Dare or Dead? Tantangan atau Mati? Memilih Mati secara langsung sungguh ironis, lalu memilih tantangan yang berujung kematian bukankah juga sama halnya? Ya, itulah yang dialami oleh 1000 partisipasi game yang sedang berbaris sekarang ini.
Para pemain yang memiliki rasa keputusasaan akan hidup mereka, tidak memiliki semangat atau tujuan hidup sama sekali. Karena itulah, 1000 orang tersebut mendapat undangan untuk mengikuti turnament untuk memicu keputusasaan mereka.
Salah satunya adalah gadis SMA yang bernama Bpearlpul. Gadis berambut panjang gelombang dengan tahi lalat di ujung alis sebelah kanan. Layaknya kertas kosong, ia hanya menjalani kehidupan SMA-nya biasa-biasa saja. Tidak bergaul, menyendiri, tidur saat belajar, tugas jarang masuk, dll.
Hari itu, Bpearlpul mendapat undangan mengenai game tersebut. Awalnya, ia bodoh amat dan tidak peduli, siapa juga yang mau memberikan nyawanya dengan sia-sia hanya karena sebuah turnament game? Mm, itulah yang dipikirkannya sebelum mengetahui hadiah bagi pemenang turnament.
"12,5 triliun...kira-kira, apakah aku bisa menggunakan uang sebanyak ini untuk menghidupkan nyawa keluargaku kembali, ya?"
Sungguh pertanyaan bodoh, padahal orang yang sudah meninggal tidak bisa dikembalikan lagi, apalagi menggunakan uang, mau sebanyak apa pun uang tersebut. Pada akhirnya, Bpearlpul tetap mengikuti turnament.
....
•Arena 1•
Sistem mulai berbicara dan menjelaskan tahap pertama dari turnament game.
"The Great Wall, bertahan atau gugur!"
Pintu ruangan langsung terbuka. Tunggu, hanya 1 kalimat sesingkat itu? Para pemain masih dibuat bingung sambil memasuki arena terbuka. Hanya terlihat tanah lapang dan sebuah pintu yang terbuka di ujung.
Tidak ada sesuatu yang terjadi membuat 1000 pemain itu berjalan.
"CEKLEK!! CEKLEK!! CEKLEK!!"
3 pintu kandang spontan terbuka bersamaan. Awalnya, karena terselubungi asap, para pemain tidak terlalu melihat dengan jelas, hingga akhirnya terlihat sekelompok harimau, laba-laba raksasa bahkan T-Rex menuju ke arah mereka. Apa? Dari mana hewan ini? Apakah sistem sedang menguji hewan tersebut? Kalau harimau masih wajar, tapi laba-laba raksasa dan T-Rex, bukankah keduanya sudah punah?
Melihat pintu di ujung mulai bergerak tertutup, 1000 pemain tersebut langsung berlari.
"Akh! Argh!"
Pintu tertutup bersamaan para pemain yang terengah-engah, sedangkan yang tertinggal di dalam arena tadi masih terdengar jelas suara jeritan mereka.
Bpearlpul tidak menyangka setelah melalui stage pertama. Ini pertama kalinya jantungnya berdetak dengan cepat memicu perasaannya. Syukurlah, dia selamat, dan kurasa stage kedua akan lebih sulit lagi.
•Arena 2•
Karena stage 1 sudah menghabiskan 200 pemain, membuat 800 pemain lainnya lebih berhati-hati.
"BRubik's, selesaikan atau lenyap!"
Seketika, 800 rubik kotak berjatuhan di depan para pemain. Ya, sekali lagi, sistem hanya mengeluarkan 1 kalimat singkat, namun berujung fatal.
Bpearlpul dan pemain lainnya mengambil rubik kotak 4x4 yang sudah teracak. Sepertinya cukup mudah kalau hanya menyusun rubik, tapi ada hal yang janggal hingga akhirnya tulisan raksasa angka 90 muncul di layar.
Angka 90 tersebut mulai menghitung mundur, membuat 800 pemain langsung memutar rubik.
20 detik terakhir, Bpearlpul menyelesaikannya pertama kali. Ia menatap semua pemain yang begitu panik menyelesaikan rubik dengan sisa waktu yang sedikit lagi. Sambil menatap hitungan mundur waktu, gadis itu penasaran, kira-kira apa yang terjadi jika timernya habis tanpa menyelesaikan rubiknya.
