dalam hati
angga hanya memeluk rania diam, namun beberapa kali tangan nya ingin mengapai payudara nya, namun di tahan oleh tangan rania ternyata mereka kembali tidur sampai jam 9 pagi terbangun,angga ke wc untuk mandi.
"morning nia. "sapa keyla yang nyenyak tidur
"untung aja lo gak macam2 ama pacar lo. " bisik rania kesal
"gue laper. " sambung keyla
"makan la sono" jawab nya
"mandi la dulu baru makan" kata keyla lagi
"lo mau mandi kah, gak kah sama aja " jawab raina kesal.
"ishhhh lo nee. "
angga siap mandi, dan mereka bergiliran mandi, kecuali raina hanya mencuci muka, walaupun sudah dalam keadaan normal angga hanya diam saja gak berbicara dan apa maksud dia memeluk rania?
mereka pun turun makan, habis makan menghantar rania balik.
beberapa bulan kemudian, angga mulai berbasa basi dengan keyla, karena keyla adalah pacar kepada teman nya, untuk mengajak rania club lagi. rania yang friendly ok saja.
di club malam.
"nia,lo mau minum apa" tawar angga
"apa2 aja. "jawab nya singkat
"ini aja ya" tunjuk nya, rania angguk saja.
"eh, bukannya dulu lo gak mau ngomong ama gue? " penasaran
"bukan gak mau, gue malu. " jujurnya
"apa maksud lo, meluk gue" gak puas hati
"cuman peluk doang, salah kah. " santai
"salah la, orang tangan lo aja nyasar entah kemana. " tetap gak puas hati
"nyasar gimana, orang gue mabuk juga. " gak mau salah
"ya lah" menyerah
rania dan angga pun menjadi dekat, dan berteman.
kedekatan rania dan angga bermula di saat keduanya travel bersama2 menuju ke bali.
awalnya mereka menganggap sebagai teman, namun kedekatan mereka seperti pacaran, sampai pada masanya angga ingin menikahi rania,rania sudah memberitahu bahwa dirinya sudah mempunyai seorang anak lelaki, namun angga menerima kekuranggan rania dan ingin menerima anak rania juga.
kedua nya bertunang lalu menikah.
sesudah menikah ayah kepada anak rania muncul, menchat rania.
tinggggg!!! bunyi chat
"nia, lo dah nikah. " tanya rafatar mantan rania.
"udah la" singkatnya
"kok gak nungguin gue? " pura2 kasian
"what, ngapain nungguin lo. " kesal
"kan gue mau nikahin lo" yakin nya
"nikahin gue? selama gue gak ada pasangan kemana aja lo. " ungkit
"kan gue masih ama dia? " jawab nya santai
"masih ama dia? kalau masih ama dia napa gak nikah!!! " nyolot
"dia curangin gue. " menyalah kan
"gak ngaca kalik ye lo. "
"ngaca gimana, emang dia curangin gue" jelasnya lagi
"maksud gue lo gak ngeliat apa yang pernah lo lakuin ama gue dulu. "
"karma maksud lo" pura2 bego
"pura2 bego loh " jawab rania kesal
"bukan karma, gak jodoh tau. "masih membela diri sndiri
"ya gak jodoh!!! yang inti nya sekrang ni suami gue adalah jodoh gue dan nerima gue apa adanya. " jelas nya dan mengakhiri chat nya.
cinta bukan memandang rupa, tetapi memandang hati dan menerima kekurangan nya...
jika pernah melakukan kesilapan sampai merusak kan anak orang lain, maka bertanggung jawab lah bukan nya meninggalkan demi seseorang yang akan meninggalkan mu juga dan akhir nya diri mu sendiri yang tersiksa....
maka hargai ketika dia masih bersama mu, maka bertanggung jawab lah ketika berbuat silap...
sekian terima kasih...
cerita kejadian ini hanya lah rekayasa, sekiranya cerita ini pernah terjadi atau semacam nya itu semua hanyalah kebetulan.