Namaku Sasmita Desiana Ningrum,biasa di panggil Mita. '15 maret 2020'... Hari,tanggal,bulan dan tahun yang menyaksikan betapa hancurnya hatiku saat aku melihat laki-laki yang aku cintai bercumbu mesra dengan selingkuhannya. Yang membuat hatiku semakin hancur ialah,dimana selingkuhan dari kekasihku adalah sahabat aku sendiri.
Ryan,sosok laki-laki yang menjadi kekasihku selama 2 tahun lebih. Ryan itu adalah sosok laki-laki penyayang yang aku tahu Ryan begitu menyayangiku. Namun alasan dia selingkuh dariku membuat hati aku terkoyak,rasanya harga diri aku sebagai wanita juga di rendahkan.
Mau tahu apa yang jadi alasan Ryan? Alasan Ryan selingkuh di belakangku karena aku selalu tidak mau di sentuh olehnya. Jujur saja,selama Ryan jadi kekasihku,Ryan memang selalu ingin menyentuhku. Dari mulai Ryan menggenggam tanganku,untuk soal berpegangan tangan aku sih tidak masalah. Tapi untuk yang kedua kalinya Ryan mencoba menciumku.
Aku menolak saat Ryan hendak menyentuh aku lebih dari sekedar pegangan tangan. Niat aku hanya ingin menjaga kesucianku,apa salah jika aku menolak laki-laki yang bukan muhrimku menyentuhku?.
Saat dimana hatiku hancur bertepatan dengan hari ulang tahunku. Waktu itu Ryan bilang akan memberikan hadiah terindah untukku,namun yang aku dapatkan adalah sebaliknya. Saat aku meminta Ryan mengantarkan aku ke sebuah Mall di Jakarta,Ryan tidak bisa mengantarku dengan alasan jika dia sibuk dengan pekerjaannya.
Lalu berselang 2 jam setelah itu,sepulang dari Mall aku berniat mampir ke apartemen yang Ryan tempati. Karena aku tahu PIN apartemen Ryan,aku bisa dengan mudah keluar masuk apartemen dia. Namun naasnya,saat aku masuk ke dalam apartemen Ryan,aku tidak menemukan dimana Ryan berada.
Sialnya lagi,saat aku hendak membuka pintu kamar Ryan,sebelum aku membukanya aku malah mendengar suara de****n dari seorang perempuan. Mendengar suara itu,fikiran aku sudah negatif dan berkeliaran kemana-mana. Apa yang Ryan lakukan? Aku bertanya pada diriku sendiri.
Dengan hati was-was aku memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Ryan,tepat saat pintu terbuka aku melihat Ryan yang berada di atas tubuh seorang perempuan. Perempuan itu tak lain adalah Risa,sahabatku. Mereka sedang melakukan hubungan yang tak seharusnya mereka lakukan. Air mataku menetes begitu saja.
Meskipun aku sudah membuka pintu kamar Ryan,Ryan dan Risa masih melakukan aktivitas mereka tanpa mereka sadari kehadiran aku.
Risa : " Ryan.. Aahh,fas-Uhhh faster sayang,aaah "
Ryan : " Sesuai permintaanmu,sayang.. Aaah "
RYAN!!
Aku berteriak kencang menyebut nama Ryan,saat itu juga Ryan menghentikan aksinya. Aku lihat mereka sama-sama terkejut melihat kehadiran aku.
Mita : " Jadi ini kesibukan kamu,Ryan? Hiks. Kamu sibuk bersenang-senang dengan Risa,sahabat aku sendiri.. Hiks hiks "
Aku menangis terisak melihat pengkhianatan yang mereka lakukan padaku.
