Di sebuah pedalaman hutan tinggal sekawanan serigala. Serigala-serigala itu hidup dengan damai. Jauh dari pemukiman manusia, juga hewan pemburu lainnya. Setiap hari kawanan serigala jantan akan ke luar dari wilayah mereka untuk berburu makanan. Setelah berhasil mendapatkan buruan, mereka akan membawanya pulang untuk di bagikan ke serigala betina.
Di salah satu sisi sarang, seekor serigala betina tengah berbaring. Seekor serigala jantan yang baru pulang berburu mendekati pasangannya itu. Meletakkan hasil buruannya di samping serigala betina itu dan menjilati wajahnya bermaksud membangunkannya. Serigala betina mengangkat kepalanya mendongak ke serigala jantan. Perut serigala betina yang besar membuatnya nampak sulit bergerak. Rupanya sepasang serigala itu sedang menantikan kelahiran anak mereka.
Bulan berganti tahun, sepasang anak serigala yang di lahirkan oleh induknya, kini sudah bisa berlari mengejar buruan bersama kawanan serigala dewasa. Anak-anak serigala sangat lincah dan senang menjelajah. Mereka suka berlari menjelajahi hutan.
Dari tahun ke tahun, sedikit demi sedikit hutan mulai berubah. Hewan buas nampak sesekali memasuki wilayah mereka. Tentu saja dengan kawanan serigala yang bekerja sama, seekor hewan buas bukanlah apa-apa. Namun itu juga berarti serigala dewasa harus menjaga anak-anak mereka yang lebih kecil dengan ketat.
Pemukiman penduduk yang awalnya jauh dari pedalaman hutan, kini semakin berkembang bahkan sudah menghabiskan hampir setengah lahan hutan. Kehidupan hewan pun mulai terancam. Banyak yang di buru oleh manusia untuk di perdagangkan atau di jadikan makanan. Sedangkan yang berhasil melarikan diri harus berjuang bertahan hidup. Di tengah kondisi hutan yang gundul, rumah-rumah pohon mereka hancur bahkan persediaan makanan pun mulai menipis, Tidak hanya itu, bahkan hewan-hewan pemakan tumbuhan itu pun masih harus berhadapan dengan ancaman dari hewan pemburu lainnya.
Seekor kijang yang tersesat tanpa sengaja memasuki wilayah serigala. Sudah bisa di tebak, kijang yang nampak lemah itu di sergap dengan mudahnya oleh anak-anak serigala. Sementara anak-anak serigala berkumpul menikmati makanan mereka. Para serigala dewasa mengawasi dari tempatnya.
*****
Kota X yang di bangun di atas lahan hutan, tepatnya di sebuah rumah mewah besar. Seorang pria sibuk berbicara dengan teleponnya. Lalu seorang wanita masuk ke dalam ruangannya. Melihat wanita yang di cintainya itu datang, pria itu segera mengakhiri pembicaraannya.
" Bagaimana pekerjaan mu hari ini, sayang? " tanya Lina.
" Semua berlanjar lancar! " jawab Mark, ia lalu merangkul Lina dan melangkah ke depan. Terlihat jelas pemandangan di luar dari ruangan berdinding kaca itu.
"Hanya tinggal bagian kecil itu saja! " lanjut Mark sambil menunjuk gundukan hijau kecil di kejauhan.
" Ah, hutan yang luas ini hanya tersisa sekecil itu? " tanya Lina.
" Semua ini untuk perkembangan kota ini! Lihat setelah hutan di buka, tempat ini menjadi lebih modern bukan?! Tempat yang terpencil ini jadi ramai di kunjungi orang. " jelas Mark.
" Aku ingat saat pertama kali ke sini hanyalah sebuah hutan belantara. Tapi sekarang sudah berkembang menjadi kota modern seperti ini! " ujar Lina.
" Bukankah ini luar biasa?! Kerja keras ku tidak sia-sia. " timpal Mark.
Keesokan harinya di tengah hutan. Alat-alat berat telah siap, begitu juga para pekerja proyek. Mark sedang berdiskusi dengan kepala proyek. Nampak dua pemburu ke luar dari hutan dengan hasil buruan mereka.
" Hei, itu buruan yang besar! " seru kepala proyek pada pemburu yang memikul rusa yang cukup besar.
" Setelah kau membabat habis hutan, kami tidak akan menemukan buruan yang seperti ini lagi! Jadi tolong lakukan dengan pelan. " ejek salah satu pemburu.
Kepala proyek tertawa keras. Mark hanya menatapnya tajam. Sadar di tatap oleh atasannya, kepala proyek kembali serius.
