Di pagi hari yang indah, terlihat seorang gadis perempuan bernama Putri yang tidur dengan lelap tanpa terusik akan burung-burung yang berkicau dibalik jendela kamarnya. Dia pun terbangun dari tidurnya akibat tirai yg terbuka dan menampakkan sinar matahari yang indah. "Uhhh" dia pun mengeluh sambil meregangkan tubuhnya. "Pagi sayang. Skarang mandi. Ibu dan ayah tunggu di bawah, kita sarapan", ucap sang ibu sambil tersenyum. Anak gadis yang sudah berusia 17 tahun itu pun lekas mandi dan berpakaian SMA nya dan terlihat culun.
Di SMA Elit kalangan orang kaya terlihat sekelompok gadis yang berisikan 4 orang berjalan berlawanan arah dengan putri yang sedang menunduk. Saat sudah dekat salah seorang gadis bernama Nadia menyodorkan kaki dan Putri terjatuh. "Akhh" ringisnya. Salah satu gadis bernama Rosa menjambak rambut Putri untuk membuatnya mendongak ke arah mereka. Gadis bernama Dini juga ikut menampar muka Putri sampai membuat kacamata culun miliknya terhempas kesamping. Dan bos dari ketiga gadis tadi Nabila menginjak kaki Putri, "pagi culun, ini adalah sapaan pagi kami hari ini", ucapnya yang diiringi dengan senyum sinis. Ya, begitulah hari-hari yang dilalui gadis culun tersebut, dibully dibully dan dibully.
Dikelas seluruh murid sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing termasuk pelaku bully dan korban bully yang seorang pun tidak ada yang peduli sekejam apa yang mereka lakukan. Ya, mereka sedang melempari Putri yang terduduk di lantai dengan buku, sampah dan minuman yang membuat seragamnya kotor dan bau. Setelah bosan dengan kegiatannya 4 orang gadis tersebut pergi keluar kelas dan pergi ke kantin dengan santainya seperti tak ada yang terjadi. Sedangkan Putri, dengan keadaan yang sudah menangis berlari ke arah kamar mandi dan membersihkan pakaian sambil terisak. Begitula keseharian Putri di kelas yang satu orang pun tak peduli bagaimana sakit yang ia rasakan, bahkan guru-guru tak ada yang peduli karna Nabila adalah cucu kesayangan dari kepala sekolah tersebut.
Waktu pulang pun tiba, ibu Putri menyambut putri kesayangannya dengan hangat. Tetapi seperti biasa sang putri hanya membalasnya dengan senyum singkat. Sang ibu selalu penasaran kemana senyum ceria gadisnya ? Kemana sikap manja putrinya ?. Dan saat ditanya putrinya hanya menjawab "tak ada apa-apa ibu. Aku baik-baik saja. Aku tak berubah, aku tetap seperti putrimu yang dulu. Aku hanya kelelahan", dengan senyuman yang menyimpan kesedihan dibaliknya.
Sang ibu diam-diam menyelidiki ke sekolah putrinya dan dikejutkan dengan yang dilihatnya saat ini yaitu anaknya yang sedang didorong dan dijambak oleh temannya dengan senyum yang meremehkan. Ibunya berteriak "apa yang kalian lakukan pada putriku". Keempat gadis itu terkejut. Sang ibu menghampiri anaknya dan langsung menjumpai gurunya sambil berteriak dan menangis. Dan akhirnya ibunya tau seperti apa masa-masa kelam yang dilalui putrinya selama SMA nya. Akhirnya keempat gadis itu hanya dihukum skors karena salah satu dari mereka adalah cucu kepala sekolah. Tidak adil ? Ya, itula yang dirasakan gadis culun yang dibully. Orang tuanya memutuskan untuk memindahkan sekolah putrinya ke sekolah yang lebih sederhana dan meyakinkan bahwa kejadian seperti dulu tak terjadi lagi.
10 tahun pun berlalu, sekarang gadis culun yang dulunya korban bully sekarang menjadi seorang wanita karir yang cantik dan mempesona. Dia sekarang menjadi seorang dokter yang hebat disalah satu rumah sakit besar. Tidak diduga ternyata ada seorang wanita berusia 27 tahun dirawat di rumah sakit tempat putri bekerja, dimana wanita tersebut mengidap penyakit kanker stadium akhir yang kemungkinan dia hidup hanya tinggal beberapa saat saja bernama Nabila. Ya, Nabila pelaku bully Putri semasa SMA. Nabila malu dan menangis bertemu dengan Putri sembari mengucapkan "maaf. Maafkan aku, kumohon." Dengan isak pilu yang menyedihkan. Putri pun berkata "aku sudah memaafkanmu 10 tahun lalu", dengan diiringi senyum indah tulusnya.
Ya, jangan pernah membully seseorang sebab kita tidak tahu seperti apa masa depan yang akan kita lalui dan melakukan bully pun tak ada gunanya bagi kehidupan kita. Dan cara terbaik untuk membalas orang yang telah meremehkan kita adalah dengan hidup lebih baik dan lebih baik dari mereka, itu lebih baik dari pada harus balas dendam kepada mereka, memaafkan itu baik walaupun terkadang itu sulit untuk diterima diri sendiri.
~The End~