"Halo mah, mamah pulang gak?"
"Sebentar lagi, masih banyak kerjaan nih."
"Hmm, yaudah deh."
putri pun mengakhiri panggilannya dan mulai bersiap-siap untuk pulang.
Setelah dijalan, putri mendapat panggilan dari mamahnya lagi.
"Put, udah di rumah?"
"Di jalan, kenapa?"
"Mamah lagi diluar, lagi ke rumah Bu Rana."
"Mm iya, sendiri lagi deh." Keluh putri.
"Kan ada bik Ina dirumah, sayang."
"Iyaya, putri lupa. Putri kan anaknya bik Ina , bukan anak mama." Nada putri agak kesal.
"Kok kamu ngomong gitu sih?"
"Mama kan emang gak pernah peduli sama putri."
Putri pun mengakhiri panggilannya dengan kesal.
"Mamah nih kebiasaan deh."
Akhirnya putri pun sampai dirumah. ketika hendak mengetuk pintu,
tiba-tiba muncul chat dari bik Ina (pembantu putri).
"Non, udah dirumah non?"
"Baru sampe nih, Bi Ida mana?"
"Aku udah di depan nih."
"Bibi lagi dipasar non, beli kain."
"Kain?" Balas putri.
"Iya non.... Ibu.."
"Mama? Mama kenapa?"
"Minta dibeliin kain, buat baju?"
"Tapi mamah lagi dirumahnya buk Rana kan?"
Putri masuk kedalam rumah dan duduk di sofa sambil membalas chat bik Ina.
Ponsel putri berdering, nampak panggilan dari bik Ina.
Putri pun menjawabnya.
"Halo , kenapa bik?"
"Halo, non." Terdengar suara serak bik Ina yg tampaknya habis menangis.
"Ada apa bik?" Putri mulai cemas.
"Ibu, abis kecelakaan dijalan non, ibu sudah meninggal non." Terdengar suara Isak tangis bik Ida.
"Gak mungkin bi, barusan putri telponan sama mama."
"Beneran non, saya gak boong non." Bik Ina meyakinkan putri.
"Gak lucu ah bi, bercandanya!" Suara putri meninggi menandakan kekesalan nya.
Akhirnya putri pun mematikan ponselnya dan tidak percaya dengan apa yg dikatakan bi Ida.
Lalu setelah beberapa jam banyak warga yg datang untuk mengantarkan jenazah mama putri ,juga untuk melayat.
Saat itulah putri baru percaya bahwa mamanya meninggal. Wajah mama nya rusak parah hingga tidak bisa terdeteksi lagi.
Sore itu pengajian pun digelar untuk almarhumah mama putri juga pemakamannya.
Setelah dirumah,Putri mengambil ponselnya, dan mengirimkan chat kepada Doni, yaitu sahabatnya.
"Don..."
"Nyokap gue Don,"
"Nyokap gue meninggal."
Doni yg mendapati pesan dari putri pun membalasnya.
"Ha?"
"Kapan put?" Doni terkejut dengan kabar yg diberikan putri.
"Kok bisa?"
"Baru tadi siang Don."
"Ini baru selesai pengajian dan pemakamannya."
"Gue turut berdukacita ya put." Balas Doni.
"Padahal gue baru berantem sama dia Don." Air mata putri mengalir dari ujung matanya.
"Gue kasar banget sama dia."
"Gue tau hubungan Lo sama nyokap kurang baik."
"Yg sabar ya put."
"Berdoa aja supaya dia tenang."
"Iya Don, makasih ya."
"Gue jadi ngerasa kesepian aja."
"Ni rumah jadi kayak kosong banget. Biasanya jam segini mama udah pulang ."
"Mau gue temenin gak?"
"Makasih Don, gue gak gak papa kok."
"Lo baik banget."
"Namanya juga pangeran, masa gk baik." Rayu doni untuk menghibur putri.
"Gak lucu kali ."
"Hehe maaf put, gue mau ngehibur Lo aja."
"Iya , gue ngerti kok. Makasi banyak ya."
Saat putri sibuk dengan handphone nya . Tiba tiba ada suara ketukan dari pintu rumah putri.
"Bentar ya Don, ada yg ngetok pintu ."
"Buset, malam-malam gini siapa yg kerumah?"
Putri pun keluar untuk melihat siapa yg datang. Namun saat dilihat tidak ada siapapun di luar.
"Salah denger kayaknya, gak ada siapa-siapa diluar."
Putri masuk kembali kerumahnya dan menutup pintu.
"Ih serem amat, Lo dirumah sama siapa emangnya?"
"Sendirian, bi ina sama pak Budi lagi diluar, lagi belanja buat 7 hari mama."
Setelah chatingan dengan Doni cukup lama. Tak terasa waktu semakin larut sudah jam 10 . Putri pun mengirim pesan untuk bik Ina.
"Bi, kapan pulangnya nih."
Namun setelah beberapa menit tidak ada balasan dari bi Ina.
