William Bersaudara, nama yang sangat terkenal baik di kalangan kelas atas maupun kelas bawah rakyat Inggris. Sebastian, Archie dan Caroline adalah tiga anak yatim piatu yang hidup di panti asuhan sejak mereka masih bayi. Mereka saling menjaga satu sama lain sampai suatu ketika mereka diadopsi seorang pria misterius yang berprofesi sebagai pebisnis handal. Profesi tersebut rupanya hanya sebagai penyamaran saja, dibalik itu semua Tuan Hans William rupanya bekerja dibalik layar untuk memecahkan berbagai misteri yang terjadi di kota London.
Seperti hari ini, Tuan Hans menerima telegram dari seorang wanita kaya yang kehilangan perhiasannya. Petunjuk yang tertinggal di lokasi hanya sehelai bulu burung merpati yang terdapat percikan darah.
Sebastian memiliki karakter seorang pemimpin, ia pandai mengatur strategi dan menyusun rencana. Saat berada di panti asuhan ia mendapat kepercayaan dari kepala panti untuk menyusun jadwal setiap anak dan seringkali dimintai pendapat apabila kepala panti mendapat kesulitan.
Archie adalah tipe anak yang sering berulah dan mencari masalah. Tapi siapa sangka Archie sangat perhatian bahkan pada hal sekecil apapun. Archie memiliki kepekaan dan pandai membaca situasi.
Sedangkan Caroline merupakan anak gadis yang mudah melakukan penyamaran, bahkan dengan alat maupun bahan sederhana. Dikabarkan ia sempat menjadi pusat perhatian lantaran menghilang dari panti selama tiga hari. Alih-alih menghilang, Caroline justru bersembunyi dibalik tirai ruangan kepala panti hanya untuk membaca koleksi buku kepala panti setiap malam. Ia menggunakan sisa kain perca yang ada di gudang panti dan disulap menjadi baju yang hampir senada dengan warna tirai ruangan.
"Kalian coba pergi kerumah Nyonya Petty dan pecahkan misteri ini" kata Hans kepada tiga anak adopsinya itu
"Apakah Tuan tidak ikut bersama kami ?" tanya Caroline
"Sudah ku bilang jangan panggil aku Tuan, sayangku. Hari ini aku harus pergi ke Glasgow untuk menyelesaikan permasalahan bisnis ku. Aku percayakan masalah ini pada kalian. Oh iya, sesampainya disana kalian tunjukkan kartu ini kepada Nyonya Petty dan juga orang-orang Scotland Yard". Kartu berwarna hitam yang bertuliskan nama Hans William dengan simbol burung hantu itu diserahkan kepada Caroline.
Setelah Hans pergi, mereka bertiga pun segera berangkat menuju kediaman Nyonya Petty dengan kereta kuda milik keluarga William. Sepanjang perjalanan Caroline terus memandangi kartu yang Hans berikan tadi, Sebastian dan Archie saling melempar analisa kasus yang akan mereka hadapi. Ini pertama kalinya mereka menghadapi kasus tanpa Hans, dari sekian kasus yang mereka hadapi.
"Apakah Tuan Hans sedang menguji kita ? aku merasakan sesuatu yang aneh" ucap Archie
"Aku tidak suka mengatakan hal ini, tapi aku juga setuju dengan pendapatmu, Archie. Apa mungkin ia akan menyerahkan pekerjaan ini pada kita suatu saat nanti?" sambung Sebastian
"Apapun itu, hari ini kita harus tunjukkan pada Tuan Hans bahwa kita bisa menyelesaikan ini tanpa bantuannya" kata Caroline yang sejak tadi sudah memperhatikan mereka berdua
Satu jam perjalanan dan akhirnya mereka sampai di kediaman Nyonya Petty. Nyonya Petty adalah pengusaha sukses di bidang fashion dan pengrajin topi. Ratusan gaun rancangannya sudah tersebar ke seluruh penjuru Inggris, bahkan banyak gaun eksklusif hasil buah tangannya yang dipakai oleh perempuan-perempuan kelas atas dan tentu saja harga gaun-gaun itu tidaklah murah.
