Malam itu aku dan kawanku ingin pergi ke dapur belakang untuk menyetrika baju-baju kami, bertepatan pada malam Senin pukul 23.00.
"lisapakain lu banyak gak yang harus disetrika",tanya Tania kepadaku.
"gak banyak kok Tan,cuma baju seragam sekolah,baju lai gak udah disetrika",ucap ku sambil terus berjalan menuju dapur.
sesampainya didapur,kami langsung menyiapkan tempat untuk menyetrika pakaian kami, setelah selesai menyiapkan tempat untuk menyetrika.kami pun mulai menyetrika baju-baju kami.
"Tan malam ini kek nya sepi banget yah, biasanya kan jam segini para santriwati pada jajan atau nyetrika,kan",ucapku sambil menyetrika seragam sekolah ku.
"Iyah Lisa,sepi.....kek ada yang aneh gitu",ucap Tania mengiyakan apa yang ku katakan.
tiba-tiba angin berhembus kencang menambah kan kesan mencegah kan,bulu kudukku tiba-tiba berdiri,jantungku berdebar kencang,entah kenapa rasa takutku tiba-tiba muncul, biasanya aku tidak terlalu takut dengan suasana seperti ini,tetapi kali ini berbeda seperti ada yang aneh.aku juga tidak ingin membicarakan hal tersebut,jika aku bilang kepada Tania,maka dia akan lari meninggalkan ku sendirian,aku pun memilih untuk diam.dan sampai akhirnya kami selesai menyetrika baju.
pukul menunjukkan pukul 01.00
suasana pesantren khusus santriwati sudah sepi,dan yang berada diluar cuma aku dan Tania saja sepertinya.
"Tan ayok cepat kembali ke bilek(kamar)",ucapku sambil membawa baju yang sudah kusetrika tadi.
"iyah-iyah",ucap tania.lalu kami pun pergi dengan terburu-buru ke dalam bilek(kamar). sesampainya dikamar.aku langsung memasukkan pakaiku kedalam lemari ku begitu juga dengan Tania setelah itu aku pun duduk diatas ranjangku.
"Tan gue tidur dulu yah",ucapku lalu masuk kedalam selimut ku.
Didalam satu bilek(kamar) Cuma ditempati oleh 4 santriwati,aku,Tania, Caca dan Risa,kami dibilang sama-sama penakut.
pukul 02.00
aku sedang tertidur pulas sampai seseorang membangunkan ku
"Lis temenin gue yok ke kamar mandi,gue kebelet pipis nih",ucap Risa sambil menggoyangkan tubuh ku.
"ahh ria,gue ngantuk banget,bangunin si Caca aja suruh dia tenun kamu",ucapku yang masih setengah sadar.
"aish Lis,gue udah coba ngebangunin mereka bertiga tapi gak ada yang bangun,lu kan tau mereka bertiga itu kebo, susah banget dibangunin",ucap Risa
"ayok lah Lis,gue udah gak tahan nih", lanjut Risa yang sudah kebelet gak ketulungan, terpaksa deh aku yang harus menemanin dia saat itu, jujur sih aku sangat malas.
didepan toilet.
Risa langsung masuk kedalam toilet,dan tinggallah aku seorang diri berjaga diluar pintu toilet.
"Jan lama-lama ris gue takut nih",ucap ku sambil melirik kanan dan kiri,gimana gak takut, keadaan bilek(kamar) sangat sepi,bahkan santriwati kamar yang lain tidak terlihat satu pun, Sangat aneh itu yang terpikir dalam kepalaku saat itu.
tiba-tiba terdengar suara yang sangat mengerikan,suaranya seperti ada seseorang yang lagi terseret,aku sangat ketakutan saat itu.
"Risa cepat gue takut nih",ucap ku sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi/toilet
"bentar", sahut Risa dari dalam kamar mandi/toilet.
tiba-tiba terdengar lagi suara benturan keras dan membuat ku semakin ketakutan.
"Ris cepetan",ucapku yang sudah ketakutan setengah mati,tubuhku bergetar hebat dan hampir tidak bisa berdiri.
"iya-iya,gue udah selesai kok",ucap Risa yang sudah sambil membuka pintu kamar mandi.
"R-ris apa itu di bebelakang lu", ucapku ketakutan sambil menunjuk ke arah Risa.
"apa sih lu,jangan nakut-nakutin Napa",ucap Risa yang mulai ketakutan.
"di belakang lu ada orang Ris",ucapku sambil menarik tangan Risa.
Dengan cepat kami berlari meninggalkan kamar mandi tersebut, sesampainya di kamar kami,kami berdua langsung masuk kedalam selimut.
like
komen
vote