Aku mencintaimu dalam diam tak pernah kau tahu itu.
***
Salsabilla Putri menatap lekukan senyum Dirgantara dari kejauhan. Lelaki berlesung pipit itu adalah lelaki yang dikagumi Salsa sejak pertama kali masuk SMA Kebangsaan. Lelaki itu adalah cinta pertamanya.
Salsabilla selalu memperhatikannya tanpa mau mendekatinya. ia lebih memilih mencintai pria manis itu dalam diam.
Sampai suatu ketika.
"Sal, nih buat lo." Andin teman sebangkunya menyerahkan satu kotak kecil yang dihiasi pita berwarna merah muda.
"Emm.. dari siapa?" Salsa mengambil kotak itu dengan wajah yang bingung.
"Secret! Mungkin pengangum rahasia lo kali," ucap Andin cekikikan.
"Hemm! Mana ada sih yang mau jadi pengagum rahasia gue! Gue kan jelek terus gak modis," sahut Salsa.
"Eitssss! Jangan pernah merasa insecure dengan diri lo sekarang! lo itu cantiknya natural. Gue aja kalau laki demen!" Andin mencubit pipi sahabatnya itu.
"Ihhh, gue yang gak mau!"
"Hahahaha! Eh, gue mau kekelas Aldo dulu ya mau ngasihin coklat buat dia," ucap Andin.
"Astaga masih ngarep aja lo sama Aldo." Aldo itu anak Xl IPA 1. Incarannya Andin.
"Terus apa bedanya sama lo," ucapnya bangkit dan berlari lebih dulu. Sebelum Salsa melayangkan buku ke kepalanya. Sudah jadi kebiasaanlah. Kalau Salsa kesal dengan Andin. Perempuan itu akan meluapkan kekesalannya. Tapi, hanya batas wajar. Tidak sampai hati.
Andin sampai hapal gerak gerik sahabatnya itu. Ia lebih baik menghindar terlebih dulu. Sebelum sesuatu menimpa kepalanya.
"Dasar!" teriak Salsa. Dia tak menoleh dan memilih pergi.
"Setelah pulang sekolah temui aku di taman sekolah. Ingat! aku duduk dipojok taman dan membawa gitar. " Itulah isi surat yang ada di dalam kotak itu. Dan sebuah kalung cantik yang menemaninya. Entah, siapa yang mengirimnya. Namun, Salsa sangat bahagia ternyata ada juga yang diam-diam mengaguminya.
'Ah! Rupanya nasib seseorang ini sama denganku yang mengagumi Ka Dirga secara sembunyi-sembunyi. Namun, bedanya Ia mau menampakkan diri, sedangkan aku? Aku terlalu pengecut.' batin gadis berambut panjang itu.
***
Setelah pulang sekolah Salsa pun pergi ke taman sekolah berniat menepati janji.
Salsa mengamati punggung seorang lelaki yang tengah duduk di bangku taman sendirian.
'Mungkinkah pria itu adalah seseorang yang mengirimkan surat kepadaku. cluenya sama persis, dia duduk di pojok taman dan Kulihat ada sebuah gitar di samping bangku taman itu.' batinnya.
"Hei!" Salsa menghampiri lelaki itu dan menepuk pundaknya.
Lelaki itu berdiri dan berbalik badan ke arahnya.
"Hah! Kak Dirga!" batin Salsa, Ia tersipu malu. Setelah menyadari ternyata lelaki yang dikagumi tengah berada dihadapannya.
'Ya Tuhan, mungkinkah?' batinnya.
"Hai, Sal. Maaf aku menyuruhmu ke sini. Aku cuma ingin bilang..." Dirga tampak ragu dan salah tingkah.
'Ada apa ini? Membuat jantungku berdebar saja. Ka Dirga tambah manis saja jika sedang seperti ini," batin Salsa pipinya sudah merah merona.
"Sal sejujurnya... Aku mencintaimu, sudah sejak lama aku menyimpan perasaan ini. Maaf baru sekarang aku berani menyatakannya. Aku sayang kamu Sal," ucap lelaki berwajah manis itu. Ia menunduk tanpa mau menatap Salsa.
Salsa bergeming. Perempuan itu hanya terpaku di tempatnya.
'Apa ini sebuah mimpi? Ataukah kenyataan? Pria yang kucintai ternyata balik mencintaiku," ucap Salsa dalam hati.
Matanya berkaca-kaca. Antara bahagia dan berucap syukur karena Ia tidak mencintai sendirian.
Sudah lama Salsa menunggunya dan mendo'akannya dalam diam. Dan sekarang Dirga datang dan menyatakan bahwa ia mencintai Salsa.
Perempuan mana yang tidak bahagia?
"Apakah kamu mau jadi pacarku, Sal?" tanya Dirga. Perlahan Ia mengangkat wajahnya dan menatap mata perempuan yang dicintainya.
"Iya kak, aku mau!" ucap Salsa mengangguk tanpa ragu.
Lelaki itu pun tersenyum bahagia. Ia menggandeng Salsa dan membawa wanita yang sudah menjadi miliknya itu untuk duduk di kursi dan menikmati petikan gitarnya dan lantunan suara merdunya.
Salsa tersenyum sembari menikmati suara merdu pria yang baru beberapa menit menjadi kekasihnya itu.
'Aku tidak pernah menyangka perasaan dan cinta dalam diamku ternyata berbalas. Aku bahagia, sangat bahagia.' batin Salsa. Ia menarik napas lega.
End.
#WrittenByRara