Disebuah ruangan yang kotor, dengan banyak debu dan sampah dimana mana, bahkan sarang laba-laba sudah menghiasi hampir setiap sudut ruangan itu.
Disana terdapat lima orang perempuan yang sedang mengelilingi seseorang yang tengah meringkuk dibawah, lima orang perempuan itu saling bergantiang untuk menendang tubuh seseorang itu, sedangkan yang ditendang hanya diam dengan rintihan yang sesekali keluar dimulutnya.
Ia hanya bisa pasrah menerima takdirnya, ingin membalas mereka? tapi ia bisa apa? bahkan tenaga untuk berlari keliling lapangan saja tidak ada, apalagi untuk melawan sekumpulan wanita ini? ahh... sudahlah.
*** ✎ ***
Airia Shalsabilla, seorang wanita dengan paras yang cantik dan imut, senyum manis yang terukir diwajahnya membuat siapa saja pangling ketika melihatnya, rambut hitam yang menjuntai dengan panjang sepinggang, iris mata coklat dengan tambahan bulu mata yang lentik, serta bibir mungil berwarna cerry itu, membuatnya terlihat mempesona dimata kaum lelaki.
sangat sangat sempurna, pikir mereka.
Tetapi kenyataannya, itu hanyalah pikiran mereka, bukan sesuatu yang sebenarnya, walaupun Airia sangat cantik dan mempesona tapi itu hanya kelebihan dari seorang manusia, jika ada kelebihan pasti ada kekurangan.
Ya! kekurangan yang dimiliki Airia adalah ia mempunyai fisik yang lemah serta sifatnya yang pemalu membuat beberapa orang yang iri akan kecantikannya memanfaatkan kelemahan Airia, mereka membully, menghina serta tak segan segan melakukan kekerasan pada Airia.
Apakah tidak ada yang menolongnya?
Maka jawabannya adalah tidak, bukannya tidak ada yang ingin menolong, mereka hanya takut akan menjadi incaran empuk selanjutnya, selain sifat Airia yang pemalu, ia juga tidak terlalu pandai dalam bersosialita sehingga ia tidak memiliki satupun teman dikelas.
Apakah para lelaki dikalas tidak membantunya? bukankah Airia cantik?
Tidak, tidak, walaupun wajah Airia cantik, tapi tak semua orang menyukainya, mereka hanya mengagumi kecantikannya, untuk cuci mata... selain itu, para lelaki takut akan orang orang yang membully Airia, karena mereka adalah anak dari pengusaha kaya dan terpandang dinegrinya.
*** ✎ ***
Bukk! Bukkk!
" Heh! sitengil ini berani beraninya merayu Angga! lo tau kan kalo Angga itu punya gue! " Ucap seorang gadis dengan tampang menor serta rambut pirang blonde miliknya.
Srettttt
Suara robekan terdengar, dan itu dari rok Airia yang kini robek hampir setengahnya.
" Ups robek! maaf gue gak sengaja " ucapnya dengan tatapan bersalah yang dibuat buat.
Melihat itu malah membuat empat orang wanita yang lain tertawa terbahak bahak.
" Haha! astaga Ris... lo kok hebat banget ektingnya, Haha! " seru salah seorang wanita yang bernama Putri.
" Haha bener tuh kata putri, lo perlu ikut ajang kompetisi Indonesian Idol Ris " Ucap Naya yang berada disebelah putri.
" Heee... kok Indonesia Idol sih, harusnya tuh Master Chef kali, haha " tawa seorang wanita yang berada disamping kanan Putri, namanya Chika.
" ngapain pada ngelantur semua, harusnya tuh masuk Ninja Warrior... " Ujar Sarah yang disambut tawa oleh keempat wanita itu.
" Bisa diem gak sih lo pada! berisik amat dari tadi..." bentak Riska yang merupakan ketua dari empat wanita yang tadi tertawa.
Hening...
" Heh j*lang... kok diam diam aja, dah mati lo! " Riska mendekat kearah Airia lalu mencengkram rambut Airia kuat kuat yang membuat Airia mendongak keatas.
" Denger gak apa yang gue bilang sebelumnya? " ucap Riska menekankan setiap kata.
" ... "
Airia hanya diam, ia tidak dapat lagi bersuara, ia merasa lemas dan ingin segera menutup matanya.
" Kalo gue ngomong tuh dijawab anjj* " Riska membanting tubuh Airia dengan kasar yang membuat Airia meringis kesakitan.
