Cowokku Idola disekolah
Pagi itu gerbang sekolah baru saja dibuka,jam dipergelangan tanganku menunjukkan waktu masih pukul 6.15 pagi,dihalaman sekolah masih segelintir murid yang hadir,baru ada penjaga sekolah dan pak Yogi,pak Yogi adalalah guru BP disekolahku,akupun langsung menuju kelas untuk menaruh tasku,kemudian aku menuju kantin yang berada di halaman belakang sekolah,sesampai dikantin sekolah,aku memesan sepiring nasi campur,lalu duduk dibangku yang tersedia dikantin itu,langsung saja aku meyantap sepiring nasi campur yang diantar sama bi Srinil,penjaga kantin itu,”Minumnya apa,non!”,tanyanya padaku,”mmmm teh hangat aja bi!”,sahutku,setelah beberapa saat,tengah asyiknya aku menikmati makananku,ada tangan menyodorkan segelas teh kedepanku,”ini tehnya sayangku!”,ucapnya,aku angkat wajahku mencari siempunya suara itu,kulihat tatapan manis berhias senyumya yang tipis menggoda,dia teman sekelas aku Dennis namanya,sambil mendesah dan senyum dingin kubalas sapaannya,”nanti aku lapor sama Hany lo,dasar play boy”, sambil ia duduk dihadapanku Dennis menjwab kata-kataku padanya,”siapa takut!,” lalu ucapnya lagi,”kaliankan bersahabat,lagian cowokmu Pram juga sahabat aku”,sambil ia menyantap makanan dipiringnya,”terserah deh!,”balasku sambil melangkah meninggalkan bangku ku,sementara aku berjalan dikoridor menuju kekelasku,dari arah belakangku ada tangan menepuk pundakku,tanpa sengaja aku tepiskan tangan yang memegang pundakku itu,tapi terkejutnya aku,tangan itu kembali meraih tanganku,memang suasana hatiku lagi marah,karena ulah Dennis dikantin sekolah.tangan itu menarikku,tak ayal tubuhkupun terputar dan begitu kumelihat siempunya tangan itu,akupun terkejut,yahhh wajahkupun jadi kiku,aku jadi salah tingkah,bagaimana tidak,sosok itu adalah Pram,cowok aku,kulihat matanya menyorot tajam menatapku,langsung kutundukkan kepalaku,kudengar desahan nafasnya sambil ia merengkuh tubuhku kedadanya,”ada apa,apa ada yang salah”,kudengar suara khasnya,ia mengusap punggungku,akupun ingin mengeluarkan kekesalan hatiku,kusemakin merapat kedadanya,iapun mencium rambut kepalaku,untuk sesaat kubiarkan ia memanjakanku,setelah kurasa nyaman perlahan kutarik wajahku dari dadanya,lalu kutengadahkan wajahku untuk menatap wajah Pram kekasihku,mataku memanja menatapnya sambil aku berikkan senyum manis pada Pram, kemudian ia menggandeng tanganku menuju kedalam kelas.
Aku dan Pram memang satu kelas,sekarang aku dan dia adalah murid kelas XII di salah satu Sekolah Menengah Atas yang ada dikotaku.Pram adalah ketua OSIS disekolahku,yah sudah dua tahun berturut-turut Pram terpilih menjadi ketua OSIS,iapun ketua tim Basket disekolah,ia memang cowok yang keren,bahkan ia termasuk murid yang cukup berprestasi disekolah,selain wajahnya yang memang tampan hihihihi,aku bangga jadi ceweknya,tapi ini rahasia ya,”aku dan Pram jadian berpacaran baru sekitar tujuh bulan”,sebelumnya itu aku dan dia hanya pertemanan,maklum sebelumnya ia sudah punya pacar,mantannya itu murid disekolahku juga, Cuma beda kelas,Pram putus hubungan dengan mantannya sudah satu tahun,itu pengakuannya Pram sama aku,Pram dan mantannya,mereka sudah berpacaran sejak dibangku Sekolah Menengah Pertama
Bel tanda sekolah usai berbunyi,akupun melangkah keluar kelas,menyusuri halaman menuju gerbang sekolah,begitu aku sampai didepan gerbang sekolah kubelokkan langkahku kekiri menuju kehalte Bis kota,aku berdiri dihalte itu menunggu Bis kotanya datang,tapi tiba-tiba Pram menghampiriku lalu ia menarik tanganku,akupun mengikuti langkahnya,sambil ia memegang tanganku,Pram melangkah menuju sepeda motornya yang ia parkir tidak jauh dari halte Bis kota,ia lepaskan genggaman tangannya dari tanganku, lalu tangan Pram mengambil sebuah helm yang tergantung di bagian depan motornya kemudian ia memakaikannya dikepalaku dan menguncinya hingga bunyi klik,setelah itu ia mengenakan helm dikepalanya,tiba-tiba ia menghadap kearahku,sambil sedikit merundukkan tubuhnya yang atletis itu,dua tangannya meraih kedua tanganku,mengarahkan ke pengunci helmnya,sambil ia berkata lembut,”sayang,coba kuncikan helmku,”tangankupun memegang pengunci helm Pram,memasukkannya lalu menekan kedua sisi sampai pengunci helm itu berbunyi klik,lihat senyumnya yang menggoda itu,mulai membuat aku sedikit grogi,dadakupun berdetak kencang,kurasa wajahkupun memerah.
