Aku Itu Bagaikan Sebuah Debu, Terus Memperhatikan Tapi Tidak Diperhatikan, Aku Itu Seperti Patung, Terus Berdiri Tegak, Dan Tidak Pernah Lelah Akan Kerasnya Kehidupan, Tapi Bisakah Seseorang Mengerti Bagaimana Perasaanku? Apa Salahku? Mengapa Kesedihan Ini Tampak Lebih Indah Daripada Kebahagiaan Yang Sesungguhnya? Mengapa? Kenapa? Bagaimana? Kenapa Kebahagiaan Selalu Bertolak Belakang Denganku Layaknya Sebuah Magnet? Apa Salahku? Apa Pernah Aku Bertingkah Laku Buruk? Mengapa? Rasanya Aku Ingin Mati Saja..Setidaknya Saat Aku Mati Aku Tidak Akan Lagi Merasakan Kesedihan Yang Berlimpah-limpah Ini, Tapi Bagaimana Caranya? Bagaimana Cara Agar Aku Tidak Lagi Merasakan Kesedihan Ini? Tuhan.. Bunuhlah Aku.. Bawalah Aku Ke Surgamu.. Aku Sudah Lelah, Bertahan Layaknya Sebuah Daun Kering Yang Bertahan Diatas Ranting-ranting, Tuhan..Jika Memang Kau Tak Ingin Aku Mati.. Maka Berikanlah Aku Ketabahan, Berikanlah Aku Kemudahan.Agar Aku Bisa Menjalani Hidupku,Lebih Tenang..
(Dibuat Karena Gabut:v)