Luffy memainkan rambut panjangku dengan bibir mengerucut, ada sedikit semburat merah di pipinya membuatku tak kuasa mencubit pipi itu.
"Ada apa, sih?!" Ocehku dengan gemas.
Namaku Amel, gadis remaja berumur 17 tahun yang memiliki paras biasa saja. Apa kalian tahu? Asalku bukan berada di sini, namun dari bumi.
Pada suatu malam tiba-tiba aku dan ragaku berpindah di kapal Sunny-go milik kru Mugiwara.
"Aku bosann" Keluh Luffy menjawab pertanyaanku tadi.
Nami mendelik padanya, "Jangan bermesraan seperti itu kapten! Sebentar lagi kita sampai di pulau wanita"
Yup, terhitung tiga minggu aku berada di sini. Ketika pertama kali datang, seluruh kru waspada dan menganggapku penyusup.
Namun Luffy menenangkan mereka dengan ucapan yakinnya jika aku bukan lah seorang penyusup. Diriku sendiri juga takut, kebingungan, dan marah.
Dengan tiba-tiba tanpa persiapan saja aku berada di Sunny-go.
"Aahhh, Nami-swan!! Pulau wanita sudah terlihat~" Ujar Sanji bersemangat.
"Dasar" Gumam Chopper di sampingku.
"Oi, jangan merusak rencana kami saat tiba di sana hanya karena wanita cantik!" Bentak Zoro, wajahnya mengerut kesal menatap Sanji yang bersemangat.
Lelaki berambut kuning itu membuang muka, "Aku tak akan mendengar ucapan si buta arah"
"Kau!!"
"Hihi" Aku terkikik merasa lucu dengan tingkah mereka, bertengkar selalu ibarat tikus dan kucing.
"Hei"
Menunduk, ku tatap Luffy yang tiba-tiba menidurkan kepalanya di paha. "Hum?"
"Bisa kau tertawa lagi?" Tanya nya sedikit berharap.
Aku berdehem panjang. "Hemm... Kenapa?"
Luffy terdiam sebentar, "Mau memastikan sesuatu"
"Haha, memastikan apa sih?"
Kini lelaki itu benar-benar terdiam, dia menatapku dalam membuatku sedikit gugup.
"K-kenapa?" Tanyaku menggaruk pipi kanan.
Luffy menutupi wajahnya menggunakan topi jerami. "Kau cantik" Lirihnya dengan telinga memerah.
Blushh
Dia bicara apa sih, membuatku berharap saja.
***
"Sesuai rencana, aku dan Amel akan pergi berdua!" Luffy berucap semangat, ia merangkul pundakku.
Ussop memainkan hidungnya "Kau ingin berduaan dengannya, kan"
"..." Luffy terdiam beberapa saat lalu wajahnya memerah tomat. "Tidak kok!" Teriaknya.
Robin tertawa, lihat pesonanya begitu menggoda. Aku ingin menjadi gadis se anggun dirinya, astaga.
"Ayo, langsung saja"
Hari pun mulai malam, aku terus berjalan-jalan melewati pasar yang indah bersama Luffy.
"Ku kira pulau wanita hanya ditinggali oleh gadis saja" Ocehku.
Luffy berpaling, "Aku berpikir hal yang sama"
"Hehe.."
Badanku kaku tatkala tangannya bergerak dan menggenggam tanganku. Rasanya pipi ini menjadi panas.
"I-ini.."
Luffy membuang pandangan ke arah samping, "Agar kau aman"
Telinga nya memerah, itu sangat imut. "Jika untuk melindungiku.. Baiklah"
"ASTAGA, DIA BENAR-BENAR MUGIWARA"
"ITU BENAR, BAJAK LAUT YANG MEMILIKI HARGA BURONAN LEBIH DARI 300 JUTA BERI KAN?!"
"CEPAT LARI! NANTI KAU AKAN DI BUNUH OLEHNYA"
Riuh pikuk sekitar tiba-tiba terjadi dan membuatku terganggu. "Ah.. Mereka berisik sekali" Keluhku.
Salah satu pria menarik tanganku, "Hei nona! Ayo kabur denganku, dia adalah kapten kru mugiwara! Cepat, nona!"