Tak lama kemudian Pram memacu sepeda motornya diantara kendaraan lainnya yang lalu lalang,ia mengarah jalur luar kota,aku tak bergeming,sambil memeluknya erat ,aku duduk di boncengan.sesampai dijalanan pinggir pantai Pram menhentikan sepeda motornya,berteduh dibawah rindangnya pepohonan yang berjijir ditepian pantai,aku dan Pram tetap duduk diatas sepeda motor itu, melepas helm,lalu helm digantung di setir sepeda motor,kupeluk semakin erat tubuh Pram dan kusandarkan kepalaku dipunggungnya,Prampun meremas lembut kedua telapak tanganku,terasa desahan nafas bergemuruh didalam dadaku dan dadanya,untuk beberapa waktu aku dengan Pram hanyut dalam rasa dan kebisuan,hanya terdengar dedaunan tergesek angin dan suara ombak pantai ,membuat rasa dihati semakin terbawa suasana, kupejamkan mata ,kunikmati suasana,aku dan Pram diam tanpa kata,lalu kurasa pram menarik tanganku lebih erat,”sayang,aku sangat mencintaimu,kamu bagaimana,apa kamu mencintai aku?”,tanya Pram padaku,sedikit canggung ku menarlk tubuh dan wajahku dari punggungnya,kemudian aku turun dari boncengan sepeda motornya ,kini aku berdiri dihadapan Pram,sementara ia masih duduk diatas sepeda motornya,aku tatap matanya dalam-dalam,aku ingin tau apa yang ada didalam hatinya,aku sedikit gusar dengan kata=kata yang Pram ucapkan padaku beberapa saat yang lalu,kulihat Pram mengernyitkan dahinya sambil menatap wajahku,iapun mengangkat kedua tangan dan bahunya sambil berucap,”why?”,mendengar itu,akupun hanya bisa menghela napas,dan memberi ekspresi wajah kesal padanya, mungkin ia merasa tak nyaman dengan sikapku,iapun turun dari atas sepeda motornya,lalu ia berdiri dihadapanku,iapun meraih kedua tanganku,kemudian menggeggamnya,”jawab aku!”,pintanya padaku agak memaksa,jari-jari Pram menyentuh pipiku,pandangan matanya menusuk hatiku,tiba-tiba kedua tangan Pram kutarik dari wajahku,kutundukkan wajahku,kupandangi hamparan pasir ditempatku berdiri,aku merasa bingung dengan perubahan sikapnya dan itu membuat aku merasa tidak nyaman berada didekatnya
Memang tujuh bulan yang lalu saat aku dengan Pram memulai hubungan yang dari tadinya hanya pertemanan,menjadi sepasang kekasih,tak memberi dampak dihatiku,karena memang aku menyukainya,maka waktu Pram mengatakan kalau ia menyukaiku semuanya bisa kuterima begitu saja,kemudian Pram dan aku sepakat untuk hubungan berpacaran,selama tujuh bulan ini memang aku dan Pram jadi dekat,kami sering terlihat bersama,bahkan kedekatan aku dan Pram dapat dilihat oleh siapapun termasuk oleh semua teman dan sahabat,aku dan Pram kalau menghadiri setiap acara selalu berdua dan datangnya bersama-sama,hubungan kami sama seperti teman-teman lainnya yang berpacaran,aku dan Pram saling memanggil sayang,tapi tidak pernah dengan kata,” mencintai”, seperti yang Pram ucapkan saat ini,ucapan kata cinta darinya padaku membuat hatiku bingung,pikiranku kosong.kata cinta seperti kata yang asing ditelingaku.mulut Pram yang terbiasa berkata,”sayang,sayang dan sayang padaku,kini berganti dengan kata cinta?!,tanya dalam hatiku,sambil tetap tertunduk.Kemudian aku sampaikan kata hatiku padanya,”aku masih butuh waktu untuk menjawab itu,Pram!,”lalu perlahan kuangkat wajahku,kutatap wajahnya,mulutnya terkatup rapat dan matanya memandangku sayu,tanpa sadar aku memeluknya,karena aku memang menyayanginya,Prampun membalas pelukanku,”baiklah,aku akan menunggu jawaban darimu,aku selalu menyayangimu,”ucapnya sambil tetap memelukku,kemudian ia menarik tubuhnya dari pelukkanku,sambil saling menatap,ia kembali berkata padaku,”tapi Lia,aku juga mencintaimu”,haahh!,Pram menyebut namaku,sekali lagi hatiku tersentak,mungkin selama tujuh bulan yang keluar dari mulut aku dan Pram hanya panggilan sayang,sepertinya aku jadi terlena karena biasa dengan kata sayang Pram padaku.
Kulihat senyum manisnya kembali merekah,pandanganyapun kembali lembut,membuat hatiku yang sesaat tadi tegang,kembali merasa nyaman didekatnya,kupeluk manja tubuh Pram,iapun membalas dengan kehangatan,untuk sesaat bibirku dan bibirnya bertemu untuk saling memberi energi,yang menumbuhkan rasa sayang antara aku dan Pram jadi lebih lagi.
Hari sudah hampir gelap,angin pantai membuat tubuhku merasakan dinginnya hembusan angin senja dipantai itu, melihat itu,Prampun menarikku lebih dekat kesisinya,”mari kita pulang”,ajaknya,akupun mengangguk kepadanya,iapun mengambil helm kemudian memakaikannya dikepalaku,sambil memakai helmnya ia naik keatas sepeda motornya,ia menarik tanganku,dan berkata padaku,”Sayang kuncikan helmku,”akupun lalu mengunci helmnya.aku duduk diboncengannya,Pram melajukan sepeda motornya,kembali kurengkuh tubuh kekasihku,sepeda motor terus melaju membawa Pram dan aku membelah malam.
Keesokkan hari,aku merasa tubuhku merasa sakit,akupun tak mampu bangun dari tempat tidurku,ada ketukkan dipintu kamarku,kemudian pintu terbuka ibu menghampiriku,”bu,badan lia rasanya sakit semua,”kataku pada ibu,ibu mengulurkan tanganya,menyentuh dahiku,”Ia,kamu demam lia!”,ucap ibu,sambil memandangku penuh kasih sayang,ibupun keluar dari kamarku dan tak lama ibu masuk kembali kekamarku sambil membawa baskom berisi air,ibupun duduk disamping ranjangku,lalu ia mengompres keningku,untuk beberapa saat ibu membolak- balik kain kompres,mencelup kain ke air dibaskom lalu kembali menaruh didahiku,berulang beberapa kali,lalu ibu mengukur suhu badanku dengan alat yang selalu dipakai untuk mengukur suhu badan, sesaat kemudian kulihat ibu mengangguk sambil tersenyum,”istirahatlah,ibu masakkan dulu bubur untuk sarapanmu”,ucap ibu sambil menaruh kain waslap dikeningku,aku mengangguk sambil tersenyum pada ibu,namun didalam hatiku merasa bersyukur dan berterima kasih,karena ibu selalu ada untukku,sambil membawa baskom air ibu melangkah keluar dari kamarku.
