❤❤❤❤❤
Tak ada manusia yang sempurna, apalagi dengan diriku sendiri ... terlalu banyak kekurangan yang bahkan aku sendiripun terkadang membenci betapa lemahnya diri ini ...
Kelemahanku yang akhirnya hanya menyakiti diri sendiri ...
Kelemahanku yang selalu berlebihan dalam mencintai yang akhirnya merasakan sakit saat cinta itu berlalu pergi meninggalkan serpihan luka ...
Kelemahanku yang terlalu berlebihan dalam berharap pada manusia, yang akhirnya membuatku terpuruk dalam luka ketika semua tak sesuai dengan harapan kita.
Kelemahanku yang terlalu percaya pada manusia hingga saat mereka berkhianat, aku terjebak dalam rasa yang teramat sangat menyiksa ...
Salahkah aku yang terlalu dalam ketika hati ini mencintai?
Salahkah aku yang terlalu besar menyayangi seseorang?
Salahkah aku yang selalu menyalahkan diri sendiri jika ada sesuatu hal buruk yang terjadi ...
Salahkah aku yang menutup diri dari semua orang, hanya karena hatiku pernah dipatahkan oleh seseorang ...
Terlalu rugi untukku ketika hidup hanya dengan menangisi apa yang tak pantas untuk tangisi ...
Terlalu rugi untukku ketika waktuku habis memikirkan orang yang bahkan sedikitpun mungkin sudah tak perduli padaku lagi ...
Aku ingin belajar bagaimana agar bisa cepat berdamai dengan luka, agar aku tak terus terpuruk dan menangis karena kecewa ...
Begitu sulit, sangat sulit rasanya untuku cepat berdamai dengan luka ...
Aku juga tak ingin sepertiku, tak ingin terus terpenjara dalam rasa yang menyiksa ini ... tapi ini kelemahanku yang tak bisa aku hindari ...
Aku tak bisa acuh dan masa bodo dengan apa yang pernah terjadi. Aku menyadari kelemahanku yang menjadi salah satu kebodohanku ... Kebodohan yang pada akhirnya hanya menyakiti diri sendiri ...
Tapi jangan dengan teganya menghakimiku, karena kamu bukan aku ... perasaan dan sifat manusia itu berbeda beda ... perasaan manusia juga berbeda ... tak ada yang mengerti perasaanku sendiri selain aku sendiri ...
Jangan dengan kejamnya menghakimi seseorang kalau kamu belum pernah berada diposisi dia ...
Banyak mungkin orang yang terluka ...
Banyak mungkin orang yang pernah kecewa ...
Banyak mungkin orang yang tengah menghadapi setiap ujian berat dalam hidupnya...
Tapi mental setiap orang berbeda dalam menyikapi setiap masalahnya ...
Ada yang kuat padahal masalahnya begitu berat dan benar benar menguji kesabaran dan iman kita.
Ada yang menjadi sangat lemah padahal masalahnya hanya serpihan kecil dari ujian hidup, yang seharusnya tak menjadi beban apalagi membuatnya terpuruk dan merana.
Semuanya tergantung kondisi fisik dan mental seseorang.
"Fanny, ayo dong ... Move on Fan!" ucap sahabatku, Devi. Ia bermaksud memberiku semangat, karena hampir seminggu ini aku terus menangisi kekasihku. Mantan kekasihku tepatnya, karena kami baru putus seminggu yang lalu. Fardan meninggalkan aku demi kembali lagi kepada kekasihnya yang pertama.
Aku kecewa, sangat kecewa padanya. Disaat hatiku sudah mulai mencintainya, dia dengan mudahnya meninggalkanku. Kami berdua bertemu disaat sama sama sedang patah hati karena cinta. Aku putus dengan pacarku karena tak mendapat restu orang tua, dia baru putus dengan pacarnya, karena pacarnya menduakannya. Tapi pada akhirnya, dia juga mematahkan hatiku untuk kedua kalinya. Aku semakin benci! Benci pada sosok laki laki yang sama sekali tak bisa menghargai perasaan wanita!
