Maafkan aku...
Maafkan aku...
Tolong biarkan aku hidup...
Tidak...!!!
Jangan!!!!!!!
Zrakkkkkkk'
"tlik...tlik..." Suara tetesan darah yang menghantam lantai.
.
.
.
.
.
Hai teman-teman👋 Jangan lupa like and Coment karya aku, jika kamu menyukainya.
Semoga setiap karya yang telah kita buat, berguna dan bermanfaat untuk kita semua.
Selamat Membaca....
*****
Ting!
"Verra!!!!!!" Teriak Misti dengan wajah yang pucat. Tubuhnya bergemetar. Ia merasa sangat kedinginan. "Apa yang baru saja kulihat?? Verra..dia..dia..." Ucapnya ketakutan. Ia melihat sekelilingnya. "Rumah sakit? Kenapa aku bisa di rumah sakit??".
Tiba-tiba dari balik pintu muncul seorang gadis, yang ternyata adalah sahabat karib Misti. Dia adalah Verra. Gadis itu menghampiri Misti. Ia memeluknya erat dengan air mata yang bercucuran.
"Huuu.. Misti aku sangat mengkhawatirkan mu." Ucap Verra.
"Kenapa aku bisa di rumah sakit? Dan... Kenapa tubuhmu sangat dingin?" Tanya Misti. Verra terdiam sejenak dengan raut wajah yang sulit dijelaskan.
"emm...Kamu tiba-tiba jatuh pingsan di sekolah ti. Lalu Anwar membawa mu ke rumah sakit. Dan soal tubuhku yang dingin...mungkin karna...(Menunjuk Jendela) Lihatlah, diluar sedang hujan." Jawab Verra.
"(Memegang tangan Verra) kamu sahabat ku yang paling baik Verr. Terimakasih." Ucap Misti
"Tapi...barusan aku bermimpi sesuatu..." Misti~
"Apa itu ti?" Verra~
"Kamu sudah..." Misti~
"Aku kenapa?" Verra~
"Kamu sudah Mati Verr...(Air mata Misti pecah). Aku kira kamu benar-benar sudah meninggal Verr. Aku takut kehilanganmu. Kamu adalah sahabat ku satu-satunya. Huuu" Misti~
"(Memeluk Misti sambil menepuk pelan bahunya) Itu cuman mimpi ti. Lihat.. Aku masih hidup kan?. Sudahlah...Kamu Istirahat. Aku mau membeli sesuatu dulu." Verra~
"Tapi sekarang udah malam Verr. Aku takut" Misti~
"Tidak akan lama kok Misti. Aku Janji. Di rumah sakit masih ada orang. Jadi kamu bisa berjalan-jalan sebentar ngilangin penat. Okey?" Tutur Verra. Misti mengiyakan.
Selang beberapa menit setelah Verra keluar dari rumah sakit untuk keperluannya sendiri, Misti memutuskan untuk berjalan menuju pintu keluar rumah sakit, menunggunya kembali. Awalnya Misti merasa bahwa semua orang yang ada di rumah sakit biasa saja. Hingga...
"Kamu mau kemana nak?" Tanya seorang Wanita tua kepadanya. Kehadirannya membuat bulu kuduk Misti berdiri. Ia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan nenek ini.
"Aku..aku mau keluar sebentar." Jawab Misti takut.
"Hahaha. Kamu sepertinya sangat menyayangi sahabat mu itu." Sahut Nenek itu yang seketika membuat mata Misti melotot.
"Kamu..Kamu.. Apakah aku mengenal mu?" Misti~
"hihihi. itu tidak penting. Aku hanya ingin memberitahu mu, bahwa sebenarnya sahabat mu telah lama mati!" Jawab si Nenek tua. Misti sangat terkejut dengan perkataan nya. Dan ya! Misti tidak percaya bahwa Verra sudah meninggal. Ia baru saja bersama Verra. Kenapa tiba-tiba si Nenek berkata kalau ia sudah meninggal.
"Perempuan Gilaa!! Verra belum meninggal. Jelas-jelas ia bersamaku tadi." Tegas Misti.
"eihihihi. apa kau yakin? apa kau merasa tidak ada yang janggal di dalam rumah sakit ini? lalu kenapa ayah dan ibumu belum juga mengunjungi mu kemari? apa kau tidak penasaran gadis cantik..." Tutur Si Nenek tua dengan senyumnya yang menakutkan. Meski Misti tidak terlalu percaya dengan perkataan si Nenek, tapi ia merasa ada 1 hal yang sangat aneh di rumah sakit itu.
