pagi yang indah, hari ini adalah hari ospek terakhir, rasa penat dan sakit ditelingaku karena teriakan senior akan berakhir. Namaku Nanami Tachibana Putri, 17 tahun. kalau Di Jepang namaku Tachibana Nanami Putri atau Tachibana Nanami. Namaku memang mirip seperti orang Jepang yup Ayah ku adalah orang Jepang Asli dan Ibu ku orang Jawa Asli.
hari ini ospek terakhir dan saat itu aku melihat ke arah tangga ada anak laki-laki berjaket merah. dia tinggi banget, wajahnya aku tidak bisa melihatnya. " he Nana ayo ke aula" seketika Fardil memanggilku. "Ah iya, ganggu banget sih" jawab ku. " ha ganggu kenapa jangan-jangan kamu udah dapat inceran cowok ya, hei inget disini harus sekolah yang bener kalau gak kamu di buang ke Jepang lagi gimana ?" bentak Fardil "Hai hai ~ wakatta ( iya iya ngerti)" jawabku males.
Diaula Guru dan dan kakak pembina Ospek meminta maaf dan kita saling mengakrabkan diri. mataku mencari disetiap sudut aula sosok berjaket merah. tapi yang ada hanyala teriakan teman-teman ku, ya termasuk Fardil " eh na liat deh itu senior paling ganteng loh disekolah ketua Osis dan juga ketua Klub Basket yang nyumbang banyak Piala disekolah kita " ucap Fardil kegirangan. " Oh gitu " sambil nyari sosok Jaket Merah. " cari siapa sih Nam?" tanya Fardil. "itu si jaket merah" jawabku. " aneh lu cari orang itu yang ada orangnya, lu cari orang yang belom tentu ada". jawab fardil meledek. "eh beneran ada far tadi aku liat dia turun tangga loh" jawabku meyakinkan. " yaudah nanti ajah liat siapa inceran lu tapi inget Nam kamu disini sekolah yang bener kalau gak Ayahmu bakalan nyuruh balik ke Jepang, ku kan sedih " suara Fardil yang sedikit sedih.
akhirnya sesi Istirahat cukup lelah apalagi melihat temen cewek kegirangan gak karuan gara-gara senior Zulfy, idola anak cewek se sekolah. Dikantin kududuk lesu, "huuuff" nafas panjangku. " napa Nam ?" tanya Fardil. "Dari tadi aku cari tu cowok gak ketemu Far" jawabku kecewa. " eh tau gak di sekolah elit ini ada 1 cowok keren dan cakep juga tapi ni ya dia suka bolos, nakal, suka berantem gitu ih" kata ratu gosip Fardil. " keren dong terus pihak sekolah gimana tanggapanya gak di keluarin dari sekolah ?" tanya ku polos. " ya enggak lah papa dia itu pendiri ni sekolah ya kali anaknya calon waris diusir dari sekolah sendiri" jawab Fardil lugas dan Jelas.
" Nam mau tau gak anaknya kaya apa, tu liat di pojok kantin yang kakinya di atas meja, pake jaket merah" lanjut Fardil. seketika aku meneloh ke belakang dan ternyata bener itu adalah cowok yang ku taksir " far far dia cowok yang ku taksir" sambil mukul pundak Fardil. Fardil yang kaget hanya diam membisu. " Far tau nama dia siapa gak ?" tanyaku. " Ratu Gosip kayak aku gak tau namanya jangan panggil aku Ratu lagi, Nama nya Haikal Dirgantara anak dari Pemilik perusahaan terbesar Digantara" jawab Fardil dengan sombong.
" mau tau lebih banyak info traktir aku ya di resto HanaYumi" lanjut Fardil. " Iya beres" jawabku singkat.
Jadi nama dia Haikal, aku terus melamun mikirin si Haikal tanpa sadar.