Nyonya Petty tinggal disebuah rumah mewah tingkat tiga dengan furnitur yang serba mahal. Belasan pelayan ia pekerjakan untuk mengurus berbagai kebutuhannya dan juga keluarganya. Nyonya Petty memiliki sepasang anak yang salah satunya tengah mengenyam pendidikan di Universitas Durham.
Sebastian, Archie dan Caroline segera turun dari kereta kuda dan menuju ke pintu pagar. Disana mereka dihadang oleh penjaga rumah Nyonya Petty dan beberapa anggota Scotland Yard.
"Siapa kalian? ada perlu apa kesini? ini bukan tempat penampungan" ujar salah seorang penjaga
"Jangan-jangan kalian komplotan pencuri ya" balas penjaga yang lainnya
Archie mulai mengepalkan tangan dan terlihat emosi, namun Sebastian yang berada disampingnya berusaha menenangkannya dan memberi isyarat untuk tetap tenang dan diam. Sebastian pun meminta kartu yang Caroline pegang dan menunjukkannya kepada para penjaga.
"Kami datang kesini atas perintah Tuan Hans William, jika kehadiran kami tidak diinginkan maka dengan senang hati kami akan pergi dari sini"
Anggota Scotland Yard yang berada disana langsung terlonjak kaget dan membisikan sesuatu ke telinga para penjaga. Para penjaga terlihat gugup dan salah tingkah ketika melihat kartu yang Sebastian berikan.
"Ka...kami minta maaf... kami tidak bermaksud merendahkan kalian. Tolong maafkan kami dan jangan adukan kejadian ini kepada Tuan William maupun Nyonya Petty" para penjaga itu pun akhirnya membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan mereka bertiga masuk.
"Mari saya antar ke lokasi kejadian" kata salah satu anggota Scotland Yard, ketiga anak itu pun mengikuti dari belakang.
Sesampainya di dalam rumah, William bersaudara disambut oleh pandangan sinis Nyonya Petty.
"Cih, kenapa bukan Tuan William yang datang? mengapa dia malah mengirim anak kecil untuk kasus sepenting ini? aku merasa terhina!"
"Salam kenal dari kami, Nyonya Petty. Kami mewakili Tuan William menyampaikan permohonan maaf dikarenakan Tuan William sedang pergi ke Glasgow untuk menyelesaikan permasalahan bisnisnya" ucap Sebastian sambil membungkukan badan, diikuti Archie dan Caroline.
"Untuk kasus ini Nyonya tidak perlu khawatir, kami akan membantu Nyonya menangkap pelakunya" sambung Caroline.
"Baiklah terserah kalian, tapi awas kalian jangan macam-macam!! silahkan kalian mulai penyelidikannya" Nyonya Petty pun segera pergi beserta pelayan pribadinya menuju ruang makan.
Mereka bertiga pun segera menuju kamar Nyonya Petty, yang menjadi lokasi kejadian. Disana sudah ada beberapa petugas Scotland Yard dan seorang wanita muda yang mirip dengan Nyonya Petty.
"Apakah kalian anak-anak Tuan William? senang sekali saya bisa bertemu kalian" sapa wanita itu
"Maaf anda ini siapa?" tanya Archie sambil mengamatinya
"Saya Florencia, saya anak dari Nyonya Petty" ucapnya sambil memberi salam kepada mereka bertiga
Sebastian mulai bertanya pada para petugas untuk mengetahui informasi tentang kejadian itu. Archie terlihat sedang berkeliling ruangan sambil memperhatikan setiap sudutnya. Sedangkan Caroline masih berbincang dengan Florencia.
Caroline menatap heran pada penampilan Florencia. Bagaimana bisa anak seorang pengusaha fashion berpenampilan biasa saja, baju yang dikenakan hanya gaun rumahan biasa, riasan di wajahnya pun tak nampak. Namun aura kecantikan Florencia masih tetap terpancar.
