Gadis cantik itu namanya Ririn, Siswi cantik berprestasi kebanggaan pak lurah itu telah tamat SMA dan di terima di perguruan Negeri di Kota, Pak lurah merayakan syukuran atas di terimanya di perguruan tinggi negeri terkemuka putri kesayangannya itu. Satu desa turut bersuka cita.
"Nak Ririn Hati hari dijalan, yang pinter ya sekolah nya" ucap mbok Darmi mengantar kepergian Ririn ke kota
"Iya Nak Ririn, ini mbok Ning bawain getuk buatan mbok Ning sendiri, di makan ya di perjalanan" kata mbok Ning yang juga mengantar kepergian Ririn ke kota
"Makasih ya semuanya Ririn berangkat dulu, travelnya sudah mau jalan" ucap Ririn seraya melambaikan tangan ke semua orang yang mengantar dia pergi ke kota untuk menempuh pendidikan
Sesampainya di kota Ririn sementara tinggal di Asrama putri, yang di sediakan oleh pihak kampus, Gemerlapnya kota membuat Ririn terpana.
"Ibu, Hari ini Ririn pertama masuk kuliah, kampusnya gede banget ya Bu," obrol Ririn dengan ibu lurah via telpon
"Jaga diri baik baik ya Rin, kamu kebanggan ibu dan warga kampung sini" ucap Bu lurah dari sambungan telepon
Asyik ngobrol via telpon dengan ibu nya, Ririn tak sengaja menabrak Rio, Pria tampan Anak pemilik perusahaan Madu PT madu asli sekali, Yang terkenal sering Gonta ganti pasangan alias playboy.
"Maaf ya mas, Ririn ngga sengaja menabrak," sambil membenahi bukunya yang tercecer
"Barang baru nih, Lumayan, Cantik juga sepertinya masih polos," gumam Rio dalam hati, Rio menundukkan Badan dan membantu Ririn mengambil bukunya yang jatuh ketanah,
"Kamu gpp? Siswa Baru ya" tanya Rio
"Iya mas, makasih ya udah di ambilkan buku saya, saya permisi mau ke kelas" ucap Ririn
"Eh tunggu ini no telpon gw, telpon gw ya sebagai permintaan maaf gw udah nabrak Lo, besok gw traktir" ucap Rio sambil mengambil hp Ririn dan menyimpan nomornya. tak lupa dia miscall ke hp nya sendiri supaya bisa save juga no Ririn
"iya mas, nda usah makasih" ucap Ririn seraya pergi.
Ririn mendapatkan teman baru Namanya Dian, Mereka kemana mana selalu berdua, Dian berasal dari Desa M kurang lebih 1 jam dari Desa Ririn.
"Dian, ini loh pas awal masuk kuliah kemarin itu kan aku nabrak kating to," ucap Ririn pada Dian
"Terus, kating cowok / cewek" tanya Dian
"Cowok, terus dia chating terus, asyik sih ngobrol Ama dia" jawab Ririn
"Namanya siapa?" tanya Dian
"Namanya Rio, satu jurusan sama kita, ganteng lagi" kata Ririn sambil tersenyum
"Waduh aku dengar dia seorang playboy Jangan dekat dia Rin" kata Dian menasehati
"Dia ngajak ketemu terus e yan"
"Ya udah ketemu sekali aja lihat gimana dia, kalau berdasarkan katanya kan g percaya, Tapi inget Jangan terlalu dekat dengan dia" saran Dian ke Ririn
Ririn mengiyakan Saran Dian, Rio membawa pengaruh buruk ke Ririn, setiap hari Ririn pulang malam dan di keluarkan dari asrama, sekarang Ririn tinggal di kos masih dekat dengan lingkungan kampus, Dian sudah berkali kali mengingatkan agar tak terjerumus pergaulan bebas namun selalu saja dia di Racuni otaknya oleh Rio.
"Rin, aku kangen sama kamu pengen ketemu" Rio mengirim pesan ke Ririn
"Tapi aku lagi belajar" Jawab Ririn via pesan juga
"Sebentar doang Rin," jawab Rio
"Sebentar doang ya, Janji" balas Ririn
Akhirnya Ririn menyetujui ajakan Rio untuk bertemu, Rio membawa jalan jalan Ririn keliling kota, makan malam dan mengantar Ririn pulang ke kosan.
"Aduh kok aku tiba tiba pusing Yo mas," ucap Ririn sambil memegangi kepalanya
"Yuda ayo kuanter kedalam kamar mu, takut kenapa Napa" ucap Rio
"Rebahan disini ya" Rio memapah Ririn sampai ke tempat tidur, Tiba tiba dia langsung mencium bibir Ririn melumatnya hingga membuat Ririn kesulitan bernafas.
Ririn mencoba memberontak.
"Mas apa apaan, aku g mau" ucap Ririn
"Ini kan udah biasa Rin, dari kemarin Lo juga Uda lihat teman teman juga Uda biasa di tempat umum juga kan, biasa aja"
"Tapi aku g biasa mas,"
"Ayolah sekali ini aja, lagian ciuman doang gpp" bujuk Rio
Rio memeluk Ririn dan mencium nya, meraba tubuhnya dan meremas bagian dadanya
"Mas jangan begini, aku g mau having sex"
"Ini bukan having sex, Apa kamu takut Rin, kamu pikir kamu anak kecil"
"Aku bukan anak kecil mas,"
"kalau begitu biarkan aku menyentuh bagian itu"
Rio terus membujuk Ririn, Ririn tampak lemas tak berdaya karena makanan yang terakhir dia makan sudah di kasih obat oleh Rio, Obat makin bekerja Ririn tampak gelisah di peluknya Rio dan menciumnya, Rio membalas ciuman Ririn, membelai lembut tubuhnya, melucuti semua pakainya nya dan Layu lah Bunga desa yang berprestasi itu akibat rayuan gombal lelaki,
Kini bunga desa telah layu, Dia hanya bisa menangis, menyesal karena tidak mendengarkan nasihat sahabatnya Dian.
"Menyesal tiada guna Rin, Sekarang kamu harus bangkit, mengejar semua mimpi, kamu mau marah , mau lapor polisi? mau lapor ke orang tuamu? nanti mereka malah marah, kan kamu melakukan itu dengan suka sama suka, dia minta kamu kasih," ucap Dian memeluk Ririn
"Andai aku mendengarkan nasihatmu ya yan" ucap Ririn Lirih
Oh, bunga desa ku yang malang,
Harum bau mu,
Mekar indah sekali
Namun kini Bunga desa ku telah layu
Dimakan kumbang dengan bujuk rayu.
~jakarta, 30 September 2020
penulis hanya ingin memperingatkan untuk para gadis di dunia ini jaga tubuhmu karena sangat berharga, jauhi dia yang bersikap kurang ajar padamu , yang mengatas namakan cinta