Pulang Sekolah seperti biasa saat aku Di Jepang Di jemput oleh seketaris pribadi ayah ku. saat ku melihat di luar Jendela aku melihat Haikal naik sepeda pulang sekolah saat itu aku punya ide jika ingin deket harus berani mendekat. " Kak Noel besok aku ke sekolah naik sepeda ajah ya, gak perlu jemput" suruh ku. "Tapi Nona, saya akan dimarahi Tuan Besar bila Tuan besar Tau" jawab Noel Kawatir. " Ya jangan sampek tau dong, pokoknya besok aku mau naik sepeda ke sekolah titik ini perintah" jawabku dengan nada Tinggi.
sampai dirumah, banyak pelayan yang menyambutku seperti biasa. Aku adalah putri dari CEO Terkenal Tachibana Grub. Perusahaan terbesar DiJepang tapi karena ini adalah amanat dari mendiang Ibuku yang meminta Ayah ku meneyekolahkan aku Di Indonesia, jadi ayah ku mengiyakan, tinggallah aku disini bersama Kak Noel dan beberapa pelayan.
Malam bertabur bintang, waktu makan malam tiba. dirumah besar ini, saat di meja makan tak ada istilah pelayan dan majikan, semua sederajat. Bibi Naki adalah pelayan mendiang Ibuku yang sudah aku anggap seperti ibu sendiri.
Dimeja makan kita semua bercerita berbagi tawa, untunglah aku bisa melakukan ini, saat aku pindah di Indonesia.
Saat dikamar aku masih memikirkan Haikal " cowok sekeren dia kenapa banyak musuhnya malah seperti preman sekolah, tapi seperti tokoh anime yang aku liat cowok kayak gitu pasti baik malah lebih baik hihihi..." batin ku sambil tertawa kecil.
Hari berikutnya saat aku membuka pintu menuju balkon untuk menghirup udara segar, aku melihat Kak Noel yang sedang mengelap Sepeda. dengan sekuat tenaga pagi hari aku berteriak memanggilnya " Noel Niichan OHAYOU( Kak Noel Selamat Pagi)". Kak Noel Tersentak kaget dan melambaikan tangan tak lupa senyum manisnya.
Aku terburu- buru pergi kesekolah tidak ikut sarapan bersama, mengingat tadi malam Fardil mengirimkan pesan bahwa Haikal sampai disekolah biasanya jam 06.45 pagi. Hari ini aku harus berangkat lebih pagi mengingat jarak sekolah ku lumayan jauh. saat aku mau keluar Kak Noel memanggilku " Nona Nanami hati-hati" katanya sambil mendekat " buka mulut mu" lanjutnya. tanpa pikir panjang ku turuti. "Aaaaahhh." mulut ku terisi penuh oleh roti selai berry. " gag Oel #$%&$$%#" kata-kataku yang tak jelas membuat kak Noel tertawa. " sudah berangkat sana" lanjut kak Noel. tanpa pikir panjang yang awalnya ingin memarahi kak Noel jadi Urung karana aku bisa telat bertemu dengan kak Hakal diparkiran sekolah.
"ah.. ah..ah aku capek banget, akhirnya sampai sekolah juga jam 06.40 menit tinggal 5 menit lagi kak Haikal sampai" keluh sambil terengah-engah
Diparkiran aku menunggu Kak Haikal sambil mengatur nafasku. tak lama aku melihat anak laki-laki memakai hoody hitam menuju kearahku yup dia Kak Haikal. sosoknya yang tinggi, putih dan muka dinginnya adalah kariismnya. kutatap sosok itu hingga dia di hadapanku. " harus berani yap harus berani" batinku "pa..pa..pagi Kak Haikal" sapaku yang gugup sambil tersenyum semanis mingkin. Tapi kak Haikal ngelengos pergi dan aku berjalan dibelakannya dengan sedikit berlari kusudah di sampingnya " yatuhan dia cakep banget, bener ikeman ( cowok keren)" batinku. Dengan keberanian ku yang tersisa aku mulai membuka obrolan dengannya " Kak Haikal tadi.. tadi udah sarapan belum kalau belum aku punya Roti isi nih" tawarku. " Kamu Siapa" balasnya. "ah aku...aku..aku.. Nanami kelas 10 A kakak bisa memanggilku Nana" jawabku gugup. "ini thanks" balasnya sambil mendekatkan mukanya kearaku lalu menggigit unjung plastik roti isi. kejadian itu membuatku menjadi patung beberapa saat, lalu suara Fardil memecah lamunanku hingga Tersadar. " Nanami......" teriaknya sambil berlari ke arahku "he bengong mulu kesambet apa kamu" lanjutnya. " nantik aku ceritain waktu istirahat" jawabku senang. "oke 👌🏻
...kejadian itu masih teringat di kepalaku dan membuatku malu sendiri saat mengingatnya.
