Dipagi hari yang cerah terlihat gadis yang lagi asik bermain handphone nya.
"Lia cepat mandi ini sudah jam berapa" ucap ibu dari gadis itu.
"baiklah" jawab Lia sambil meletakkan handphone nya di meja dekat sana.
Lia pun menuju kamar mandi. 10 menit kemudian ia keluar dari kamar mandi itu.
"mama kapan ambil rapot Lia" ucap Lia yang tengah melihat jam dinding.
"iya ini mama berangkat, kamu jaga rumah" jawab ibu Lia.
"oke ma"
Setelah itu ibu Lia berangkat menuju ke sekolah SMP Lia. Hari ini adalah acara pembagian rapot akhir semester. Rapot ini lah yang akan menentukan Lia akan naik ke kelas 9 atau tidak.
Perlu kalian ketahui bahwa Lia selalu mendapat ranking 3 besar semenjak SMP. Saat kelas 7 Lia mendapatkan ranking 1 di kelasnya lalu saat kelas 8 semester 1 Lia mendapatkan rangking 2 dikelasnya. Biasanya Lia gugup saat mendengar akan ada pembagian rapot, tapi kali ini justru dia merasa tenang, Lia merasa bahwa dirinya akan mendapatkan rangking seperti biasanya.
"aku yakin pasti aku dapat rangking 2 kayak biasanya" gumam Lia dengan penuh percaya diri.
Sambil menunggu ibunya pulang, Lia membaca info dari grup sekolahnya dan sambil berkomunikasi dengan temannya lewat WA.
setengah jam kemudian ibu Lia pulang sambil membawa rapot Lia yang dari sekolah nya.
"Lia kenapa kamu bisa dapat rangking 12 ?!" tanya Ibu Lia dengan nada membentak.
Saat Lia mendengar kalimat itu seketika ia merasa seperti sesak nafas dan emosi yang campur aduk, dada Lia tiba tiba merasa seperti ada yang menekannya dengan sangat keras hingga sesak nafas. Karna Lia merasa kaget dan tidak percaya dia pun langsung melihat nilai raport nya. Sedangkan ibu Lia dia mengomel kepada Lia Karna Lia mendapat rangking rendah.
"nilai kamu sebenernya gak jelek banget tapi kenapa bisa rangking mu rendah" ucap ibu Lia yang sedang mengomel itu.
"nilaiku bagus masih sama kaya dulu tapi kenapa bisa rangking ku turun" ucap Lia dalam hatinya sambil merasa sedih.
"kata guru kamu, kamu kalo ngerjain tugas suka telat, udah tau sekarang daring lagi Corona, ternyata tugas daring itu ada jam nya" ucap ibu Lia dengan nada yang kurang enak di telinga.
Karna Ibu Lia emosi akhirnya ia pergi meninggalkan rumah itu dan pergi ke rumah saudaranya. Sekedar info, tidak jauh dari sana ada rumah saudara Lia. Kakak perempuan dari ibunya Lia beli rumah didekat sana. Suami kakaknya ibu Lia adalah seorang kepala sekolah di SMA Jakarta sana. Karna hari ini liburan jadi mereka pulang kampung.
Karna Lia merasa panik akhirnya dia bertanya kepada temannya yang biasa nya ranking 1 itu. Lia berharap yang rangking 1 kali ini bukanlah temannya yang biasa mendapat rangking 1. Lia berharap bahwa banyak yang rangking nya turun. Tangan Lia bergetar saat mengetik, bahkan dia berkeringat saat itu juga. Satu demi satu temannya ia tanya dan ternyata yang rangking satu adalah Yuna. Yuna adalah teman Lia, Yuna biasanya mendapatkan rangking 6/5 tapi kali ini dia dapat rangking 1, aneh bukan? yaps menurut Lia itu adalah hal aneh. Karna para murid meminta wali kelas untuk meng share daftar rangking akhirnya wali kelas Lia meng share daftar rangking ke grup. Hana alias teman Lia yang biasanya rangking 1 ternyata mendapat rangking 3 kali ini. Berapa terkejutnya Lia saat mengetahui hal itu. Saat itu banyak sekali teman Lia yang mendapatkan rangking bagus padahal menurut Lia mereka tidak terlalu pintar. Lia merasa sedih lalu dia menutup handphone nya dan mematikan data kuota. Lia langsung pergi ke kamarnya dan tidak lupa dia menutup rapat pintu kamarnya. Lia duduk di bawah dekat pintu kamar, dia menelungkup kan badannya dan menundukkan kepala.