Kepala proyek memberi intruksi kepada bawahannya. Semuanya naik ke atas alat berat mereka dan mulai bekerja. Ada yang membuka jalan, menebang pohon-pohon dan mengumpulkan pohon-pohon yang jatuh di tanah mengumpulkannya ke tepi.
Dari kejauhan suara desingan alat berat terdengar sampai ke telinga serigala. Pepohonan yang tinggi menjulang mulai roboh satu persatu. Hewan kecil berlarian. Anak-anak serigala yang masih kecil berlindung pada induk mereka. Sedangkan pemimpin serigala dan beberapa serigala dewasa nampak was-was.
Akhirnya para pekerja dengan alat beratnya itu sampai di wilayah serigala. Kawanan serigala tentu saja tidak tinggal diam. Mereka menghadang alat-alat berat itu untuk bergerak maju. Para serigala juga muncul di sisi lain mengepung para pekerja. Serigala-serigala yang ada di depan menggeram memamerkan gigi mereka yang tajam kepada para pekerja proyek, sambil melangkah maju perlahan. Kepala proyek yang ketakutan dengan sekumpulan serigala itu akhirnya memutuskan mundur. Ia menyuruh bawahannya kembali karena takut kalau-kalau kawanan serigala itu menyerang mereka.
Mark sangat marah mendengar laporan kepala proyek. Karena pekerjaan yang harusnya selesai hari ini jadi terhambat.
" Hanya serigala! Kalian tidak bisa menghadapinya?! " bentak Mark.
" Ta.... Tapi Tuan, serigala itu ada banyak. Mereka menggeram pada kami. Seolah hendak menerkam kami. Aku... Aku hanya takut kalau bawahanku sampai terluka. " jelas kepala proyek dengan takut.
" Tidak berguna! Pekerjaan jadi terhambat gara-gara kalian! Besok bawalah senjata dan habisi serigala itu! " perintah Mark.
" Ba.. baik Tuan. " ucap kepala proyek.
Lina mendengar suara Mark yang marah pergi menghampirinya. Kepala proyek pun pergi meninggalkan atasannya.
" Ada apa, sayang? Aku mendengar kau sedang marah. " tanya Lina sembari mengusap pundak pria yang di cintainya itu.
" Tidak, aku hanya sedang kesal dengan Pak Kepala proyek. Hanya sekumpulan serigala liar saja, tidak mampu di atasinya. Pekerjaan yang harusnya selesai malah jadi tertunda. " terang Mark masih nampak kesal.
" Sabarlah, sayang! Pak Kepala proyek perlu waktu untuk mengatasinya. " Lina berusaha menenangkannya.
****
Mengikuti perintah atasannya, hari ini kepala proyek dan bawahannya pergi ke hutan dengan membawa senapan. Dengan alat berat, mereka kembali membabat hutan di wilayah serigala. Seperti yang di duga, serigala-serigala itu sudah berkumpul menunggu mereka. Kepala proyek mulai mengeluarkan senjatanya.
'Dor!'
Kepala proyek dan yang lainnya terkejut. Rupanya bawahannya yang di belakang tiba-tiba menembak duluan. Namun tembakannya meleset. Kawanan serigala yang merasa terancam itu pun langsung menyerang kepala proyek dan semua bawahannya. Beberapa bawahan terluka sehingga kepala proyek menyuruh mereka mundur.
Kepala proyek dan bawahannya sudah berada di rumah sakit. Tiga orang bawahan terluka cukup parah. Sedangkan kepala proyek hanya terkena luka cakaran di lengan saja. Mark dan Lina datang dengan tergesa-gesa.
" Ma... Maafkan aku, Tuan! A.... Aku tidak bisa.... " Kepala proyek berusaha menjelaskan.
" Ah sudah cukup! Tidak perlu di jelaskan lagi! Aku yang akan pergi menghabisi serigala-serigala itu! " geram Mark.
" Apa? " Lina kaget. Begitu juga kepala proyek.
" Tapi Tuan- "
" Sayang, bukankah ini terlalu berbahaya? Lihat bagaimana Pak Kepala dan bawahannya terluka! " ujar Lina.
" Sayang, aku tidak bisa terus menunda waktu. Proyek ini harus segera di selesaikan. " jelas Mark.
" Kau sudah menjadikan hutan ini kota yang begitu megah dan modern. Tidak bisakah kau membebaskan bagian kecil hutan itu? Supaya hewan-hewan di sana tetap bisa hidup. " tanya Lina.
Mark menggeleng.
