mungkin ini lebih ke curhat daripada cerpen, karena awalnya aku nggak tahu harus mulai dari masa kisah ini. Cerpen ku ini membosankan kalau kamu nggak suka tolong like aja❤️
Baik, pertama kenalkan Aku Dewi (Dewi Indah) aku tinggal di daerah barat pulau Kalimantan, disanalah aku 'jatuh suka' untuk pertama kalinya (garis bawahi jatuh sukanya). Karena ditempat ini lah aku mengenalnya.
Namanya Nico (aku memanggil Nic, & dia memanggilku Dew), Nic saat itu baru berusia 26 tahun (sedangkan aku baru berusia 17 tahun). Aku dan Nic telah bersama sedari aku kecil, Aku tak pernah memanggil dirinya dengan sebutan "Kakak" karena Nic sendirilah yang melarang ku untuk memanggilnya kakak.
Aku sebenarnya tidak tahu pasti perasaan ku saat itu, Aku merasa kesal saat Nic susah ditemui padahal aku hanya temannya.
Kekesalanku semakin memuncak saat aku tahu Nic bertunangan dengan seseorang, Aku berusaha kelihatan baik baik saja tapi mau bagaimana lagi. Setelah bertunangan, mereka akan menikah 2 bulan lagi. Aku pikir aku nggak akan sanggup tinggal satu kota lagi dengan Nic. Jadi saat 1 bulan sebelum pernikahannya, Aku mengajaknya bertemu untuk terakhir kalinya karena setelah itu aku pindah keluar kota sekaligus melanjutkan pendidikan ku disana....
"Tumben, Dew. Kau ajak makan diluar?"
"Anggap aja, Aku traktir. kan jarang jarang Nic."
"Jin mana yang merasuki Dew?"
"Jin BTS!"
"Itu Seokjin, Maimunah!"
"Iya Bambank!"
"Udah ah, jadi kemana-mana.
Tapi, benar nih. Dew emang ada apa?"
"Aku akan pindah ke Kota T, Nic."
"Oh, kapan? sesudah nikahan aku kan?"
"Minggu depan Nic."
"Oh Minggu depan........
Apa?!
Minggu depan?! cepat amat Dew artinya kamu nggak datang di nikahan aku dong"
'Aku sengaja biar nggak datang'
"Kayak gitu deh Nic. Tahun ajaran baru dimulai dan aku ada tes pas itu"
"Yah, Kita nggak bakal ketemu lagi."
"Kalau jodoh nggak bakal kemana pasti ketemu"
"Jodoh? Hello nona, saya ini sudah tunangan. emang situ jones!"
"Emang dasar sialan!"
Well. Itulah pertemuan terakhir aku dan Nic, sampai akhir pun aku nggak sanggup untuk bilang padanya bahwa aku jatuh suka padanya.
Aku melanjutkan hidup di pusat kota tanpa mau mengetahui informasi apapun tentang Nic (Aku bersyukur saat itu Nic tidak tahu apa itu Sosmed, jadi memudahkan ku untuk move on).
Bulan berlalu berganti tahun, Tak terasa sudah hampir 20 tahun lebih....
aku kembali ke kota kelahiranku, tentu saja aku pergi kesana bersama suami dan anakku (sebenarnya aku ingin pergi sendiri tapi suamiku mencegah nanti dikatain perawan tua lagi). Tempat yang pertama kutemui adalah Rumah Nic (saat kami kecil rumah kami bersebelahan), tiada yang berubah dalam 20 tahun terakhir semua masih terasa sama. seakan-akan ada bayang-bayang aku dan Nic saat kecil bermain di seluruh penjuru dan sudut rumah.
Sampai hampir 1 Minggu aku tinggal di kota ini, Tapi aku masih belum bertemu dengan Nic. Aku merasa ada yang salah saat itu, terlebih saat pergi ke pasar aku melihat
Pia (tunangan Nic saat itu) bergandengan dengan seorang pria(yang kuyakin pasti bukan Nic) yang sedang menggendong anak kecil. Aku semakin bingung dan heran ke mana perginya Nic, dan kenapa aku mencarinya? Apakah aku masih ada rasa suka itu padanya?
Beberapa hari kemudian....
Ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku, dia adalah Pia. Aku mempersilakannya masuk,
"Hai Dewi"
"Hai juga Pia"
suasana canggung tercipta diantara kami, Suamiku datang sambil menghidangkan Minuman.
"Silahkan mbak diminum." ucap suamiku dan pergi meninggalkan kami dalam kecanggungan lagi.
"Suamimu tampan, Dewi. Seperti Oppa Oppa Korea."
"Suamiku orang Cina bukan orang Korea."
"oh koko ternyata. Tapi, menurutku pria lokal tetap yang terbaik seperti suamiku."
"Ya, Terserahmu lah. ngomong ngomong Nic apa kabar?" Spontan aku bertanya.
"Nic, Mungkin dia dalam keadaan baik."
"Mungkin katamu? Kau kan istrinya."
"Itu dulu, Dew. Sebelum dia menceraikan aku 19 tahun yang lalu"
"Apa?! Sudah selama itu?"
"Setelah bercerai, dia menghilang dan tak pernah kembali ke sini. Menurutku, dia pergi ke kota T untuk menemuimu, Dew."
