Ku melihat mu dengan penuh arti, tak tau kenapa rasanya ingin menangis, seolah-olah kau akan pergi meninggalkan ku. sesosok laki-laki yang gemuk dengan rambut ikal dengan kumis tipis dan janggut yang belum di cukur, dia adalah bapak ku, pahlawanku. kini dia telah pergi dan kembali ke sisi Tuhan yang maha esa.
Yaa kalo di pikir-pikir kek gak nyangka aja gitu kalo bapak ku dahh gada, serasa itu cuma kek mimpi buruk dan aku harus segera bangun dari tidur ku. emang susah untuk merelakan tapi mau gimana lagi itu dahh takdir, dan mau gak mau harus mengikhlaskan walaupun itu berat. Yes, I am doing okay🙂
Malam itu adalah terakhir kalinya aku melihat dan bersamanya, ku duduk di sampingnya dan melihat ia makan dengan lahap, ada rasa khawatir dan sedih yang tergambar jelas di wajah setengah paru bayanya. entah kenapa aku ingin mengatakan bahwa aku sayang padanya dan ingin sekali ku memeluknya, seakan aku tak mengizinkannya untuk pergi.
"kamu udah makan ndok??"
"em.. ehhh, udah pak", jawab ku langsung karena abis melamun.
"adek dahh makan??", tanyanya lagi
"udah pak"
"iya udah, kamu baik-baik ya sama adek!!".
"iya pak"
"kamu doa kan rizki ya agar cepet sembuh!!! besok dia mau di pindah ke rumah sakit Rembang", katanya dengan suara pelan
"iya pak", entah kenapa aku cuma bisa jawab iya-iya doang, tapi sebenarnya aku pengen ngomong banyak, tak tau kenapa itu kek susahhhh banget, gada kata-kata lain yang keluar dari mulut ku selain "iya pak", mungkin karena aku gak terlalu akrab dengan bapak ku, yaa aku jarang ngobrol dengan bapak, palingan bicara cuma waktu minta duit yang karena waktu minta ibu malah di suruh minta ke bapak.
Selesai makan bapak balik lagi ke puskesmas jaga adek yang lagi sakit sama ibu, jadi aku sendirian di rumah ma adek ku yang udah gede. adek ku yang kecil sakit "step", awalnya dia panas tinggi beberapa hari lalu waktu di pagi hari itu adek kejang-kejang, bapak lagi gak di rumah waktu itu dia blm balik kerja. bapak kerja sebagai supir truk jadi jarang di rumah.
lalu ada tetangga yang datang karena mendengar tangisan ibu ku, adek ku pun di bawa ke puskesmas dan harus di rawat inap. setelah 2 hari adek di puskesmas, karena perawatannya tidak memadai jadi adek harus di pindah ke UGD. karena membutuhkan surat-surat kek akte kelahiran dan kartu keluarga jadi bapak pulang ke rumah untuk memfoto kopi. waktu itu aku lagi sekolah dan aku masih kelas 7 SMP, adek ku yang gede kelas 1 SD. waktu itu hari Senin dan sehabis upacara bendera aku balik ke kelas. lewat beberapa menit sehabis upacara ada penjaga gerbang yang datang ke kelas ku, dia bicara sesuatu dengan wali kelas ku, tak lama kemudian aku pun di panggil ke depan, lalu aku di suruh pulang dan aku tak tau kenapa aku harus pulang, aku tanya pun gak di jawab sama wali kelas ku. aku pulang dengan naik sepeda, waktu di jalan ada orang-orang yang terus menatap ku dan sambil berkata, "itu anak yang bapaknya gada kan???". hah, waktu itu seketika aku kaget dan bingung dengan apa yang mereka bicarakan, aku masih gak ngerti dengan omongan mereka, tapi ya sudahlah gak aku hiraukan. seiring aku berjalan selalu ada yang menatap ku, dan waktu itu aku bertemu dengan sepupu ku, dan dia menyuruh ku untuk segera pulang, aku tanya dong kenapa emangnya??? tapi tetap aja gak di jawab, waktu itu aku berfikir ini kenapa sihh kok orang-orag pada aneh. sepanjang jalan selalu aja ada orang yang bilang "ini yang bapaknya udah gada itu kan?", aku bingung dan gada orang yang ngasih tau. Waktu aku melewati musholla terjawab lahh sudah pertanyaan-pertanyaan ku tadi. ada perlengkapan mandi untuk mayat yang mau di antar. seketika air mataku jatuh dan aku manangis sejadi-jadinya, aku bergegas ke rumah dan waktu di rumah ada banyak orang dan aku melihat bibik ku menangis. aku pun ke rumah dan melihat apa yang terjadi, pikiran ku kacau dan aku tak abis pikir kenapa bisa?? kenapa bisa bapak ku tiba-tiba udah gada??, kemarin aku masih melihatnya baik-baik saja, dan dia makan di samping ku, lalu kenapa hari ini dia tiba-tiba pergi?? kenapa??.
Aku menangis di kamar dan di hampiri sepupu ku,
"sabar ya mbak, ikhlas kan", di berkata sambil memelukku. aku hanya bisa menangis. lalu ada suara sirine dan orang-orang pada berdatangan, ku liat keluar rumah ada peti mati yang di keluarkan dari mobil ambulance dan ibu yang manangis histeris. air mata ku pun keluar seolah-olah tak mau berhenti. aku masih tak percaya dengan apa yang aku liat di depan mata ku. peti mati itu pun di angkat ke dalam rumah dan bapak di keluarkan dari peti mati itu, dan di letakkan di atas kasur. ingin rasanya ku memeluknya dan menciumnya, tapi aku tak berani, tak tau kenapa aku tak berani. aku hanya bisa melihat dari samping dan menangis.
"apakah benar yang ada di depan mata ku ini sungguh an?? ini mimpi kan?? tolong seseorang katakan bahwa ini hanya mimpi!!! aku tak sanggup menerima kenyataan ini". sehabis itu pun orang-orang mempersiapkan pemakaman, dan aku pun hanya bisa menangis dan melihat bapak ku.
Selesai, keranda pun di angkat dan bapak pun akan di makamkan. aku masih menangis, mata ku sakit dan aku hampir tak mampu membuka mata ku.
waktu keranda bapak di bawa pergi aku ingin mengejarnya dan tak ingin dia pergi, "tolong jangan pergi!!". aku manangis dan tak tau harus bagaimana.
aku tak mampu melihat dan mendengar dengan jelas orang-orang di sekitar ku, seseorang memegang ku agar aku tak terjatuh.
berakhir, aku melihat dia pergi perlahan-lahan meninggalkanku, semakin jauh semakin jauh hingga tak mampu ku gapai.
Sekian cerita saya, aku hanya berharap semoga kalian tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, karena jika itu sudah tak ada lagi kalian akan menyesal.