Ryan : " Mita,aku bisa jelaskan sayang. Tolong dengarkan aku dulu "
Mita : " Aku sudah melihat semuanya hiks,kalian bersenang-senang di belakang aku. Apa kalian tidak memikirkan perasaan aku,hah? Hiks hiks "
Risa : " Mita.. Tenang dulu,gue sama Ryan itu cuma menginginkan kenikmatan saja,gak lebih. Gue emang punya pacar,tapi sayangnya pacar gue gak pernah memberikan kenikmatan buat gue. Terus Ryan juga gak pernah mendapatkan kenikmatan dari lo,kan? Jadi gak pa-pa dong kalau gue sama Ryan bersenang-senang hanya untuk kenikmatan kita bersama "
Ryan : " Iya Mita,kamu dengarkan aku dulu. Aku gak punya perasaan sama Risa. Aku cuma mencintai kamu,aku melakukan ini cuma untuk mendapatkan kenikmatan dari Risa. Aku kan sudah sering mengajak kamu,tapi kamu selalu gak mau "
Mita : " Segampang itu kamu ngomong,Ryan. Aku tidak mau melakukan hal be**t seperti hiks hiks seperti yang kalian lakukan sekarang sebelum aku menikah. Aku hiks melakukan itu untuk menjaga kesucianku yang akan aku berikan kepada suamiku. Tapi hiks hiks kamu malah hiks.. Ryan,jadi ini hadiah terindah yang kamu maksud hiks.. Kamu jahat Ryan "
Ryan : " Mita.. Maafkan aku "
Mita : " Ryan hiks.. Mulai sekarang kita putus "
Setelah mengatakan itu aku lari keluar dari kamar apartemen Ryan,aku juga langsung pergi dari apartemen Ryan. Hatiku hancur. Bisa kalian bayangkan betapa hancurnya hati aku saat itu.
Satu tahun berlalu setelah kejadian itu,aku sudah bisa melupakan Ryan dan Risa. Aku menghapus dua nama tersebut dari hidupku. Ryan,sosok yang pernah ada di hatiku. Risa,sosok yang pernah menjadi sahabat baikku. Kini dua nama tersebut sudah hilang entah kemana.
Hari ini,tepatnya di tanggal 20 Januari 2021. Aku berada di Bandara Soekarno Hatta,aku sedang menjemput kakakku. Sekitar 15 menit aku menunggu,tidak lama kemudian seorang laki-laki memanggilku.
MITA!!
Aku menoleh dan yang aku lihat adalah kakakku,tapi siapa dia? Aku menghiraukan laki-laki di samping kakakku yang aku fikir itu adalah temannya. Aku berlari lalu memeluk tubuh gagah kakakku. Kakaku juga membalas pelukanku.
Mita : " Kak Ali,apa kabar? "
Ali : " Kakak baik-baik saja,sayang. Kamu bagaimana? "
Mita : " Aku juga baik-baik saja"
Ali : " Kenalkan,Dia Adrian. Sahabat kakak di Jerman. Adrian juga asli Jakarta "
Mita : " Ooh.. Hai kak,aku Mita "
Adrian : " Hai.. Salam kenal. Aku Adrian,panggil saja Ryan "
Waw.. Apa ini? Dunia memang sempit,ya. Aku menghapus nama Ryan di hatiku,tapi kini aku malah berkenalan dengan orang yang di panggil Ryan. Hanya saja namanya Adrian.
Karena waktu sudah hampir sore,kak Ali langsung mengajak aku pulang,dengan kak Adrian juga tentunya. Sedikit bocoran tentang kak Adrian. Dia orangnya manis,tampan,kelihatannya juga baik. Apalagi kak Adrian ini sopan banget. Saat aku hendak membuka pintu belakang,kebetulan banget aku membukanya berbarengan dengan kak Adrian sampai tangan kami bersentuhan. Namun saat bersentuhan kak Adrian langsung menarik tangannya begitu juga denganku,kak Adrian pun langsung meminta maaf padaku. Dan dia lebih memilih duduk di samping supir,dengan meminta izin padaku dan kakak aku dulu tentunya. Sopan banget kan,ya?.
30 menit kemudian,supir yang menyetir mobil Papa yang aku pakai untuk menjemput kakak berhenti di sebuah rumah besar. Dan tidak lama setelah berhenti kak Adrian turun dari mobil kami,sudah bisa di pastikan jika rumah itu adalah rumah keluarganya.
Adrian : " Ali,Mita.. Terima kasih atas tumpangannya. Aku duluan,ya "
Ali : " Iya.. Aku pulang,Yan "
Adrian : " Hati-hati "
Pak supir kembali menjalankan mobilnya menuju rumah keluargaku. Sepanjang perjalanan menuju rumah keluargaku,aku terus bertanya tentang kak Adrian pada kakakku sampai-sampai kakak menggodaku kalau aku menyukai kak Adrian. Kalau bilang aku tidak menyukainya,itu artinya aku munafik. Kalau bilang iya,belum tentu juga.