" Ini bukan kemauan ku, sayang! Ini perintah dari pak Presdir. Dia sudah mendesakku untuk segera menyelesaikan proyek terakhir ini. " jawab Mark.
Lina terdiam. Jika Presdir itu sudah angkat bicara tidak ada yang berani membantah.
" Aku akan pergi ke hutan sekarang! " ucap Mark.
" Tuan, biar aku ikut denganmu! Luka ku tidak parah dan aku masih bisa memegang senjata. " Pak Kepala mengajukan diri.
" Baiklah! "
Mark dan kepala proyek memasuki hutan dengan mobil, berbekal senapan yang mereka bawa. Kepala proyek yang
menuntun jalan. Di tengah jalan keduanya bertemu dua orang pemburu. Dua orang pemburu itu memutuskan bergabung dengan Mark menangkap serigala.
Ke empatnya mendekati wilayah serigala sambil menyembunyikan diri. Ada dua ekor serigala sedang berjaga. Tiba-tiba terdengar suara di satu sisi hutan. Dua serigala mendekat ke sumber suara. Seekor kijang tiba-tiba melompat ke luar. Dua serigala itu dengan cepat berhasil menangkapnya. Kijang pun tak berdaya hingga akhirnya menjadi makanan serigala. Anak-anak serigala mendekat melihat buruan yang di bawa serigala dewasa. Mereka membiarkan anak-anaknya menikmati hasil buruan itu dulu. Saat perhatian para serigala itu teralihkan, dua pemburu serta Mark dan kepala proyek mulai melakukan tembakan. Dan......
' Dor! Dor! Dor! '
Suara tembakan terdengar beberapa kali. Seekor serigala tumbang. Sedang serigala lainnya berlarian kalang kabut. Anak-anak serigala meninggalkan makanan mereka mencari induknya. Suara tembakan terdengar lagi. Kali ini sepasang anak serigala yang tertembak. Induk serigala nampak sangat marah. Ia mencium jejak penembak itu dan menggertakan gigi. Kawanan serigala langsung menyerang ke empat orang itu di tempat persembunyiannya. Luka di lengan kepala proyek kembali mengeluarkan darah membuat induk serigala yang anaknya tertembak itu semakin beringas. Mark berhasil lepas dari cengkeraman serigala lain. Sehingga ia punya kesempatan melumpuhkan serigala itu. Sekali tembakan serigala itu lumpuh. Mendengar teriakan kepala proyek, Mark segera mengarahkan pistolnya dan menembak perut induk serigala yang menyerang. Induk serigala melepaskan cengkeramnya namun ia kembali menyerang. Sekali tembakan lagi dari Mark, serigala itu langsung jatuh tak berdaya. Mark segera menjauh. Kedua pemburu juga berhasil melumpuhkan serigala yang menyerangnya.
Serigala jantan yang melihat betinanya tertembak itu segera menghampirinya. Ia menyentuh kepala serigala betina dengan hidungnya. Menggoyangkannya namun serigala betina itu tak juga bergerak. Ia lalu menghampiri anak-anak nya melakukan hal yang sama. Anak-anak serigala itu juga diam tak bergerak. Serigala jantan itu kembali menghampiri serigala betinanya. Ia menjilati kepala serigala betina. Nampak begitu sedih. Mark masih diam memperhatikan tingkah serigala itu.
Serigala jantan itu lalu melolong lebih keras dan panjang. Terdengar lolongan yang sangat menyayat hati. Serigala yang tersisa berkumpul mengelilinginya. Serigala jantan itu benar-benar terlihat sangat sedih.
Kedua pemburu menyadarkan Mark, menyuruhnya segera naik ke mobil karena serigala itu akan kembali menyerang. Kepala proyek juga terluka lebih parah dari tadi. Mark mengikuti saran pemburu. Mereka segera meninggalkan tempat itu dan masuk ke mobil. Benar saja, serigala jantan yang sedih tadi menatap ke arah mereka. Wajah serigala itu kini menjadi sangat marah. Serigala itu menggeram sambil memamerkan gigi-giginya yang tajam. Mulai bergerak maju ke arah Mark dan lainnya. Beruntung Mark dan lainnya berhasil masuk ke mobil saat serigala itu melompat ke arah mereka. Saat mobil sudah melaju pun serigala itu masih mengejar mereka. Salah satu pemburu membuka jendela mobil dan mengeluarkan senapannya. Mengarahkan senapan ke serigala di belakang dan sekali tembakan, serigala pun tumbang. Mobil sudah melaju pergi menjauh meninggalkan hutan, namun lolongan serigala yang nyaring di kejauhan masih terdengar begitu pilu.
