Kehidupan Remaja putih abu-abu, tidak selamanya berjalan mulus. Ada saat dimana semuanya menyenangkan dan ada saatnya itu membosankan. Bahkan membuat diri sendiri ingin berhenti, namun tidak mungkin.
“Sehari saja, kita tidak melakukan upacara bendera. Apa tidak bisa?”Tanyaku pada diri sendiri.
“Gampang, kamu tidak usah sekolah! Selesaikan masalah” ucap kakak kelas yang memakai almamater osis.
Dia salah satu anggota osis, yang menjadi idola ku di sekolah. Dan salah satu alasan kenapa aku
sangat bersemangat ke sekolah. Dia pria baik, bahkan sangat baik. Senyumannya yang manis
membuat semua orang jatuh hati, termaksud aku.
"Kamu, masuk ke barisan!”Kakak kelas itu berteriak padaku, dengan cepat aku masuk ke barisan
Upacara berjalan bagaimana semestinya, bendera merah putih bukan lagi objek yang aku lihat. Ada objek yang jauh lebih menarik perhatianku, tanpa malu aku terus menatap kakak kelas itu.
Hingga teman baikku membuyarkan semua imajinasiku tentang kakak kelas itu. Sungguh
Menyebalkan temanku itu!
“Mau sampai kapan kamu berdiri di sini? Upacara sudah selesai, bodoh!”ucap temanku itu, hingga aku tersadar, ternyata upacara sudah selesai.
“Kenapa sangat membosankan di sekolah!ucapku sambil berjalan menuju kelas.
Para teman-teman ku menatapku bingung, aku bisa merasakannya. Biarlah mereka, aku hanya
jngin pulang. Sekarang!
“Mars, kamu ini aneh!”ucap Aca teman sebangku ku di kelas. Bukannya menjawab, aku hanya diam. Memberikannya mengataiku aneh, karena aku sadar. Kalau aku memang aneh, bahkan sangat aneh!
Jam pelajaran olahraga di hari senin, setidaknya itu membuatku sedikit lebih semangat. Satu alasan, kenapa aku sangat menyukai jam pelajaran olahraga. Karena, aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk melihat idola ku itu.
“Mars, giliran kamu” ucap pak guru, lalu melemparkan bola basket ke arahku. Tanpa aba-aba, aaku melempar asal bola basket itu. Namun keberuntungan terjadi untukku, bola basket itu masuk kedalam ring.
"Wah, Mars si gadis hebat sudah muncul” kata pak guru yang bercanda.
Semua murid di kelas ku, mulai melemparkan bola basket. Senyuman ku tidak luntur sejak tadi, semangatku seperti berada di angka 100%.
“Mau kamu lihat berapa lama lagi? Sampai matamu itu copot?”Tanya Aca sambil menutup kedua mataku.
“Memangnya salah?”
“Tidak salah. Tapi kalau seperti itu terus, kakak itu akan risih! Bodoh!”Ucap Aca lalu terkekeh.
Bel pergantian jam pelajaran baru saja berbunyi. Setelah mengakhiri pelajaran penjas, aku dan semua teman-temanku kembali ke kelas. Saat berada di kelas, rasa bosan itu kembali datang. Otak ku pintar, bukan sombong! Tapi itu kebenaran.
Semua orang yang memiliki otak encer, pasti akan merasakan bosan di waktu tertentu. Dulu aku fikir, menjadi siswa SMA adalah yang menyenangkan. Ternyata tidak begitu. Memang benar ada yang menyenangkan, namun tidak semua.
“Ini yang kamu minta” ucap Aca, lalu memberikan selembar kertas padaku.
Awalnya aku bingung, namun saat membaca isi lembaran itu aku sangat senang. Itu lembaran untuk pendaftaran anggota osis. Sejak menginjakan kaki di sekolah ini, aku sudah berniat untuk menjadi salah satu anggota osis.
“Hanya satu? Terus kamu?” tanyaku, karena Aca hanya membawa satu lembar.
“Mars, LDK osis tidak sesuai denganku. Lari sedikit saja, nafasku sudah mau habis!” ucap Aca.
Aku hanya mengangguk seperti orang bodoh, lalu dengan semangat mengisi formulir
pendaftaran itu.
Pada saat jam istirahat, aku bergegas menuju ruang osis untuk mengumpulkan formulir. Dan beruntungnya lagi, osis yang bertugas untuk mengumpulkan formulir adalah DIA.
“Kak, ini formulirnya” ucapku, lalu memberikan formulir itu padanya.
“Besar juga nyali kamu” katanya, sambil tersenyum.
“X IPA 5, hanya kamu yang mendaftar?” Tanyanya lalu aku jawab dengan anggukan.
“sepulang sekolah, kamu harus berkumpul bersama semua calon anggota osis!” perintahnya. Yang lagi-lagi, hanya aku jawab dengan anggukan.
Kakak kelas itu lalu pergi bersama teman-temannya, aku pun kembali ke kelas. Entah kenapa
aku sangat percaya diri, untuk mendaftar sebagai anggota osis. Semua orang berkata, LDK osis bukan hal yang mudah. Tapi semua itu tidak membuatku berhenti, keputusan untuk menjadi anggota osis sudah
sangat bulat.
