Semesta memang suka mengada ngada kisah yang harusnya berjalan mudah dan berakhir bahagia kini terasa rumit.
Perkenalkan namaku Nayra Vilsia biasa dipanggil Nayra. Tahun ini aku baru saja menamatkan sekolahku di jenjang SMA. Singkat cerita ini adalah kisah asmaraku dengan seorang pria bernama Valco.
Valco adalah seorang pria yang baik, walau terkadang dia membuatku kesal. Kami tak pernah bertemu secara langsung karna aku dan dia bertemu di salah satu aplikasi. Kami saling mengenal dengan baik.
Malam itu aku benar benar kesepian, rumahku sepi tak ada siapapun adik perempuanku juga sudah tertidur lelap. Lalu aku membuka ponselku dan masuk ke salah satu aplikasi. Disana terdapat fitur bernama audio room dan aku memiliki keluarga online.
Suatu hari aku masuk kesalah satu audio room milik seseorang, ku lihat ada seorang pria bernama valco yang sedang duduk sendirian di kursi atas. Akhirnya aku menyapanya.
"Hai kak, ngapain sendirian aja?" tanyaku pada pria itu.
"Gpp nay, lagi gabut aja biasa." balas pria itu.
"Kak aku lagi nyari jodoh ni, susah amat dah dapet doi di sini." curhatku pada pria tersebut.
"Kalau sama aku gimana?" balas pria itu padaku. Saat itu aku benar benar tak menduga jawabannya akan seperti itu. Ku kira dia akan membantuku mencari seorang pria namun nyatanya dia menawarkan diri.
Akhirnya kami saling bertukar nomor hp, aku dan dia mencoba untuk saling mengenal satu sama lain. Hingga suatu hari dia menyatakan cinta padaku.
"Nay, mau ga jadi pacarku." ini adalah pesan singkat yang pria itu kirimkan.
Aku benar benat tak menyangka, namun bukankah ini terlalu cepat? walau kami sering bertemu namun kami baru saja saling mengenal. Untuk itu aku meminta waktu sebelum aku menjawab.
"Tolong beri aku waktu untuk menjawabnya." balasku pada pria itu.
"Jangan lama lama." balas pria itu.
Entahlah mengapa dia terkesan menyebalkan, hey aku hanya meminta waktu 1 hingga 2 hari bukannya meminta waktu selama berbulan bulan. Tapi yasudahlah aku memikirkan semuanya secara matang.
"Iya aku mau jadi pacar kamu." kira kira seperti itulah awal dari hubunganku dengan Valco.
Dari awal hubungan ini akulah yang lebih sering mengirim pesan pesan singkat padanya. Tapi aku sudah menetapkan hatiku untuknya apapun yang terjadi nanti.
"Pagi val."
"Kamu lagi apa?"
"Jangan lupa sarapan ya."
"Semangat aktivitasnya."
"Siang Val."
"Udah makan belum kamu."
Ah ya sudahlah mungkin Valco sedang sibuk. Akhirnya aku memilih untuk melanjutkan aktivitasku seperti biasanya. Setelah semuanya selesai aku kembali memainkan ponselku dan mengechek apakah pesanku sudah di balas oleh valco.
"Siang juga nay, udh kok."
"umm."
Sekiranya seperti itulah Valco membalas pesan pesanku.
Hingga suatu hari entah mengapa Valco menjadi lebih dingin daripada biasanya. Aku tak mengerti apa yang terjadi dengannya. Hingga malam haripun tiba.
Valco memutuskan hubungan kita secara sepihak, tentu saja aku terkejut.
"Apakah aku melakukan suatu kesalahan?"
"Apa Valco memiliki masalah?"
Entahlah aku benar benar tak mengerti dengan apa yang terjadi. Hingga dua hati kami tak bertegur sapa, dia juga tak membalas pesan pesan singkatku.
Dan aku benar benar merasa sedih atas kejadian itu, dan aku menangis. Memang benar kami masih baru dalam menjalin hubungan ini, namun aku sudah mencintainya apalagi yang bisa kulakukan?? aku tak tau semoga Tuhan memberi jalan yang terbaik.
Hingga suatu hari aku dan Valco kembali berhubungan dan kembali lagi menjdi sepasang kekasih.
"Pagi val." aku mengirimkan sebuah pesan singkat padanya.
"Pagi juga nay." balas valco.
"Kamu lagi ngapain? baru bangun tidur?" tanyaku lagi.
"Umm." balas Valco dengan singkat.
Andai saja rumah Valco tak jauh dari rumahku, mungkin sudah ku hampiri dia dan ku jitak kepalanya itu agar dia tak dingin lagi seperti kulkas tiga pintu.