Hari ini aku tidak bisa masuk sekolah,hpku berdering,tanganku menggapai hpku yang ada diatas meja samping ranjangku,,”hai lia”,terdengar suara Pram,ia menyebut namaku,dan itu baru kali kedua setelah kemarin saat aku dan dia berada dipantai,memang hatiku jadi agak kikuk,mendengar Pram memanggilku dengan sebutan namaku,”kenapa tidak masuk sekolah hari ini,yang?”,tanyanya lagi,suara diseberang hp terdengar menghawatirkanku,Pram memang seorang kekasih yang baik,itu yang aku rasa selama ia dan aku berpacaran dengannya,bahkan sewaktu masih berteman iapun menjadi teman yang baik,ia tidak sombong,walau dengan kelebihan yang ia punyai,Pram adalah sosok seorang teman yang baik untuk teman-temannya semua,”Aku tidak apa-apa,sekarang aku sudah baik-baik saja,”jawabku manja padanya,”sungguh baik-baik saja,sayangku,”tanyanya lagi padaku,”heeemm,tapi aku rindu kamu,”kembali suara manjaku terucap padanya,”hhmm,aku juga rindu,”balasnya,lalu katanya lagi padaku,”Sudah dulu sayang,aku mengikuti pelajaran dulu ya,mmuuaachh”,kemudian Pram menutup hpnya.
Sesaat kemudian aku melihat Ibu masuk kekamarku, sambil membawa nampan datang menghampiriku,aku melihat diatas nampan ada semangkuk bubur dan segelas air,ibu menaruh nampan itu diatas meja kecil yang ada di samping ranjangku,lalu ibu duduk dipinggiran ranjang sambil memegang mangkuk bubur,ibupun menyuapi aku, sampai bubur dimangkuk yang ada ditangan ibu ludes,setelah ibu memberi aku minum obat,ibu menyuruh aku tetap ditempat tidur,untuk istirahat,kemudian ibu melangkah keluar dari kamarku,akupun mengambil buku novel yang ada di selorokkan meja disamping ranjangku,lalu kusandarkan badanku ditumpukkan bantal dan mulai membaca isi buku novel yang ada ditanganku,hampir seharian waktuku berlalu dengan hanya membaca buku novel sambil beristirahat diatas ranjangku.
Hari mulai malam,langit diufuk barat merona merah,sesudah selesai mandi aku duduk-duduk diteras depan rumahku,ditemani segelas teh panas dan sepiring kecil ubi rebus,sesaat kemudian ibu menghampiriku lalu ia duduk diseberang meja,ibu juga menaruh segelas teh panas dan sepiring ubi rebus,aku dan ibu,berbincang sambil menikmati senja.Dirumahku memang hanya ada aku dan ibu,tapi kami tidak hanya berdua,ada kakakku juga,kakakku hanya sekali-sekali datang,karena ia sudah memiliki Apartemen sendiri,kakakku sudah hidup mandiri,ia sudah bekerja disuatu perusahaan.Malam semakin larut aku dan ibu melangkah masuk kedalam rumah,lalu aku pergi kekamarku untuk tidur,sementara aku berbaring,hpku berdering,kuambil hpku,sambil duduk diatas ranjangku,kuangkat hpku,kemudian kudekatkan ketelingaku,”malam,lia sayang,gimana,sudah lebih baikkan sekarang?,atau aku perlu ketempatmu,untuk obati rinduku,mmmm!”,seru suara Pram,suaranya terdengar lembut,sejenak jantungku berdebar ,kuhela nafasku mencoba mengusir debaran didalam dadaku,harapku ia merasa apa yang sedang kurasa saat ini,kulihat jam didinding kamarku menunjuk pukul 835,kurasa masih ada waktu untuk bertemu denganya,”boleh,lagian aku juga rindu sama kamu!”,ucapku,terdengar jawaban dari ujung sana,”baiklah,aku kerumahmu sekarang,”sambungan hppun terputus,aku segera melonjak girang,aku berkaca untuk merias tipis wajahku,kusapu bibirku dengan lipstik warna merah jambu,kurapikan rambutku,kugapai gardigan sambil melangkah keluar kamar ,ada ibu masih duduk diruang tengah,ia sedang menonton tv,sambil terus melangkah aku berkata pada ibu,”bu,lia mau bertemu Pram!,”ibu melihat ulahku sambil menggelengkan kepalanya,langkahku melesat seperti peluru lepas.