Ponsel putri kembali berdering dari panggilan Doni.
"Kenapa Don?"
"Mau gue kesana temenin Lo?" Modus Doni.
"Modus!!"
"Ogah ditemenin sama Lo."
"Beneran nih, Emang berani?"
"Dah ah, gue mau ngunci pintu sama jendela trus masuk kamar."
"Hati-hati lhoo.." nada Doni agak merendah membuat putri merinding.
"Ihh, jangan nakut-nakutin Napa!"
"Udah serem sendirian dirumah."
Sekujur tubuh putri pun mulai gemetar dan lemes. Putri pelan pelan berjalan ke pintu depan.
Dengan ponsel yg masih di telinganya.
"Don, jangan matiin dulu ya. Jangan tidur dulu."
"Iya putri, gue temenin Lo sampe ketiduran."
Sampai didepan, saat putri ingin mengunci pintunya, dia ingat bahwa kunci rumah disimpan di rak dapur. Saat berbalik, tak sengaja dia melihat ke arah jendela. Dia melihat seseorang di luar.
"Don.." putri terus memanggil Doni dengan terus memandangi sosok itu dari dalam.
"Napa put,"
"Ada orang diluar Don."
"Bi Ina kali baru pulang.*
Putri pun mengambil gambar sosok itu dari jendela rumahnya dan mengirimkannya kepada Doni.
"Don, liat gambar yg gue kirim."
"Gambar ap?"
"Udah liat aja."
Doni pun mengakhiri panggilannya dan melihat foto yg dikirim putri. Terlihat dari foto itu sosok hitam yg berdiri melihat ke arah rumah putri.
"Gak kayak bi Ina kan?" Chat putri .
"Gak keliatan juga mukanya."
"Apa tetangga ya?"
Setelah beberapa menit Doni pun membalas.
"Udah biarin, tunggu aja diluar ."
"Eh dikamar maksudnya."
"Iya bawel, ini lagi mau masuk kamar kok."
"Mana Migi berisik banget lagi."
"Migi siapa?"
" Kucing gue. Dari tadi berisik nyakar nyakar jendela."
"Pengen keluar kali."
"Migi itu princess, mana mungkin dia mau main diluar. Apalagi malam-malam gini."
Triing..
Bunyi ponsel putri dan terlihat chat dari bi Ina.
"Non, bi Ina masih lama ni non."
"Lagi di dokter hewan, Migi tadi ngeong ngeong kesakitan."
"Saya kaget non, mata Migi ngeliat ke atas terus gak turun turun sampe sekarang."
Mendapat pesan dari bi Ina ,putri pun terkejut.
"Hah?!"
"Kalok Migi sama bibi,"
"Trus yg dari tadi ngeong ngeong siapa ?"
Bi Ina tidak membalas pesan putri lagi. Dan itu membuat putri semakin ketakutan.
Putri pun langsung mengirim pesan kepada Doni.
"Doni..!"
"Sumpahhh...!"
"Yg dirumah bukan Migi."
"Maksudnya?" Tanya Doni.
"Migi lagi dibawa sama bi Ida ke dokter hewan."
" Kunci sana pintunya!"
"Kuncinya disimpen di rak sepatu belakang."
"Ambil sana, terus masuk kamar dan kunci."
"Ta... Tapi gue takut."
"Di sana gelap banget, lampunya rusak blom dibenerin."
"Pake hp , nyalain senter ."
"Apa mau gue kesana sekarang."
"Mm.. boleh juga."
"Ta.. tapi gak usah deh, gue beraniin diri aja."
"Don..!!"
Doni tidak membalas pesan putri beberapa menit.
Putri pun semakin ketakutan.
"Doooonnnn..!!"
"Jangan diem dong, balas!"
"Katanya mau nemenin gue."
Putri trus menyepam Doni.
"Don, sumpah!! Tadi kayaknya ada yg liatin gue."
"Balas dong! Jangan typing."
Sampai akhirnya Doni pun membalas.
"Sorry sorry , tadi abis ngambil minum hp nya gue tinggal.
Putri kembali mengambil gambar sosok itu yg semakin dekat dari rumahnya,dan mengirimkannya kepada Doni.
"Itu apaan?"
"Gue gak tau ,tapi serem banget."
"Put, dengerin gue . Masuk ke kamar Lo sekarang, dan kunci kamar Lo."
"Tapi kuncinya masih di sana ,belom di ambil."
"Pokoknya sekarang Lo balik ke kamar Lo, Lo tutup pintunya ,trus tahan pake apaan kek."
"Kenapa Don? Kenapa??"
Wajah putri pun pucat dan sekujur tubuhnya menggigil ketakutan.
"Udaaaaah, pokoknya Lo dengerin gue. Jangan sampe itu ketemu Lo."
"Itu..?"
"Itu apa ?"
"Please put, dengerin gue. Gue gak mau Lo kena imbas."
"Gue udah di kamar."