" Lo l*cur rendahan beraninya ngerayu Angga, mentang mentang lo cantik jadi lo bisa ngegoda Angga gitu, gak bakal bisa !! "
Brukkk...
Tendang Riska ketubuh Airia yang membuatnya terlempar kearah belakang dan mengenai tumpukkan kursi kursi rusak yang memang sudah berada disana.
Riska menghampiri Airia yang tengah terkulai lemas di tumpukkan kursi kursi itu, ia langsung mengambil rambut Airia dengan kuat lalu menyeretnya menuju ketempat awal.
" Mana pisaunya?! " tanya Riska kepada keempat temannya itu.
" Nih! ada sama gue " ucap Naya memperlihatkan sebuah pisau lipat.
Riska yang sudah berada disana langsung mengambil pisau lipat itu, ia menarik kuat rambut Airia hingga membuatnya mendongak keatas.
" Heh! gue tuh udah sebel banget tau gak liat muka lo itu " Ucap Riska yang mulai memainkan pisau lipat ditangannya.
Melihat pisau lipat itu membuat Airia merinding takut, dengan suara serak dan lemahnya, ia memohon dengan memegang salah satu kaki Riska.
" Ja... jangan... "
" To... tolong ja... ngan... "
Melihat Airia yang memohon seperti itu membuat Riska jijik terhadapnya, ia pun melepaskan kakinya yang dipegang oleh Airia.
" Jijik banget sih lo " ucap Riska sambil mendorong dahi Airia kuat.
Beberapa detik setelahnya, Riska hanya menatap diam kearah Airi yang tengah meringkuk itu, lalu...
" Hehe... sini sini sayang... " Riska tersenyum ngeri yang membuat Airia makin merinding ketakutan.
" Jangan takut... ga sakit kok, rasanya cuman kaya digigit semut " ucap Riska mendekat kerah Airia.
" Ja... jangan... " ucap Airia tergagap dengan air mata yang sebelumnya ia kira sudah kering ternyata menguyur pipinya lagi.
" Ehh kok nangis sih... " Riska memasang wajah cemberutnya lalu didetik berikutnya ia tertawa terbahak bahak.
" Hahaha! Astaga Airia...Airia... segitu aja udah nangis, pasti takut banget yah kalo wajah cantik lo itu jadi buruk rupa, abisnya kalo buruk rupa lo gak bakal bisa ngegoda orang orang lagi yekan... "
" Gak Ris... Ak... aku... ta... kut da...darah " ucap Airia tersendat sendat sambil menatap kearah Riska.
Riska yang ditatap pun bukan merasa kasian ia malah semakin marah ketika melihat wajah cantik Airia yang membuat Angga sang pujaan hati tidak menghiraukannya.
" Jujur aja b*ngsd, lo itu takut kalo nggak bisa ngerayu Angga lagi kan " Riska menunjuk Airia dengan pisau lipatnya.
Riska langsung mencengkram wajah Airia lalu mengarahkan pisau lipat itu kearah pipi mulus Airia.
" Akhhh !! "
Teriakan menggema ketika pisau itu menyayat wajah Airi.
Ngilu? perih?
itulah yang Airia rasakan, dengan tubuh gemetar ia mencoba menahan, tapi apalah daya, ia benar benar takut dengan situasi yang seperti ini, bahkan luka goresan kecil ditangannya saja bisa membuatnya hampir pingsan, dan dia terluka juga tanpa disengaja.
Sedangkan saat ini, goresan dari pisau lipat terasa hampir keseluruh tubuhnya, ia benar benar takut... darah kini mengalir membasahi pipinya berbarengan dengan air mata yang kian menderas.
Airia menangis, ia merasakan seluruh tubuhnya panas dengan detak jantung yang berdetak cepat, penglihatannya kini mulai mengabur, ia melemah tidak berdaya hingga ia pingsan karena tak kuat menahannya.
" Heh gitu aja udah pingsan, lemah banget sih lo! " ujar Riska lalu membuang pisau lipat yang dipenuhi darah itu kesembarang arah.
" Yok cabut " ucap Riska kepada teman temannya, lalu keluar dari gudang itu meninggalkan Airia sendiri.
Putri, Naya Dan yang lain awalnya diam, ia tidak menyangka bahwa Riska, temannya itu melakukan sesuatu seperti itu, mereka kaget sekaligus merinding melihat pemandangan didepan mereka, sampai Riska selesai setelah membuat dua goresan dipipi Airia dan melihat bahwa Airia kini pingsan.