Hari demi hari berlalu, keadaan Lia semakin buruk tapi dia harus bersikap baik baik saja atau bersikap tidak terjadi apa apa. Lia menyadari sesuatu yaitu Lia sadar bahwa kehidupan dirinya berubah semenjak ia menerima raport itu.
Malam hari, masih di hari yang sama. Lagi lagi Lia mengurung dirinya di kamar. kemana yang lain? tentu saja Keluarga Lia yang lain ke rumah saudaranya itu. Lia sempat berpikir mungkin saudaranya itu akan membenci dirinya Karna jarang ngobrol bersama. Malam yang begitu indah, banyak bintang berkelap-kelip, bulan yang begitu terang, tapi sayangnya Lia sedang tidak baik baik saja.
"semesta jahat sama aku hikss..hikss.." gumam Lia sambil menangis dalam pelukan boneka nya.
"teman teman Lia bahagia tapi kenapa aku malah nangis" gumam Lia sehabis melihat status WA teman dekatnya.
"jahat mereka jahat, mereka gak nanyain kabar Lia sama sekali" Lia semakin nangis sesenggukan.
Malam itu dia merasa hancur, sangat sangat hancur, Lia merasa dunia tidak adil kepadanya.
"aku jarang belajar karna aku capek, tiap hari daring cuman dikasih tugas gak ada materinya. capek hikkss..hikks.." ucap Lia dalam hatinya
"mereka curang..mereka jahat..Lia juga terlalu polos..hikss..hikkss..bodoh kamu Lia" Lia semakin menangis menjadi-jadi. Hati Lia seperti ditusuk-tusuk saat teman dekatnya mengaku bahwa saat ujian dia di bantu oleh orang lain, oleh Karna itu dia mendapat nilai yang hampir sempurna. Sedangkan Lia saat ujian dia hanya mengandalkan otaknya, ya begitulah Lia. Lia adalah orang yang hidup apa adanya, dia tidak berpikir akan mencontek ke media sosial ataupun ke orang lain.
Malam itu yang Lia rasakan adalah hanyalah rasa kesakitan. Waktu ujian saja dia beruntung tidak menyobek kertas ujian nya Karna waktu itu Lia benar benar ingin lari dari kenyataan, Lia ingin tidak mengerjakan ujian itu, yang Lia rasakan saat itu hanyalah lelah. Daring membuat Lia merasa tertekan dan stress pasalnya di sekolah Lia saat daring tidak ada pembagian materi. setiap hari Lia menerima tugas itulah yang membuat nya lelah.
Sejak malam itu, Lia yang dulunya ceria, selalu tersenyum, ramah, peduli dengan orang lain, sekarang dia menjadi pendiam, cuek, tidak bisa tersenyum kecuali kalau dipaksa senyum oleh dirinya sendiri. Lia sempat berpikir bahwa dirinya mungkin kerasukan makhluk halus Karna sikap dan sifat Lia berubah 180° bahkan teman dekatnya pun pernah mengaku kalau Lia yang sekarang sangat berbeda dengan Lia yang dulu.
Hari demi hari berlalu tapi Lia masih merasa tidak baik baik saja. Keadaan Lia masih sangat buruk bahkan semesta juga masih memberinya kesedihan yang mendalam. Tapi Lia tetap menyembunyikan itu dari orang lain. Lia tidak ingin orang lain tahu bahwa dirinya sedang terluka/tidak baik baik saja. Dan selamanya Lia akan menutupi segalanya dari orang lain.
Sekilas Info: Lia adalah anak pertama. Lia memang terkenal pemalu dari kecil. Dia memiliki 1 adik laki-laki. Lia juga tidak terlalu memiliki rasa percaya diri. Lia punya 6 teman dekat di SMP nya tapi dia tidak punya satupun seorang sahabat.
-Tamat-
Note: jangan lupa like teman teman…