"Pintunya gue ganjel pake meja."
"Ok bagus, jangan keluar put."
Setelah beberapa saat.
"Don,"
"Gue takut Don, itu kayak ada yg garuk-garuk pintu kamar."
"Put, jangan buka pintunya. Gue kesana sekarang."
"Don,"
"Ada suara diluar, dia nyuruh gue keluar."
"Putri! Jangan !! Jangan buka pintunya."
"Doni, suaranya makin keras."
"Gue denger ada suara langkah kaki di langit langit."
"Put, kasih alamat Lo sekarang ke gue. Biar gue kesana, dan Lo jangan kemana mana sampe gue dateng."
"Doni...!"
"Gue takut don.!"
Putri pun menelepon Doni , tapi tidak di angkat.
"Put, jangan telepon. Nanti dia tau Lo dimana."
"Asstagaa!! Gue di lemari Don."
"Putri, cepet mana alamat lo.''
Lalu tiba tiba ada pesan yg masuk ke ponsel putri . No yang tidak di kenal.
"Putri..."
"Putri.. kamu dimana nak?
"Ini siapa?" Putri penasaran, juga sedikit takut membalasnya.
"Ini mamah, bantuin mamah nak, mamah kekunci di loteng."
"Gak mungkin!!! Mamah ku udah meninggal, aku liat mamahku dikubur tadi sore."
"Bukan nak, ini mamah.mama pake hp rumah."
"Gak mungkin!! Ga usah bohong!"
"Kamu dimana nak, bantuin mama."
Putri semakin bingung dan ketakutan di dalam lemari.
Lalu muncul pesan dari Doni.
"Oke gue udah minta alamat Lo dari Dina. Gue kesana sekarang."
"Jawab gue dong put."
"Don, ini ada yg ngirim pesan ke gue."
"Dia ngaku nyokap gue."
"Maksudnya gimana?"
"Doon! Suara langkahnya makin mendekat."
"Putri Lo jangan kemana-mana, gue lagi dijalan."
Pesan dari no yg tak di kenal terus masuk.
"Putri!"
"Putri.. mamah mohon."
"Tolong bantuin mama nak,"
"Bantuin mama nak."
"STOP!! kamu bukan mama aku."
"Mamaku udah dikubur."
"Mama bisa liat,"
"Kamu lagi dikamar kamu kan?"
"Kamu di dalam lemari kan?"
"Ini siapa?!!!"
Putri semakin ketakutan, nafasnya semakin berat. Dan tubuhnya semakin dingin.
"Itu suara siapa?"
"Doni?"
"Kamu suruh dia dateng!"
"Maksudnya apa ?"
"JANGAN DEKATI DONI!!"
"Kamu gak tau dia seperti apa."
Sebelum membalas,putri mendapat pesan dari Doni.
"Put, gue udah di depan pintu nih, bukain dong."
"Depan pintu?"
"Lo kok tau alamat gue?"
"Tadi gue minta dari Dina."
"Dina? Dia kan blom pernah ke rumah gue."
"Dia mana tau alamat gue."
"Ini gue masuk ya put, Bi Ina udah ngebukain pintu. Ternyata dia udah pulang."
"Tu... Tunggu ! Jelasin ke gue dulu."
"Put, bukain pintunya put.''
"Gue bakal jelasin kalo Lo keluar."
"Bukain dulu pintunya."
"Ga mau."
"Gue takut!"
" Jangan takut put, ini gue , kita gak akan nyakitin kamu."
"Kita?"
"Kita itu siapa Don?!"
Putri dihujani esan masuk dari no yg mengaku mama putri.
"KELUAR DARI RUMAH INI PUTRI!"
"KELUAR DARI RUMAH INI!!"
"JANGAN DEKATI DIA!!"
"jangan keluar dari kamar , ap pun alasannya."
"DIA ALASAN MAMA ADA DI LOTENG."
"ga mungkin!!"
"Kalo mama ada diloteng,"
"Yg kita kubur tadi siapa?"
"Kamu liat bi Ina gak seharian?"
"Engga. Maksudnya apa?"
"Itu mayat bi Ida?"
"Percayalah sama mama nak."
"Ada yg bisik bisik dari kamar putri."
Pesan dari Doni.
"Buka pintunya putri!"
"Lo apain nyokap gue Don?!"
"Lo diluar sama siapa?"
"Lo bakal tau secepatnya put."
Pesan dari no tak dikenal.
"PUTRI JANGAN KELUAR!!"
"JANGAN BUKA PINTUNYA!"
"MAMA MOHON!"
Lalu tiba tiba suara pintu kamar putri terbuka.
"Dia udah masuk ."
"Diam!! Jangan berisik putri .mungkin dia akan pergi."
"Dia bawa...."
"Bawa apa putri?"
"Putri?"
"Jawab mama nak!"
"Putri!"
"Jadi, kaburnya ke loteng ya nyonya?!" 😁
-End-