Aku Joe Hazard, hari ini adalah kiamat virus yang dapat membuat orang-orang menjadi zombie. Aku memiliki seorang pacar bernama Stella Walomy, dia adalah orang yang sangat aku sayangi.
.
.
Hari ini adalah hari dimana kiamat virus zombie yang bertepatan dengan hari natal. Aku berencana untuk merayakan natal di aula gereja bersama pacarku.
Pagi hari aku melihat orang-orang di jalan berteriak kesakitan lalu berubah menjadi manusia tanpa kesadaran atau biasa disebut zombie.
"Astaga !!! Kenapa bisa ada zombie ?" Teriakku
"Aku harus bergegas menemui Stella"
Virus zombie yang sudah menyebar ke seluruh kota sangat menghambat perjalanan ku untuk menemui Stella. Aku terus menerus bersembunyi agar tidak di ketahui keberadaan ku oleh zombie.
Pada akhirnya aku sampai di rumah Stella, tetapi aku kaget teriak histeris melihat Stella sudah menjadi zombie. Aku menangis sedih melihat kondisi pacarku.
"Sial ! Sial ! Sial !!! Kenapa harus kamu Stella ?!!!!" Teriak putus asa ku
"Grrrrrrraahhhh"
"Stella, aku sudah berjanji kepada mu untuk merayakan natal di aula gereja. Aku akan membawa mu ke sana Stella"
Sambil aku mengikat tubuh stella, aku juga memplester mulut Stella.
"Sial ! Zombie zombie ini sangat banyak, aku harus bergegas demi janji ku dengan Stella"
Sangat menghambat perjalanan ku untuk ke aula gereja, Stella sudah mengerang kesakitan dan berusaha memberontak untuk melepas tali nya.
"Stella sayang, sebentar lagi kita akan sampai di aula gereja"
Kaget aku melihat, bahkan di sekitar aula gereja para jemaat berubah menjadi zombie.
"Astaga ! Apa yang harus aku lakukan ?!"
Aku pun melihat celah pintu terbuka di belakang area aula. Aku juga membawa senjata tajam berupa kapak untuk membunuh para zombie itu.
"Cih ! Tidak ada cara lain, aku harus membunuh para zombie ini !"
Dengan keberanian yang diiringi oleh ketakutan ku, aku membunuh para zombie itu untuk membuat suasana tenang. Setelah membunuh zombie zombie itu, aku mulai berdoa untuk para umat manusia yang sudah menjadi zombie maupun yang masih berwujud manusia agar mereka diberi tempat yang layak saat mereka meninggal nanti.
"Stella, hari ini dan saat ini juga adalah pertama kalinya aku membunuh makhluk"
"Grahhhhhhh !"
"Iya sayang, kita sudah di aula gereja untuk merayakan hari natal bersama"
"Sekarang aku sudah menepati janji kita, mungkin saat aku meninggal atau menjadi zombie, aku tidak perlu khawatir tentang janji lagi"
"Grrrrrrraahhhh !"
"Baiklah, karena aku sudah menepati janji ku, aku sudah bisa melepas plester dan tali di tubuh mu Stella"
Aku pun melepas plester dan tali yang mengikat tubuh Stella. Ya, aku sudah tenang dengan hubungan aku dengan Stella.
"Sayang aku sudah melepas tali dan plester nya, aku akan membunuhmu agar kamu tidak kesakitan lagi sayang"
"Maafkan aku sayang, aku tidak bisa melindungi mu saat kamu membutuhkan aku"
"Grrrrrrraahhhh !"
"Ya, tidak perlu basa basi lagi aku akan melepas derita mu dari wujud zombie ini Stella"
Aku pun membunuh Stella agar dia tidak menderita kesakitan lagi. Semoga stella tenang setelah dibunuh oleh orang yang dicintai nya.
"Aku adalah pacar yang buruk"
"Tidak pantas untukku hidup lebih lama lagi"
Aku pun meletakkan kapak dengan mata tajam nya kearah atas, kemudian aku menjatuhkan diri dengan tujuan memenggal kepalaku sendiri.