Mereka berempat pun tersadar dari keterkejutannya ketika mendengar bunyi sesuatu yang terlempar. menatap Riska yang kini berjalan mengahampiri mereka, Riska mengatakan untuk segera pergi dari sana, mereka hanya mengangguk lalu berjalan kerah pintu mengikuti Riska.
Kini mereka berjanji bahwa mereka tidak akan membuat masalah kepada Riska jika tidak ingin berakhir seperti Airia...
*** ✎ ***
Kini Airia telah bangun dari pingsannya, ia menatap sekeliling melihat sekitaran yang sangat berbeda dari apa yang dilihatnya terakhir kali, ia berada disebuah ruangan yang bersih dan terlihat mewah, bahkan ia baru sadar bahwa saat ini ia tengah terbaring dikasur yang berukuran Queen-sized itu.
" Ah! dimana ini?... " tanyanya dalam hati, ia mencoba bangun dari tidurnya, namun itu sia sia, seluruh badannya terasa pegal dan sakit.
Kreettt
Suara pintu terbuka, mengagetkan Airia yang tengah berusaha untuk duduk itu.
Airia menatap kearah pintu, terlihat seorang wanita cantik yang tengah tersenyum kepadanya, tapi Airia tidak mempedulikan senyum manis dari wanita itu, ia hanya melihat kearah wajah wanita itu, setelah diperhatikan dengan seksama yang membuat Airia semakin kaget, wajah itu... sangat mirip dengannya...
" Hayy " sapanya sebari berjalan menuju kasur tempat Airia berada.
" Si... siapa anda? " ucap Airia yang melihat wanita itu menghampirinya.
" Ah Aku lupa memperkenalkan diri, bodohnya aku " ia menepuk jidatnya pelan.
" Perkenalkan, namaku Arien Valencia Smith, putri pertama dari keluarga Smith.
" Keluarga Smith? " tanya Airia bingung, ia memiringkan kepalanya sedikit, mencoba mengingat tentang Keluarga Smith yang diucapkan wanita itu, sampai saat ia mengingat dan membuatnya membelalakkan matanya.
" Apakah keluarga Smith yang terkenal itu, pemilik dari perusahan terbesar se Asia? "
Melihat keterkagetan Airia membuat Arien terkekeh geli, ia mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Airia.
Melihat anggukan itu membuat Airia semakin kaget, ia takut sekaligus cemas, ia bertanya tanya apakah sebelumnya ia pernah menyinggung keluarga Smith? atau kah ada yang menginginkan nyawa keluarganya? tapi kenapa? itulah yang saat ini ada dipikiran Airia.
Melihat ekspresi yang ditunjukkan Airia kepadanya membuat Arien makin tertawa terbahak bahak, sampai saat dimana seorang lelaki tampan masuk begitu saja yang membuat Arien berhenti tertawa lalu menatap tajam kearah lelaki itu.
" Apa yang kau lakukan disini? " ucap Arien kepada lelaki itu.
" Apalagi kalo bukan melihat adikku yang sudah lama tidak bertemu " ujar lelaki itu.
Airia yang melihat ada seorang lelaki tampan yang datang menatap heran ketika mendengar percakapan Arien dan lelaki itu.
" Adik? " tanyanya yang membuat dua sejoli yang saling adu mulut itu berhenti berdebat.
" Hemm... sebelum itu perkenalkan dulu, nama saya adalah Ardantte Sebastian Smith, anak pertama dari keluarga Smith. " ucapnya dengan perkenalan ala ala bangsawan kerajaan.
" dan maksud dari 'adik yang sudah lama tidak bertemu' itu, itu dimaksudkan kepadamu "
" Kepadaku? kenapa? " tanya Airin
" Karena kamu adalah kembaranku, Irien Rosellia Smith yang ikut bersama mommy " Jawab Arien.
" Kembaran? Aku? "
" Iya " angguk Arien
" Apakah kau memperhatikan wajahku, bukankah wajah kita sama? bahkan sangat sangat mirip " ujarnya.
Airia kembali menatap wajah cantik Arien, dan benar apa yang dikatakan oleh Arien, wajah mereka benar benar mirip. Tiba tiba ia teringat akan perkataan Arien tentang mommy nya, ia panik lalu bertanya kepada Arien.
" Mommy, mommy dimana? apakah dia juga berada disini, apakah ia tahu akan keadaanku saat ini? " tanya Airia panik, ia tidak ingin mommy itu tau bahwa dirinya slalu dibully disekolah, ia selalu menutupi luka lebam yang ia dapat dari orang-orang yang membullynya
" Tenang saja, saat ini mommy berada disini kau tak perlu khawatir..." ujar Ardantte menenangkan Airia.
