📩 Selamat! Anda telah terpilih sebagai Idola Masa Depan. Silakan klik tautan di bawah untuk memulai proses pengunduhan aplikasi:
📎https://jadi.idola/bintang.pilihan-01/
☞☆☜
Skylar membaca ulang surel anonim yang masuk ke handphonenya. Matanya tidak salah lihat, bukan?
Kemarin, gadis itu memang tengah galau dengan sekolahnya. Nilai Skylar memang termasuk memuaskan, hanya saja ada beberapa murid yang nilainya di atas gadis itu. Jika ingin mengandalkan uang beasiswa untuk tahun depan, Skylar saat ini tidak bisa berharap banyak.
Skylar yang pulang dari minimarket melihat pamflet iklan seorang artis papan atas dalam negeri. Saat tengah merenung di dalam kamarnya sebelum tidur, Skylar kembali teringat tentang artis di pamflet. Artis itu bernama Vanya dan yang mengesankan, gadis itu seumuran dengannya. Sama-sama masih duduk di bangku SMP.
Jadi, tentu saja dalam benak gadis kekurangan uang itu terbersit pikiran untuk mencari uang lewat jalur entertainmen. Hanya saja, dirinya tidak tahu apa bakat yang bisa membuatnya lebih menonjol daripada yang lain.
Anehnya, tepat 24 jam setelah dirinya berpikir demikian, dirinya mendapat surel janggal dari pengirim anonim.
Karena penasaran—sebenarnya iseng, Skylar memutuskan untuk mengunduh aplikasi dari tautan itu. Skylar sebenarnya takut itu adalah aplikasi penipuan, tapi kembali ia pikirkan, tidak ada yang bisa dirampok dari Skylar. Jadi gadis itu tetap mengunduhnya.
Setelahnya Skylar membuka aplikasi itu dan mengisi data dirinya dengan benar. Karena setelah dilihat-lihat, aplikasi itu lebih terlihat seperti aplikasi otome game biasa. Apalagi tampilan awalnya yang sangat khas.
Setelah selesai mengisi data diri, Skylar kembali mendapat surel. Kali ini surel itu dikirim oleh sistem pengembang aplikasi (developer).
📩 Silakan tentukan avatar Anda sesuai keinginan. Avatar ini akan bisa digunakan otomatis dalam 3 jam. Avatar bersifat permanen. Hati-hati dalam menentukan pilihan. Silakan klik tautan di bawah untuk mengaktifkan izin indentifikasi lokasi:
📎https://lokasi-saya-saat-ini/
Berani sumpah, Skylar benar-benar hanya iseng saat mengikuti semua instruksi absurd dari aplikasi dan sistem asing itu.
📩 Terima kasih. Dalam 3 jam kami akan mengirimkan agen sistem. Mohon menunggu dan lakukan validasi.
☑️mengerti
❎tidak, tolong jelaskan kembali
Skylar mengklik tanda mengerti karena tidak ingin membuang-buang waktu.
📩 Silakan kembali ke aplikasi untuk memilih bakat Avatar Anda.
~~~~~
"Skylar, Anda sudah bisa bangun. Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi. Silakan mandi. Waktu anda 15 menit."
Skylar melenguh malas. Meregangkan tubuhnya dan duduk di atas ranjang dengan mata yang masih mengantuk.
"Skylar, Anda sudah bisa bangun. Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi. Silakan mandi. Waktu anda 15 menit."
Skylar mencerna keadaan. Rasa-rasanya tadi dirinya mendengar suara pria asing. Saat ia menoleh ke asal suara, dirinya dikejutkan dengan eksistensi seorang pemuda tampan bak member idol yang sering ia lihat di televisi.
"SIAPA KAMU?!" panik Skylar sambil mengacungkan tangan, menunjuk terang-terangan si pemuda.
Pemuda itu lantas tersenyum, "Saya sistem yang akan membantu Anda menjadi bintang. Silakan berikan saya nama dan atur program saya di dalam aplikasi."
Skylar menggeleng syok. Mana mungkin pemuda dengan garis wajah yang sanggup membuat para laki-laki iri ini hanyalah sebuah sistem?! Konyol.
Namun, lantaran tidak menemukan penejelasan masuk akal garis miring penjelasan lainnya, Skylar mau-tidak mau menuruti perkataan pemuda itu.
Skylar mengetikkan nama yang entah kenapa langsung terpikir kala melihat pemuda itu: Kyle.
Yah, memang sangat tampan dan Skylar tidak bisa menampik fakta yang absolut itu.
[Pekerjaan sistem]
⚪ Asisten
⚪ Manager
⚪ CEO
Skylar tanpa ragu memilih, "Tentu saja CEO."
[Mode sistem]
⚪formal
⚪santai
Skylar memilih santai.
