Malam-malam melototin hp, bingung mau ngapain. Mau sholat malam and ngaji..lagi halangan. Mau baca novel atau komik, lagi jenuh. Aktifitas di GC, juga gak ada, udin pada molor mereka...(emot ketawa cekikikan). Gak enak hati, tadi gak bisa bantuin adik-adikku di GC, couse real life yang menuntut. My lovely sisters and brother, maaf in yah..
Merenung apa yang telah terjadi belakangan ini, apa yang terjadi pada diri. Semakin bertambah usia, semakin bijak, harusnya. Semakin bertambah usia, semakin sabar, harusnya. Semakin bertambah usia, semakin tenang dalam bersikap, harusnya. Semakin bertambah usia, semakin banyak amal sholeh yang di perbuat, karena sejatinya bukan usia yang bertambah, tapi jatah hidup yang semakin berkurang.
Siapkah diri, jika pemilik hidup memanggil pulang...
Sudah berapa amal yang ku tanam. Sudah berapa dosa yang ku kumpulkan. Manakah yang akan ku tuai di akhir hembusan nafasku..
Ya Allah.. Aku tak tau berapa lagi sisa jatah usia ku. Sudahkah amal sholeh ku menutupi lautan dosaku. Berapa banyak dosa dan maksiat yang telah kulakukan. Sudahkah taubatku Engkau terima. Masih ada kah pintu ampunanMu untukku.
Berapa banyak lisan dan jempolku menyakiti. Berapa perih luka yang telah aku goreskan di hati mereka, karena kejahilan lidah dan jari jemariku. Sudahkah mereka memaafkan dan mengiklaskan apa yang telah aku perbuat, karena diri ini terlalu sombong dan angkuh untuk meminta maaf...
Untuk Papa, Aku rindu Pa..
Untuk Ibu, maaf kan anakmu yang belum bisa membalas semua jasa-jasamu. Ya Allah jagalah Ibuku yang jauh di sana...
Rahmatilah kedua orangtuaku dan sayangilah mereka ya Allah..
Untuk kakakku, semoga pintu hidayah cepat kau ketuk, sebelum pintu itu benar-benar terkunci.
Untuk adik ku, jaga ibu. Jangan sia-siakan beliau. Ingat pesan kakak dulu....
Untuk Pak Su yang sudah terlelap ke alam mimpi, cepat sembuh. Yang sabar, yang kuat menghadapi kenyataan hidup yang tak pernah mudah. Terutama istrimu ini yang bawel. Ehh, kita sama-sama bawel ya...xixixixi..
Untuk ke 2 buah hatiku, sehat terus ya nak. Jadilah penyejuk hati bagi ke 2 orangtuamu. Harapan kami ada di genggaman kalian.
Untuk adik-adik onlineku di manapun kalian berada, senang berkenalan dengan kalian. Membuat hidupku jadi berwarna. Terimakasih sudah menerima diriku apa adanya yang penuh dengan kekurangan. Maaf kan untuk semua khilaf dan salahku. Walaupun kita kenalan lewat online, apapun yang telah kita perbuat, pasti akan ada pertanggungjawabannya, walau sebesar zarrah..
Bengkalis, selasa 12 Oktober 2021 pukul 00.25 wib.