"BOOM!! BOOM!! BOOM!! BOOM!! BOOM!!"
Layaknya musik yang bergema, runtunan ledakan itu membentuk irama. Ya, rubik itu meledak saat waktu habis, membuat para pemain yang tidak menyelesaikannya mati terbunuh karena ledakan dari rubik.
Akhirnya mereka mengerti inisial B yang terselip di depan kata rubiks tidak lain adalah kata "boom" berarti ledakan.
Selanjutnya menuju ke stage berikutnya.
•Arena 3•
Di stage sebelumnya menewaskan 150 pemain, sehingga tersisa 650 pemain.
"Anor Londo, lalui atau berhenti!"
Lagi dan lagi 1 kalimat yang membuat kena mental.
Terlihat jembatan besi lurus ke depan dengan nuansa ruang yang gelap. Semua sisi bernuansa gelap, hanya jembatan besi tersebut yang terlihat. Tidak tahu apa yang terjadi membuat semua para pemain hanya diam, sebab tidak ada yang ingin mengambil resiko.
"JREENGGG!"
Karena tidak ada pergerakan membuat pijakan kaki bergerak sendiri membawa para pemain itu mendekat ke jembatan. Begitu barisan terdepan menginjakkan kaki di jembatan, ratusan pisau langsung berjatuhan dari langit-langit ruangan.
Pemain yang berada di barisan belakang tentu saja ketakutan dan memilih untuk segera berjalan mundur.
Bpearlpul hanya melotot melihat hal itu, meskipun mereka berusaha berjalan mundur, tapi pijakan kaki memaksa membawa mereka ke jembatan.
Sudah ada puluhan mayat yang tergeletak, tidak bisa melarikan diri membuat Bpearlpul memiliki ide. Gadis itu dengan cepat menarik mayat yang bisa ia tahan untuk menutupi tubuhnya sebagai perisai. Dan akhirnya, ia bisa sampai pertama kali di pintu keluar.
Karena idenya, membuat pemain yang mengikutinya juga.
•Arena 4•
Stage Anor Londo langsung menghapus 300 pemain sekaligus karena kengeriannya.
Pemain yang awalnya merasa putus asa mulai saling bertahan hidup mencapai stage terakhir untuk keluar dari permainan mematikan tersebut.
Dahi Bpearlpul berkerut melihat ratusan mobil berderet ke samping. Mereka disuruh memilih untuk memilih satu mobil yang akan dipakai.
Tantangan apalagi ini? Sepertinya semua tantangan di sini pasti berujung kematian. Duduklah 350 pemain di masing-masing mobil. Mobil tersebut menyala sendiri melintasi jalanan di depan. Semua berjalan seperti biasa tanpa ada hal menakutkan.
Tiba-tiba, satu persatu mobil dari pemain mati jalan. Bingung, panik, dan aneh, itulah yang dirasakan pemain yang mobilnya mati.
"SRINGGG!!"
Muncul road roller super besar menuju ke arah lintasan. Mobil penggilas yang digunakan untuk meratakan tanah itu memicu adrenalin para pemain.
Sepertinya mereka mulai mengerti, tantangan kali ini mengandalkan taruhan keberuntungan yang begitu nihil. Mobil yang mati jalan akan diratakan oleh mobil penggilas tersebut. Para pemain yang mobilnya mati berusaha mengeluari mobil sebelum diratakan, akan tetapi tubuh mereka ditahan oleh sabuk pengaman khusus. Begitupun para pemain yang mobilnya masih jalan, semuanya ditahan oleh sabuk pengaman khusus yang memaksa mereka untuk tetap di dalam mobil.
Perkiraan mereka mengenai hanya mobil yang mati jalan diratakan ternyata salah. Mobil penggilas terus berjalan menambah kecepatannya, meratakan mobil pemain yang masih berjalan. Melihat hal itu, para pemain yang tersisa berusaha meloloskan diri di dalam mobil.
Pada akhirnya hanya 3 pemain yang berhasil lolos, dan Bpearlpul satu-satunya pemain wanita. Butuh waktu yang lama hingga akhirnya gadis itu menemukan solusi. Ya, dia mengandalkan ponselnya menggunakan perangkat mobile RF Safe-Stop yang telah diuji cobakan, dan ternyata mobil yang dipakainya mati seketika di saat bersamaan mobil penggilas hanya berjarak 1m darinya. Benar-benar taruhan keberuntungan.