"Sistem telah diprogram. Penyesuaian dalam 5,"
"4"
"3"
"2"
"1"
~~~~~
Singkat cerita, kini Skylar berhasil meraih kesuksesan. Gadis itu menjadi seorang aktris yang hebat bernyanyi, menari, memainkan alat musik, dan membawakan acara baik itu acara hiburan maupun resmi.
Namun hal itu menyita waktu sekolahnya. Lebih-lebih privasinya. Skylar jadi sering mengantuk di sekolah. Mata pelajaran di sekolahnya pun jadi banyak yang tertinggal. Alhasil, jangankan beasiswanya bisa dipertahankan, nilainya bahkan merosot anjlok.
Skylar menatap nilai rapornya miris. Bagaimana ini? Dirinya jelas masih ingin mengenyam pendidikan sebab akan mudah mendapat pekerjaan yang stabil. Tapi, jika dirinya melepas karirnya sekarang, uang untuk sekolah juga akan bermasalah.
"Kau kenapa?" Kyle, sistem yang sudah diatur Skylar menjadi CEO yang berbicara santai padanya duduk di samping Skylar.
"Kyle, jika aku harus memilih antara karir dan sekolahku, menurutmu pilihan mana yang tidak membuatku menyesal?"
Kyle tersenyum. "Tidak ada."
"Jadi?"
"Dua-duanya akan membuatmu menyesal."
Skylar menghela napas. "Aku ingin menggenggam keduanya. Tapi keadaanku sekarang benar-benar tidak memungkinkan. Aku harus bagaimana, Kyle?"
"Pikirkan baik-baik. Kau tidak bisa selamanya bergantung padaku."
"Maksudmu?" Skylar menyernyit bingung.
"Aku ini kan program, sebuah sistem," Kyle mengadah, memandangi langit indah di balik dinding kaca perusahaannya. "Aku hanya dikemas agar terlihat lebih nyata saja. Sejatinya aku akan berakhir juga saat misi selesai."
Skylar merenung. Tiba-tiba otaknya terpikirkan sesuatu. "Bukannya harusnya sekarang kau sudah bisa pergi? Lantas, kenapa kau masih ada disini? Apa.." Skylar menunduk, merasa tidak enak, "aku yang menahanmu?"
Kyle tersenyum dan mengusap pucuk kepala Skylar. "Aku belum bilang, ya, reward jika misinya sukses?"
"Reward?"
Kyle mengangguk. "Aku akan melepaskan chip sistem di otakku. Dan kembali menjadi manusia biasa."
"Bernarkah?! Sudah kuduga kau itu sebenarnya manusia." Skylar menepuk bahu kanan Kyle pelan. "Jadi, misi apa yang belum terselesaikan?"
"Membuatmu bahagia. Sekarang ini kau masih kebingungan memilih antara karir dan pendidikanmu, bukan?"
Skylar mengangguk. Kemudian tiba-tiba teringat dirinya belum pernah swafoto dengan Kyle, sang malaikat penyelamatnya. Skylar menyalakan handphonenya dan mengarahkannya pada wajahnya dan Kyle. "Kita belum pernah foto berdua."
Kyle tersenyum dan menurut. Berpose santai yang membuat wajahnya semakin terlihat menawan.
Kemudian saat Skylar hendak iseng memajang foto itu di akun sosial medianya, dirinya tidak sengaja menemukan iklan di beranda sosial medianya itu.
"Kyle, ini.."
~~~~~
1 tahun kemudian.
Skylar merapikan topi toganya. Sekali lagi mematutkan diri di depan cermin.
"Skylie, ayo berangkat."
Kepala Kyle menyembul di balik pintu, menginterupsi Skylar pada kegiatan bercerminnya. Skylar segera mengambil handphonenya di atas nakas dan bergegas keluar kamar, "Tunggu, Kyle!"
Ya. Sekarang Skylar bisa lulus SMP dengan tepat waktu berkat iklan yang tidak sengaja ia lihat lewat di beranda sosial medianya.
Iklan home schooling. Suatu perusahaan swasta bekerjasama dengan para guru untuk memudahkan pelajar yang sibuk bekerja sambilan agar bisa tetap mendapatkan pendidikan setara.
Kini, Skylar dapat meraih 2 kebahagiaannya. Pendidikan dan karirnya. Oh, 3. Tentu saja Kyle tidak boleh sampai terlewatkan.
Fin.
The song i heard while making this story:
🎵Best of Me by Beyond The Scene
Jangan lupa tinggalkan jejak like-comment teman-teman 💕
Ayo sama-sama belajar. Kalo menemukan kesalahan typing, feel kind untuk koreksi ya 😊🙏🏻
Bisa juga mampir di cerpen Ra yang lain di bawah ini ⬇️⬇️⬇️