"Nona, bukankah anda memiliki saudara kandung?" tanya Caroline yang penasaran
"Benar sekali, aku punya seorang kakak laki-laki yang kini tengah berkuliah di jurusan politik. Namanya Cliff, seharusnya ia pulang hari ini tapi ditunda karena ada urusan dikampusnya"
"Ngomong-ngomong jangan panggil aku nona, kau bisa panggil aku kakak saja. Sepertinya itu lebih nyaman didengar" sambung Florencia
"Ba.. baiklah...kakak hehehehe. Oh iya kalau kakak sendiri mengambil jurusan apa?"
"Eh, soal itu.. aku tidak berkuliah" ucap Florencia lirih
Caroline langsung terdiam. Ia berpikir ada yang aneh dari Florencia, pertama soal penampilannya dan yang kedua soal ia tidak melanjutkan bangku kuliah. Padahal kekayaan Nyonya Petty tak ternilai, apalagi setelah kepergian suaminya yang merupakan seorang pengusaha batu bara, perusahaan itu kini diambil alih olehnya. Belum lagi aset-aset lain yang tersimpan di Bank.
"Kau pasti bingung ya kenapa aku tidak berkuliah. Sejujurnya aku ingin pergi kuliah, namun kesehatan ku tidak memungkinkan. Untuk mengisi waktu, aku pun mengurus tanaman yang ada di rumah kaca" tutur Florencia
Caroline dan Florencia masih melanjutkan perbincangan, Archie kini tengah berdiri menatap ke arah jendela kamar, "Tidak ada bekas tali maupun jejak kaki disini, berarti pelaku masuk dari pintu kamar. Tapi bagaimana bisa? ini ruang tidur Nyonya Petty, pasti kuncinya pun hanya dia yang punya"
Disisi lain, Sebastian pun sedang menganalisa informasi yang ia terima dari petugas Scotland Yard. Ia pun segera menghampiri Archie untuk memberitahukannya.
"Apa kau sudah dapat petunjuk?" tanya Sebastian
"Berdasarkan pengamatan ku, aku rasa kejadian ini dilakukan oleh orang dalam. Jendela ini bersih tidak ada jejak apapun, pengaitnya tidak rusak, tidak ada goresan tali ataupun jejak sepatu. Bahkan temboknya juga bersih, berarti pelaku masuk melalui pintu kamar. Namun yang masih aku bingung, bagaimana cara ia masuk?" ucap Archie
"Hmm aku pun juga masih bingung, berdasarkan informasi dari petugas katanya Nyonya Petty kehilangan perhiasan itu di pagi hari setelah ia selesai menyantap sarapannya. Petugas juga bilang kalau Nyonya Petty keluar dari kamar selalu dikunci, bahkan ketika pergi sarapan atau hanya sekedar pergi ke ruang kerjanya" sambung Sebastian
"Oh iya, soal bulu burung merpati bagaimana?" tanya Archie
"Petugas bilang bulu tersebut ditemukan di dalam lemari tempat perhiasan itu disimpan. Anehnya, bercak darah yang menempel masih segar tetapi disekitar lemari itu tidak ditemukan sisa darah. Satu hal lagi, perhiasan yang hilang adalah sebuah batu permata yang cukup langka dengan harga fantastis, kalau tidak salah namanya Alexandrite"
"Hmm apakah motif si pencuri itu uang? tapi yang masih janggal di pikiranku adalah bulu burung merpati yang tertinggal disana" kata Archie
Caroline yang melihat kedua kakaknya tengah diskusi pun langsung meminta izin pada Florencia, "Maaf saya harus bergabung dengan kakak-kakak saya"
"Baiklah, silahkan kalau begitu. Oh iya sampai lupa kalian belum disuguhkan apapun. Aku akan minta pelayan membawakan makanan untuk kalian"
"Anne, tolong bawakan tiga cangkir teh dan beberapa makanan ringan kesini ya" perintah Florencia kepada salah satu pelayan disana
Sebastian, Archie dan Caroline kini sudah bergabung dan mulai menganalisis kasus berdasarkan informasi yang mereka terima. Mereka bertiga tercengang ketika mendengar setiap cerita yang disampaikan, terutama Caroline.
