Semoga kalian menyukai ceritaku, ini sebuah pengalaman pribadiku. Aku mulai ya, Saat itu aku duduk di bangku kelas 2 Sekolah menengah Atas. karena sekolah ku dipugar..sehingga sementara sekolah di pindahkan ke tempat lain..saat itu aku masuk siang. sebenarnya aku di minta orang tuaku untuk memilih sekolah yang bukan keinginanku. namun aku ini tidak berani untuk menolak keinginan orang tuaku terutama ibuku.
****
Mulailah aku harus berani untuk naik angkutan umum untuk pertama kalinya. tahu tidak kenapa aku begitu takut dengan angkutan umum? karena aku pernah salah turun halte. jadi aku terpaksa untuk naik bis berikutnya..tapi apa yang terjadi ,yang aku tumpangi mayoritas anak sekolah lain dan kebanyakan anak laki-laki. semula aku belum menyadari..aku dengan pedenya naik dari pintu depan. masih belum menyadari . aku melihat semua kursi sudah terisi. terpaksa aku berdiri . tiba -tiba aku merasakan perasaan ku tidak enak,karena bis ini ramai tapi tidak berdesakan. ku menoleh ke bangku-bangku yang berada di belakangku.
" ya ampun..ternyata aku berdiri di depan sendirian , aku celingak celinguk untuk memastikan kalau aku berdiri tidak sendirian. tapi aku salah ..Aku sendirian bisikku setengah panik..dan yang paling menjadi aku panik..semua mata tertuju kepadaku..
" Cici",aku mendengar suara memanggil namaku.
"aduh siapa lagi yang panggil ini" gumamku
terdengar suara-suara mengulang namaku membuat aku salah tingkah.
"Cici.." ada yang memanggil namaku tapi ini lebih dari satu dan itu suara anak laki-laki.sebelumnya perempuan. aku tidak berani menolehkan kepalaku . aku menatap ke arah jalan..
"hei..Cici,sombong ih" Suara itu kembali memanggil ku.
ku beranikan melihat kearah suara yang memanggil ku itu.." aida?"..hei. ku lambaikan tanganku..kearahnya..rupanya ia sedang bersama cowo, berkulit putih berambut hitam lurus ia tersenyum ke arahku juga. Terus terang aku ini orangnya gampang geeran dikasih senyum sedikit langsung ragaku melayang.
syukurlah ..bis yang aku tumpangi ,berhenti.aku segera turun . dan bisa bernapas lega. diikuti Aida yang setengah berlari mengejar ku.
" ya ampun Cici,langsung kabur aja" suara aida tersengal -sengal karena mengejarku.
" maaf,soalnya tadi aku salah bis. jadi harus fokus liat jalan" kilahku
"dapat salam,dari temanku " kata aida
aku tidak menjawab..hanya diam.
****
keesokan harinya ,saat aku sedang asyik menyalin pelajaran matematika dari papan tulis. aida yang baru sampai,memberikan sepucuk amplop merah marun kepadaku .
aku tidak mengacuhkan nya.." Ci, aku dapat amanat untuk diberikan kepada kamu dari temanku kemarin,bacalah" seru aida.
aku menghentikan mencatat. perlahan ku buka amplop tersebut. dengan ketidak pahaman. bagaimana tidak, belum kenal. tiba-tiba kirim surat. " namanya Wisnu" pungkas aida.Lalu Aida menceritakan kalau Wisnu menyukai ku. menurut aida, karena aku enak di liat dan manis. " permen kali manis" celetuk ku.
****
hari berikutnya,kembali aida memberikan surat lagi ." nih dari pengagum beratmu"
"aida jangan gitu " jadi geer nih" kata ku dengan suara pelan dan malu.
sebenarnya .aku sudah trauma untuk menyukai cowo. karena aku pernah menyukai cowo waktu SMP.. mungkin dia cinta pertamaku. namun bertepuk sebelah tangan . dan aku berjanji tidak ingin jatuh cinta lagi.
tapi gencar nya aida memberikan surat dan indah nya kata -kata di surat itu..akhirnya hati ku luluh dan terbuka kembali untuk menyukai cowo.