Sesaat kutunggu Pram,aku berdiri diluar pagar rumahku,sigap kedua mataku menangkap sosok Pram sambil mengendarai sepeda motornya menghampiriku,berhenti tepat didepanku,Prampun turun dari sepeda motornya,lalu melangkah mendekatiku,ia berdiri tepat dihadapanku,akupun memeluknya,sementara Ia membiarkan tubuhnya kupeluk,posisi tanganku yang pertama ada dipinggangnya,kugeser kepundaknya,sepertinya Pram tau apa yang aku mau,iapun mengusap bibirku dengan punggung tanganya,lalu ia mengecup pipiku,tapi aku kemudian mengalungkan kedua lenganku melingkar dilehernya,sambil kutatap matanya, ia menggodaku dengan senyum nakalnya dan kerlingan manis matanya,kucoba bertahan dengan mengunci bibirku,tapi rupanya iapun tak mau mengalah,ia mendekatkan bibirnya,tapi aku menarik wajahku menjauh,”hheeehhmm,”sambil mendesah bibirnyapun menggamit lembut bibirku,entah untuk beberapa lama aku dan Pram saling berciuman,waktupun tersita untuk melepas rasa rindu,saat itu akupun menyadari ada sesuatu yang lebih, yang terasa dihati,aku mungkin mulai merasakan cinta,rasanya begitu beda,membuat aku merasa tak bisa jauh darinya,perasaanku jadi aneh saat itu,sepertinya kumerasa, Pram mencoba menyalurkan energi rasa cintanya kepadaku,dan aku menyadari semakin lama Pram mencium bibirku,kurasa semakin habis energiku,dadaku berdegup kencang,akupun menarik wajahku,untuk terlepas dari ciumannya,tapi anehnya aku merasa hatiku hilang,lalu ada dorongan untuk mengambil milikku kembali,maka dengan kedua tanganku kumemeluknya kembali,kusandarkan kepalaku didadanya,hingga aku merasa debaran didalam dadaku reda,perlahan kutarik wajahku dari dada Pram,namun tangan Pram menahan kepalaku,ia sandarkan lagi didadanya,lalu kini Pram juga membalas pelukanku,Pram menarik rapat-rapat badanku kedalam pelukannya,sambil ia mengelus kepalaku, untuk sesaat aku dan Pram terdiam aku hanyut dalam perasaan di hatiku,akupun kembali mencoba lepas dari dekapan tangannya,lalu kuangkat wajahku dan kutatap wajah Pram yang memberi senyum kepadaku,aku balas terseyum,kemudian kedua tanganku kulingkarkan kelehernya,lalu aku mencium bibirnya,Pram membalas ciuman bibirku,perlahan kulepas bibirku lalu kutarik wajahku,tapi mengapa masih ada perasaan malu menderaku,kutundukkan kepalaku,tak berani aku menatapnya,tangan Pram memelukku,jemarinya mengelus punggungku,saat ini aku merasa hatiku berubah,yang aku rasa ia sekarang jadi bagian dari hatiku,namun semuanya masih belum jelas.
Kugandeng tangan Pram,menuju keteras depan rumahku,aku dan Pram duduk dikursi ,untuk sesaat aku tertunduk diam,karena suasana perasaanku jadi kikuk,ada sedikit rasa malu tapi juga ada rasa sesuatu tumbuh dihatiku,kucoba melihat wajah Pram lewat sudut mataku,tapi yang kulihat wajah Pram yang sedang tersenyum menatapku,akupun semakin jadi salah tingkah,kurasa wajahku jadi memerah,tanpa sadar kututupi wajahku dengan kedua telapak tanganku,kurasa tangan Pram sedang menarik tanganku,ia mencoba melepaskan tanganku yang sedang menutupi mukaku ,sambil tetap memegang tanganku,Pram mencoba menghangatkan suasana dengan meremas lembut jemari tanganku dengan jari-jari tangannya,”badanmu sudah baikkan?”,tanyanya memecah kesunyian,”hhee’em”,jawabku sambil tetap tertunduk, Pram masih memegang tanganku,iapun masih mengusap telapak tanganku, sesaat Pram terdiam,perlahan kuangkat wajahku,mencoba melihatnya yang duduk disamping seberang meja,tapi mataku tak mampu menatapnya,kembali tangan Pram menyentuh pipiku,seperti berusaha menangkan hatiku,tapi tetap saja hatiku masih merasa tak mampu meresponnya,akupun kembali menunduk,lalu iapun berdiri dihadapanku,kedua tangannya menyentuh pundakku,mengangkatnya agar aku berdiri dari tempat dudukku,sambil berkata padaku,”Besok pagi aku jemput ya?,kita sama-sama kesekolah”, harapnya,detik itupun kuberusaha menatap wajahnya hendak menolak tawarannya itu,tapi apa daya,setelah menatap matanya,bibirku terkunci,tak dapat berkata-kata,Prampun tersenyum dan menatapku,lalu ia bertanya,”Dimana ibumu,aku mau pamit pulang!”,seketika kuraih tangannya,lalu menuju ruang tengah,disitu ibu sedang duduk menonton tv,lalu Pram berpamitan pada ibu,setelah berpamitan lalu aku antar Pram sampai depan pintu pagar,sebelum ia naik kesepeda motornya,Pram menghampiriku,sambil memelukku ia berkat,”Aku pamit dulu ,ingat ya yang,besok pagi kita berangkat kesekolahnya sama-sama,besok pagi nanti aku datang jemput’’,aku mencoba menolaknya,tapi Pram menatapku dan ucapnya lagi,sambil mendekatkan wajahnya,”eemm,harus tunggu aku!”,jari-jari tanganya mencubit kedua pipiku,lalu kemudian Pram mengecup keningku,iapun lalu beranjak menaiki sepeda motornya,memakai helmnya,tapi kembali tangannya menggapai tanganku,”tolong kuncikan helmnya untukku,”pintanya padaku,akupun mengulur kedua tanganku untuk kemudian menguncikan helmnya,namun dengan sigap tangannya merengkuh pinggangku,sambil itu ia berkata padaku,”Lia,sayaaang,aku mencintaimu!,”kemudian kataku padanya,”hati-hati dijalan”,dengan suara agak tersendat,”hhee’eemm”,jawabnya sambil menyapu kepalaku,Prampun kemudian mengacu sepeda motornya dan pergi,lalu kubalikkan badan melangkah masuk kedalam rumah,setelah kukunci pintu rumah,aku masuk kamarku,ibupun sudah masuk kekamar tidurnya.kulepaskan gardiganku,kugantung kembali ditempatnya,lalu aku duduk didepan meja riasku,membersihkan wajah kemudian memakaikan cream malam,setelah selesai aku baringkan badan diranjangku,baru saja hendak memejamkan mata untuk tidur,ada wa dihpku dari Pram,yang tertulis,”Sayang selamat tidur,mimpikan aku ya,aku sangat mencintaimu,Lia”,kubalas wa Pram,kutulis,”selamat tidur juga’,kembali Pram membalas wa aku,”Sayang aku rindu kamu,aku telpon ya?”,tanya Pram,tak bisa aku pungkiri lagi perasaanku,perasaanku pada Pram sudah menjadi lebih dari rasa hatiku yang sudah lalu-lalu,”iya”,jawabku membalas wa nya,tak lama hpku berdering,terdengar suara Pram,”belum mengantuk,sayang?”,tanyanya padaku,”hem,belum”,jawabku,”mau aku nyanyikan lagu,gimana?”,ucapnya lagi padaku,”heemm,”kataku,kemudian terdengar suara Pram sedang menyanyi,akupun mendengarkan sambil berbaring diatas ranjangku,beberapa saat lamanya kudengar ia menyanyi,matakupun mulai berat untuk kubuka,aku sangat mengantuk,”Pram,Pram,aku sudah akan tertidur,mataku sudah berat untuk kubuka”,seruku padanya,namun kudengar suaranya pelan menjawabku,”tidurlah,nanti kututup hpku kalau kamu sudah benar-benar tidur,mmuuaacch,Lia cium aku dong!”,pintanya padaku,”mmuuaacch,selamat tidur,sayang”,timpalku padanya,mataku semakin berat,tapi hatiku jadi semakin ringan kurasa,tidak lama kemudian aku pulas dalam tidurku.
