Malam sebelum hari Halloween, ada sesosok monster yang berparas mengerikan. Monster tersebut sedang mencari tempat untuk di tinggal nya dan juga mencari teman.
Hai! Aku adalah Lani Bellfrench..... Hahhhh!!! kalian pikir aku masih anak anak ?! Aku ini sudah dewasa loh, dengan berumur 18 tahun ini aku masih belum juga mendapatkan teman untuk mencari permen denganku saat hari Halloween besok.
Ya, ayahku bernama Jovan Saskraselfit. Ayah orang yang sangat sibuk, setiap hari selalu memikirkan soal pekerjaan dan pekerjaan. Sehingga ayah tidak punya waktu untuk menemaniku bermain.
Aku memiliki seorang ibu yang bernama Cania Bellfrench, ibu ku sudah meninggal saat aku masih berumur 3 tahun. Penyebab ibu meninggal karena kecelakaan beruntun saat pergi dengan rekan kerjanya.
Aku tidak punya waktu lagi ! Aku harus mencari teman untuk berburu permen saat hari Halloween besok. Ya, kalian tahu untuk mencari teman sangat sulit. Dan juga aku ini orangnya sangat pemalu sehingga jarang aku keluar rumah untuk bermain dengan tetangga.
"Sudah sangat malam, tetapi kenapa ayah belum juga pulang ya ?" Tanya ku dalam hati. Aku melamun di dekat jendela dan saat itu juga aku melihat sesosok yang misterius. Badannya besar, berparas menakutkan sehingga aku berpikir sosok itu pasti monster.
Dan tiba tiba monster itu menengok ke arah jendela tempat aku melihatnya. "Gawat, monster itu melihat ke arah sini !" Ucapan ku yang agak keras diiringi detak jantung yang kencang. Aku ketakutan, aku tidak ingin dihampiri oleh monster itu.
Disaat aku ketakutan di atas tempat tidur, aku mendengar decitan suara pintu terbuka. "Itu pasti monster nya !!!" Ujar kaget ku di dalam hati.
Suara lantai yang berbunyi keras seperti ada sesuatu yang berjalan di atasnya. Dan kemudian pintu kamarku terbuka lebar.
Sesuatu menghampiriku
Dan...
"Ahhhhhhhhh!!!!!" Kaget ku sambil menutup mata
"Sayang, sayang ini ayah"
"Ayah?!!"
"Ayah !!!!!" Sambil berteriak ketakutan aku memeluk ayahku
"Ada apa lani kecil ayah ? Kok ketakutan seperti itu ?" Tanya ayahku
"Ayah tadi aku melihat ada sesosok monster di luar jendela, dan monster itu juga membalas menatapku lewat jendela ayah" Jawab ku
"Lani sayang, monster itu tidak ada"
"Jadi Lani tidak perlu takut ya" Ayahku memberitahu ku dengan wajah yang tersenyum lebar untuk menghibur ku
"Tapi serius ayah, tadi aku melihat monsternya berjalan di jalanan"
"Yasudah, kalau begitu Lani tidur aja ya supaya lani tidak ketakutan lagi"
"Hmmmph, baik ayah"
"Selamat malam anakku, semoga mimpi indah dan tidak ketakutan lagi"
"Selamat malam ayah"
.
.
.
.
.
Hari ini adalah hari Halloween, hari dimana anak anak memakan banyak permen. "Arghhhh !! Aku sangat ingin memburu banyak permen bersama seorang teman, tapi aku ini tidak punya teman" Ucap sedihku. "Bisakah aku melakukan sebuah ritual pemanggil teman ?".
Sudah sore hari tetapi aku masih tidak mempunyai seorang teman.
Ya saat sore hari itulah sesosok monster kemarin yang kulihat tiba tiba muncul di depanku.
"Hi, apakah kamu mau menjadi temanku ?" Tanya monster itu
"Hiiiiiiiih !! K-kamu siapa ?!!" Tanyaku balik pada monster itu
"Ehh j-jangan takut, aku ini monster yang baik loh"
"Hah ?!! mana ada monster yang baik ? Semua monster yang aku ketahui jahat semua"
"Kata siapa ? Buktinya ada kok monster yang baik"
"Hah ?!! Siapa ? siapa ?"
"Tentu saja aku" Sombongnya monster diikuti ekspresi muka yang bangga
"Hmmm kamu mencurigakan, kamu pasti monster jahat yang berkedok baik kan ?"
"Kamu jangan salah paham dulu, yang pasti kamu mau tidak jadi temanku ?"