" ...dan soal keadaanmu saat ini, mommy tau dan merasa bersalah, ia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga kamu " sambungnya
Airia merenung, ia tahu jika mommynya itu tau akan keadaannya maka ia akan menyalahkan dirinya sendiri. " Lalu dimana mommy sekarang? "
" Mommy saat ini sama Daddy, katanya sih Deddy mau hukum Mommy " jawab Arien
" Daddy? menghukum? Ah! apakah Mommy akan dihukum karena ku? " tanya Airia cemas.
" Ah! kau tak perlu khawatir adikku, palinganjuga mereka lagi buat adik " ucap Arien asal asalan
" Buat adik? " tanya Airia bingung.
" Iya buat ad... "
Pukk!
Mendengar jawaban asal asalan dari adiknya itu kepada adik satunya yang masih polos membuat Ardantte kesal, ia langsung menepuk mulus Arien yang ingin mengatakan sesuatu yang sakral itu kepada adik polosnya.
" Gila lo ya! main tabok tabok aja! " Arien memegang bibirnya yang ditepuk oleh kakaknya itu.
" gausah ngomong yang aneh aneh " ucap Ardantte menatap tajam kearah Arien.
Arien hanya mendengus kesal, walaupun ia orangnya agak bar bar, tapi ia tidak berani dengan Daddy dan kakaknya itu.
" Oh iya adik, apakah kau ingin membalas orang yang membullymu itu? " Tanya Arien mengalihkan membicaraan.
" Ah! aku bisa apa untuk membalas mereka, aku sangat lem... " ucap Airia terpotong.
" ssstttt! jangan mengatakan bahwa dirimu lemah, jika kau lemah maka aku akan jadi kuat untuk membantumu, kau tidak sendiri, karena kita kembar dan karena kita keluarga "
Kata kata Arien membuat Airia terharu, ia merasa bahwa ia tidak sendiri untuk menghadapi kejamnya dunia, ia memiliki Arien kembarannya sekaligus kekuatannya.
Airia yang sebelumnya sudah pasrah akan hidup, putus asa, dan menyerah kini bangkit kembali, terlihat kombaran api semangat dimatanya, ia bertekat untuk membalas orang orang yang membully nya, karena ia tidak sendiri, ia memiliki kembaran, saudara dan kedua orang tua, keluarga yang sangat diidam idamkan olehnya.
*** ✎ ***
Satu bulan berlalu...
Disekolah Royal Ingland Akademi, tepatnya didalam toilet wanita yang terdapat tulisan * dilarang Masuk, Toilet Rusak *. disana diterdapat enam orang perempuan yang berbeda beda tampilan. empat orang dari enam wanita itu sudah memiliki banyak luka lebam dimana mana, sedangkan satu wanita lagi kini tengah berada dilantai dengan kondisi yang hampir babak belur.
" Heh! lemah banget sih, gitu aja udah loyo... " ucap seorang wanita yang kini tengah menginjak punggung wanita yang berada dilantai itu.
" Cuih! dasar j*lang, lihat saja nanti, kau akan habis setelah ini " ucap wanita yang berada dilantai itu kepada wanita yang menginjaknya.
" Aku takut sekali... " ucapnya sambil memperagakan orang yang tengah ketakutan.
" Heh takut kan kau sekarang! " senyum mengembang diwajah wanita yang berada dilantai itu, tapi di detik berikutnya ia langsung terlonjak kaget ketika rambutnya ditarik paksa dan membuatnya mendongak keatas.
" Tentu saja takut... tapi apakah aku akan membiarkan kau mengatakan semua ini pada Ayahmu itu " ucapnya dengan senyum mengerikan.
semua orang yang berada di toilet itu bergidik ngeri ketika melihat senyum mengerikan yang ditampilakan oleh wanita itu.
" Airia kau akan menyesal jika melakukan itu terhadapku " Ucap Riska pada Airia yang tegngah menarik rambutnya itu.
Ya! mereka adalah Riska dan gengnya. serta Airia atau bisa dibilang Arien, kembaran Airia.
_ Flashback on _
Satu bulan yang lalu, Airia kembali lagi kesekolah, tapi itu adalah Arien yang menggantikan Airia karena ia sedang menjalani perawatan. Karena mereka kembar dan wajah mereka sangat mirip tentu tidak akan membuat orang curiga, hanya sifatnya saja yang membuat orang bertanya tanya.
