Aku berada sendirian disebuah ruangan, ruangan yang tak berpenghuni. Benar benar tak berpenghuni dan tak ada sesuatu disini, awalnya ada cahaya. Namun, tiba-tiba cahaya itu hilang ditelan gelap, di ruangan ini hanya ada aku sendirian, keringat mengucur dari tubuhku. Lalu kulihat di kegelapan, ada sebuah bayangan seorang wanita dengan rambut panjang nya, melayang mendekatiku. Aku berlari menuju pintu satu satunya, aku berlari dikegelapan, dan aku merasa ketakutan " Tolong..!! tolong aku !! " seruku ketakutan. Aku berhasil menggapai pintu itu, dan berusaha membukanya namun tak berhasil. Sial ! bayangan itu mendekatiku, dia semakin mendekat dan...
" KRING... KRING .. KRING... "
Aku terbangun dari tidurku, ah syukurlah itu hanya mimpi. Aku pun pergi mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah.
" Vi, kamu udah siap siap kan? " tanya ibuku
" udah bu, ini udah pake seragam " jawabku sambil memakan roti.
" lah , ada apa? bangun tidur kok keringatan gitu? " tanya ibuku heran
" ga papa bu, aku ke sekolah dulu ya !"
Aku keringatan? ya mungkin karena mimpi semalam, masih terngiang di ingatanku, mimpi ini begitu nyata. Sosok bayangan wanita itu, keadaanku saat disana, kenapa begitu nyata?. Ah sudahlah kenapa juga kupikirkan.
Aku sampai disekolahku dan bergegas duduk di kursiku. " Eh vi, btw.. si desy masuk rumah sakit lagi. " ucap Gea. " terus? " tanyaku malas " ih kamu tuh kenapa sih, empati dikit kek ama temen. Dia tuh lagi sakit !" seru Gea kesal. " iya udah jelas kan dia masuk rumah sakit pasti karena dia sakit, gitu aja kok ga tau " jawabku malas. " Aku juga tau itu ! ya maksud aku ayo kita tengok dia. temen temen yg lain juga mau pada kesana !" ajak Gea. " oke deh, pulang sekolah ya " jawabku to the point.
Sepulang sekolah , aku dan beberapa temanku bergegas pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Desy. Kami menggunakan lift, karena dia dirawat di lantai 5, bersamaan dengan kami seorang suster aneh masuk ke dalam lift. Ia terlihat pucat, dan anehnya rambutnya dibiarkan terurai tidak seperti suster lain yang rambutnya di gelung. Haa.. aneh..
Sampailah kami di lantai 5, suster itu pun ikut keluar bersama kami. Tiba-tiba kulihat dia sudah menghilang dan masuk ke sebuah ruangan. Mungkin dia buru buru kali ya , makanya kaya orang yang menghilang. pikirku begitu. Namun, saat ku melangkahkan kakiku menuju kamar Desy. Tiba-tiba...
" To.. long..To.. long..." kudengar suara orang minta tolong. suara yang berat dan terdengar parau, tapi siapa yang minta tolong.
" Ghea.. kamu dengar itu ga?" tanya ku
" denger apa? " tanya Ghea heran
" itu , orang yang minta tolong" jawab ku
" ga ada suara apa apa, kok.. kamu halu ya? " tanya Ghea heran.
Aku bertanya pada teman temanku yg lain tentang suara itu, namun tak ada yang mendengar nya. Hingga aku mendengar lagi suara lain. Ya Tuhan !! kali ini suara tertawa yang menakutkan !! dia terdengar seperti cekikikan, dan bersama dengan suara itu kudengar suara wanita menangis dan seperti suara anak kecil sedang bermain. Ada apa denganku? apa aku berhalusinasi? ketika orang lain tak mendengar suara yang kudengar ini, bukankah artinya aku sedang berhalusinasi?
Aku mengabaikan suara suara itu dan pergi ke ruangan tempat Desy temanku dirawat bersama temanku yg lain. Setelah itu aku bergegas pulang dengan cepat. Dan benar saja, kudengar lagi suara suara menakutkan itu.
" Cukup !! Udah !! " seruku pada pikiranku sendiri. Aku kesal mendengar semuanya, semua halusinasi ini. Sampai saat aku di rumah.
" Vi kamu ga papa nak? " tanya Ibuku yang terlihat cemas.
" aku.. aku ga papa bu " jawabku bingung. Aku masuk kekamarku mengunci pintunya dan segera merebahkan tubuhku di ranjangku. Aku menutup wajahku dengan bantal dengan harapan tak akan mendengar suara suara itu lagi.
" Ke..napa kamu tidak mau dengar kami ! "
Haa.. suara apa itu, suara siapa itu !! Ya Tuhan, suara itu tepat dibelakang ku. Sungguh aku ingin tau suara apa itu, tapi aku juga takut. Baiklah , aku memberanikan diriku untuk menoleh ke belakangku. Dan aku melihat..
" Ya Tuhan ! Astagfirullah.. !! " seruku dalam hati. kulihat seorang gadis sedang duduk di lemariku, wajahnya penuh darah dan rambut nya panjang hingga bawah kakinya. " Too.. Long aku " ucap nya dengan suara yang parau lalu dia tertawa.. HIHIHIHIHI..
" AAAaaa... !! " teriak ku sekencangnya.
Kepalaku pusing dan mendadak semuanya gelap.
Beberapa saat kemudian aku membuka mataku, dan aku sudah ada di ranjangku. disampingku ada ibuku, ayahku dan juga seorang teman ayahku disana.
" kamu udah sadar Vi? Alhamdulillah " ucap ibuku senang.
Apa semua yang kualami itu adalah mimpi.
" kamu harus hati hati ya,jika kamu ngeliat mereka lagi kamu harus ingat untuk berdoa " ucap ayahku. " apa? jadi aku ga mimpi yah?" tanyaku heran. " Teman ayah, Pak Rio. dia bilang mata batin kamu kebuka vi. itu sebabnya kamu bisa melihat yang orang lain ga bisa lihat " terang ayahku memberitahu.
" iya syukurlah, roh jahat yang ikut sama kamu itu ga ngerasukin kamu " terang ibuku
Aku sempat hampir gila mendengar semua penjelasan orang tuaku tentang kemampuan ku ini. Tapi aku tau satu hal, aku harus menahannya dan aku harus lebih kuat dari mereka yang tidak terlihat. Aku bisa mendengar mereka, melihat mereka dan berkomunikasi dengan mereka yang tak bisa dilihat manusia biasa.