Pagi sekali aku bangun,lalu bersiap pergi kesekolah,akupun keluar dari kamar,lalu seperti hari -hari biasanya,kuambil gelas,kemudian kubuka pintu kulkas,kutuang susu ke gelasku,setelah minum susu itu aku melangkah keluar rumah,hendak pergi kesekolah,kulihat ibuku sedang menyapu dihalaman,sambil merawat tanaman bunga yang ia tanam,”ibu,Lia berangkat sekolah!,”pamitku pada ibu sambil berlari,”jangan lari begitu,lagian ini juga masih terlalu pagi untuk kesekolah!”,seru ibu padaku,”Lia sudah janjian sama Mila, meminjam bukunya untuk mencatat pelajaran kemarin”,jawabku sambil kulambaikan tanganku padanya,”eemm,hati-hati dijalan”,kudengar jawaban ibu sambil lalu..setiba didepan pintu pagar kutundukkan wajahku, juga kuhentikan langkahku,untuk sesaat aku berdiri mematung, yang kukatakan pada ibu hanyalah alasanku,untuk menghindar dari Pram,kuhela nafasku lalu aku melangkah kembali menuju trotoar dipinggiran jalan raya,namun setelah tiba ditrotoar depan pintu pagar rumahku,mataku bertatapan dengan mata milik Pram,”oh Tuhan!”,seru hatiku,akupun dengan sekejap menghentikan langkah kakiku,orang yang sengaja ingin kuhindari,sekarang sedang berdiri didepanku,”Selamat pagi sayangku!”,sapanya ramah padaku,kulihat senyumnya,namun aneh ternyata sesuatu yang aku khawatirkan tidak terjadi saat itu,yang ada hanya rasa seperti biasanya lagi,aku pun dapat tersenyum didepan Pram,kuhela nafasku,kuberikan senyuman padanya,Pram melangkah mendekatiku,menarikku menuju ketempat sepeda motornya terparkir,lalu ia mengambil helm yang tergantung disetir memakaikannya padaku,tangannya kembali meraih helm yang satu lagi,tapi kali ini Pram memberikannya padaku,tangankupun memegang helm itu,sambil sedikit merunduk Pram memberikan kepalanya mendekat kehadapanku,sambil ia berucap,”hheemm,sayang pakaikan helm itu dikepalaku”,sambil mengangguk perlahan,aku pakaikan helm dikepalanya dan menguncinya,Pram tak segera menarik kepalanya,maka aku mendorong kepalanya pelan,”sudah!”,kataku kemudian,lalu ia mengangkat kepalanya,sambil tersenyum Pram naik keatas sepeda motornya, sambil menengok kearahku berdiri,ia berkata,”Ayo naik,kita berangkat kesekolah sekarang”,akupun tanpa berkata-kata,menuruti ajakkannya.
Sekarang sudah bulan februari,tinggal dua bulan lagi,ujian pelulusan untuk kelas XII akan diselenggarakan,saat ini aku sedang berada didalam kelasku,sedang duduk dibangkuku,disampingku duduk Mila sahabatku,dibangku depanku,ada Vita dan Tesa,sedang ada Yogi dan Pram cowokku duduk dibangku belakang bangkuku.Kami sementara mengikuti pelajaran Bahasa English,Bu Astuti sedang menerangkan pelajaran didepan kelas,tiba-tiba lonceng tanda waktu berakhir jam pelajaran berbunyi,setelah memberi salam pada bu guru Astuti,murid-murid kelaspun keluar dari kelas dan kemudian meninggalkan sekolah untuk pulang ke rumah mereka masing-masing,begitu juga dengan aku dan teman-temanku,sementara Pram dan Yogi mengambil sepeda motor ditempat parkir sekolah,aku dan Mila,Vita juga Tesa,kami bersama berjalan menuju pintu gerbang sekolah,didepan pagar sekolah ada tempat pemberhentian Bis kota,sementara berjalan ke tempat pemberhentian Bis kota,Yogi dengan sepeda motornya berhenti disamping kami ,langkah kami terhenti,serempak mata kami melihat kearah Yogi denga sepeda motornya,lalu aku menengok kearah Tesa,begitu juga Mila dan Vitapun memandangi wajah Tesa,lalu terdengar celetukkan Vita,”Noh,Yogi nyamperin kamu tuh!,”seketika itu Tesapun menghampiri Yogi dan kemudian ia duduk diboncengannya,lalu Yogi memacu sepeda motornya,meninggalkan kami,sementara itu aku melihat Pram dengan sepeda motornya mendekat,lalu ia berhenti didepanku,”Ayo kuantar pulang”,katanya padaku,aku menggelengkan kepalaku sambil berkata kepadanya,”tidak,aku pulang naik Bis kota saja,bersama Vita dan Mila”,spontan Pram mematikan mesin sepeda motornya dan turun menghampiriku,sambil ia meraih pergelangan tanganku,Pram menarikku,menuju kearah dimana sepeda motornya terparkir,”Ia Lia,kamukan baru sembuh dari sakit,biar Pram yang antar kamu saja”,ucap Mita,”Ia Lia”,sambung Vita,Prampun kemudian menarikku,”baiklah aku duluan ya!”,ucapku pada mereka,lalu Pram mengenakan helm dikepalaku,terus aku duduk diboncengan sepeda motornya,motor melaju menyusuri jalan raya,kulingkarkan kedua tangan dipinggangnya,”kemana kita”,tanyaku pada Pram,karena aku merasa arah motornya,bukan mengarah kerumah aku,”kita jalan-jalan dulu,gimana kalau kita ke cafe?”,tanya Pram mengajakku,”hheemm baiklah,”jawabku menyetujui ajakkannya,Pram membelokkan sepeda motornya dan ia berhenti didepan cafe langganan kami,dicafe itu Pram dan aku sering datang unyuk berkencan,seperti sekarang,Pram dan aku mengambil tempat yang selalu kami duduki bila kami pergi ke cafe itu ,setelah kami duduk tak lama kemudian datang pelayan cafe menanyakan pesanan aku dan Pram,lalu aku memesan menu yang biasa kami pesan,yaitu smoothy pisang dan strowberri untukku dan secangkir kopi cappucino untuk Pram,dengan hidangan pan cakenya,untuk beberapa lama aku dan Pram duduk santai ,selama itu Pram memegang tanganku,memainkan jari-jariku.
