Rara namaku.usiaku 17 tahun.aku adalah murid teladan dan penurut di pesantren.
suatu hari di sekolah aku meminjam hp kawanku untuk membuka sosial mediaku karena di pondok tidak memperbolehkan santri membawa alat elektronik apa pun itu,kalaupun ada itu langsung ketahuan dan akan di sita serta tidak akan di kembalikan.
jadi aku diam-diam meminjam hp kawanku di sekolah untuk memposting fotoku di sosial media.
karena aku tidak bisa jika sehari saja tidak memposting fotoku. setelah aku memposting fotoku akupun mengembalikan hpnya.
"rhena, nih hpmu,maacih yah teman terbaik deh"
"iya masama Ra"
"oh iya Ra ada satu hal sih yang buat gue penasaran Sama lu"
"apaan rhen''(tanyaku)
" kan kita ini sekolah negeri yah jadi bebas sih menurut ku di sekolah ini rata-rata 90% tidak berhijab dan 10% berhijab nah yang mau gue tanyakan lu kok betah sih pake hijab Ra?"
"aduh pertanyaan konyol deh rhen"
"gue aja kagak betah berhijab kek lu"
"udah kodratnya kita wajib untuk menutupi aurat rhen"
"coba deh lu sekali-kali post foto gak pake hijab Ra pasti seru,,,lagian lu gak pake sama pake hijab juga tetap cantik Ra"
akupun tertawa mendengar pertanyaan rhena.
"ah bisa aja lu rhen"
"oh iya ra,,lu kan naksir Ama kak Fikri tapi kenapa kak Fikri kagak ada ngelirik lu yah"
"mana gue tau rhen"
"apa karena lu berhijab Ra jadi dia kagak mau"
"ah masa sih masa karena aku berhijab lagian juga sama aja"
"coba deh Ra sekali-kali gak pake hijab ke sekolah"
"sembarangan lu rhen guekan anak pondok jadi wajiblah berhijab apalagi ke sekolah"
"guekan cuma ngasih saran aja Ra...gini aja Ra lu dari pondok ke sini pake hijab tapi pas depan gerbang sekolah lu lepas hijab lu,, gimana?"
"aduh rhen,,rhen,,udah ah malas ladenin kamu"
aku dan rhena pun berjalan keluar kelas.
saat didepan kelas aku tak sengaja menabrak seseorang.
"aduh..."
"maaf Ra gak sengaja Ra maaf yah"
"itukan kak Fikri ( dalam hati)
"oh iya kak gpp...cari siapa kak tumben main ke kelas"
"nyari Reno nih mau ngajak Mabar pulang sekolah"
"oh oke gue duluan yah kak"
"okee Ra"
Rara dan rhena pun berjalan ke arah toilet.
di toilet
"ehem..ehem"
"apaan sih rhen"
"heleh pura-pura gak tau padahal bahagia banget bisa ngobrol sama kak Fikri"
"sok tau ah, buruan sana gue tinggal nih kalo lama"
"iya iya Ra"
setelah dari toilet mereka kembali ke kelas. ternyata di kelas masih ada kak Fikri.kak Fikri pun tersenyum kepadaku.
akupun duduk di bangku ku dan rhena duduk di bangkunya yang agak jauh dari bangku milikku.
aku terdiam memikirkan sesuatu yang di katakan rhena tadi tentang aku yang harus membuka hijabku agar kak Fikri menyukai ku.
tak lama kemudian bel pulang sekolah berbunyi aku pun pulang ke pesantren ku dan masih terpikir kan apa yang di katakan rhena.
"apa aku coba aja besok gak pake hijab yah?lagian juga aku sudah lelah banget berhijab sudah lelah banget pura-pura alim"(terbersit dalam hati).
keesokan harinya seperti biasa Rara pergi kesekolah tapi di depan sekolah dia langsung membuka hijabnya dan memasukkan ke dalam tasnya lalu pergi melangkah ke dalam sekolah.
Saat di sekolah
semua mata tertuju padanya dan hampir 85% tidak ada yang mengenalnya.yap bukan hanya hijab yang dilepasnya tetapi kacamatanya juga,dia memakai soflent untuk membantu nya melihat. disekitar nya banyak yang gak nyangka dia secantik itu jika melepas hijabnya dan betul ada juga yang mengejeknya tetapi hanya 10% karena iri melihat kecantikan Rara.
dari kejauhan rhena berlari menghampiri Rara
"uhhhh cantik banget lu Ra"
"ah masa sih aku hampir gak pede nih gegara lu datangnya telat"
"coba deh lu ke kelas Ra,ada kak Fikri loh di kelas lagi ngobrol Sana Reno"
"yuk rhen"
mereka pun berjalan ke kelas
ketika memasuki kelas Cici yang tidak suka melihat Rara langsung membulinya.
