JATUH CINTA?.... Hahahah kata nya indah bagi sebagian orang tapi bagiku TIDAK.
Cinta hanya membuatmu bodoh dan melupakan segalanya, termasuk dengan kata 'jatuh' pada bagaian pertama. Bukan kah yang namanya jatuh itu menyakitkan? lalu mengapa harus di lanjutkan?
Mungkin dari kalian ada yang tidak menerima gagasan ku, tetapi jujur saja aku sudah muak dengan cinta.
bayangkan saja ketika dirimu mencintai seseorang dengan begitu lama, tetapi orang yang di cintai oleh mu justru meninggalkan mu dengan ketidakpastian, bagaimana tidak kesal?
okay, ini sedikit cerita ku tentang trauma akan cinta.
sebelumnya perkanalkan namaku Mentari Aurelani jika kalian bertanya apa arti nama ku, Mentari adalah matahari sedangkan Aurelani artinya langit keemasan.
okay aku akan kembali menceritakan tentang pengalaman cinta ku pada 5 tahun yang lalu, tepat dimana aku masih memakai seragam abu putih, ya masa SMA. Sebagian ada yang bilang SMA adalah masa masa terindah, ya mungkin ucapan itu benar.
aku masih ingat saat itu, aku menyukai seseorang dari kelas 10 sampai kelas 12. Tapi kemudian aku di tampar oleh sebuah kenyataan saat aku sadar bahwa dia tidak pernah menganggap ku ada.
Bintang Praditya, siswa terpintar se SMA tapi tidak hanya pintar, paras nya yang begitu tampan, tak ayal membuat nya menjadi sasaran empuk para siswi di sekolah, oh atau mungkin bukan hanya di sekolah saja.
Aku dan bintang satu kelas, bahkan satu meja. jadi kalian tau kan bagaimana aku bisa luluh mencintai nya. Dia orang yang baik bahkan sangat, bisa di bilang kita bersahabat an sejak kelas 10 itu.
Bintang yang selalu memberlakukan aku seperti sosok special baginya membuat ku semakin jatuh pada dirinya. seluruh siswi mengira ku berpacaran dengan nya, padahal kita hanya teman. bukan kah begitu menyiksa?
Aku selalu menutup perasaan ini terhadap nya karena aku tau, kita teman dan tak seharusnya begitu, tapi naas perasaan tak bisa di bohongi
Lapangan Olahraga SMA *****
Kelas ku sedang olahraga, dan kebetulan baru saja selesai. sebagian siswa di perbolehkan untuk melanjutkan olahraga bebas, sedangkan aku memilih untuk duduk di bawah pohon rindang sambil menyaksikan dia yang sedang bermain basket.
"Kenapa tuh di liatin terus? takut Binbin Lo di ambil sama kakel hah?"
Tiba tiba saja sahabat ku, Qiara datang dan ikut duduk di samping ku
"Lo! buat kaget tau gak!. Bin Bin Bin Bin pale lu! Udah lah gw mau ke kantin aja"
saat itu aku mengalihkan ucapan nya, bagaimana pun tak boleh ada yang tau tentang perasaan ku untuk saat ini, karena aku takut jika Bintang tau dan akan menjauhiku.
tapi ketika aku hendak bangun dari duduk, Qia menarik kembali tangan ku untuk duduk.
"Lo gak usah nyangkal perasaan Lo, nyesel baru tau rasa. lebih baik Utarakan dari pada ketikung orang"
"Gila Lo!, udah lah ga usah di bahas. Kantin aja yok"
"okay, tapi Lo yang teraktir. Yokkk!"
"Ehhhh-"
tangan ku di tarik begitu saja, dan kami menuju kantin.
Hari terus berlanjut, sejak itu aku semakin menutup rasa ku dari semua orang karena aku takut dia akan semakin jauh untuk di gapai.
siang itu, di lain hari. kelas kosong tanpa guru dan semua teman sekelas ku yang sedang sibuk masing masing. Jika kalian bertanya apa yang sedang dilakukan bintang, dia sedang tertidur, dengan hoddie terlipat menjadi bantalan nya.
Aku sesekali mengamati nya, takut jika dia terbangun karena kelas yang bising, entah kenapa aku takut dia terganggu hanya saja aku merasa kasian saat itu, karena dia bilang lusa dia harus mengikuti lomba pelajaran fisika dan biologi jadi ia 3 hari ini selalu belajar dan belajar sampai sesekali ia begadang untuk itu. dan soal dari mana aku tau dia begadang? karena aku selalu melihat kantung hitam di matanya setiap pagi
aku tersenyum melihatnya tertidur, begitu damai wajahnya, tanpa guratan di dahi yang seperti biasa aku lihat ketika ia sedang berfikir mengerjakan soal.
Sambil sesekali melihat nya, aku pun menulis sebuah diary, tentang dia dan buru buru ku selesaikan ketika dia sudah mulai terbangun.
tentu saja aku tidak ingin ia sampai tau tentang diary ku.
