24 September 2021
Hari adalah hari bahagia untuk Carol dan Lily, mereka pada hari ini akan secara resmi mengadakan nikah sah baik secara hukum dan agama.
Acara ini dilihat oleh ribuan orang sekaligus. Bukan karena apa, ini karena Carol adalah seorang bangsawan kelas atas, sedangkan Lily sendiri adalah seorang gadis desa yang dipinang oleh Carol.
Di bawah tatapan ribuan mata, seorang kesatria berkuda mengenakan zirah dan membawa sebuket bunga datang dari arah utara. Di sekitar kesatria berkuda itu tampak kosong, seorang diri berjalan. Semua orang tampak bingung dengan keadaan kesatria tersebut.
"Apa yang terjadi? Bukankah ini adalah acara pernikahan? Apakah mereka bercanda?"
"Apa apaan ini? Kenapa tidak ada pengiringnya sama sekali? Bukankah ini seperti penghinaan?"
"Persetan... Aku kira ini akan meriah seperti halnya pernikahan bangsawan Linda, tetapi apa apaan ini?"
Yah, dia adalah bangsawan Carol. Belum habis keterkejutan mereka, tiba tiba 200 kesatria berkuda timur dan barat masing masing 100 kesatria datang dengan seragam yang sama dengan pita bunga di atas setiap kepala kuda.
"Persetan... bisa begitu juga ya?"
"Sial, apakah ini acara pernikahan seorang penjabat militer? Aku baru tahu hal seperti ini!"
"Gila, aku terkejut..."
Tiba tiba dari langit muncul 20 penyihir suci dengan karpet merah muncul mengejutkan dunia. Cahaya silau membuat orang mau tidak mau melihat hal itu.
"Sial, apakah itu dewa?" teriak orang orang terkejut. Bukan hal lain mereka menganggap itu adalah dewa, tetapi para bangsawan pasti tahu bahwa itu bukan dewa. Dimana para bangsawan mereka adalah seorang sage agung bermartabat.
"Sial, apakah energi bangsawan Carol begitu hebat? Dia bisa memanggil 20 Sage Agung sekaligus?" ucap seorang bangsawan berbadan gendut di antara para bangsawan lainnya.
"Apa yang kau tahu, bangsawan Carol adalah seorang pejuang terhebat di dunia sihir, tentu saja dia memiliki energi seperti hal itu!" ucap bangsawan lainnya mendengus dingin.
Tiba-tiba sebuah sihir es muncul membuat rintikan hujan es, semua es itu membumbung tinggi menjadi sebuah pilar. Semua rakyat jelata linglung, mereka belum pernah melihat pernikahan seperti halnya itu.
"Gila, begitu indah? Apa apaan ini?"
Seorang bangsawan mendengus kesal ketika melihat seseorang yang banyak omong kosong, "Huh, dasar rakyat jelata, itu adalah seorang penyihir es, kalian rakyat miskin lebih baik diam saja!"
"Kalian para bangsawan terlalu sombong, kamu kira kalian yang paling baik?"
Perdebatan antara rakyat jelata dan bangsawanpun terjadi. Bagaimana tidak terjadi, seorang bangsawan lahir dengan kekayaan, seorang rakyat jelata terlahir dengan kerja keras. Topik mereka tentu saja berbeda dengan dua hal itu.
Setelah Carol melewati pilar es, tiba tiba guntur satu persatu mulai muncul di atas langit, mereka perlahan-lahan mengiringi Carol melewati jalan yang indah itu. Banyak rintangan yang harus di lewati menuju seorang pengantin, butuh keberanian yang kuat agar mereka bisa kembali bersama. Tetapi dengan gagah berani, Carol melaju tanpa mengedipkan mata sekaligus.
"Ya Dewa, dewa memberkati, dewa memberkati!"
"Puji dewa! Semoga mereka bisa bersama selamanya!"