"eh Rara kemarin make hijab kok sekarang kagak yah hahaha"
"emang salah yah gue lepas hijab gue,lah gue juga kan pengen rambut di urai gitu kek kalian..."
"ah alasan, lu lepas hijab karena pengen di lirik kak Fikri kan hayoo ngaku aja lu"
Fikri yang mendengar nya tersontak kaget dengan apa yang dikatakan Cici dan langsung pergi begitu saja.
"loh kok kak Fikri pergi sih"
"pura-pura polos yah lu hahaha"
"asal lu tau yah Ra,lu tuh gak pantes buat Fikri, gak usah munafik deh"
"mulut Lo jangan kurang ajar yah ci"
"oh bisa marah juga yah ,,,kirain cuma bisa tebar pesona" (sambil melangkah pergi)
setelah Cici meninggalkan kelas dan kembali ke kelasnya.rhena menghibur Rara.
"udah Ra jangan di dengerin deh si Cici,,emang suka iri dia liat yang lebih cantik dari dia makanya dia di putusin pacarnya"
"iya rhen gpp kok"
tiba-tiba Fikri datang lagi ke kelas bukan untuk menemui Reno buat ngajak mabar tetapi dia menemui Rara untuk mengajak bertemu pulang sekolah nanti.rarapun menyetujuinya.setelah itu Fikri pun kembali kekelas nya......
beberapa jam kemudian bel sekolah berbunyi tanda pelajaran telah usai.
Rara dan rhena menuju belakang sekolah untuk menemui Fikri.
tetapi rhena tidak ikut dia malah sembunyi di balik semak-semak sambil sesekali mengintip apakah Fikri sudah datang.
gak berapa lama Fikri pun datang.
"hai Ra udah nunggu lama?"
"gak kok baru juga sampe kak"
"gini yah Ra gue mau ngomong sesuatu Ama lu"
"ngomong apaan kak ngomong aja loh ngapain harus di belakang sekolah kan ngomong di kelas juga bisa"
"cuma ini tempat yang tepat,Ra,,,apa benar yang di katakan Cici lu ngelepas hijab lu biar di liat gue?"
"hmm gimana yah???susah jelasinnya kak"
"udah jujur aja Ra"
"hmm sebenarnya sih iya kak..karena udah 1 tahun aku menyukai kak Fikri tapi kakak gak da melirikku walau hanya sebentar"
"Ra..aku suka kamu yang pake hijab,,aku gak suka liat kamu buka hijab kayak gini Ra"
"tapi kakak kan gak suka liat aku pake hijab?"
"Ra...aku menyukai perempuan yang berhijab..kata siapa aku tidak menyukai perempuan yang berhijab"
"kata rhena kak"
"oh rhena mungkin rhena belum dengar semuanya,,,dengar yah ra aku waktu itu ngobrol bareng teman-teman ku di cafe mungkin rhena ada di sana dan mendengar hanya sekilas"
rhena pun yang mendengar nya kaget kalo dia salah ngasih info😭
"mampus gue"(dalam hatinya)
"jadi yang dikatakan rhena salah kak?"
"tidak salah kok,cuma dia belum dengar sampe selesai..yap bener aku tidak suka cewek berhijab...yah cewek berhijab memakai jilbab tetapi dadanya tidak tertutup yah yang memakai hijab yang mempunyai punuk unta di kepalanya"
"jadi..jadi...ini salah paham 😭😭😭😭(sambil merasa bersalah melepas hijabnya)
"udah udah jangan sedih besok pake kembali yah hijabnya Ra,,, sebenarnya kakak tuh suka sama kamu Ra,,, cuma kakak takut buat ngungkapin ke kamunya Ra"
setelah selesai berbicara merekapun langsung tanpa mengatakan satu katapun.
keesokan harinya Rara datang ke sekolah seperti bisa memakai hijab dan kacamatanya.
"sesungguhnya jika kamu mencintai seseorang jangan sampai orang itu melihat auratmu...tetaplah kamu menutupinya karena jika dia mencintaimu dia tidak akan memaksa kamu untuk memperlihatkan auratmu"