"ibu sama ayah,kamu sama kaka kamu ya"kata ibu sambil memasukan baju ke dalam tas
ya hari ini pukul 6 pagi aku,ibu ku ayah dan kaka akan pergi ke rumah nenek,kami sudah lama tida berkunjung kesana jadi hari ini kami menyempatkan waktu untuk mengunjunginya
"kaka ayo!"terik ku sebal
karna ibu dan ayah ku sudah berangkat dengan sepeda motor nya sedangkan aku dan kaka ku belum berangkat juga
"kaka ihhh"kesal ku
aku duduk di sopa dekat kaka ku,aku sudah sebal menunggu nya sedangkan dia masih asik chat tan dengan istri di rumah nya
"kaka mau sampai kapan sih,ibu udah berangkat dari tadi"rengek ku
kaka menatap ku sebal "hhh makan nya punya suami,kan ngga ngerepotin gw"kata nya kesal
aku cemberut sambil menilap tangan ku di atas perut,dan ahkir nya kaka ku mengambil kunci motor nya "ayo"ketus nya
aku pun senang walau pun sedikit kesel karna keleletan ka kakaku tapi yang penting bisa ke rumah nenek heheh
aku sudah cukup jauh mengendarai motor dengan kaka ku tapi tiba tiba,kaka ku balik arah ke rumah
"ka,kenapa balik lagi? ada yang ketinggalan?"
dia malah cuek tida menjawab ku,seolah olah aku tida ada,dan ahkir nya motor pun kembali ke rumah,aku semakin kesal ,aku pun menghentak hentakan kaki ku di tanah dengan keras
saat akan masuk rumah ada teman kaka sekaligus tetangga ku yang bernama ka davin
"eh putri,kenapa cemberut gituh?"tanya ka davin heran
"biasa vin,gadis"kata kaka ku sambil duduk di kursi depan rumah
ka davin masih mematung melihat kaka ku dan aku secara bergantian ,ntah apa yang aku pikirkan tiba tiba saja kata itu keluar dari mulut ku begitu saja
"ka davin nikah yu"ajak ku mantap
sontak ka davin terkejut dengan perkataan ku sedangkan kaka ku masih santai sambil memainkan hp nya
aku menatap kaka kesal,sangat sangat kesal,aku pikir dia akan terkejut tapi nihil seolah olah dia tida mendengarkan apa apa
"kamu mau nikah sama aku?"tanya ka davin tida percaya
"iya"ketus ku tapi tatapan sebal ku masih ku arahkan pada kaka ku yang menyebalkan itu
"kamu kan masih sekolah"kata ka davin gemetar,walau pun aku tida melihat muka nya tapi aku bisa mengatahui bahwa dia gerogi
"nggak papah,kan masih wabah virus corona jadi nggak sekolah,nanti kalo udah masuk kita Cerai "kata ku mantap
aku ingin tau bagai mana reaksi kaka ku,kalo aku berkata seolah olah aku ingin menikah dengan ka davin walau pun ini hanya kata kata bohong bagi ku
"tapi aku tida ingin bercerai"lirih ka davin dalam masih mematung menatap ku
aku menoleh ka arah ka davin dengan kesal"boleh,aku akan berhenti sekolah"kata ku kesal lalu masuk ke dalam rumah
aku langsung pergi ke kamar ku dan membaringkan tubuh ku"ihhhh kaka nyebeliin"gerutuku kesal
dan ternyata aku tida jadi ke rumah nenek,aku menangis di kamar sedangkan kaka ku sibuk dengan hp nya seolah oleh dia tida bersalah dan tida tau apa apa.