"A-ah, sebentar pak!"
Grep
Luffy menatap tajam lelaki itu, "Jangan membawanya pergi"
Uh.. Kenapa sikapnya menjadi dingin seperti ini?
"Nona, dia mulai marah! Ayo pergi! Ayo!"
"JANGAN MEMBUATNYA PERGI, SIALAN!" Luffy mengeluarkan haki nya dan membuat orang-orang pingsan.
"Luffy, apa yang kau lakukan?!" Teriakku.
Lelaki itu memelukku tanpa aba-aba dan bicara, "Jangan meninggalkanku, Amel"
"Apa? Jangan bicara hal yang tidak-"
"HEI, MUGIWARA!"
Sebuah suara wanita berdengung di telingaku. "Akhhh"
Luffy ikut menutup telingaku dengan cemas,"Apa itu sakit?!"
Seorang wanita dengan mahkota turun anggun ke tanah, ia mengeluarkan aura kuat dan membuatku tak kuasa berdiri.
"Hoho, seperti di dalam rumor.. Mugiwara, kau tak terpengaruh oleh aura mematikanku"
"Siapa kau?" Tanya Luffy dingin.
"Aku Ratu Gitara, pemimpin pulau ini. KAU MEMBUAT WARGAKU PINGSAN, DASAR SAMPAH!"
".... mereka mau mengambil Amel dariku"
"Hah?" Ratu Gitara menyeringai. "Karena gadis lemah itu? Bahkan dia tak tahan dengan auraku"
"...."
"Kau mencintainya, ya?"
Apa? Apa katanya? Luffy menyukaiku? Tidak, tidak mungkin. Dia telah di takdirkan bersama hancock.
"Iya, aku mencintainya"
"Hah? " Jantungku rasanya berhenti berdetak.
Ini.. Mimpi kah?
Ratu Gitara tertawa lepas, telingaku semakin sakit di buatnya. "Hahaha! Dia tak pantas denganmu, dia lemah dan akan menjadi bebanmu saja. Aku lah yang pantas, aku~"
"Sampah."
Deg!
Ratu Gitara terdiam, "Kau bilang aku apa? "
"Sampah, mati saja" Luffy berpaling menatapku. "Amel, tutup matamu "
"Ah, baik.."
Tiba-tiba saja aku tak bisa mendengar dan melihat apa pun. Ada apa? Apakah Luffy dan Ratu Gitara sedang bertarung?
Atau jangan-jangan.. Mereka saling menyatakan cinta?
TIDAK MUNGKIN!
"Amel"
Aku membuka matamu, ku lihat Luffy yang tersenyum dengan bercak darah di pipinya.
"Luffy.. Pipi mu.. " Ku usap pipinya menggunakan jubahku.
"Amel, aku mencintaimu"
Tanganku kaku, ku lihat ia tersenyum lebih lebar dengan pipi memerah. "Baru saja.. aku menyadari perasaan itu sekarang" Bisiknya
"A-aku juga.. Menyukaimu" Balasku gagap.
Ia mendekatkan wajahnya, "Benarkah?!"
"I.. Iya.."
Mendekapku, ia seolah membagi kehangatan walau banyak darah di bajunya. "Aku sangat senang, kau sekarang menjadi kekasihku"
"Ap-"
"Tidak ada penolakan"
Terdiam beberapa saat, aku terkekeh. "Kalau begitu, aku akan menerimamu sebagai kekasih"
"Hehe~" Luffy mengangkatku dan pergi menuju kapal. Ia seperti sudah lupa dengan tujuan utama datang ke pulau wanita.
"Eh? Ratu Gitara kemana?"
"Dia sudah kubunuh"
"Apa?!"
Di sisi lain, Ratu Gitara mengerang kesakitan dengan tali yang menyelimuti tubuhnya. Anggota kru mugiwara tersenyum lebar di depan ratu itu, "Akhirnya kapten kita memiliki kekasih"
"Aku terharu.. Semoga ia tak merepotkan ku lagi " Gumam Nami.
Chopper dan Ussop mengangguk "Itu benar, itu benar"
"Hahaha!!"