“Setidaknya ada hal yang menyenangkan selama aku memakai pakaian putih abu-abu ini”
Hari ini berjalan seperti biasanya, sekarang tiba saatnya aku pulang sekolah. Tapi aku harus
berkumpul bersama semua calon anggota osis lainnya, walaupun memakan banyak waktu. Tapi
aku suka!
“Kalian semua beruntung. Pemilihan anggota osis kali ini, tidak memerlukan tes wawancara.
hanya LDK" ucap kakak osis yang paling aku takuti itu. Tatapan dan caranya berbicara, sangat mengerikan!.
Tiba-tiba, salah satu calon anggota osis itu mengangkat tangan. Sepertinya ingin bertanya
sesuatu.
“Kak, LDK nya kapan di mulai?”Ganya siswa itu, aku hanya mengangguk seperti orang dongo.
“Besok” jawabnya. Aku lumayan terkejut, mana mungkin besok? Bukannya besok sekolah? Aku bertanya pada diri sendiri, layaknya orang gila.
“Saya akan bagikan surat izin untuk kalian semua. Besok surat itu harus di kumpulkan! Harus da tanda tangan orangtua!” ucapnya dengan penuh penekanan. Sungguh mengerikan!
Seperti perintah kakak osis kemarin, hari ini aku sudah membawa surat izin itu. Bahkan sudah
ada tanda tangan orangtua. Ternyata, semua calon anggota osis tidak akan mengikuti pelajaran selama 1 minggu.
“Selamat tinggal putih abu-abu”ucapku dengan sangat gembira.
“Orang di luar sana, berusaha keras untuk bisa sekolah. Tapi kamu….” ucapnya yang tidak
melanjutkan kalimatnya itu. Dia idolaku, oh tidak dia sangat bijaksana. Aku tahu, aku lebay!
"Gabung bersama yang lain. Cepat!" ucapnya, membuatku tersadar lalu berlari ke barisan.
Ketua osis sedang menyampaikan banyak hal, salah satunya aturan yang harus di ikuti selama
LDK. Salah satu peraturannya membuatku sedikit tidak suka, kami di larang memainkan HP. Kecuali ada keperluan yang sangat mendesak. Aneh kan? Memang aneh!
“Di depan sekolah, sudah ada 2 bus untuk kalian. Barisan perempuan, kalian ikut kak Yuli. Dan barisan laki-laki, kalian ikut kak Ridho” perintah si ketua osis itu.
Kami para gadis, berjalan mengikuti kak Yuli salah satu anggota osis. Bus untuk perempuan dan laki-laki di pisah.
Tapi keberuntungan memihakku kali ini, dia idolaku berada di bus yang sama denganku.
Setidaknya, perjalanan kali ini akan lebih menyenangkan. Banyak hal yang kami bahas selama perjalanan, salah satunya pengalaman para anggota osis selama berada di SMA.
Saat mendengar pengalaman mereka, aku merasa masa putih abu-abu tidak begitu membosankan. Bahkan terdengar sangat asik, itu tergantung pada diri kita. Bagaimana kita menjalaninya.
“Putih abu-abu itu, seragam terakhir kalian. Dan masa putih abu-abu, adalah masa yang paling Indah” ucap dia idolaku.
“Dan satu lagi, masa putih abu-abu harus kalian manfaatkan sebaik mungkin. Buat banyak
kenangan yang akan kalian ingat sampai kapanpun" tambahnya lagi. Itu sudah berhasil
merubah semua yang aku fikirkan di masa putih abu-abu ini.
“Mars, kamu harus sadar. Masa putih abu-abu tidak akan bisa di ulang” ucapku pada diri sendiri.
Hari ini, adalah hari terakhir LDK. Memang tidak mudah, namu ada banyak hal yang
menyenangkan. Dan satu lagi, para anggota osis tidak seperti yang orang-orang katakan.
Mereka baik, bahkan sangat baik.
Terkadang mereka bersikap keras, itu semua karena kewajiban mereka sebagai anggota osis.
“Masa putih abu-abu, ternyata semenyenangkan ini”ucapku sambil menatap anggota osis yang sedang bermain games.
“Menjadi murid SMA, memang bukan hal yang mudah! Pasti ada saatnya kamu merasa bosan”
Entah kenapa, idolaku ini selalu muncul tiba-tiba. Dan mengatakan banyak hal, yang membuat otakku sedikit bekerja.
“Hanya menghitung hari, kakak dan kelas 12 lainnya akan tamat" Ucap ku yang hanya di angguki olehnya.
“Nikmati waktu kamu di masa putih abu-abu ini. Tiba waktunya habis nanti, kamu akan
menyesal kalau masa putih abu-abu kamu tidak memiliki makna”Ucapnya, lalu bergabung
bersama anggota osis yang lain.
“Hmm putih abu-abu, tidak selamanya membosankan. Aku suka seperti ini, masa putih abu-abu”
“SELAMAT DATANG MASA PUTIH ABU-ABU KU. MARI MEMBUAT CERITA BERSAMA…….”