Mereka terus berpikir untuk menemukan titik terang. Kemungkinan pelaku orang luar sangat kecil, mengingat penjagaan dirumah Nyonya Petty sangat ketat. Para pelayan disana rata-rata sudah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan sampai puluhan tahun. Caroline pun membiarkan kedua kakaknya berpikir keras, ia kembali menghampiri Florencia yang tengah berbincang dengan seorang pelayan paruh baya.
"Nah Smith, ini dia Caroline" kata Florencia sambil memperkenalkan mereka berdua. "Smith sudah melayani kami sejak Ayah masih muda, bahkan anaknya Remy pun juga bekerja disini"
"Tak kusangka Tuan William bisa mendidik anak-anak hebat seperti kalian, semoga kalian bisa segera menemukan pelakunya" ujar Smith
Tiba-tiba terdengar derap langkah kaki dari lorong disamping kamar, rupanya Nyonya Petty yang datang dengan ekspresi kesal. "Kenapa lama sekali selesainya? kalian pikir aku punya banyak waktu? Hey kalian bertiga!!! kalau memang tidak sanggup memecahkan masalah ini, lebih baik kalian pulang saja! Ternyata rumor yang tersebar itu hanya berita bohong ya, apanya yang hebat! cih!"
"Ibu tolong bersabar, mereka dari tadi bekerja keras untuk memecahkan masalah ini. Aku mengawasi mereka sesuai yang ibu perin...."
Plakkk!!! satu tamparan keras mendarat di pipi Florencia
Caroline dan yang lainnya tercengang melihat kejadian itu. Archie mulai emosi, ia paling tidak suka jika perempuan diperlakukan seenaknya. Sebastian pun hanya menatap dengan santai dan kemudian menyeringaikan senyumannya.
"Apa kau lupa dengan aturan untuk tidak memotong pembicaraanku? kalau bukan karena wasiat dari ayahmu, mungkin kau sudah ku pindahkan ke panti asuhan! dasar anak tak berguna, bisanya hanya menghabiskan uang saja!"
Florencia hanya menundukkan kepala menahan sakit dan tangisannya, Caroline mengusap punggungnya dan menenangkannya. Seluruh pelayan tampak diam dan kembali mengerjakan tugasnya masing-masing. Setelah Nyonya Petty berhenti bicara, Sebastian pun maju dan mendekatinya.
"Maafkan kami yang menyita waktu mu, Nyonya. Sebentar lagi kami akan ungkapkan siapa pelakunya. Namun ada satu permintaan yang aku ajukan"
"Cih! apa yang ingin kau minta anak kecil? uang, perhiasan atau benda berharga lain? jangan main-main dengan ku ya!" bentak Nyonya Petty
"Tentu saja tidak Nyonya, saya bukan orang seperti yang Nyonya pikirkan. Saya hanya minta dua hal, jujur dan adil setelah kasus ini selesai" balas Sebastian dengan tegas
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengungkapkan sebuah kebenaran. Perhiasan mu sebenarnya tidak dicuri, hanya disimpan disuatu tempat yang jauh dari sini. Pelakunya adalah..."
"Tuan Clifford Benjamin Drew"
Seisi ruangan terkejut mendengar pernyataan Sebastian, terlebih Nyonya Petty. Guratan emosi semakin nampak namun ketika ia hendak bicara, Sebastian meletakkan telunjuknya di sudut bibir sebagai isyarat untuk diam.
"Maaf nak, tapi Tuan Cliff sudah hampir satu tahun tidak kembali kerumah. Terlebih lagi kamar ini masih baru ditempati oleh Nyonya, bagaimana mungkin Tuan Cliff bisa tahu" kata pelayan Smith
"Benar, kakak kalau pulang pasti akan mengirim telegram atau surat minimal satu minggu sebelum kepulangannya. Memang bulan lalu ada surat yang ia kirimkan dan mengatakan akan pulang hari ini. Namun beberapa hari lalu ada surat lagi yang kakak kirimkan dan kakak mengatakan tidak jadi pulang karena ada tugas mendadak di kampusnya" sambung Florencia
"Bagaimana kalau ternyata dirinya sudah pulang dengan penampilan berbeda? Oh ya dimana pelayan perempuan yang kakak Florencia suruh tadi? kenapa ia tak kunjung kembali kesini?" kali ini giliran Caroline yang maju dan berbicara, "Tidak mungkin kan dia tersesat kesini, karena setahu ku para pelayan yang ada disini sudah lama mengabdi, bukan begitu kepala pelayan Smith?