Jika sifat Airia lemah lembut dan baik hati maka Arien adalah kebalikannya. Ia sangat dingin dan cuek terhadap orang orang disekitarnya kecuali keluarganya, ia akan berubah 90° dari sifat aslinya, dan itu akan semakin membuat Airia dan Arien sangat sangat mirip.
Di awal bulan Arien masuk sekolah untuk menggantikan Airia tidak terjadi apa apa, mereka hanya bergosip tentang perubahan mimik wajah Airia atau sebagainya, sedangkan untuk geng Riska, mereka kini tengah berlibur dipantai bali untuk merayakan... entah, mungkin merayakan karena telah merusak wajah Airia.
Dipertengahan Bulan juga tidak terjadi apa apa karena saat itu waktu orang orang hanya disibukkan dengan persiapan untuk mengikuti ulangan akhir semester,
Saat diakhir bulan, ketika semua orang selesai dengan soal soal ulangan dan tinggal menunggu kenaikan kelas serta kelulusan untuk siswa siswi kelas 12.
Riska dan gengnya kini berulah lagi, saat itu ia mendengar dari orang orang yang memang sekelas dengan Airia, bahwa wajah Airia baik baik saja, tanpa goresan sedikitpun, bahkan kini wajahnya terlihat mengintimidasi daripada biasanya.
Riska kesal mendengar itu lalu mendatangi kelas Airia dengan menendang pintu kelasnya dengan kuat.
Brakkk
Terlihat bahwa Airia sedang tidak ada dikelas, Riska bertanya kepada teman sekelas Airia dengan tatapan yang tajam.
" Dimana sij*lang Airia itu? " tanya Riska menatap tajam kearah seorang wanita berkacamata yang berada dekat dengannya.
wanita itu hanya diam, ia menggigil ketakutan dengat tatap Riska hingga membuat Riska kesal lalu mencengkram wajah wanita itu.
" Lo bisu yah?! " bentak Riska terhadap wanita itu.
" An... anu... Airianya tadi ke toilet " ucap salah seorang wanita yang duduk disebelah wanita berkacamata itu, ia memberanikan dirinya karena tidak ingin melihat temannya itu menjadi salah satu korban Riska dan gengnya.
" Cih! bilang dong dari tadi " ucap Riska lalu pergi meninggalkan kelas itu dan menuju kearah toilet wanita.
Saat masuk, ia melihat seorang wanita yang tengah duduk santai di wastafel yang ada ditoilet, wanita itu menyilangkan kakinya serta menopang dagunga dengan tangannya.
" Wajahmu ini.... Oh apa kau operasi plastik? pasti banyak kan uang yang kau keluarkan... " ucap Riska ketika melihat wajah Airia yang masih mulus tanpa goresan satupun diwajahnya.
Riska menghampiri Airia, lalu membelai wajahnya, Airia hanya diam menatap Riska dengan wajah datarnya.
" Berapa banyak orang kaya yang sudah kau dan ibumu itu tiduri... " ucap Riska ingin mengejek Airia.
Mendengar sang Mommy diikutsertakan oleh Riska membuatnya marah, ia akan biasa saja jika dirinya dihina dan dicaci maki tapi jika menyangkut pautkan keluarganya maka Arien tidak bisa tidak marah. ia langsung mendorong tubuh Riska kuat hingga membuatnya tersungkur. Arien pun lalu menelfon bawahannya yang memang berada disekolah, ia menyuruh untuk melarang orang orang untuk masuk ke toilet wanita apapun caranya.
Dan setelah itu, terjadilah baku hantam yang dilakukan oleh Arien, bersyukur karena toilet itu kedap suara jika tidak maka teriakan serta isakan tangis yang memilukan akan terdengar disekitar sana.
_ Flashback Off _
*** ✎ ***
Keesokan harinya, disekolah Royal Ingland Akademi terdengar riuh, siswa siswi disekolah kini tengah membicarakan tentang keluarga Smith yang katanya akan berhadir kesekolah untuk melihat kenaikan kelas sang putri dari kepala keluarga Smith, tuan Tristan Willian Gham Smith.
Mereka juga bertanya tanya siapakah putri dari sang CEO perusahaan terkemuka itu, kenapa mereka tidak mengetahuinya, oh! apakah ia low profile.