Setelah sesaat menunggu,pelayan cafe sambil membawa pesanan aku dan Pram datang kemeja ,lalu menaruh semua pesanan itu diatas meja,akupun menarik tanganku dari genggaman tangan Pram,kugeser minumanku kedepanku,dan kuseruput melalui sedotan yang ada didalam gelas itu,juga begitu pula dengan Pram,ia menyeruput kopinya,lalu ku meraih piring kecil yang berisi lapisan pan cake,aku menyendoknya dan sesaat aku nikmati pan cake dan segelas smoothy,Prampun sedang menikmati segelas kopi cappucinonya dan setumpuk pan cake miliknya.setelah selesai makan dan minum,aku dan Pram pergi dari cafe itu,menuju parkiran sepeda motor,kemudian Pram melajukan sepeda motornya,tidak jauh dari cefe,ada sebuah mall,sambil meperlambat laju sepeda motornya,Pram mengajakku untuk singgah di mall itu,belum sempat aku memberi jawabnya,Pram sudah membelokkan arah sepeda motornya menuju baseman mall,lalu ia memarkirkan sepeda motornya,sambil memegang tanganku,Pram menyuruhku turun dari boncengannya,sambil berjalan memasuki dalam gedung mall itu,Pram memeluk pundakku,kami naik kedalam lift,menuju lantai tiga,karena dilantai tiga itu ada gedung teater,sepertinya Pram sedang mengajakku nonton film,”Apa ada film yang bagus diputar?”,tanyaku pada Pram,”hheemmm”,jawabnya sambil menganggukkan kepalanya,matanya menatap kewajahku,senyumnya itu sangat menggangguku,sepertinya Pram sengaja deh,bertingkah genit kepadaku,lalu kuberikan wajah cemberut padanya,eehh,kembali ia mengerlingkan matanya kearahku sambil kedua tangan Pram mencubit kedua pipiku,”hheehhm”,keluhku sambil melototkan mataku menatap matanya,melihat itu Pram hanya gelengkan kepalanya berulang kali sambil mengangkat telunjuknya kedepan wajahku,sambil menghela nafasnya Pram menarik tanganku,melangkah ke dalam gedung teater,didalam gedung teater hanya ada beberapa pasangan,masing-masing pasangan mengambil tempat duduk berjauhan,juga Pram mengambil tempat duduk yang nyaman untuk berduaan dengan aku,didalam gedung teater itu juga ada cafe,Pram bertanya kalau aku mau beli minuman dan snack,aku mengangguk padanya,lalu Pram berdiri melangkah kecafe itu,sesaat kemudian ia kembali,membawa sekantong popcorn,dua kaleng bir dan satu kaleng coca-cola,kemudian aku dan Pram duduk berdampingan tanganya sebelah kiri melingkar dileherku,tak ayal pipiku jadi mainannya,juga dagu serta bibirku bergantian disentuh jemarinya,lampu teater dimatikan,tanda film akan segera dimulai.Selesai aku dan Pram menonton,Pram kemudian mengantar aku pulang,sesampai didepan pintu pagar,aku turun dari boncengannya,,”sini!”,seru Pram sambil menarik tanganku dekat kearahnya,lalu ia melepaskan helm dari kepalaku,sesaat ia memeluk pinggangku dengan kedua tanganya,kemudian ibu jari tanganya mengusap lembut permukaan bibirku,”Aku pulang ya”,pamitnya kemudian sambil melepaskan tangannya dari pinggangku,”eehhmm,hati-hati dijalan”,ucapku padanya,kemudian ia memacu sepeda motornya,meninggalkanku,kuberbalik melangkah kedalam rumahku,Ibu belum pulang dari tempat kerjanya,memang jam pulang dari kantornya adalah pukul 7 malam,dan sekarang jam di tanganku masih pukul 5.30 sore.
Esoknya adalah hari minggu, tadi sebelum tidur Pram menelpon aku, Pram mengajakku untuk ikut menonton pertandingan basket sekolah kami dengan beberapa sekolah lainnya, besok sore dan Pram berjanji untuk menjemputku pukul 5.30 sorenya,setelah itu aku pergi tidur.