"Itu benar" kata pelayan Smith
"Pelayan perempuan? siapa pelayan yang kau maksud? ada banyak pelayan perempuan disini!" ujar Nyonya Petty
"Saking banyaknya sampai-sampai Nyonya pun tidak menyadarinya bukan? nah pelayan Smith bisa kau jelaskan pada Nyonya Petty?" kata Sebastian sambil tersenyum
"Permisi.." tiba-tiba pelayan yang tadi Florencia suruh datang dengan membawakan minuman dan beberapa makanan ringan
"Hei, kau ini siapa?" tanya Nyonya Petty heran
"Dia itu.." sebelum pelayan Smith menyelesaikan perkataannya, Caroline langsung memotong kalimatnya
"Dia ini Anne... oh bukan maksudku Tuan Cliff"
Seisi ruangan makin kaget dan bingung.
"Lelucon apalagi ini?" dengus Nyonya Petty
Anne hanya terdiam.
"Biar aku jelaskan, Tuan Cliff sebenarnya sudah ada dirumah ini sejak satu bulan yang lalu dengan menyamar sebagai Anne. Tentu saja semua ini tidak dilakukan Tuan Cliff seorang diri, ia perlu bantuan orang dalam untuk bisa menjalankan rencananya. Soal kamar yang direnovasi tentu sudah Tuan Cliff ketahui, sebab Tuan Cliff sering bertukar pesan dengan orang yang membantunya. Bukan begitu pelayan Smith? kau pasti sudah menjelaskan kalau kamar ini direnovasi lantaran Tuan Drew sudah meninggal dunia dan Nyonya Petty membuang semua barang peninggalan mendiang" kata Sebastian
Pelayan Smith terlihat gugup.
"Rencana itu dilakukan pada saat Nyonya Smith makan pagi, karena di jam tersebut Nyonya Petty menghabiskan waktu cukup lama diruang makan. Soal pintu yang terkunci tentu saja sudah Tuan Cliff persiapkan duplikatnya. Ia mendatangi toko penjual gagang pintu untuk mencari merk dan bentuk gagang kunci yang mirip dengan kamar ini. Setelah itu ia pergi ke tukang kunci untuk membuat duplikatnya. Setelah mendapat aba-aba dari pelayan Smith, Tuan Cliff segera menjalankan aksinya dan mengambil perhiasan itu" ujar Archie
"Ini tidak masuk akal! lihatlah! dia benar-benar perempuan" kata pelayan Smith
"Tidakkah kalian merasa aneh kalau Anne selalu memakai stocking sepanjang hari, padahal cuaca sangat panas?" lagi-lagi Archie bicara
"Apakah anda ingin kami yang membongkar identitas anda atau anda sendiri yang ingin mengatakannya?" tanya Sebastian yang mendekati Anne
Pelayan Smith menggelengkan kepalanya dan memberi isyarat pada Anne untuk tidak melakukan apapun, namun pada akhirnya Anne mulai melepaskan satu per satu atribut pelayan yang ia kenakan. Ia mencopot wig, sumpalan dada dan baju pelayannya. Nyonya Petty, Florencia dan yang lainnya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat
"Kau... apa maksudnya?" ucap Nyonya Petty yang akhirnya pingsan. Para petugas pun segera menolongnya dan merebahkan Nyonya Petty diatas tempat tidur.