karna hari masih pagi,jam juga baru pukul 9,aku keluar dari kamar ku aku merasa lapar karna pagi pagi tadi aku belum sarapan
aku duduk di kursi makan dan menatap lurus ke arah depan namun tiba tiba saja sebuah piring di taro di hadapan ku
aku pun terbalalak kaget,ternyata piring itu berisi nasi goreng yang hangat dan aroma nya juga sangat menggoda
"makan lah"kata seseorang yang kini duduk di sebelah ku
"ka davin,kenapa ada di sini?"tanya ku bingung ,ka davin hanya tersenyum menatap ku
aku jadi sedikit salah tingkah gimana nggak, dia ganteng dan tubuh nya juga mas kulin ,ka davin teman dekat kaka ku eh maksud ku kaka menyebalkan,kaka ku sudah menikah muda di umur 23 tahun sedangkan ka davin masih jomblo dan masih kuliah,dia orang yang ramah namun sedikit dingin tapi aku bingung kenapa dia rumah ku dan membuatkan aku sarapan,dan dimana kaka menyebalkan ku itu
"buatin sarapan,buat kamu"kata nya membuat aku tersadar dari lamunan
"owh..makasih ya ka"kata ku lalu menyendok nasi goreng dan memasukan nya ke dalam mulut ku enak'puji ku dalam hati
lalu ka davin berdiri dan pergi meninggalkan ku yang sedang menyantap nasi goreng buatan nya mungkin...lalu dia masuk ke kamar ku,eh tunggu ngapain ka davin ke kamar ku,aku langsung menyudahi sarapan ku
aku berlari menghampiri ka davin yang sudah hilang di balik pintu kamar ku
"ka davin ngapain ke sini?"tanya ku heran
"beresin kamar kamu"kata nya santai sambil melipat selimut bekas tidur ku,ya karna aku orang nya sedikit pemalas Jadi kamar sendiri aja jarang di beresin hehe
"jangan ka jangan,biar putri aja nanti"kata ku sepontan
ka davin hanya tersenyum menatap ku"nggak papah,kan nanti ini juga kamar ku"kata nya santai
hah kamar nya,emang rumah ini mau di beli sama ka davin'pikir ku bingung ,tanpa ku sadari ka davin sudah selesai memberskan kamar ku aku sedikit bingung ada apa denga ka davin hari ini? apa sedang sakit?
namun ntah apa yang ada di pikiran ka davin peria tampan itu membuka baju nya,sepontan aku berteriak
"AAAA! kaka ngapain?"kata ku curiga
tapi dia hanya tersenyum memandang ku dan meneruskan membuka baju dan kaos tipis nya
"mau mandi,aku sedikit gerah"kata nya sambil mengambil handuk ku yang menggantung di paku lalu dia masuk ke kamar mandi ku
aku masih melongo menatap kamar mandi yang di tutup itu,apa benar rumah ini mau di beli ka davin,tapi kan aku dan keluarga ku belum pindah'kesal ku lalu aku keluar dari kamar ku dan mencari cari kaka menyebalkan itu
aku pergi ke luar mencari cari kaka ku namun nihil dia tida ada malah aku bertemu dengan teman ku yang sedang melintas si rumah ku
"eh put ngapain?"tanya nya sambil berhenti berjalan
"aku lagi nyari kaka ku dit,kamu tau nggak?"kata ku jujur
"owh,aku nggak lihat put"kata adit sedikit bersalah
"owh yaudah nggak papah"kata ku sambil hendak masuk lagi ke rumah namun tida sengaja aku menabrak tubuh yang lebih besar dari ku
"aduh"lalu aku menatap orang yang ku tabrak itu aku kaget setengah mati ternyata dia ka davin tambah lagi dia tida pake apa apa hanya handuk pink yang melilit di pinggang nya Oh my God!
"ka davin"pekik ku tida percaya,lalu aku menoleh kebelakang untuk memastikan bahwa adit sudah tida ada,aku takut dia salah paham namun tiba tiba aku merasa lemas ternyata adit masih berdiri di sana sambil menatap ka davin tida percaya
"hai dit"sapa ka davin ramah,aku terbalalak kaget,dengan santai nya dia menyapa orang dengan menampilan seperti itu, tambah lagi di rumah ku yang kini aku tinggal sendiri!