Kini tersisa stage terakhir. 3 pemain itu dituntun ke sebuah arena gladiator. Tempat pertunjukkan besar berbentuk elips. Ketiganya memasuki arena sambil sistem menyambut mereka.
"Selamat datang di stage terakhir, stage yang menjadi penentuan pemenang di antara kalian!"
Muncul celengan raksasa transparan berbentuk babi yang uangnya bisa berputar di dalamnya karena terpaan angin. Ya, itulah uang senilai 12,5 triliun yang menjadi alasan dari permainan kematian tersebut.
Pandangan ketiga orang tadi teralihkan oleh seorang pria berbaju putih dengan borgol di leher, kaki dan tangannya berdiri memandangi mereka bertiga.
Salah satu pemain tertawa remeh melihat lawan dari stage terakhir. Pria ini maju dengan sombong ke arah pria berbaju putih yang dipenuhi borgol.
"Aku tidak sabar mengambil 12,5 triliun-ku!! Ou, lihatlah dirimu, siapapun bisa melawan orang yang diborgol seperti ini, hahahaha...ahaha-"
Tawanya langsung terhenti saat pria berbaju putih itu disuntik oleh alat yang digerakkan.
"Deg!"
Pria yang tertawa tadi membulatkan mata melihat pria berbaju putih itu berubah menjadi werewolf. Tubuhnya langsung terpaku dengan wajah ngeri, sebab kepala mereka hanya berjarak beberapa senti.
Dalam sekejap, werewolf itu memakannya tanpa sisa. Bpearlpul dan satu pemain tersisa langsung menyelamatkan diri.
Padahal baru beberapa detik dan werewolf itu sudah ada di belakang Bpearlpul.
"Akh!" ringis Bpearlpul terjatuh.
Gadis itu berbalik ke belakang melihat werewolf yang sudah sangat kelaparan.
"GUARGHHH!!"
Untunglah, Bpearlpul bisa menghindar dengan cepat. Ia mengambil tanah dan melempari mata werewolf dan segera berlari. Namun, werewolf tadi berhasil menangkapnya.
"Akh!" ringis Bpearlpul saat werewolf itu menggigit tangan kanannya.
Kaosnya yang berwarna putih mulai menjadi merah karena darahnya. Ia bisa merasakan taring werewolf menembus tangannya. Jika tidak bertindak dengan cepat, sepertinya ia akan kehilangan satu tangan.
Pandangannya mengarah ke gelang perak di tangan kanannya. Langsung terlintas dibenaknya, bukankah kelemahan werewolf adalah panah perak atau peluru perak? Kebetulan gelangnya juga berwarna perak, membuatnya langsung meraihnya.
Bpearlpul memukuli bagian jantung werewolf berulang kali, membuat keduanya saling meringis.
Werewolf takut akan warna silver karena bisa membuat kulitnya terbakar. Sampai titik darah penghabisan, Bpearlpul menembus jantung werewolf dan akhirnya menang.
Keduanya bersamaan terjatuh ke tanah. Bpearlpul meringis melihat bekas taring di lengannya.
Satu pemain tersisa berlari ke arah celengan raksasa sambil berteriak ke arah Bpearlpul, "Aku tidak akan memberikannya padamu!!"
Namun, sebelum pria itu mencapai celengan, puluhan besi runcing muncul dari tanah menembusnya.
Bpearlpul hanya memalingkan kepala sambil menghela nafas kasar.
"Cih, benar-benar permainan mematikan, humph...haha...ahahaha! HAHAHAHA!!! AHAHAHA!!"
Tidak tahu kenapa gadis itu tertawa begitu keras. Ia hanya berdiri menghampiri celengan raksasa tersebut.
"Selamat kepada Bpearlpul, Anda terpilih menjadi pemenang Turnament Game Dead or Dead, uang senilai 12,5 triliun menjadi milik Anda sekarang, sekian dan terima kasih atas partisipasinya,"
Begitu pemberitahuan sistem selesai berbicara, celengan raksasa di atasnya terbelah 2 membuat uang di dalamnya jatuh menghujani Bpearlpul.
"Game Over," kata Bpearlpul dengan bercak darah di wajah dan sekujur tubuhnya.