****
hari itu Kamis , jam menunjukkan pukul 12 siang. bis ku berhenti di pasar pspt.
ada yang menepuk pundak ku " Cici", ku balikkan badanku. rupanya aida.ia bersama...Wisnu!" hampir saja aku berteriak menyebut namanya..bagaimana tidak Wisnu sangat tampan..senyumnya menawan.ada bahagia terbersit di hati..saat melihat senyum Wisnu.
****
sejak itu,aku dan Wisnu bertambah akrab.dan akhirnya ia mengutarakan perasaannya kepadaku . jiwaku seperti melayang..bagaimana tidak , baru pertama ini aku di sukai oleh cowo ganteng.
kami pun akhirnya jadian.
****
bulan -bulan berjalan begitu indah yang kurasakan.. aku mulai merasakan kecerian lagi setelah lama. Wisnu kadang kerumahku dan akrab dengan keluargaku begitu pula aku. terbersit di hati kalau aku ingin menjalin hubungan ini dengan serius..
****
belajar aku menjadi tidak fokus,karena aku selalu cemburu dengannya..maklumlah karena baru pertama kali aku mempunyai cowo yang begitu tampan. suatu hari,aku baru mengetahui kalau wisnu mempunyai sahabat sejak lama ,namanya Lia. Aida yang menceritakan kepadaku.. sebenarnya aku berusaha untuk mengerti .walaupun hati ku menolak.
aku mulai merasakan takut kehilangan..tapi aku berusaha tidak memperlihatkan nya didepan Wisnu
****
jam pelajaran terakhir pulang lebih awal,hari masih siang..aku berencana untuk ke rumah Aida. sekalian ingin bertemu Wisnu karena sudah seminggu. Wisnu tidak memberi kabar. aku dan aida bermaksud naik bis yang baru saja lewat. namun sayangnya bis itu melaju cukup cepat.jadi aku tidak bisa mengejar..tiba-tiba jantung ku berdetak kencang karena melihat pemandangan dari bis itu.. aku melihat Wisnu duduk bersama cewe, mereka sedang tertawa begitu bahagia. hatiku ,kurasakan begitu sakit.badan ku lemas. aida yang melihat itu berusaha untuk menenangkan. Aku sudah tidak ingin naik bis ,akhirnya ,aku dan aida memilih berjalan kaki menyusuri taman yang begitu teduh.
****
" aida,aku ingin langsung pulang ya" kataku dengan suara parau..karena menahan tangis.
" Ci..lebih baik kau bicara langsung dengan Wisnu apa yang dirasakan" saran aida.
aku menggeleng karena hati ku sudah hancur.
rupanya ,kami bertemu dengan Wisnu dan Lia sedang makan bakso. aku yang melihat langsung membalikkan badan..aku berusaha untuk menghindari mereka..namun tidak kusangka wisnu mengejarku.
" Cici,tunggu" diraihnya lenganku ,sebenarnya saat ia menyentuhku ada rasa hangat di hatiku. aku segera menghentikan langkahku.
ku tatap mata Wisnu, aku berharap menemukan rasa penyesalan. tapi rupanya
Wisnu mengeluarkan kata-kata yang bagiku itu menyakitkan " ci..kau seperti anak kecil" cetus Wisnu. Lia sahabat ku sebelum aku bertemu denganmu". cetus Wisnu .
" iya. tapi kenapa kau tidak turun ,apa kau tidak ingin memperkenalkan sahabat mu itu denganku?". aku mencoba tenang dan berusaha untuk menahan air mata.
Wisnu tidak menjawab.." aku akan antar kau sampai bis",ucap Wisnu semula aku menolak. namun Wisnu memaksa.
beberapa saat kami membisu. akhirnya Wisnu membuka suara " Ci,maafkan aku sebaiknya kita putus ". aku bak patung terdiam.." aku tidak bisa menghadapi sikapmu yang seperti anak kecil" ucap Wisnu lagi. tak berselang lama, bis ku datang..setelah 3 bis aku biarkan lewat. akhirnya aku memutuskan untuk naik di bis ini. untuk yang terakhir aku menatap rupa tampan itu perlahan menjauh dari pandanganku.
*****
begitulah cerita ku yang merupakan kasih tak sampai..semoga cerita ini dapat menjadi bacaan menjelang tidur. terima kasih .