"Jam berapa sekarang?"
tanya nya padaku
"hmm.. jam 10.21"
"udah istirahat dong"
ucap nya di balas anggukan oleh ku
"ya udah yuk ke kantin"
ini tidak biasa, oh tidak, lebih tepatnya pertama kali. bukan, bukan saat aku di ajak nya makan ke kantin tapi saat dengan sengaja dia menggandeng tanganku.
sial, saat itu aku semakin jatuh di buatnya.
Di lain hari lagi, tepat saat dia mengikuti lomba. aku datang bersama orang tuanya.
ya, aku dekat dengan orang tuanya karena aku pun sering main ke rumah nya. bahkan orangtuanya sangat baik padaku, seolah menganggap ku sebagai anak nya juga.
perlombaan kali ini memang bukan termasuk perlombaan untuk sekolah, tetapi bagaimana pun sekolah pasti bangga mempunyai murid cerdas seperti nya.
2 jam berlalu, Bintang sudah selesai mengerjakan nya. tetapi pengumuman pemenang akan di beritahukan nanti 2 hari kedepan nya.
karena hari yang masih siang karena masih jam 2, Aku dan keluarga Bintang saat itu berniat untuk makan dahulu di sebuah restoran.
aku sangat bahagia mengenal keluarga ini, papah bintang yang humble, dan ibu nya yang sangat menyukai ku. etsss bukan nya aku terlalu percaya diri tetapi ibu Bintang pernah bilang bahwa ia ingin mempunyai anak cewek tapi kebetulan hanya Bintang lah satu satu nya anak nya.
2 tahun kemudian...
2 tahun itu aku merasakan aku dan bintang semakin dekat, semakin mengenal satu sama lain. apakah salah kalo aku menganggap nya lebih dari sekedar teman?
oke mungkin aku salah tapi mungkin juga aku tidak. Aku semakin jatuh pada nya, itu semua karena dia yang memberlakukan ku berlebihan.
Aku masih ingat saat itu, hari dimana aku ingin mengutarakan semua nya pada nya, aku ingin jujur bahwa sudah 3 tahun aku menyukai nya dalam diam, tapi naas...
sebelum aku mengatakan nya, aku harus merasakan sakit, ketika dia mulai cuek dan menjauhi ku. 1 semester terakhir dia pindah kelas, tanpa alasan dan tanpa berbicara padaku.
tapi aku tidak nyerah, aku semakin mencoba mendekatinya, di kantin, di lapangan, di masjid dimana pun, bahkan di rumahnya. Tapi aku tidak berhasil untuk berbicara padanya.
aku berusaha berfikir tentang apa yang aku lakukan dulu sampai membuat dia menjauhiku, dan aku marah karena percuma.. aku tidak melakukan apa pun tapi dia pergi seolah membenciku.
Aku frustasi, aku ingin seolah tidak peduli tapi aku tidak bisa. aku mencintainya! aku ingin dia kembali padaku! apa aku egois?!
aku sudah tidak tau lagi kabarnya, aku rindu dia, rindu saat dimana dia memegang tanganku, bicara padaku, tersenyum padaku, memelukku. kini semua itu sudah tidak mungkin lagi.
aku menyerah Bintang, kamu terlalu jauh untuk ku gapai.
Kini aku hanya mencoba fokus untuk ujian Nasional ku, seperti yang kamu bilang padaku lewat ibumu saat ku mengunjungi rumahmu.
'Mentari, jangan cari Bintang lagi, lebih baik kamu Belajar saja nak untuk ujian Nasional nanti'
Mulai saat itu, baiklah.. aku tidak akan mencarimu lagi, aku teramat sakit untuk bangkit, teramat lelah untuk menggapai lagi.
memang benar ya kita tidak bisa bersama, aku dengan siang ku dan kamu dengan malam mu.
Terimakasih bintang, untuk 3 tahun yang menyenangkan, aku tidak tau mengapa kau menjauhiku seperti ini tapi jika ini mau mu ya sudah aku tak bisa lagi terbang terlalu tinggi untuk menggapaimu.
Kini biarkan aku dengan terik ku dan kamu dengan sunyi mu bersama kita terpisah oleh langit keemasan, untuk bertemu dan untuk berpisah.
fajar dan senja.
senja adalah ketika dirimu memberikan harapan lewat langit keemasan
dan Fajar adalah ketika aku ingin bersama mu tapi kamu pergi lebih dahulu.
TAMAT...
#hmm maaf sebelumnya ini catatan author, sebenarnya ini belum tamat, masih kurang jelas kan ceritanya, sebenarnya semua jawaban dan kata tamat itu ada di versi cerita Bintang itu sendiri. jadi mungkin kalau kalian suka aku bakal bikin cerita nya itu pun kalo kalian minta ya, Terimakasih dan maaf atas tulisan ku yang mungkin membuat kalian tidak nyaman karena jujur aku masih pemula untuk menulis. sekali lagi maaf dan Terimakasih