Dari gosip yang beredar selain kedatangan Tuan Smith kesekolah untuk melihat putrinya, pihak sekolah juga akan mengumumkan tentang kepemindahan pemilik sekolah Royal Ingland Akademi ini kepada Tuan Smith.
Kini lapangan telah terisi penuh dengan siswa siswi serta guru guru dan para orang tua murid dari Sekolah Royal Ingland Akademi.
Bahkan kedua orang tua Riska dan gengnya juga datang, walaupun mereka kini sibuk, tapi mereka tetap datang katena mereka ingin menuntut kepada orang yang membuat putri mereka babak belur.
Riska dan gengnya memang sengaja dilepaskan oleh Arien, ia ingin melihat apa yang akan Riska The Geng lakukan setelah ia melepaskannya.
Dan benar saja dugaan Arien, mereka mengadu kepada orang tua mereka, seakan akan bahwa mereka yang tertindas.
" Cih dasar manja " gumam Arien yang tengah berbaris dilapangan dengan teman teman sekelasnya.
Acara kelulusan, kenaikan kelas serta pembagian hadian untuk para murid berprestasi akhirnya dimulai. dimulai dari sang kepala sekolah yang berpidato lalu setelahnya adalah upacara kelululas bagi siswa siswi kelas 12, isak tangis menyelimuti mereka semua, mereka tidak menyangka bahwa saat ini, detik ini, mereka akan lulus dan akan memulai kehidupan dewasa mereka.
Dua jam lebih berlalu, tetapi tidak ada tanda tanda keluarga Smith akan datang, hingga acara penyerahan hadiah untuk murid berprestasi pun dimulai.
_ a few minutes later _
Akhirnya sampailah pada kelas 11 MIPA 2, yaitu kelas Airia atau Arien, kini wali kelas Ibu Eny Daratunndya naik kepanggung untuk mengumumkan siapa saja yang akan menjadi juara kelas.
Dimulai dari juara ketiga, Nabila Maharani, yang memang sangat pintar dikelas, kemudian juara kedua, Angga Rifaldy putra, dia adalah ketua kelas sekaligus ketua Osis sekolah Royal Ingland, selain memiliki wajah yang tampan dan rupawan, ia memang terkenal akan kepintaran serta kecerdasannya, itulah yang membuatnya menjadi ketua Osis disekolah.
Angga juga sering membantu Airia ketika sedang kesusahan atau apabila Riska dan gengnya membully Airia, ia akan membelanya. Tapi sayang, Angga tidak mengetahui akan sebuah kenyataan, karna kepeduliannya itu lah yang membuat Airia menanggung sakit diseluruh tubuhnya ketika ia dipukul habis habisan oleh Riska dan gengnya.
Tapi kini, semuanya akan berbeda, karena sumber kekuatan Airia telah kembali padanya, ia akan kuat walau memiliki tubuh yang lemah jika bersama dengan kembarannya, Arien...
" Sekarang kita umumkan juara pertama dari kelas 11 MIPA 2 sekaligus juara pertama keakademi.... " ucap Ibu Eny dengan lantang, membuat siswa siswi terkejut dengan apa yang dibicarakan oleh wali kelas dari kelas 11 MIPA 2 itu.
sedangkan dikelas 11 MIPA 2, kelas Airia, kini ricuh dimana mana, mereka bertanya tanya siapa yang menjdi juara pertama itu, sedangkan orang terpintar dikelas telah mendapatkan juara dua.
" Juara pertamanya adalah.... " ucap ibu Eny menggantung, membuat seluruh murid menahan nafas serta jantung yang berdetak kencang.
" tepuk tangan untuk Airia Shalsabilla Nazmie yang memenangkan juara pertama kelas serta Juara pertama seakademi dengan nilai 9998. silahkan untuk nak Airia untuk naik kepanggung " teriak penuh semangat ibu Eny serta mempersilahkan Airia untuk kepanggung.
Sedangkan para siswa dan siswi dikelas Airia maupun dikelas lain terkejut dengan mulut yang menganga serta mata yang membelalak.
Airia atau Arien yang melihat itu hanya cuek bebek saja, ia berjalan dengan santai kearah panggung dan berdiri disamping Angga, Angga yang melihat itu awalnya juga terkejut tetapi ekspresinya langsung berubah didetik selanjutnya.
Kini penyerahan hadiah dan penghargaan untuk kelas 11 MIPA 2 dimulai, sampai sebuah suara menghentikan Ibu Eny yang kini tengah memberikan hadiah kepada Airia.