Para rakyat sekali lagi berseru kepada dewa, mereka bersemangat dengan hal itu. Bangsawan hanya kagum, tetapi tidak berlebihan. Bagaimanapun itu semua bukan buatan dewa, tetapi buatan para penyihir-penyihir hebat dan butuh kontrol kuat untuk membangun hal seperti itu.
Setelah melewati bahaya petir, semburan api panas tiba tiba membumbung tinggi, walau begitu Carol tidak berhenti untuk menghentikan api, tetapi hatinya memang sedikit terkejut dengan kobaran api biru itu. Hati Carol tidak bisa tidak memuji pembuat api tersebut.
"Sedikit mengejutkan, tetapi apinya memeng indah, apakah ini bagian tantangan berapi? Baiklah aku pasti akan melewati hal ini!"
Carol segera memacu kudanya kencang, dia dengan hati hati melewati semburan api satu demi satu, semua orang tidak bisa tidak terkejut dan terkagum-kagum dengan gerakan lincah Carol.
"Sial, seperti namanya, dewa perang utara tentu saja adalah yang terbaik dalam hal ini!" ucap seorang bangsawan mendecakkan lidahnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya kagum.
"Sial, sangat tampan, kenapa aku tidak seberuntung gadis desa itu?" wajah para bangsawan wanita tidak bisa tidak memerah melihat aksi heroik Carol, mereka sangat bersemangat ketika melihat Carol yang memacu kuda dan melancarkan aksinya tersebut.
Di bawah tatapan mata semua orang, api tersebut tiba tiba menjadi sebuah badai angin yang kuat, ratusan kesatria di belakang Carol satu persatu mulai mundur tidak bisa melawan badai angin tersebut. Tetapi Carol tidak menyerah, dia tetap memacu kudanya melawan terpaan angin yang kuat tersebut.
Dalam waktu 5 menit terpaan angin kuat tiba tiba berubah menjadi angin sepoi-sepoi, hujan kecil yang menyegarkan muncul sedikit, seorang kesatria berkuda membawa buket bunga yang indah turun dari kudanya.
Dia perlahan-lahan datang menuju seorang wanita dengan kecantikan glamor. Gadis itu tidak lain adalah Lily, seorang bunga desa dan juga seorang dokter profesional yang memiliki tempramen dan kecantikan yang tidak biasa.
Semua orang yang melihatnya tentu saja tidak bisa tidak terpesona dengan kecantikan Lily. Walau begitu, mereka tidak berani mendekati Lily dengan mudah. Bagaimanapun Lily sudah di klaim menjadi pacar seorang dewa perang utara, tentu saja mereka hanya bisa diam.
"Lily, menikahlah denganku!"
Lily tersenyum manis, dia memegang buket bunga tersebut tanda dia setuju. Carol tersenyum senang, dia berjalan mendekati Lily perlahan-lahan. Lily tanpa basa basi langsung menggandeng tangan Carol memasuki ruang pernikahan.
Seorang pastor berdiri di atas mimbar memandangi kedua mempelai seperti baknya seorang dewa dewi yang turun ke bumi.
"Carol Rogward, apakah kamu bersedia berbagi suka duka baik sehat maupun sakit baik kaya maupun miskin tetap selalu mencintai Lily sampai mati?" ucap pastor itu kepada Carol.
"Saya bersedia!"
"Lily, apakah kamu bersedia berbagi suka duka baik sehat maupun sakit, baik kaya maupun miskin, tetap selalu mencintai Carol Rogward sampai mati?" tanya pastor sambil menatap Lily.
"Saya bersedia!"
Begitu Lily menjawab, tepukan meriah datang diantara para pengunjung. Mereka sangat bersemangat ketika mendengar jawaban Lily.
"Maka dari ini secara sah, agama menyatakan bahwa kalian berdua sudah menikah!"
Pernyataan ini keluar langsung menggemparkan seluruh dunia sihir. Seorang dewa perang utara menikah secara sah dengan seorang gadis desa. Dengan itu status Carol diantara para orang miskin meningkat.
Setelah itu mereka berbagi cincin.
Tamat.