Hari demi hari berlalu, banyak kejadian kejadian tak terduga dalam hubungan kami. Ada saja masalah di dunia nyata yang sedang ku hadapi. Hingga aku benar benar binggung dan itu semua mempengaruhi moodku yang sering naik turun.
"Kamu kenapa dari tadi diem aja?" tanya Valco padaku. Saat itu aku sedang ada di audio room bersama yang lainnya. Biasanya aku memang bawel namun hari itu aku diam saja tak seperti biasanya.
"Aku gpp val." balasku.
"Kamu kenapa??" tanya Valco lagi.
Ah hari ini moodku benar benar tak bagus, semuanya terasa berantakan. Mengapa masalah itu kalau datang selalu keroyokan. Masalah yang satu belum selesai masalah yang lain sudah datang.
Akhirnya aku mendiamkan pertanyaan pertanyaan dan pesan singkat yang Valco berikan. Bukan karna apa apa namun aku benar benar merasa pusing.
Ku akui ini adalah tindakan paling bodoh yang pernah aku lakukan. Valco adalah pacarku sudah seharusnya suka dukaku ku bagi dengannya. Namun aku memang tak terbiasa dengan hal hal seperti itu.
Tindakanku membuat Valco marah dan mblokir kontakku. Akhirnya aku bercerita pada salah satu sahabat onlineku yang bernama Jay.
"Jay, aku mau cerita." aku mengirimkan sebuah pesan pada Jay.
"Cerita aja Nay, aku bakalan dengerin ceritamu." balas Jay.
"Aku lagi capek banget sama semua yang terjadi akhir akhir ini. Banyak banget masalah yang dateng dan itu buat aku down. Dan bodohnya aku, aku malah diemin Val padahal dia ga ada salah ke aku. Sekarang dia marah sama aku. Dan ini emang salah aku Jay, gpp kalau dia benci dan marah sama aku. Aku emang ga pantes buat dia." sekiranya ini pesan yang ku kirimkan pada Jay waktu itu.
Aku benar benar sedih dan menangis sejadi jadinya saat itu, aku sangat takut kehilangan Valco, namun aku tak berani menyapanya karna memang aku yang salah. Ditemani gelapnya malam dan dinginnya hembusan angin aku terisak tangis sendiri.
Pada akhirnya Valco menelfonku dan memintaku untuk bercerita tentang apa yang terjadi. Ku ceritakan hal hal yang menjadi bebanku. Dan aku meminta maaf pada Valco atas sikapku saat itu. Dia marah dan itu adalah hal yang wajar.
Hubunganku dan Valco sudah membaik, aku merasa sangat senang.
Hingga suatu malam aku dan Valco sedang bertelfonan dan di situ ada teman kami. Valco memberikan beberapa pertanyaan padaku, dan aku menjawab sebisaku.
Aku benar benar merasa heran dengan apa yang sebenarnya terjadi, ada beberapa pertanyaan yang membuatku sedih.
"Nay, aku mau bilang sesuatu ya." ucap Valco kepadaku.
"Apa val? bilang aja." jawabku pada Valco.
"Sebenarnya, di sini aku udah punya pacar. Dan kamu itu selingkuhanku, maaf ya Nay kalau aku udah nyakitin kamu." ucap Valco padaku.
Aku benar benar merasa terkejut, hubungan kami memang masih satu bulan berjalan. Namun perasaanku bukanlah main main, aku sangat sayang padanya aku sangat mencintainya mengapa semua ini terjadi.
"Nay, tapi aku lebih milih kamu." ucap Valco padaku.
Aku sangat senang mendengar itu semua, namun bagaimana dengan pacarnya yang ada di sana. Hei apakah cinta dan perasaan padaku itu salah?.
Tuhan kali ini ku serahkan semuanya padamu, semoga saja perasaan yang kuberikan padanya bukanlah hal yang salah. Dan bila suatu hari semua berakhir kami akan tetap memiliki hubungan yang baik.
Valco, aku Nayra benar benar mencintaimu, aku benar benar menyayangimu. Jika kamu benar memilihku aku akan berusaha untuk tak mengecewakanmu. Jika mau nanti memilih yang lain ku doakan semoga kamu selalu bahagia.
Ya aku tau, aku dan kamu memang belum pernah bertemu, namun bukankah cinta itu dari hari naik ke mata? hingga seperti apapun kamu Valco, aku akan menyayangimu dengan caraku.
#Cerpen by PuspaRini
#Jangan lupa like
#Vote kalau bisa wkwkwk