Semua orang akan memulai aktivitasnya kembali setelah menghabiskan akhir pekan untuk bersantai. Memulai rutinitas sehari-hari, seperti gadis muda yang satu ini. Ia telah terlihat rapi dan cantik untuk pergi ke cafe tempatnya bekerja. Camilla Belle, biasanya orang-orang memanggilnya Milla, gadis cantik asal Kuba ini memiliki paras yang mempesona dengan kulit kecoklatan, wajah yang cantik dan sikap yang ramah membuatnya banyak disuka orang.
Pagi ini Cafe tempat Milla sangat ramai membuatnya sangat sibuk akan tetapi diantara kesibukan itu Mila tidak sengaja bertatapan dengan seorang pria yang merupakan salah satu pengunjung Cafe. Milla langsung memalingkan wajahnya karena merasakan sengatan yang aneh pada dirinya dan belum pernah dirasakan sebelumnya.
Udara panas di Miami membuat seorang pria tampan asal Kanada ini memberhentikan motornya disalah satu Cafe yang terlihat cukup ramai. Shawn Michaels seorang Photografer seksi yang dapat memikat hati para wanita dari semua kalangan.
Shawn memasuki Cafe dan mencari tempat untuk duduk serta memesan makanan. Diantara kesibukannya yang memperhatikan orang yang berlalu-lalang mata Shawn tertuju pada salah satu pelayan Cafe dan selalu mengamati setiap gerakan yang dilakukan si pelayan. Hingga saat pelayan tersebut mengantar pesanan pengunjung lain tepat di depan meja yang di tempati Shawn mata mereka tak sengaja bertatapan dan itu membuat Shawn tertarik akan pesona mata coklat itu, membuatnya bertekad untuk mengenal pelayan tersebut.
Kesibukan hari ini telah usai, waktunya pulang dan mengistirahatkan tubuh yang lelah akibat aktivitas sehari penuh. Cafe tempat Milla telah tutup dan sekarang ia sedang bersiap untuk pulang ke rumah, setelah berpamitan kepada rekan-rekan kerjanya Milla berjalan ke pintu samping Cafe yang biasa digunakan untuk para karyawan Cafe masuk.
Shawn yang menunggu Milla keluar langsung berdiri dari duduknya dan mencoba menyapa Milla "Señorita" Mila yang terkejut sontak berbalik dan melihat siapa yang menyapanya dan itu adalah pelanggan Cafe pagi tadi. Dengan menyembunyikan kegugupannya Milla mencoba membalas sapaan pria tersebut "Yah." disertai senyum kecil.
Shawn yang tau akan kegugupan Milla tersenyum "Kau akan pulang Señorita? Oh, perkenalan aku Shawn Michaels kau bisa memanggil ku Shawn." kata Shawn sambil mengulurkan tangan kepada Milla. Milla yang terkejut mencoba meredam detak jantungnya dan menjabat uluran tangan Shawn "Milla, Camilla Belle. Dan yah aku akan pulang."
Setelah saling memperkenalkan diri Shawn menawarkan tumpangan untuk Milla dengan alasan sudah terlalu malam untuk seorang wanita berjalan sendirian. Awalnya Milla menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan orang lain dan ia sudah terbiasa pulang sendiri akan tetapi Shawn bersikeras untuk tetap mengantar Milla. Akhirnya Milla pun mau di antar Shawn karena arah tempat tinggalnya mereka yang searah.
Dari perkenalan malam itu hubungan Shawn dan Milla semakin dekat, mereka lebih banyak mengenal satu sama lain. Seperti akhir pekan ini mereka menghabiskan waktu berjalan-jalan ke taman bermain.
Shawn mengarahkan kameranya ke Milla yang sedang tersenyum dengan mengarahkan wajahnya keatas sambil memegang jagung.
Shawn tersenyum melihat hasil jepretannya dan tersenyum ke arah Milla yang memperhatikannya.
Malam ini Cafe tempat Milla bekerja mengadakan pesta untuk ulang tahun berdirinya cafe tersebut. Para pegawai Cafe tidak diizinkan bekerja dan mereka di persilahkan untuk menikmati pesta. Hanya beberapa orang luar yang diundang untuk mengikuti pesta tersebut dan salah satunya adalah Shawn. Dia terlihat sangat akrab dengan orang-orang yang ada di pesta itu.
Pandangan Shawn teralih saat Milla masuk dengan gaun hitam yang memperlihatkan punggung nya. Shawn menghampiri Milla, Milla cukup terpana melihat penampilan Shawn yang simpel tapi terlihat menggoda. Saat musik di putar Shawn mengajak Milla untuk menari, awalnya Milla menolak karena merasa malu tapi akibat bujukan dari Shawn dan dukungan dari teman-temannya akhirnya Milla pun mau. Pesta terus berlanjut hingga dini hari.