pelajaran demi pelajaran aku jalani walau otakku masih teringat kejadian tadi pagi. tapi ini tidak boleh mempengaruhi nilaiku.
jam istirahat dihalaman belang aku membawa obento (bekal) karena walau aku terlahir sebagi putri tunggal Tachibana grub tapi aku sudah terbiasa membawa bekal sendiri dari rumah. aku membuka obentoku sambil bercerita kejadian tadi pagi bersama Fardil sahabatku dari SD. dia tidak percaya apa yang aku katakan bahwa Kak Haikal itu orang baik. tapi itu hak dia karena dia tidak tahu betul tentang orang itu. " Hay Nana Ya ?" suara itu membuatku menoleh ke sumber suara. " iya siapa ?" tanyaku bingung 🤔. " eh na kamu gak tau dia siapa dia kak Zulfy idola sekolah kita" bisik Fardil. "ah kak Zulfy Maaf ya Nana emang gini dia pelupa hehe" 😅 jelas Fardil. " oh gak apa, maaf ya kali ini aku ganggu kalian lagi makan. " ah enggak kok Kak Zulfy, enggak sama sekali" bales Fardil cepat, " duduk sini kak" minta Fardil. " Eh na kamu pergi ajah biar kak zulfy aku yang urus, aku punyak firasat buruk kalau dia deket-deket kamu" bisik Fardil. " bukan Firasat buruk bilang ajah pengen berduaan bareng kak Zulfy " balas bisikku. "udah-sana" usir Fardil. "Kak Zulfy maaf ya kak Nana Mau ketemu kak Noel dulu ya" pamitku. aku pergi menjauh dari hingga hilang dari pandanga mereka, aku kabur ketempat parkir sepeda, dan saat itu aku melihat kak Haikal naik sepedanya untuk bolos, segera ku kejar dia dan berteriak " Kak Haikal" . dia berhenti dan menoleh "stttss"🤐
aku menghampirinya dengan membawa sepeda. tanpa kusadari aku ikut dengannya bolos sekolah pertama kali. saat kami jauh dari area sekolah kak Haikal tertawa terbahak bahak melihat ekspresi wajahku yg masih polos dan ketakutan. "Hahaha apa ini pertama kalinya kamj bolos" tanyanya, dan tanpa kata apa pun aku mengangguk sambil celingukan takut bila ketauan 💨. "Aishh sudah jangan takut kita aman, ayo ikut aku" lanjutnya. aku mengikutinya dari belakang ini adalah pengalaman pertama bagiku seru tapi menegangkan.
...kak haikal mengajakku ke gubuk tua, dan sesampainya, benar saja apa yg aku lihat membuatku tersentak kaget, banyak anak kecil yang berkumpul disini, " mereka sedang apa ?" tanyaku tanpa sadar. " mereka adalah anak jalanan yg tak pernah duduk di bangku sekolah, disini aku mengajari mereka membaca, setidaknya mereka bisa membaca, dan iya jam seginj waktunya mereka istirahat makan, atau hanya numpang berteduh dari teriknya panas matahari dan ini adalah kempatan yg baik." jelasnya " halo adek-adek" sapanya penu ceria 🤗
" aku gak nyangka yang dikatakan temen-temen yg katanya kakak suka. bolos dan berantem karna mereka, yang katanya berwaja iblis ternyata berhati malaikat ya" kataku jujur. dan kak Haikal hanya tersenyum sambil mengacak rambutku.
setengah tahun kemudian,,aku sudah akrab dengan kak haikal bahkan selera kita sama, sama-sama suka Anime dan band Rock. hari-hari kita lalui bersama dengan rasa berdebar saat bolos dan berdebar saat adu argumen dengan preman garang. hingga adu pukul pun sering terjadi. bibi Naki yg terkadang melihat lukaku karena mencoba menyelamatkan Haikal mengabari Ayahku tanpa aku tau
tanggal 20 ayahku sampai di indonesia, dan dia melihat semuanya dari atas balkon rumah, melihat aku sedang berjalan bersama Haikal.
saat aku membuka pintu "Aku pulang" 😨 "Otousama (Ayah)" kataku masih dengan eksprsi kaget.