Mendengar cerita dari kakakku tentang kak Adrian,aku semakin yakin kalau kak Adrian adalah orang yang baik. Perjalanan pulang yang aku dan kakak lakukan terasa menyenangkan,pasalnya aku dan kakak sama-sama saling menumpahkan rasa rindu kami. Kami juga terus bercerita di sepanjang perjalanan.
Begitu sampai di rumah,aku langsung masuk ke dalam rumah sambil menggandeng tangan kiri kakakku. Di dalam aku dan kakak mendapatkan sambutan yang begitu hangat dari Papa dan Mama.
Arya : " Selamat datang kembali,kak "
Yang itu suara dari Papaku. Papa yang memang memiliki suara tegas,terkadang selalu membuat orang-orang takut. Tapi sebenarnya Papa itu orang yang baik kok.
Ali : " Terima kasih,Pa "
Aku melihat Papa dan kak Ali yang berpelukan ala laki-laki. Papa dan kak Ali memang selalu bersikap layaknya seorang sahabat. Begitu juga denganku,Mama,dan mereka.
Sasa : " Apa kabar kamu,kak? "
Ali : " Kakak baik-baik saja,Ma "
Nah.. Kalau yang tadi suara Mama. Suara Mama yang selalu terdengar halus di telinga semua orang yang mendengarnya. Orang tuaku memang selalu menyebut kak Ali dengan sebutan 'Kakak' sedangkan aku dengan sebutan 'Adek'.
Setelah acara kangen-kangenan antara Papa,Mama,Aku dan Kakak selesai. Aku langsung pergi ke kamar. Di dalam kamar aku juga kembali membayangkan wajah tampan dan kesopanan kak Adrian. Baru kali ini aku bisa sampai setertarik ini sama laki-laki setelah aku mengalami kehancuran hati aku 1 tahun yang lalu.
Beberapa bulan kemudian,tepatnya di bulan kelahiranku. Aku sama kak Adrian semakin dekat,tetapi hubungan kami masih tanpa status. Aku bukanlah kekasih dari kak Adrian,tapi aku selalu merasa jika kak Adrian memperlakukan aku sebagai kekasihnya. Ya Allah,apa seperti ini rasanya memiliki hubungan namun tanpa status?. Mau marah,gak bisa. Gak marah,juga gak bisa. Gimana ya,sulit sekali untuk di jelaskan.
Awalnya aku ragu ketika kak Adrian mendekatiku dengan di awali sebuah obrolan singkat lewat telepon,jujur saja aku trauma akan kejadian dulu. Namun sikap kak Adrian bener-bener baik dan sangat menghargai aku sebagai seorang perempuan.
Kak Adrian selalu perhatian sama aku. Dia juga selalu ada buat aku. Bahkan disaat aku kebingungan membuat Skripsi kuliahku,kak Adrian setia menemaniku membuat Skripsi. Bahkan kak Adrian membantu,dan mengajarkan aku bagaimana caranya membuat Skripsi yang baik.
Kalau ngomongin soal perasaan,jujur saja kalau aku sudah memendam perasaan pada kak Adrian entah sejak kapan. Perasaan itu tumbuh dengan sendirinya tanpa aku sadari. Aku selalu berharap cintaku enggak bertepuk sebelah tangan,tapi kayanya harapan aku sirna. Sampai sekarang,kak Adrian masih tidak mengatakan apa-apa tentang perasaannya padaku.
Hari ini,satu hari menjelang hari ulang tahunku. Aku berharap jika kak Adrian akan hadir di acara ulang tahun yang aku lakukan secara sederhana bersama keluargaku. Namun harapan aku lagi-lagi sirna karena baru saja kak Adrian menghubungiku jika dia tidak bisa hadir karena harus kembali ke Jerman,dia bilang dia akan menjemput Orang tuanya yang tinggal di Jerman.