"eh hai ka,ngapain di situ"tanya adit sambil mengerutkan kening "emng nya nggak papah kaka berpenampilan seperti itu di depan putri"lanjut nya
aku semakin panas dingin namun tiba tiba aku seperti di sengat listrik,ka davin memegang pundak ku dengan lembut nya
"nggak lama lagi kita mau nikah,lagian aku calon suami nya ko"kata nya ramah,bagai kan di samabar petir di siang bolong,dengan santai nya di berkata seperti itu
"tapi kan putri masih sekolah ka?"adit sedikit menaikan sebelah halis nya
"putri mau berhenti sekolah katanya lalu nikah sama aku"kata ka davin tersenyum senang
tiba tiba saja tubuh ku membeku,napas ku juga sesak sekali,kenapa ini ada apa dengan ka davin mengapa dia berkata seperti itu
"iya kan sayang"kata ka davin menoleh ka arah ku,APAH SAYANG!aku belum mau menikah,aku juga punya pacar,
tida, tida, ada apa ini, tiba tiba saja tubuh ku terasa lemas,dan aku pun jatuh ke pelukan ka davin
walau pun mata ku sudah terpenjam tapi aku bisa merasakan bahwa ka davin memanggil manggil nama ku sambil menepuk nepuk pipik pelan
"putri,putri bangun"panggil nya tapi ntah apa yang terjadi suara ka davin semakin kesini semakin berubah
"putri!!"aku pun terkejut dan langsung membuka mata ku
"ini udah jam 9,kamu kaya kebo aja,susah di bangunin nya"kesal ibu
aku menatap ibu ku bingung,dan menyapu kamar dengan mata ku
ini di kamar ku,bukan kah tadi aku di peluk ka davin,dan ibu bukan kah sudah berangkat duluan ke rumah nenek
"ibu udah balik dari rumah nenek?"tanya ku bingung
bukan nya menajawb,tiba tiba saja kepala ku di jitak dengan keras
"gara gara kamu kita jadi nggak jadi ke rumah nenek"kesal kaka setelah menjitak kepala ku
lalu ibu dan kaka ku pergi meninggalkan ku dengan raut muka yang kesal
apa tadi mimpi,tapi itu seperti nyata,tapi sukur deh kalo mimpi aku selamet dari ka davin'pikir ku lalu aku mandi dan pergi ke luar rumah,aku tida mau diam di rumah untuk saat ini soal nya kaka dan ibu ku sedang tida baik pada ku heheh
"hai putri"sapa ka davin sambil berlari lari kecil hendak ke rumah nya,seperti nya ka davin habis joging 'pikir ku
aku menghentikan langkah ku dan menatap ke arah suara dengan tida percaya,ka davin...
ka davin berhenti lalu menatap ku bingung ,ya karena ekspresi muka ku itu ta dapat di artikan
"kamu kenapa put?"tanya ka davin bingung
bukan nya menjawab aku malah melamun karna memori mimpi tadi muncul begitu saja ka davin hanya memakai handuk tubuh nya masih basah membuat aku tergoda uuuwhh ntah kenapa aku jadi berpikir jorok
"putri kamu kenapa?"panggil ka davin lagi dan seketika bayangan itu hilang
"eh hehe nggak ka"jawab ku gugup,ka davin hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala dan tiba tiba saja hp nya berdering
ka davin tersenyum pada ku lalu melanjutkan jalan nya dengan perlahan sambil menjawab telepon nya itu
"iya sayang ada apa?"kata ka davin pada seseorang yang menelpon nya itu
Deg!
aku mematung menatap ka davin tida percaya,walau pun ka davin sudah berjalan menjauh dari ku tapi suara nya masih terdengar
"hahah iya sayang nanti aku jemput"kata ka davin lalu mematikan telpon dan memasukan ke kantung baju nya
"Oh my God,ternyata ka davin udah punya pacar,aku baru tau, tapi dia bilang sayang ke orang itu Ko rasa nya sakit ya"kata ku nggak percaya
sakit sekali hati ku ini padahal di antara kami tida ada apa apa cuman mimpi bodoh yang tiba tiba aku ngajak nikah pada ka davin,tapi rasanya sakit
apakah ini cinta ka davin dalam mimpi yang tida sengaja ku bawa
huuuh
~Tamat~