"kare wa dare ? anatano kareshii? ha dare.. ( cowok itu siapa, pacarmu, hasiapa?)" tanya ayahku dengan nada tinggi
" jaa raishuu nihon he ikimasu( kalau begitu minggu depan pergi kejepang). lanjut ayah.
" demo otousama, kare wa watashi no tomodachi dake, kareshii dewanai( tapi ayah dia adalah temanku saja, bukan pacar ). jawab ku menjelaskan.
... tapi percuma saja jika ayah sudah berucap pantang baginya untuk diubah, waktu seminggu ku habiskan bersama Fardil, dan aku menitipkan surat untuk Kak Haikal.
Fardil benar-benar sedih walau dia bisa saja menyusulku di jepang tapi untuk saat ini dia tidak bisa.
....di bandara hari ini adalah hari keberangkatanku ke Jepang utuk terakhir kali saja aku ingin melihatnya laki-laki berjaket merah, tapi itu percuma.
... hari sesudah keberangkatanku fardil memberika surat yang aku titipkan pada untuk kak haikal " maaf kak Haikal ada surat buat kakak" ucap Fardil sambil menyodorkan surat coklat. " surat dari siapa" balasnya bingung 🤔. " sudah kakak baca saja ya, aku kekelas dulu" ucap fardil sedih dan berlari pergi.
surat itu pun dibuka dan dibaca.
surat :
Haikal Dirgantara
hay kak maaf ya jarang bisa ketemu atau main bareng lagi, saat kakak nerima surat ini dan baca surat ini, berarti aku udah pergi ke Jepang, maaf banget belom sempat pamitan langsung sama kakak, karena ini semua mendadak, jadi aku mau bilang pertama kali aku ketemu kakak aku udah jatuh hati sama kakak, pertama kali ketemu kakak petualanganku dimulai, pertama kali ketemu kakak aku sadar kita bisa berbuat lebih untuk orang lain, terima kasik kak Haikal sudah mengajarkanku itu semua aku benar-benar jatuh hati dengan kakak. maaf kak semua kontak dan medsos ku semua diganti hanya orang tertentu dan sudah mendapat izin dari ayahku saja yang dapat memiliki kontakku
jaga diri kakak, jangan bolos lagi 😭 aku sayang kakak
Tachibana Nanami
5 tahun kemudian
aku kuliah di salah satu univ terbaik di Jepang ya sambil belajar mengelolah perusahaan milik ayah dan dibimbing langsung kak Noel.
aku tidaj tahu kalau kak Noel jatuh hati padaku dan baru hari ini dia berani mengungkapkan perasaannya padaku. tapi hatiku masih sama, masih ada kak Haikal. " Noel Niichan gomenne ( kak Noel Maaf)" jawabku langsung. dan aku pergi meninggalkannya
... musim gugur, daun-daun berwarna merah dan aku mengingat dia, berlari dari satpam dan belajar bersama adek-adek. perlahan air mataku menetes 😢. " Triiinggg....Tringggg..Baka...baka..." nada ponselku berdering.
" nomer tidak dikenal" batinku
" moshii.. moshii.. Nanami desu (halo ini Nanami ) jawabku di telfon
" yess bener, aku pikir itu bukan kamu, sedang apa sendirian ditaman dan menangis ?" jawabnya
" Siapa ini? 🤔" jawabku
" lihat ke belelakang " seketika aku menoleh dan akubtak bisa berkata apa- apa dia adalah Kak Haikal. aku berlari dan memeluknya erat erat ingin tak mau lepas dan waktu berhenti.
" bagaimana bisa kak " tanyaku antusias.
"karna aku sudah mewarisi perusahaan dirgantara dan perusahaan itu ternyata sudah bekerja sama denga perusahaaan ayahmu Jadi aku bisa sampai disini dan memiliki nomer mu atas izin ayahmu.." jawabnya menjelaskan
masa- masa setengah tahun ku yang terlewat kini aku ingin habiskan sepuasnya bersamanya hingga bertahun-tahun yang akan datang.
dan sekarang si jaket merah ini akan terus memberiku warna dan pengalaman dalam hidup, terima kasih sudah menjadi teman hidupku Si Jaket Merah yang menuruni tangga 😊.
Tamat.
Nb : maaf semua pembaca bila ceritaku sedikit kurang menarik, karna ini cerpen pertamaku. terima kasih sudah membaca karyaku. kritik dan saran gunakan bahasa yang baik dan tidak menyinggung ok....