"Buat apa dia menemui ku?"
"Mungkin dia rindu dan mungkin ada permasalahan antar kalian yang belum selesai."
Kata kata terakhir Pia membuatku semakin dilema dan penasaran. Aku harap kami masih bisa bertemu kembali, dan seperti Saat itu Tuhan sedang baik padaku. Satu satunya keluarga Nic yang masih tinggal di kota T , Niki sepupu Nic yang seumuran denganku.
Kami bercerita banyak hal karena sudah lama tak bertemu, lalu aku mulai bertanya tentang Nic dan kemudian Niki mulai menangis sampai tersedu-sedu, firasatku mulai tidak baik.
"A'a (Nic) baik baik saja. udah tenang, kamu nggak perlu khawatir lagi."
"Maksud kamu apa Ki? Nic baik baik aja kan?"
"Kamu pernah dengar berita, ada mobil yang jatuh ke sungai waktu hujan sekitar 19 tahun yang lalu, nggak Dew?" bukannya menjawab pertanyaan ku, Niki malah bertanya balik.
"Sepertinya pernah, katanya Hanya ada 1 korban jiwa dan itu pria. Aku tak terlalu mengikuti berita itu karena saat itu aku sedang sibuk." Jawabku sekenanya.
"Dan Pria itu adalah Nic, Dew!"
"Apa!? jangan bercanda Ki!"
"Aku berani bersumpah dengan Tuhan, Dew" Niki pergi ke dalam kamar dan keluar sambil memeluk sebuah kota yang agak lusuh dan ada bercak darah disekitar kota itu.
"Ini udahmu dari Nic" Niki menyerahkan kotak itu padaku, Tertulis namaku walaupun samar, saat aku akan membukanya Niki menahan dan mengatakan dia tidak mau tahu isinya dan aku memutuskan membukanya dirumah.
Saat aku membukanya aku menemukan buku jurnal yang dilengkapi dengan foto masa kecil kami, aku tertawa saat melihat foto foto itu sampailah aku di 7 lembar terakhir yang tidak dilengkapi foto karena mungkin saat itu kami sudah besar.
di lembar pertama Nic menulis
"tiada penyesalan bagi ku kecuali untuk membuatmu membenciku"
"Aku hanya makhluk bukan tuhan yang menentukan segalanya"
"Aku takut! takut! menyakitinya, takut tak terima keadaan ini"
"Seperti aku cocok jadi aktor, karena dia percaya dan pergi..... dari hidupku"
"Aku memutuskan mengejar Cintaku dan ku harap dia masih menungguku."
2 lembar terakhir berisi tulisan yang ditulis dengan cepat seakan diburu waktu...
"Sebentar lagi, kita akan bertemu kuharap kau suka isinya, kenangan kita selamanya sampai tua dan mati"
"Jika aku pergi lebih dulu, maka bencilah aku yang meninggalkanmu walaupun sebelumnya kamu yang meninggalkanku"
Aku kemudian melihat kotak perhiasan yang berisi kalung emas, seingatku ini kalung yang aku bantu pilih untuk hantaran pernikahan Nic tapi ditolaknya. Dan aku menemukan sepucuk surat dibawah kita perhiasan.
Aku membuka dan mulai membacanya, air mataku terus menerus turun tanpa sanggup aku hentikan.
Ternyata ternyata, selama itu aku tak bertepuk sebelah tangan....
~Teruntuk;
Dewi, Cinta pertamaku yang abadi
Selamat ulang tahun ke - 18, maaf aku hanya menulisnya bukan mengucapkannya. Tak terasa udah 9 tahun kisah kita, kamu si gadis kecil yang selalu bermain sambil tertawa canda riang seakan dihari esok tak punya kesedihan.
Apakah 9 tahun yang akan datang kamu bertambah cantik? Tapi, aku yakin 9 tahun yang akan datang kamu masih cantik mungkin lebih cantik lagi.
Banyak hal yang terjadi kan selama 9 tahun? Kamu bertambah cantik dan tentunya aku juga bertambah tampam, oke jangan tertawa! aku tahu itu receh.
Aku benar benar tidak sabar melihatmu diusia 18 tahun.
Aku sungguh nggak sanggup berpisah dengan mu. Tapi, itu tidak mungkin karena aku nggak akan pernah meninggalkanmu kecuali ya ini Kematian.
Aku menderita sakit yang cukup parah yang dapat membuatku dipanggil sang pencipta setiap saat.
Aku tahu kamu syok saat membaca ini tapi tolong jangan mengasihaniku ya
aku sengaja bertunangan dengan Pia agar aku dapat membuatmu membenciku.
Tolong jangan jadikan aku alasan kamu terjebak dimasa ini, teruslah maju dan capai impianmu . Oleh karena itu aku minta tolong ya. Bakar atau buang semua kenangan tentang kita supaya kamu tidak terpuruk oleh keadaan.
Aku janji akan menunggumu kamu ditempat-Nya
Sekali lagi, Selamat ulang tahun ke - 18
Aku hanya mencintaimu seorang
Ttd.
Nic~
Nb: Aku tahu ceritaku membosankan tapi tolong di-like ya ❤️