Aku rasanya cuma dijadikan sebagai pelarian saja disaat hatinya sedang kesepian dan terluka. Tapi saat mantan pacarnya kembali dan meminta untuk balikan lagi, karena pacar barunya itu ternyata tak lebih baik darinya, dengan bodohnya dia menerima mantan pacarnya kembali, dan dengan tak berperasaan dia meninggalkan aku dengan alasan kalau dia laki laki yang tak baik untuku!
Cinta tak harus memiliki, cinta yang sesungguhnya adalah mendoakan yang terbaik untuk orang orang yang dicintainya. Itu ucapan terakhirnya padaku saat memutuskan mengakhiri hubungan kami.
Cihh!!
Mendoakan yang terbaik untuk orang orang yang sudah mempermainkan perasaanku?! Aku bukanlah orang hatinya putih seputih malaikat, bahkan dalam tangisku ku berharap yang terburuk untuk mereka, agar mereka merasakan sakit yang sama.
Semoga Rio, mantan kekasihku yang pertama merasakan sakit yang sama, merasakan ditinggalkan oleh orang yang dicintainya, merasakan bagaimana dipermalukan oleh keluarga calon mertua ...👿👿 (Aku kok tertawa ya nulis kata kata ini, Please jangan ditiru ya 😁) Untuk Fardan, semoga kembali merasakan sakit dikhianati lagi oleh kekasihnya, dan aku tinggal bertepuk tangan mentertawakannya😁 ... (Please jangan ditiru yaa, itu cuma ungkapan doa saat seseorang sedang esmosi😁, karena pada akhirnya setelah emosi mereda dan kembali sadar, pasti doa terbaik yang akan diucapkan. Bukankah doa yang baik untuk orang lain itu, akan kembali juga pada diri kita sendiri)
"Ayolah, Fan ... tak ada kekasih, kan masih ada aku sahabatmu yang menyayangimu ...." ucap Devi kemudian merangkulku.
"Maafkan aku ya, Fan. Karena sudah mengenalkanmu pada Fardhan, kalau akhirnya kamu akan tambah terluka. Aku ingin kamu bisa move on dari Rio, makanya aku kenalkan pada Fardhan. Aku tidak tau, kalau akhirnya Fardhan malah tambah melukaimu ..." sesal Devi.
"Ya sudahlah, tak ada yang tau kan kejadian kedepan dalam hidup kita akan seperti apa. Aku tak menyalahkanmu ... Salahku yang terlalu dalam menyayangi seseorang dan pada akhirnya akan terluka ...."
"Ya, Fan. Nanti aku kenalin kamu sama Doni, teman pacar aku. Dia ganteng loh," ucap Devi kemudian menggoda.
"Ngga! Sekarang aku gak mau lagi pacaran -- pacaran, capek! Buang buang waktu dan cuma nambahin luka. Aku sekarang maunya yang kenalan langsung nikah," ucapku sambil bangkit dari pembaringan dan berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan muka.
"Wah, serius nih. Ya udah kalau gitu aku kenalin sama omku aja ya, biar cepet nikah," goda Devi sambil tertawa.
Sahabat sahabat terdekatku lah yang kemudian mengisi hari hariku selanjutnya. Aku tak perduli lagi dengan cinta, setelah mengalami patah hati berulang kali, aku malas untuk merasakan lagi apa itu mencintai. Aku hanya ingin dicintai. Karena saat kita berani memutuskan untuk mencintai, konsekuensinya kita harus siap jika sewaktu waktu terluka atau kecewa.
Entahlah, patah hati memang membuat semangat hidup terasa hilang. Tapi hidup harus tetap berjalan. Biarkan waktu yang menjadi obat. Biarkan waktu yang menyembuhkan luka. Pasrah pada yang Kuasa, karena dia pasti memberikan yang terbaik untuk umatNya asalkan kita selalu berada dijalanNya.