Hari minggu pagi,aku berlama-lama diatas ranjang sambil bermalas-malasan,jam didinding menunjuk pukul 9.30 pagi,sebenarnya aku sudah terbangun dari pagi ,tadi ibu ijin padaku untuk pergi kesalon kemudian ia akan pergi belanja kata ibu,aku beranjak dari ranjang,kemudian pergi mandi,selesai merapikan diri,ku menuju dapur kubuka kulkas kutuang susu kedalam gelas,lalu aku meminumya sambil melangkah ke ruang tengah,akupun duduk kuambil remote tv untuk menyalakan tv,sementara aku menonton tv kudengar hpku berdering,aku berdiri lalu melangkah kekamarku,kuambil hpku dari atas meja samping ranjangku,kurapatkan hp ketelinga sambil merespon panggilan ibu ditelpon,”ya,bu,”kataku,kemudian terdengar suara ibu diujung telpon,”Lia,ibu mungkin akan terlambat pulang,pesan saja makanan ya!”,kemudian jawabku pada ibu,”iya bu,tapi bu,lia juga mau keluar nanti sore,Pram nanti jemput lia,dengannya mau nonton pertandingan tim basket sekolah!”,kataku sekalian minta ijin ke ibu,”iya deh,tapi hati-hati ya!”,jawab ibu,sambil memberi ijinnya,”terima kasih bu”,ucapku pada ibu,kemudian ibu menutup telponnya.sekarang sudah hampir pukul 12.00 siang,aku sedang duduk diruang tengah sambil nonton drama korea,kuambil hpku yang tadi kuletakkan diatas meja dihadapanku,kutekan no nya Pram,tak lama terdengar suara Pram dihpku,”hai sayang,rindu ya sama Pram”,ucapnya,”iya,bisa kerumahku sekarang,sayang,aku lagi sendiri dirumah,temani aku ya”,pintaku padanya,agar dia datang untuk temani aku,”Sekarang aku lagi latihan,untuk persiapan juga pemanasan,gimana kalau sejam lagi aku ketempatmu,bagaimana?”,katanya,”iya,gak apa-apa,aku tunggu kamu,”jawabku padanya,”ok,sekarang kututup dulu ya telponnya,mmuuaacchh”,kuletakkan hpku lagi kemeja,lalu kubaringkan diri di sofa,sambil nonton tv.
Belum lama aku baring-baringan disofa,perutku merasa lapar,kuambil hpku,lalu aku pesan makanan,juga beberapa cake ukuran kecil,lalu aku hendak menaruh lagi hpku diatas meja,hpku kembali berdering,begitu ku melihat yang menelpon aku adalah Pram,aku yang tadi berbaring,langsung bangun kemudian duduk disofa,”hheemm,iya Pram”,sapaku,lalu kudengar kata Pram,”sayang aku sudah didepan rumahmu”,sambil berlari keluar rumah ku menjawab,”mmm,baik aku keluar sekarang menemuimu”,begitu kubuka pintu pagar,ku lihat Pram berdiri disana,kupegang tangannya,kemudian menarik Pram masuk kedalam rumah,aku dan Pram duduk diruang tengah,kutawari ia minum,sambil mengangguk Pram meminta segelas air putih dingin,aku menuju kedapur,dan kembali dengan segelas air putih dingin,kuulurkan segelas air putih padanya,Prampun mengambil gelas berisi air putih itu dari tanganku,kemudian aku duduk disampingnya,,”sayang, katamu tadi kamu lagi latihan pemanasan,kok sudah rapi dan wangi”,ucapku sambil sedikit selidik padanya,iapun menoleh kearahku,sambil menjawabku,”sebelum datang kesini aku pulang kerumah dulu,untuk mandi,karena aku pikir,aku akan berangkat bersama kamu sekalian dari rumahmu,”akupun mengangguk-angguk,,”memang pergi kemana ibumu?”,tanya Pram padaku,”ibu keluar ada urusan”,jawabku,sementara itu bel rumahku berbunyi,”hheehh,pasti pengantar pesanan makananku itu”,kataku pada Pram sambil aku berdiri hendak melangkah kedepan,tapi tangan Pram menahan tanganku,”biar aku yang ambil”,tawarnya padaku,kemudian iapun menuju ke pintu pagar rumahku untuk mengambil pesananku,ia melangkah mendekatiku yang sedang mengatur meja makan,ia buka satu persatu bungkusannya,sementara aku sedang menyendok nasi,ada ayam saus kecap,ada udang goreng dan capjae,juga beberapa cake mini dan dua kaleng coca-cola,,”sayang,itu cake dengan coca-cola kalengnya tolong taruh dimeja depan tv ya”,pintaku padanya,iapun melangkah keruang tengah,ditanganya kotak mini cake dan dua kaleng coca-cola,aku mengikutinya dari belakang,setelah ia meletakkannya dimeja diruang tengah,begitu ia berbalik,tubuhnya berhadapan denganku,akupun tersenyum menggodanya,”peluk aku],pintaku padanya,detik itu juga Pram memelukku,akupun membalas memeluknya,,”temani aku makan”,pintaku lagi padanya,”eemmem”,jawabnya sambil melepaskan pelukkanya,ternyata Pram sopan juga,kata hatiku,kulepas pelukanku,lalu kucium pipi Pram,aku balikkan badan,kugandeng tangannya,kemeja makan,setelah makan aku dan Pram ke ruang tengah duduk berkencan,berpegangan tangan sambil makan cake dan minum coca-cola,aku dan Pram duduk berhadapan diatas sofa panjang,berbincang,tertawa bersama,tak terasa hari sudah sore,kulihat jam didinding pukul 4.30,,”sayang,aku mandi dulu ya,tunggu aku disini”,kataku padaPram,lalu aku menuju kamarku,setelah mandi dan rapi aku melangkah keluar kamar,menuju ruang tengah,kulihat Pram berbaring tertdur pulas,tapi jam didinding sudah pukul 5.20,kugoyang-goyang badan Pram,maksudku hendak membangunkannya,tapi Pram tidak terbangun,lalu aku duduk dilantai dihadapannya,sejenak aku cari akal untuk membangunkannya,kutatap wajahnya,cukup tampan,beberapa saat aku terdiam memandang wajah kekasihku,tanpa sadar aku mengucap,”Pram aku mencintaimu’,lama-lama kupandang wajahnya,akupun ingin menciumnya,perlahan kudekatkan wajahku hendak mengecup sedikit bibir sexynya,aku hanya menempelkan