aku selalu pergi ke taman dan menerbangkan lampion. aku mempercayai jika kita menerbangkan lampion harapan kita menjadi terkabul.
Namaku Lavender permata putri. aku tidak tahu mengapa orang tua ku memberi nama Lavender,tapi kata ayahku nama diberikan oleh ibu ku sebelum meninggal.
Seperti biasa aku pergi ke taman untuk menerbangkan lampion bukan tanpa alasan aku melakukan dengan membawa sebuah pesan untuk ibu ku di sana.
Saat aku akan menerbangkan lampion. Aku melihat seorang laki laki sedang duduk sendirian aku pun menghampiri.
" Halo namaku Lavender, siapa nama mu mengapa kau sendirian di sini."
" Halo namaku Rero.aku tidak apa apa.cuma mengenang masa lalu ku bersama orang tua."
" Emangnya orang tua mu dimana?"
" Orang tua ku sudah meninggal seminggu yang lalu karena pesawat yang mereka terjatuh dan mereka tidak selamat."
Rero hanya menampilkan wajah datar tapi aku tahu di dalam hatinya pasti sedih karena ditinggal oleh orang terkasih.
" Hei.kamu mau coba menerbangkan lampion?"
" Buat apa."
" Hem. Supaya kamu bisa menyampaikan pesan kepada orang tua mu bahwa kau menyayangi mereka."
" Emang bisa."
" Aku buktinya bisa.soalnya setiap hari aku selalu menerbangkan lampion.agar aku bisa menyampaikan bahwa sangat aku menyayangi ibu ku di sana.jadi ibu ku mengetahui apa yang aku lakukan setiap hari."
" Baiklah. Aku juga ingin menerbangkan lampion.agar orang tua mengetahui bahwa aku sangat menyayangi mereka."
Aku pun yang mendengar nya tersenyum.
lalu menarik tangan rero untuk menuju tempat biasanya aku menerbangkan lampion.
Sejak saat itu aku dan rero menjadi sahabat yang baik.dan setiap hari aku dan rero selalu menerbangkan lampion bersama sama.
persahabatan kami pun bertahan sama bertahun tahun. kami pun tidak pernah lupa setiap hari aku dan rero selalu menerbangkan lampion bersama sama.
suatu hari rero melamar ku.dan aku menerimanya.saat itu kami pun sudah terikat oleh takdir.