Akhirnya proyek pembangunan itu pun selesai. Hutan lebat itu kini telah berubah menjadi resort-resort mewah. Serigala yang tersisa itu juga tidak pernah terlihat lagi. Mark dan Lina kembali ke kota asal mereka. Mark melamar Lina dan mereka pun menikah.
Setahun kemudian Lina melahirkan sepasang anak kembar. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang pintar dan sehat.
Beberapa tahun berlalu. Anak-anak sebentar lagi akan memasuki umur 6 tahun. Mark berencana merayakan ulang tahun anak-anaknya dengan mengajak mereka pergi berlibur. Lina juga menyambut antusias rencana itu. Sehingga di putuskan tempat yang akan mereka kunjungi adalah kota X yang di kerjakan Mark dulu.
Mereka akhirnya tiba di kota itu. Dan menyewa salah satu resort mewah di sana. Anak-anak nampak senang saat Mark dan Lina membawa mereka jalan-jalan ke tengah kota.
" Kota ini masih tidak berubah. " ucap Lina yang di iyakan Mark.
Besok adalah hari ulang tahun anak-anak. Mark masih ingin membelikan hadiah pada sepasang anak kembarnya. Sedangkan Lina sibuk menghias kue ulang tahun bersama anak-anaknya. Karena anak-anaknya ingin menghias kue ulang tahun mereka sendiri. Nenek dan kakek baru akan tiba malam ini.
Telepon Mark berbunyi saat ia sedang bermain dengan anak-anak. Setelah itu ia berpamitan dengan Lina untuk menjemput kakek dan nenek di bandara. Hari sudah gelap. Suasana resort malam ini terasa agak berbeda. Tiba-tiba terdengar suara lolongan serigala yang memilukan dari kejauhan. Lina merasa aneh. Tapi ia mengabaikan perasaan itu dan.... Dor! Dor!
Suara tembakan yang terdengar sangat jelas membuat Lina terperanjat. Ia segera berlari menemui anak-anak.
Dan betapa terkejutnya dia saat melihat kedua anaknya terbaring bersimbah darah. Lina berteriak histeris. Ia langsung meraih tubuh kecil kedua anaknya. Memanggil mereka agar bangun namun kedua anak itu sudah tak bernyawa. Dengan tangan gemetar Lina menekan nomor Mark di ponsel. Belum sempat terhubung, seseorang berpakaian hitam dengan wajah tertutup tiba-tiba muncul di belakang Lina. Lina berbalik menyadari ada orang lain di belakangnya.
" Siapa kamu?! " teriak Lina.
Orang itu diam saja. Ia maju mendekati Lina sambil menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya. Lina tanpa sadar menjatuhkan ponselnya dan bergerak mundur. Sedang orang itu terus maju. Lina berlari berusaha untuk bersembunyi. Namun orang itu berhasil menangkap Lina. Ia menempelkan pistol ke perut Lina kemudian menembaknya dua kali. Lina langsung merosot jatuh ke lantai.
Saat Mark kembali, pintu tidak di kunci. Kakek dan nenek sedang makan malam di restoran. Mark berencana mengajak Lina dan anak-anak menyusul kakek neneknya. Mark memanggil Lina dan anak-anak tapi aneh tidak ada jawaban. Sampai akhirnya Mark menemukan tubuh Lina terkapar di atas lantai dengan darah berceceran. Mark nampak terkejut.
Mark memanggil Lina namun Lina sudah tidak bernafas. Mark mulai meneteskan air mata. Mark kemudian berlari mencari kedua anaknya. Sayang, kedua anaknya juga sudah tidak bernyawa. Mark menangis histeris memeluk kedua anaknya.
" Kenapa ini bisa terjadi?! " sesalnya.
Ia melihat luka di perut kedua anaknya. Kedua anaknya memiliki luka tembak di bagian tubuh yang sama. Kemudian Mark menghampiri tubuh Lina. Tubuh Lina juga memiliki luka tembak di bagian perut.
" Siapa yang melakukan semua ini? " gumam Mark di tengah kesedihannya.
Tiba-tiba suara lolongan serigala yang memilukan terdengar di kejauhan. Seketika Mark kembali teringat dengan kejadian beberapa tahun silam. Saat ia melihat ekspresi sedih dari serigala yang kehilangan anak dan betinanya itu. Juga lolongan serigala yang begitu menyayat hati itu. Mark menangis sejadi-jadinya. Merasakan kepedihannya kini kehilangan orang yang paling dia cintai. Mungkin seperti itulah perasaan serigala jantan itu ketika kehilangan anak-anak dan juga pasangannya.
~Tamat~