Hai namaku yunadya,biasa di panggil yuna. umur aku 21 tahun,aku sekarang bekerja dikeluarga one sebagai seorang pelayan pribadi nya nona mina one. aku telah bekerja selama 1 tahun disana.
mina one merupakan gadis remaja berusia 19 tahun,ia merupakan anak semata wayang dari tuan tomi one dan nyonya tinari.seorang anak dari pengusaha yang kaya raya.ayah nya merupakan seorang pebisnis di bidang teknologi,kuliner,dan ekspor impor.sementara ibu nya adalah seorang pebisnis di bidang perhotelan.
karena kesibukan orang tua nya itu mina jadi sering kesepian di rumah nya sendiri yang begitu besar bak istana. aku yang sebagai pelayan hanya bisa membantu menyiapkan keperluan nya saja. seiring dengan berjalan nya waktu,kami pun mulai jadi akrab.
tapi perasaan apa ini,kenapa jantungku jadi berdetak tidak karuan...serasa ingin keluar saja.kenapa semakin hari nona yang kulayani ini,jadi semakin tambah manis dan juga cantik. tanpa kusadari pipiku pun merona karena melihat kecantikan dari mina.
mina yang melihatku pun hanya bisa menatapku heran dan tersenyum lembut kepada ku sambil berkata "apakah kamu bisa menyisirkan rambutku?".
aku yang baru tersadar dari lamunanku yang berbahaya itu pun hanya bisa mengangguk pelan,dan mengambil sisir untuk menyisir rambut nya mina.
"wah lembut sekali rambut nya..."batinku yang muncul secara tiba-tiba.
"kak yun,besok kita pergi jalan-jalan yuk,aku bosan di rumah terus'' ajak mina dengan muka polos nya,yang menurutku itu sangatlah imut.
"kemana non mina?"tanyaku penasaran.
"uuhhh sebel deh,bisa nggak sih manggil aku itu jangan pake bahasa yang formal !!" kesal nya sambil cemberut dan mengembungkan pipi nya. serasa ingin kucubit saja tuh pipi.
"besok tuh aku mau pergi jalan-jalan ke taman bermain yang seru,di taman ceria. disana kata nya ada banyak sekali wahana yang seru dan menantang!" ucap mina dengan antusias nya. aku yang melihat nya pun hanya bisa tersenyum dan menyetujui nya.
"baiklah saya akan menemani nona mina"ucap ku sopan. tapi mina yang melihatku itu pun langsung berdiri dan mencubit hidungku dengan keras.wajah nya terlihat kesal saat sedang mencubit hidungku.
"aww non....sakit non...."ucap ku sambil memegang tangan nya berharap ia mau melepaskan cubitan nya. tapi yang kudapat kan justru sebalik nya,ia malah semakin mencubit ku dengan keras sampai hidung ku memerah seperti hidung nya badut.
"itu hukuman karena kamu selalu memanggilku dengan sebutan nona. kamu itu kalo sama aku nggak perlu bersikap terlalu formal. panggil aja aku mina,cuman m i n a. mina...mengerti !!"tegas nya padaku yang waktu itu sedang memegangi hidungku yang kemerahan karena cubitan mina yang keras tadi.
"ah iya non mina,ah bukan itu maksudku,maksudku mina"ucap ku sambil tersenyum canggung karena tidak terbisa memanggil nya dengan sebutan nona.
"begitu baru baik,tapi akan lebih baik lagi kalo kamu manggil nya itu dengan santai dan nggak tegang begitu"ucap nya santai sambil pergi mengambil tas buat kuliah pagi ini.
iya,mina adalah seorang mahasiswi di universitas terkenal dan paling elit di jakarta.
ia mengambil jurusan manajemen supaya bisa meneruskan usaha orang tua nya itu.
setelah mengambil tas nya,ia langsung menyeretku dan memelukku dengan erat. aku tidak mengerti kenapa ia tiba-tiba memelukku dengan erat. tapi yang pasti,pelukan itu terasa hangat dan juga nyaman.
"aku pergi dulu yah...jangan terlalu capek kerja, kalo capek istirahat aja nggak papa!" perintah nya kepadaku.
"iya...."jawab ku ramah, setelah itu ia pun pergi ke kampus nya mengendarai mobil sport nya yang mewah.
dan aku pun juga melanjutkan pekerjaanku seperti biasa nya,yaitu bersih-bersih rumah.
setelah dua setengah jam aku bersih-bersih, pekerjaanku akhir nya pun kelar. dan aku beristirahat sebentar di ruang makan.
"fyuhh akhirnya kelar juga bersih-bersih nya"ucapku lega,dan saking capek nya...aku pun tanpa sadar ketiduran di meja makan.
saat aku tertidur,aku pun mencium bau masakan yang sangat menggoda selera makan.
"wahh bau apa ini..."batinku saat mulai membuka mataku dari tidur yang menyenangkan tadi.
dan saat aku membuka mataku,aku melihat mina dengan celmek yang dipakai nya sedang memasak nasi goreng.
"oh,kak yun udah bangun?"tanya mina tanpa melihatku yang sudah terbangun. aku sendiri pun terkadang juga heran,kenapa dia selalu bisa menebak dengan benar.
"iya aku sudah bangun. kenapa kamu yang masak? kan aku bisa masakin kamu"tanyaku penasaran sambil mengucek-ngucek mataku agar tidak mengantuk lagi.
"aku kan juga pengen sekali-kali masakin kamu kak yun. udahlah kakak pergi aja ke kamar mandi,terus cuci muka,setelah itu kita makan siang bareng"ucap mina saat mematikan kompor nya.
"tapi kan aku pelayan disini,dan kamu tuan nya. seharus nya yang menyiapkan makanan itu kan aku"ucap ku protes.
"dan aku ini adalah majikanmu,jadi kau harus nurut sama aku"ucap nya tak mau kalah. tak bisa berkata apa-apa lagi,akhir nya aku mau tak mau pun harus mengikuti perintah nya.
setelah mencuci muka,akhir nya aku pun pergi ke ruang makan untuk makan bersama dengan mina.
"kak yun setelah makan,tolong pijitin aku yah. aku capek banget soal nya"ucap mina dengan manja nya.
"iya aku pijitin"tanpa banyak omong aku pun langsung menuruti apa kata nya.dan tanpa aku sadari,mina pun tersenyum misterius kepadaku. aku pun merasa merinding dan mulai melanjutkan makan siangku tanpa menoleh ke arah nya.