Seperti hari-hari biasanya Shawn akan menunggu Milla selesai dari pekerjaannya dan mengantarkannya pulang ke rumah akan tetapi hari ini Shawn mengajak Milla berkeliling untuk menikmati udara malam kota Milan. Akibat cuaca yang tidak menentu menyebabkan mereka harus berteduh akibat kehujanan. Mereka memutuskan untuk menginap di salah satu hotel terdekat. "Selamat malam dan selamat datang, apa ada yang bisa saya bantu." Sapa ramah resepsionis hotel tersebut. "Kami ingin memesan 2 kamar untuk malam ini." Kata Shawn "Maaf, hotel kami hanya tersisa 1 kamar saja." Ucap resepsionis dan itu membuat Milla terkejut.
Shawn yang memandang Milla dan melihat kondisi Milla yang basah kuyup akibat guyuran hujan serta menggigil tidak tega "Baiklah kami akan mengambilnya." Kata Shawn dan kini Milla yang terkejut akan ucapan Shawn. Shawn yang paham akan apa yang di tanyakan Milla langsung berkata "Kau kedinginan Milla dan aku tak ingin mengambil resiko untuk mencari hotel lain saat diluar sedang badai." Kata Shawn dan Milla tersenyum akan kepedulian dan kekhawatiran Shawn terhadapnya. "Terimakasih Shawn." Kata Milla sambil tersenyum ke arah Shawn.
Shawn duduk di pinggir kasur sambil menunggu Milla keluar dari kamar mandi, saat Milla keluar dengan keadaan segar mereka hanya saling bertatapan tanpa ada yang mau memulai pembicaraan akibat suasana yang cukup canggung ini Milla hanya bersandar di tembok dan berhadapan dengan Shawn.
Entah apa yang merasuki Milla, ia berjalan ke arah Shawn dan Shawn langsung berdiri untuk menyambung kedatangan Milla. Entah siapa yang memulai terlebih dahulu tapi malam itu mereka lewati bersama.
Hubungan diantara mereka tetap berjalan seperti biasanya terlepas dari kejadian malam itu. Hal yang mungkin memunculkan kekecewaan dihati Milla tapi ia tidak ingin merusak hubungannya dengan Shawn dan Shawn yang terlihat baik-baik saja seolah-olah tidak ada kejadian apapun diantar mereka.
Menyelesaikan rutinitas pekerjaannya dan bersiap untuk pulang itu yang sedang dilakukan Milla sekarang. Ia berharap saat keluar dari Cafe dia dapat menemukan Shawn menunggunya di atas motor seperti sebelumnya, akan tetapi harapan itu pupus saat tidak menemukan apapun hanya ada mobil dan motor yang melintas di jalan raya.
Sudah hampir seminggu Shawn tidak pernah menemuinya di Cafe bahkan telfon genggamnya pun tak bisa di hubungi itu membuat Milla sedih dan merasa kehilangan, akan tetapi Milla tak bisa melakukan apapun dia hanya berharap masih bisa menemukan Shawn.
Saat sampai di apartemennya, Milla yang telah merasa lelah fisik dan hati tidak memperhatikan sekitarnya saat ada seseorang yang berdiri diruang tamu miliknya pun dia tidak melihat dan langsung berjalan menuju kamarnya.
Milla berdiri di depan jendela kamarnya, melamun memandang luar dan terkejut saat ada tangan atau lebih tepatnya seseorang yang memeluknya. Milla berbalik dan terkejut melihat orang itu, oang yang dirindukannya, orang yang membuatnya kacau dan sedih. Milla memeluk Shawn erat menumpahkan semua yang dia rasakan dan Shawn balas memeluk Milla tak kalah erat dan mengusap rambut Milla saat mendengar Isak tangis Milla.
"Are you okey Señorita?." Kata Shawn sambil melepaskan pelukan Milla. Milla hanya diam tanpa mau menjawab "I'm sorry, I'm really busy to prepare something for someone." Kata Shawn dengan tersenyum sambil menghapus air mata Milla, Milla hanya diam tanpa mau menjawab. Tiba-tiba Shawn berlutut dihadapan Milla sambil mengeluarkan kota cincin dan mengulurkan kepada Milla "Señorita will you age whit me?." Kata Shawn sambil tersenyum, Milla yang terkejut hanya mampu meneteskan air mata dan memeluk Shawn sambil berkata dengan terisak "Yah, I will." Ucap Milla dan Shawn balas memeluknya serta mengecup keningnya.
END