"Kenapa semua orang di rumah sakit ini hanya berjalan mondar-mandir saja dari tadi (Melihat sekelilingnya) Seperti tidak ada kesibukan. Padahal ada begitu banyak orang di rumah sakit ini. Apa ini hanya perasaan ku saja?" Gumam Misti dalam hati.
"Kau... Lihatlah ini". Ucap si Nenek sambil mengarahkan tangannya ke arah dinding.
'Zzzangggg'
Sebuah cahaya besar memantul di dinding itu dan membentuk lingkaran terang yang menakutkan.
"Apa itu?" Tanya Misti. Tiba-tiba ia langsung terkejut melihat apa yang ada di balik cahaya itu. Itu adalah dirinya. Tapi tidak seperti dirinya yang sekarang. Ia melihat bahwa ia yang ada dalam lingkaran cahaya itu, mengenakan gaun panjang bermahkota emas. Ia terlihat seperti seorang Ratu. Tapi auranya menakutkan.
Jawab si Nenek kepadanya "Ini adalah Lingkaran Kehidupan. Dan itu adalah dirimu yang sebenarnya. Kau adalah seorang Ratu Kehancuran di Antrania. Hampir semua negara takluk padamu. Tidak ada yang bisa menandingi kehebatan mu dalam sihir dan ilmu spiritual. Kau membenci peperangan. Kau membenci pertentangan antara setiap negara di Antrania. Kau ada untuk membawa kedamaian meski namamu adalah Ratu Kehancuran. Karena Kehancuran ada untuk mereka yang mengabaikan kedamaian dan kebenaran. Namun, tanpa kau sadari...(Si Nenek Tua meraih tangan Misti dan membuatnya menyentuh lingkaran cahaya itu)"
'Akhhhhhh'
Misti merasa seperti jatuh ke dalam jurang yang sangat dalam. Tiba-tiba ia merasa seperti sedang melayang.
'Fuuuhhhh'. Misti Menutup Mata
*****
Ting!
"hah.. (Membuka mata) Apa ini?" Tanya Misti
"Kau tepat berada dalam ingatanmu sendiri Misti." Ucap Seseorang yang sangat tidak asing baginya.
"Kau....Kau....". Misti ketakutan.
"Ya. Aku adalah nenek tua dan Aku adalah Kau." Jawab seseorang yang ada dihadapannya. Dan ternyata itu adalah dirinya sendiri.
"Kau...Kau...Ke..kenapa bisa...". Misti benar-benar tidak percaya dan hampir pingsan.
"Tenanglah Misti. Tenang. (Misti terdiam sejenak). Aku adalah separuh jiwamu yang terselamatkan dari insiden Perang Spiritual ke 3. Kau adalah Ratu spiritual terhebat se-Antrania. Kau memiliki 4 Jiwa. 2 jiwamu telah dihancurkan oleh Ratu Verralya. Dan 2 Jiwamu ada di sini." Ucapnya.
"Aku tidak mengerti." sahut Misti bingung.
Lalu bayangan hitam yang berwujud manusia seperti dirinya itu pun, meletakkan tangannya di atas kepala Misti.
Semua tentang siapa Misti sebenarnya dijelaskan dalam ingatan itu. Ternyata Verra adalah Ratu Verralya. Musuh bebuyutan Ratu Mystique (Misti).
Di Antrania, mereka berdua sangat kuat. Selalu terjadi perang antara mereka berdua. Tetapi tetap saja Verralya tidak bisa menyainginya. Selain itu, Mystique yang memiliki 4 Jiwa dan Jantung Kristal membuat Verralya di pandang sebelah mata dan tidak di hargai oleh semua orang di Antrania. Ia pun berencana untuk membunuh Mystique dengan beberapa siasat. Ia pun berpura-pura mengaku kalah terhadap Mystique dan ingin bersahabat dengan nya. Mystique menerima nya dengan menjadikan Verralya sebagai Kepala Akademi Sihir di salah satu sekolah sihir dan spiritual di Antrania. Selang beberapa bulan, Verralya menjalankan aksinya dengan menusuk kepala Mystique saat tertidur. Perang tunggal antar keduanya pun berlangsung cukup lama hingga bertahun-tahun. Mystique kehilangan 2 Jiwanya. Verralya kehilangan separuh kekuatannya. Saat Ratu Verralya lengah, Ratu Kehancuran Mystique pun mengakhiri hidupnya dengan menusuk jantungnya.
"Maafkan aku...
Maafkan aku...
Tolong biarkan aku hidup...
Tidak...!!!
Jangan!!!!!!!"
.
.
.
Zrakkkk!
"Tlik...Tlik..." Suara tetesan darah yang menghantam lantai istana Mystique. Ia tidak menyadari kalau ternyata Verralya masih bernafas.