bibirku kebibir Pram,lalu hendak menarik wajahku menjauh dari wajahnya,namun tangan Pram merengkuhku dengan tiba-tiba,dengan rasa kaget kucoba melepas tangan Pram dari leherku,tapi Pram semakin menarikku,kemudian ia mencium pipiku,setelah tangannya ia tarik dari leherku,Pram kemudian bangun berdiri,”Lia,aku boleh pinjam toiletnya?”,ucapnya sambil menatap aku,”iya,boleh”,jawabku sambil membawanya ketoilet dikamarku,”aku ijin hendak basuh badan ya”,katanya sambil menuju massuk kedalam toilet,akupun mengikutinya kedalam toilet,kataku pada Pram,”sekalian mandi saja”,sambil kuambil handuk bersih dan sikat gigi baru dari lemari meja toalet,lalu aku melangkah keluar toilet,sambil menunggu Pram selesai mandi,aku duduk dipinggiran ranjangku,sesaat kemudian Pram keluar dari toilet,aku menghampirinya,kutarik tanganya menuju meja rias,”duduklah disitu”,suruhku pada Pram sambil telunjukku menunjuk tempat duduk didepan meja riasku,lalu aku menyisir rambut Pram,setelah rapi aku dan Pram menuju ruang tengah,mengambil tasnya,lalu Pram menggandeng tanganku,menuju ke pintu pagar,aku dan Pram pergi ketempat diadakannya pertandingan basket,Pram mengantarku sampai kedalam aula,didalam aula ada banyak orang untuk menonton pertandingan basket,aku bertemu dengan sahabat dan teman satu sekolah,aku kemudian bergabung dengan mereka,Pram pamit untuk ke ruang ganti,bergabung dengan timnya,ia mencium pipiku lalu pergi keruang dimana teman setimnya menunggunya,suara riuh terdengar memenuhi aula yang berlantai dua itu,aku dan temanku semua satu sekolah berada di dekat lapangan basket,untuk memberi semangat tim sekolah kami,pertandingan pun dimulai,tim basket sekolahku bertanding dijam kedua,aula penuh dengan suara riuh para penonton,juga suara suporter dari masing-masing sekolah yang bertanding,setelah permainan bagian pertama selesai,tiba tim dari sekolahku,tampil untuk bertanding,kulihat Pram dengan memakai kaos basketnya,hhmmm keren,tampan sekali,pujiku dalam hati,tak hentu-henti teriakkan teman sekolahku memberi semangat tim sekolah kami,badankupun mandi keringat juga semua temanku,saking semangat,kami berteriak dan melompat,dalam pertandingan babak pertama ini tim sekolah kami menang,masih ada satu kali pertandingan lagi,tapi Pram sudah mengajakku pulang karena sudah larut malam,yah jam tanganku sudah menunjuk pukul 9.30 malam,Pram segera menggandeng tanganku lalu membawaku keluar dari gedung aula pertandingan,langsung menuju,keparkiran sepeda motor,ikut dibelakang aku dan Pram,ada Yogi dan Tessa,juga Dennis dan Mita,mereka juga hendak pulang.
Sesampai didepan rumahku,Pram menghentikan sepeda motornya,iapu turun lalu mendekatiku,lau melepas helm dari kepalaku,menaruhnya di atas setir,ia juga melepas helmnya menggatungkannya disetir sepeda motornya,aku dan Pram berdiri di trotoar depan pagar,ia memelukku,”Lia”,ucapnya sambil menatap mataku,”eemm iya”,jawabku,tak ada lagi grogi kurasa,hatiku merasa teduh dan nyaman,ku tatap wajahnya penuh harapan,agar Pram dapat kembali mengatakan cinta padaku,aku telah menyiapkan jawabnya dihatiku,kuberi senyum manisku padanya,sebagai usahaku untuk mendapat kepastian cintanya padaku,sambil meremas jari tanganku,ia berkata,”tadi siang aku mendengar kau ucapkan kata yang kupinta darimu sebagai jawaban pernyataan cintaku padamu,apa kamu sudah bisa memberi jawab cintaku?”,kutatap wajahnya,perlahan aku pejamkan mataku,kurasa Pram merapatkan wajahnya,kurasa bibirnya menciumku lalu ia ucap cinta padaku,kubuka mataku,perlahan kuucap padanya,”aku juga mencintaimu”,seketika Pram mengangkat daguku kemudian bibirnya kembali mencium bibirku,untuk sesaat lamanya aku dan Pram berpelukan sambil berciuman,rasanya tak mau berhenti,tapi Pram melepas ciumannya,lalu tangannya merogoh kesaku jaketnya,kulihat ada kotak kecil ia genggam,iapun membuka kotak itu,jari Pram mengeluarkan sebuah kalung,dikalung itu tergantung sebuah cincin,kemudian Pram melingkarkan kalung itu dileherku dan menguncinya,lalu iapun mencium keningku,walau Pram masih ada dihadapanku sekarang tapi hatiku belum puas,akupun kembali memeluknya,kubenamkan wajahku didadanya,lalu perlahan KU geser dua tanganku melingkar dilehernya,kuberjinjit lalu mencium dagunya,Prampun sedikit merunduk sampai aku dapat mencium bibirnya,kali ini aku yang mencium bibirnya,setelah kurasa cukup kulepas bibirku sambil kucoba tersenyum,tapi kedua tangan Pram menahan daguku,sambil menggesek-gesek hidungku dengan hidungnya,”tidak apa-apa Lia,kau bisa melakukannya,bibirku ini milikmu”,ucapnya sambil mengecup bibirku sejenak,”hhe’eemm”,jawabku sambil tersenyum,lalu ia memelukku rapat,”aku sudah bisa pulangkan!”,bujuknya padaku,kulepas pelukanku,tapi Pram masih erat memelukku,”sudah bisa aku pulang,sungguh?”,tanyanya padaku,sambil mengangguk pelan,”iya bisa”,jawabku berat hati,ada helaan nafas Pram,sebelu ia melepas tanganya yan sedang memelukku,”Baiklah sekarang aku pulang,sudah malam’,ucapnya berbisik,akupun mengangguk,Pram kemudian memacu sepeda motornya,aku melangkah masuk kedalam rumah,dengan senyum bahagia dihati,malam ini adalah awal dari perjalanan cintaku bersama Pram.
T A M A T