"Aku minta maaf Flo, maafkan aku. Aku melakukan semua ini untukmu, untuk anak kita. Aku tidak tahan ibu terus-terusan mengurungmu di rumah kaca, aku tidak tahan mendengar berita kalau kau selalu diasingkan ketika ada pertemuan keluarga. Aku sangat sedih ketika tahu ibu mengambil semua koleksi burung merpati mu dan membunuhnya agar bulunya bisa dijadikan hiasan topi" ucap Cliff
"Maafkan perbuatan ibuku yang kejam pada mu dan juga ibu mu sampai beliau meninggal dunia. Kalau bukan karena warisan, mungkin ibu sudah menyingkirkan mu. Batu perhiasan yang ku ambil ini bukanlah milih ibu ku melainkan milikmu karena perhiasan ini adalah hadiah dari ayah untuk beliau" sambung Cliff
"Anak? anak siapa yang Tuan maksud?" tanya Smith
"Tentu saja anak yang ada di kandungan Florencia. Sebelum berangkat ke Durham, aku menyatakan perasaanku pada Florencia. Ia sempat menolak karena yang ia tahu kami ini kakak beradik sedarah. Setelah aku ceritakan soal mendiang ibunya, akhirnya Florencia mau menerima perasaanku dan berusaha mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Aku sangat tulus mencintainya dan suatu malam tiga bulan lalu, aku diam-diam kembali dan menemuinya di rumah kaca. Malam yang tak pernah aku lupakan, kenangan manis bersamamu Flo"
Florencia menangis tersedu-sedu setelah mendengar semua perkataan Cliff. Ia tak menyangka bahwa pria yang ia cintai, kakak tirinya berani mengambil langkah seperti ini. Caroline terus menenangkan Florencia, Archie dan Sebastian tetap pada posisinya.
"Lalu dimana perhiasan itu sekarang?" tanya Inspektur Scotland Yard
"Perhiasan itu sudah ada ditempat yang seharusnya, dirumah pemilik aslinya yaitu Florencia. Flo, ketika kau kembali ke rumah kaca bukalah laci ketiga dari lemarimu dan simpanlah baik-baik perhiasan itu sampai aku kembali dari penjara" Cliff pun mendekati Florencia dan memeluknya erat. Ia juga mengusap air mata Florencia dan mengecup keningnya.
"Sekarang kalian sudah bisa membawa aku pergi, pelayan Smith aku titipkan Florencia padamu. Tolong jaga dia sampai aku kembali"
"Tunggu!" suara lirih Nyonya Petty terdengar
"Anak ku... maafkan ibu. Ibu melakukan semuanya untukmu, ibu ingin kau mendapat kehidupan yang baik. Ibu tidak ingin kembali kerumah kita yang lama dan menjahit disana, ibu sudah lelah hidup miskin. Ibu janji akan berubah dan tidak akan menyakiti Florencia lagi, tolong jangan tinggalkan ibu. Inspektur, aku rasa kasus ini tidak perlu diperpanjang, tolong lepaskan anak ku dan aku anggap kasus pencurian ini tidak pernah ada"
Pada akhirnya semua ini hanya permasalahan keluarga, para petugas pun akhirnya tidak jadi menangkap Cliff. Nyonya Petty memeluk Cliff dan Florencia dengan erat dan merestui hubungan mereka. William bersaudara pun mendapat bayaran yang pantas dan tentu saja menjadi konsultan pribadi untuk Cliff. Cliff kini mengambil alih perusahaan batu bara dan hasilnya ia belikan rumah baru untuk ia dan Florencia tinggali nanti. Anak pelayan Smith yaitu Remy dipercaya untuk mengurus rumah baru itu.
"Benar-benar kasus yang rumit, tapi aku bangga kalian bisa menyelesaikannya dengan baik" ucap Tuan William ketika sedang bersantap malam dengan anak-anaknya
"Ayah mengapa harus menyamar jadi petugas? ayah ingin menguji kami ya? kata Caroline
"Kenapa kau panggil Tuan William dengan sebutan ayah? dan mana mungkin Tuan menyamar, kau lihat sendiri kan waktu Tuan pergi" sambung Archie
"Kau ini terlalu sering emosi sampai tidak menyadarinya" Sebastian berkata sambil tertawa kecil, rupanya hanya Archie yang tidak menyadari penyamaran Tuan William
"Hahahahaha memang tidak salah aku mengadopsi kalian, anak-anakku yang hebat"
THE END