" Heyy gadis j*alang " teriak seorang wanita dari arah duduk para orang tua murid, wanita itu adalah Anne, ibu Riska. Ia melihat sebuah pesan yang dikirimkan oleh anaknya bahwa orang yang memukuli putrinya itu adalah gadis yang bernama Airia itu.
Anne berdiri sambil menunjuk kearah Airia yang memasang muka bodoamat, sang suami, tuan Ryan juga terkejut melihat istrinya itu, sampai Anne menceritakan bahwa anak yang tengah berdiri dipanggung itu adalah anak yang memukuli putri semata wayangnya.
Tuan Ryan tentu saja marah, Riska adalah putri kesayangannya walaupun ia tidak terlalu memperhatikan Riska karena urusan pekerjaan, ia dan istrinya serta orangtua dari gengnya Riska berjalan kearah panggung dimana ada Airia serta ibu Eny berada.
" Apakah kamu yang memukuli anak saya? " tanya Ryan dengan tenang agar tidak menyebabkan kegaduhan.
Arien hanya diam, ia menatap kesetiap orang yang datang menghampirinya itu, lalu berkata " Iya, kenapa? masalah? " ucap Arien dengan santainya.
mendengar jawaban itu membuat tuan Ryan memerah menahan amarah, seadang Riska dan geng tersenyum penuh kemenangan.
" Kenapa kamu memukuli anak saya? " ucap tuan Ryan yang berusaha menahan amarahnya.
" Kenapa yah... emang pantes aja kali ya "
Ucapan yang Arien lontarkan itu mampu membuat segel yang menahan tuan Ryan itu terlepas, ia sudah dipuncak kemarahan dan ingin menampar Airia, tetapi sebelum tangan lebar tuan Ryan mengenai pipi mulus Arien, suara gemuruh terdengar disekitaran sekolah, angin kencang serta dedaunan beterbangan kesana kemari.
" Lancang sekali! kau pikir kau siapa hingga membuatmu berani untuk menampar wajah cantik putriku " teriak seseorang didalam sebuat Helikopter yang kini mulai berada ditengah tengah lapangan.
Semua orang yang berada disana menyingkir sejauh jauhnya agar tidak tertipa angin yang dihasilkan oleh baling baling Helikopter itu. disaat Helikopter itu mulai mendarat lalu keluarlah seorang pria yang memakai Jas berwarna hitam serta Jubah kebesarannya, lalu setelahnya keluarlah seorang pemuda tampan dengan kacamata hitam betengger diwajahnya, pemuda itu saat ini tengah mendorong sebuah kursi roda yang diduduki oleh sseorang gadis cantik, disebelah pemuda itu terdapat wanita yang cantik dengan rambut hitamnya yang disanggul.
Melihat siapa yang baru saja keluar dari Helikopter itu membuat kepala sekolah serta guru guru dan orang tua murid yang memang mengenali pria itu menunduk memberikan salam kepadanya.
"" Selamat datang kepada Tuan Smith dan keluarga "" ucap mereka serentak.
Pria itu hanya mengangguk menanggapi lalu ia pun berjalan menghampiri Arien, dan berkata.
" Apakah putriku ini mendapatkan juara pertama " ucap pria itu yang tak lain adalah Tuan Tristan Willian Gham Smith.
" huh tentu saja, Arien kan anak yang pintar " ucapnya dengan bangga.
" Heh! biasa aja tuh " nyinyir pemuda tampan yang tak lain dan tak bukan adalah Ardantte Sebastian Smith, kakak dari Arien dan Irien atau Airia.
Arien hanya membalas dengan dengusan, sedangkan kini siswa dan siswi semua orang terkejut akan pembicaraan tuan Smith itu, Riska serta orang orang yang sering membullyn Airia kaget serta merasa panik, orang tua Riska dan geng juga kini menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar.
" Oh iya! tadi... apakah kau ingin menampar pipi mungil putriku yang manis ini " ucap tuan Tristan menatap tajam kearah tuan Ryan yang kini diam membisu.
" Ti... tidak tu... an Smith, sa... saya tidak bermaksud seperti itu... " jawab tuan Ryan gugup.
" lalu... "
" saya hanya bertanya kenapa dia memukul putri saya hingga babak belur, lalu saya... " ucap tuan Ryan terpotong.
" apakah kau membuat anaknya babak belur " tanya tuan Tristan pada Arien.
" Yeahh... "
" bagus sekali... " Tuan Tristan mengacak acak rambut Arien.
Jawaban dari Tuan Trista tentu membut Tuan Ryan serta yang lain bertanya tanya.