"*Sial, kalau aku terima nanti dia akan menyerangku dari belakang, tetapi kalau aku tidak terima aku tidak akan punya teman*" Kata ku dalam hati
"Hmm baiklah mulai hari ini kita akan jadi teman"
"Setuju !!" Semangat monster tersebut
"Kan kita sudah jadi teman, kamu harus ikut aku berburu permen ya !"
"Ehhhh ! Kamu kan sudah dewasa, untuk apa memburu permen lagi ? Seperti anak kecil aja" Ejek monster itu
"Kamu diam aja ! Aku ini bertubuh dewasa tetapi berjiwa anak-anak loh !!"
"Keras kepala, ya udah aku akan menemanimu berburu permen" Terima monster itu
"Deal !!"
Aku sudah berteman dengan monster itu. Sepertinya dia monster yang baik hati, dia juga bersifat seperti anak kecil.
Perburuan permen pun dimulai. Aku sangat gugup karena baru kali ini berburu permen ke tetangga ku, tapi karena aku sudah mempunyai teman walaupun itu monster tetapi tetap teman juga.
Oh tuhan, monster itu benar benar seperti anak kecil. Aku mendapatkan banyak permen tapi dia malah memakan setengahnya, Huffff.
"Hey tinggalkan aku sedikit, aku juga mau memakannya"
"Maaf maaf, baru kali ini aku memakan permen"
"Loh kamu tidak pernah makan permen ?" Tanyaku kepada monster itu
"Aku tidak pernah memakan makanan manusia, karena kalau aku memakannya aku akan menghilang dari dunia ini" Kata monster itu dengan berwajah sangat sedih
"Hahhh ?!!! K-kamu bercanda kan"
"Tidak, aku serius"
"J-jadi kamu akan menghilang setelah ini ?" Air mata mulai keluar dari mata ku
"Ya, aku tahu kalau kita baru saja menjadi teman"
"Jadi aku akan mengingat kebaikan mu kepada ku karena telah menjadi temanku" Monster tersebut mulai menangis
"K-kamu nggak boleh pergi !! Aku baru saja berpikir kamu adalah monster yang baik, dan aku juga menerima mu menjadi temanku, jadi kamu nggak boleh pergi !!!" Ujar kesal ku sambil menangis kepada monster itu
"Tidak apa-apa Lani, kamu kan sudah besar jadi kamu harus mencari teman yang betul-betul manusia"
"T-tapi aku..."
"Sudahlah Lani, kamu anak yang baik dan kamu akan diterima menjadi teman anak-anak lainnya"
"Dasar monster bodoh !!! Aku membenci kamu ! Aku benci ! Aku benci...." Menangis keras ku
"Lani, kamu sudah dewasa kamu harus kuat menjadi gadis yang kuat"
"Tuan monster, sebelum kau pergi bisakah aku mengetahui nama mu ?" Tanya ku
"Tentu saja Lani, nama ku adalah Cania Bellfrench"
Kaget aku mendengar nama monster tersebut
"A-apa ?!!"
"K-kamu adalah ibu ?!!!" Tanya ku sambil kaget mengetahui namanya
"Iya Lani, aku adalah ibu mu"
"Tapi kenapa ibu menjadi monster ?!!"
"Karena ibu ingin menemui mu putriku"
"Lalu kenapa kalau memakan makanan manusia ibu akan menghilang ?"
"Itu adalah peraturan saat ibu ingin kembali ke dunia manusia"
"Jadi ibu akan menghilang ?"
"Iya Lani, setelah ibu menghilang kamu harus menjadi gadis yang kuat. Kamu harus mencari teman yang sebanyak-banyaknya Lani"
"Aku mengerti bu"
"Aku akan menjadi gadis yang kuat dan aku akan mencari banyak teman, jadi ibu tidak usah khawatir dengan keadaan aku lagi"
"Iya, ibu tidak khawatir lagi"
"Ibu akan selalu berada di sisimu Lani"
"Baik ibu, semoga ibu tenang ya bu jangan khwatirkan aku lagi"
"Kalau begitu ibu tidak khawatir lagi"
"Beri pesan kepada ayahmu untuk selalu memberikan waktu luang untuk mu lani"
"Baik bu, aku akan memberitahu ayah"
"Baiklah, selamat tinggal Lani"
"Selamat tinggal ibu"
Sungguh pertemuan dan perpisahan yang sangat mengejutkan aku. Bisa bertemu ibu dengan langsung melalui sesosok monster.
Ibu, Lani akan membuat ibu tidak mengkhawatirkan Lani lagi