Zyungggggg!. Suara sayatan pisau.
"Kau akan mati Misti!!!" Bisik Verralya yang membuat Misti....
*****
Ting!
"(Membuka mata) Tidakk!!!" Teriak Misti. Ia terkejut karena dirinya sudah ada di ruang ICU. Misti juga tersadar kalau ternyata Verralya telah memanipulasi kehidupan dan menghapus ingatannya. Akibat kekuatan sihir dan spiritual yang tidak bisa mereka kendalikan pada perang spiritual ke-3, Ia dan Mystique telah terlempar jauh ke dimensi lain. Dimensi Manusia. Hanya saja, Verralya tidak membiarkan Misti benar-benar hidup dalam dunia manusia. Untuk itu, Verralya menyihir Misti dan membuatnya hidup dalam ilusi. Entah itu Orang tua Misti, Teman-teman Misti, Maupun tempat Misti berada saat ini, itu semua adalah ILUSI. Hal ini telah direncanakan oleh Verralya dengan berpura-pura menjadi sahabat dekat Misti untuk merebut Jantung Kristal yang ada padanya. Tujuannya agar ketika kembali ke Antrania, Verralya menjadi penguasa satu-satunya.
"Misti? Kamu tidak apa-apa?" Tanya Verra Pelan.
"Diam Kamu! Kalau kau mendekati ku selangkah lagi, aku akan menghabisi mu!" Ujar Misti.
"Hahaha..Hahaha..."
Syuhhhh! Syuhhhh! Cahaya berwarna merah gelap disertai suara yang berisik, menyelimuti ruangan itu. Seketika ruangan ICU tempat mereka berada sebelumnya, berubah menjadi tanah tandus yang menyeramkan tanpa di pantuli cahaya matahari. Ia melihat Verra melayang di udara.
Dengan tiba-tiba Verra langsung berubah wujud menjadi dirinya yang asli. Berjubah hitam dan kepalanya bertanduk. Wajahnya begitu menakutkan. Kuku nya sangat panjang. Matanya berwarna putih.
"Serahkan Jantung Kristal itu padaku!" Tegas Ratu Verralya.
"Tidak akan!". Sahut Misti dengan suara keras. Misti hendak ingin merubah wujudnya. Namun...
"Kenapa? Kenapa aku tidak bisa berubah menjadi diriku yang asli? Kenapa?" Gumam Misti dalam hati dengan diselimuti kecemasan.
"Hahahaha. itu karena separuh jiwamu telah aku kendalikan. Kau beruntung karena jiwamu yang telah kabur dari insiden itu, kembali untuk menyadarkan mu. Tapi sayang... Semua terlambat!!" Ujar Ratu Verralya. Tanpa berpikir panjang, Ratu Verralya langsung mengambil pisau ajaib dari balik bajunya dan menghampiri Misti. Dengan cepat, Ia menghunuskan pisau itu tepat mengarah pada jantung Misti. Namun hasilnya nihil...
"Heh! Kau kira Jantung Kristal yang kau cari, Ku sembunyikan di jantung ku? Kau salah! Karena Jantung Kristal itu ada di...!" Pangkas Misti yang langsung menarik pisau yang tertancap pada dirinya dan mengarahkannya pada keningnya.
Syut!!! Pztttt!. Misti menusuk keningnya sendiri.
Cringggg!
Whusss!
Booom!!!
Cahaya hitam yang amat gelap menyelimuti mereka berdua. Dari dalam diri Misti, Keluarlah sesosok bayangan hitam yang menyeramkan. Wujudnya seperti api. Matanya berwarna putih dan di Keningnya terdapat tanda biru terang menyerupai bola. Misti seperti seseorang yang kehilangan kendali. Ia pun langsung mengarahkan tangannya ke arah Ratu Verralya.
Zyungggggg!
Pyuchhhh!
Ratu Verralya langsung lenyap begitu saja. Seluruh tubuh Misti diselimuti oleh api hitam. Tapi ia tidak menyadari nya. Hal itu karena dia sedang kehilangan kendali. Karena tidak bisa menahan semua beban kekuatannya, tiba-tiba matanya tertutup, dan semua menjadi Gelap...
.
.
.
Ting!
Ting!
Ting!
Ting!
"Misti! Misti! Bangun!"
"Misti!! bangun Misti!!"
"hah...(Misti membuka mata) aku...aku dimana" Ujarnya Khawatir. "Aku dimana?? Ka..Kamu? Apa aku mengenal mu?" Lanjut Misti.
"Kamu di rumah sakit. Saya Dr. Randi" Jawab Pria itu.
"Rumah Sakit???"
.
.
.
*****
Selesai.