Anne yang notabennya sangat menyayangi putrinya itu mendadak kesal mendengar jawaban tuan Tristan, kekesalannya itu membuat ia lupa akan sosok berkuasa yang berada didepannya itu.
" Dasar! anak sendiri melakukan kekerasan bukannya dimarahi tapi malah ikut senang, pasti anak sama bapa sama aja! " teriak Anne dihadap Tuan Ryan.
Arien dan Ardantte yang mendengarkan itu hanya menatap kasian kepada Anne ' ' ' ck ck ck... sungguh kasian, ia kini membangunkan raja singa yang sedang tertidur nyenyak' ' ' mungkin seperti itulah artian dari tatapan mereka berdua.
" Heh... berani sekali kau mengata ngatai aku dan putriku yang cantik ini " ucap Tuan Tristan dengan senyuman yang mengerikan.
Melihat senyuman itu membuat Anne tersadar, ia pun langsung mengumpat dibelakang punggung tuan Ryan.
" To... tolong maafkan istri saya tuan... dia hanya tidak sadar dengan siapa yang berbicara... " mohon tuan Ryan.
" Ohhh... tidak sadar yahh... oke, oke. " mengangguk anggukan kepalanya.
" oh kau tadi bilang bahwa putriku melakukan kekerasan tapi aku malah tidak memarahinya, kenapa? cobalah tanya pada putri kesayanganmu itu, APA YANG SUDAH IA LAKUKAN TERHADAP PUTRIKU YANG SATUANYA!! " Bentak Tuan Ryan yang membuat siapa saja merinding mendengarnya.
" lihatlah putri kecilku yang berada dikursi roda, dia saat ini sudah tidak bisa bisa berjalan, dan itu semua... ADALAH SALAH PUTRIMU ITU! "
Semua orang yang awalnya memperhatikan tuan Tristan dan tuan Ryan pun beralih menatap seorang wanita cantik yang tengah duduk dikursi roda, wanita itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan Airia, bahkan semua orang yang berada disana bingung dengan apa yang mereka lihat.
" Ah sebelum itu perkenalkan, dia adalah Putriku, namanya Arien Velencia Smith " tunjuk tuan Tristan kearah Arien.
" sedangkan yang berada dikursi roda itu adalah kembarannya, Irien Rosellia Smith atau yang sering kalian kenal dengan nama Airia Shalsabilla Nazmiea" menatap kearah Airin dengan sendu.
" sedangkan yang tengah memegang kursi roda itu adalah putraku satu satunya, Ardantte Sebastian Smith dan disebelahnya adalah istriku tercinta Michailly Nazmiea Smith " ujar tuan Tristan memperkenalkan keluarganya.
Mendengar pernyataan itu tentu saja membuat semua orang kaget, apalagi Riska dan geng, mereka sudah gemetar ketakutan.
Setelah mengatakan itu, tuan Tristan menyuruh orangnya untuk membawa Riska dan geng kehadapannya serta beberapa orang yang juga sering membuli Airia, putrinya itu.
Tuan Tristan sebenarnya ingin menghukum mereka dengan kejam hingga mereka hanya dapat memilih satu pilihan yaitu, Mati.
Tapi karena putrinya Irien yang memang memiliki sifat baik hati dan pemaaf seperti halnya istrinya, ia pun mengalah, ia hanya menghukum dengan cambukan sebanyak 10 kali untuk lelaki dan 5 kali untuk wanita, sedangkan untuk Riska dan gengnya spesial yaitu 8 kali cambukkan.
Sebenarnya itu sudah murah hati bagi sang tuan Smith, memberikan hukuman berupa cambukkan saja. tapi bagi mereka yang melihat serta yang mengalaminya tidak, itu benar benar sebuah penyiksaan untuk mereka.
Setelah penghukuman selesai, kini orang yang membully Irien meminta maaf kepadanya, itu membuat Irien senang karena mereka meminta maaf dengan tulus kecuali Riska dan gengnya, mereka merasa kesal dengan keberuntungan Airia yang memiliki keluarga lebih kaya dibandingkan keluarganya.
Tapi Irien tidak memperdulikan itu, ia tetap senang karena mereka telah menadapat balasan serta meminta maaf dan berjanji untuk tidak melakukan pembullyan lagi, tanpa Irien sadari ada empat pasang mata yang kini menatap intens dengan senyum smirk diwajahnya.
_ Bersambung _
Terimakasih telah membaca, semoga suka <3