Dengan raut wajah bersedih,aku pun menerima ketidak bisa hadiran kak Adrian. Kakak ku mencoba menghiburku dengan mengajak aku bermain Game yang aku suka,tapi tetap aku tidak terhibur. Karena hatiku bersedih. Lalu hatiku kembali hancur begitu melihat postingan kak Adrian yang sedang mencium pipi seorang perempuan,di Instagram nya.
Apa-apaan ini? Kak Adrian. Aku kira dia beneran baik,tapi ternyata dia sama saja. Aku menangis dalam diam tanpa sepengetahuan kakaku. Aku juga langsung lari ke dalam kamar dan menangis histeris di kamar. Aku pun kembali mengalami hal yang membuat hatiku hancur,namun kali ini tidak sehancur dulu.
Sampai keesokan harinya,keluarga besarku hadir semua di acara ulang tahunku. Seperti Papa,Mama,Kakak,mereka sudah pasti ada. Namun sekarang bertambah dengan hadirnya Om,Tante,Kakak Sepupuku,Kakek dan Nenekku. Tapi tetap saja ada yang kurang,yaitu kak Adrian.
Aku mencoba melupakan postingan kak Adrian,tapi sayangnya tidak bisa. Papa sama Mama saja sampai bertanya kenapa mata aku bisa sembab,ya jawabannya sudah pasti karena aku menangis semalaman.
Acara ulang tahunku di lakukan pada pukul 19.00 malam,dan saat inilah acaranya di mulai. Sekarang sudah ada Kue Bolu berukuran besar di atas meja,aku memejamkan mataku sambil berdo'a.
' Ya Allah.. Jika kak Adrian jodohku,maka dekatkanlah hati kami Ya Allah. Namun jika kak Adrian bukanlah jodohku,jauhkanlah hati kami. Dan berikanlah jodoh terbaik yang akan engkau takdirkan untukku Ya Allah. Amin. '
Itulah do'a yang aju ucapkan di dalam hati sebelum aku meniup lilin. Setelah itu aku memotong kue lalu menyuapi keluargaku satu persatu. Acara ulang tahun yang sederhana namun memberikan kenangan yang indah untukku.
Arya : " Adek.. Diam dulu disini ya,Papa lagi menunggu kedatangan tamu penting "
Mita : " Tamu penting? Siapa,pa? "
Arya : " Nanti kamu juga tahu "
Tidak lama setelah itu,tiba-tiba bel rumah berbunyi. Kakak lah yang membukakan pintunya. Setelah itu,datanglah perempuan dan laki-laki yang sebaya dengan Papa dan Mama,mereka bergandengan tangan sambil di ikuti beberapa laki-laki di belakangnya sambil mendorong kardus besar sebesar kardus kulkas.
Ardian : " Halo,selamat malam "
Arya : " Malam.. Akhirnya kalian datang juga. Silahkan duduk "
Ardian : " Terima kasih. Oh iya,apa kamu Mita? "
Mita : " Iya Om.. Om mengenalku? "
Ardian : " Tentu saja.. Bagaimana mungkin Om tidak mengenal calon menantu Om sendiri "
Tunggu! Apa ini? Calon menantu? Siapa yang Om itu maksud? Apakah aku? Apa-apaan ini. Kenapa tiba-tiba aku di sebut calon menantu.
Ardian : " Perkenalkan,nama Om itu Ardian. Om adalah Papa dari laki-laki yang akan melamar kamu saat ini juga "
Siska : " Dan nama tante,Siska. Tante juga Mama dari laki-laki yang akan melamar kamu saat ini "
Sumpah deh,ya! Kayanya Om dan Tante itu lagi melindur,deh. Melamarku? Siapa yang akan melamar ku? Kekasih saja aku tidak punya. Lalu secara tiba-tiba kardus itu terbuka yang membuat aku terkejut. Yang muncul dari dalam kardus adalah kak Adrian,dan perempuan yang di cium oleh kak Adrian kemarin. Apalagi ini Ya Allah. Kenapa harus ada mereka.
Adrian : " Hai Mita.. Selamat ulang tahun "
Kak Adrian berjalan menghampiriku. Aku masih diam karena terkejut,aku juga diam karena aku kembali sakit hati saat melihat wanita cantik yang di cium kak Adrian.
Mita : " Te-terima kasih "
Adrian : " Oh iya.. Kenalkan,ini Luna "
What.. Menyebalkan banget sih,kenapa kak Adrian memperkenalkan perempuan di sampingnya itu. Apa dia tidak menghargai perasaan aku. Gimana mau menghargai,orang dia saja tidak tahu perasaanku gimana. Tapi sumpah deh,aku ingin menangis sekarang juga.
Adrian : " Dia adalah Adikku. Seumuran dengan kamu "
Mita : " Apa? "
Adik? Apa aku gak salah dengar? Astagfirullah,otak aku ngebug saat ini juga. Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Loh.. Loh.. Loh.. Apalagi ini? Kenapa kak Adrian berjongkok di hadapanku?
Adrian : " Mita.. Maukah kamu menjadi istriku? "
OH MY GOD!! OH MY GOD!! Aku gak mimpi,kan? Ini nyata,kan? Ini ceritanya gimana sih? Kak Adrian melamar aku? Aaaaa.. Aku ingin teriak.
Adrian : " Mita,sejak pertemuan pertama kita di Bandara dulu,aku sudah menyukaimu. Dan sekarang aku jatuh cinta sama kamu. Aku tidak mengungkapkan perasaanku karena aku ingin langsung melamar kamu menjadi istriku tepat di hari ulang tahunmu ini"
Mita : " K-kak,Ini serius? Aku gak mimpi? Tapi,Cewek itu "
Aku melirik Luna yang tadi di kenalkan oleh kak Adrian. Aku lihat Luna juga tersenyum ke arahku. Aduh.. Aku semakin bingung.
Luna : " Aku Luna.. Aku adiknya kak Adrian "
Mita : " Hah "
Adrian : " Mita,Luna memang adikku. Kamu kaya gini pasti karena melihat postingan aku kemarin,iya kan? Mending kamu lihat lagi deh,kamu lihat captionnya apa "
Tanpa lama-lama aku langsung melihat kembali postingan Instagramnya kak Adrian yang mencium wanita yang bernama Luna itu. Dan ya,benar saja captionnya adalah ' I Love My Sister '. Ya Allah,ternyata aku salah paham. Aku fikir,aaaaah.. Stres deh lama-lama. Bodoh banget lagian,kenapa kemarin aku tidak membaca captionnya,aku hanya melihat fotonya saja.
Adrian : " Benarkan? Kamu pasti gak baca captionnya "
Mita : " Maaf,aku fikir dia itu.. Aah,sudahlah gak usah di bahas "
Adrian : " Sekarang gimana? Apa jawabannya? Apa kamu mau jadi istriku? "
Aku masih belum menjawab,aku melihat keluargaku satu persatu. Aku lihat mereka semua mengangguk sambil tersenyum. Aku fikir mereka menyetujuinya,dan mereka terlihat biasa saja melihat lamaran kak Adrian. Apa mereka sudah mengetahuinya?
Adrian : " Mita "
Mita : " Aku mau kak "
Jawabanku sambil tersenyum. Aku melihat senyuman lebar di tampilkan oleh kak Adrian. Dengan cepat kak Adrian memasangkan cincin berlian di jari manis tangan kiriku,lalu kak Adrian memelukku. Sumpah ya!! Aku jadi malu,deh.
Aku sudah berfikir yang tidak-tidak tentang kak Adrian,tapi kini kak Adrian malah jadi calon suamiku. Aaaa senangnya.
Jika di ulang tahunku 1 tahun lalu aku mendapatkan hadiah yang paling menyakitkan,.maka di ulang tahunku kali ini,aku benar-benar mendapatkan hadiah terindah. Dan setelah aku berdo'a,Allah pun langsung mengabulkannya. Kak Adrian,kini jadi jodohku. Walaupun belum sepenuhnya,sih.
Dan berakhirlah dengan aku yang bahagia bersama kak Adrian. 1 bulan setelah kak Adrian melamarku tepat di hari ulang tahunku,kak Adrian dan aku langsung melakukan Pernikahan yang Sah secara hukum maupun Agama.
Benar-benar hadiah terindah,karena aku mendapatkan Jodoh dan Takdir yang aku inginkan. Menikah dengan laki-laki baik yang bisa menghargai seorang wanita.