Prolog:
Nama ku naya berumur 18 tahun, aku kuliah di salah satu sekolah tinggi ilmu komunikasi di Bandung. Saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus itu, aku berkenalan dengan seorang cowo yang bernama Aris. Awalnya kita hanya berteman biasa, lama-lama maqin dekat hingga akhirnya kami berdua jadian.
Semester awal perkuliahan, aku dan Aris mulai berkenalan, awalnya hanya teman biasa aja. Karena sering berdua, hampir di gosipkan kalau kita itu udah jadian.
Hari ke hari hingga bulan ke bulan, kita berteman hingga menjadi sahabat yang sulit di jauhkan, karena ke mana-mana harus berdua, kecuali saat ke toilet.
Memasuki semester kedua, hubungan persahabatan kami mulai renggang, karena ada kehadiran Tina. Dan Aris pun mulai mendekati Tina. Naya pun merasa cemburu dan di abaikan oleh Aris, hingga Naya pun menjauh dari Aris.
Aris masih tidak menyadari kalau Naya mulai menjauh hingga akhirnya Aris chat Naya, "Naya...kamu di mana?", Naya pun membalas chat dari Aris, "Aku lagi di rumah Fauzi, lagi jenguk karena dia sakit". Setelah membaca chat dari Naya, Aris merasa cemburu, karena Naya lebih memilih bersama Fauzi ketimbang sahabatnya itu.
Semakin hari Naya semakin dekat dengan Fauzi, karena Naya merasa kalau Aris sudah tidak peduli lagi dengannya dan lebih memilih Tina. Karena Aris merasa kalau Naya menjauh, akhirnya Aris mendekati Tina untuk dijadikan teman barunya.
Perkuliahan pun semakin padat, hingga semua mahasiswa sibuk dengan tuga-tugas kuliah. Naya, Fauzi, Tina, Aris pun sibuk dengan tugas-tugas kuliah dari setiap dosen. Meskipun sibuk dengan tugas kuliah Aris selalu menyempatkan untuk mengirim pesan untuk Naya, "Naya... jangan terlalu memforsir mengerjakan tugasnya ya dan jangan lupa makan", Naya pun yang sibuk selalu membalas pesan dari Aris, "Okay sahabatku... kamu juga jangan terlalu di forsir dan jangan lupa makan ya dan jangan telat minum obat dan vitamin ya". Aris merasa sedih setelah membaca pesan dari Naya, kalau Aris hanya dianggap sebagai sahabat.
Sampai akhirnya semua mahasiswa mulai di sibukkan dengan skripsi, Naya dan Aris semakin susah untuk bertemu dan bersama. Sesibuk apapun, Aris selalu menyempatkan memberi kabar lewat pesan, "Nay... tetep semangat ya skripsinya, karna nanti saat wisuda, aku mau kasih hadiah untukmu", Naya yang sedang mengetik skripsi kaget dengan bunyi pesan dari hp nya, dan Naya membuka pesan dari Aris dengan senyuman manis, "Waaah hadiah apa tuh... okay aku akan menunggu hadiah itu... sahabatku sayang, tetap semangat ya skripsinya, karena beres sidang skripsi, ada yang ingin ku katakan padamu". Aris yang membaca pesan itu pun, dengan perasaan senang dan sedih.
Hingga akhirnya sidang skripsi di mulai, satu per satu mahasiswa yang mengikuti sidang skripsi mempresentasikan skripsi. Saat Naya dan Aris menunggu giliran sidang skripsi, mereka berdua saling menggenggam tangan untuk melakukan berdoa bersama dan saling mensupport untuk tetap tenang menjalani ini semua.
Akhirnya Naya di panggil dosen penguji untuk mempresentasikan skripsi nya dan Aris pun giliran mempresentasikan skripsinya. Dan mereka pun telah melewati sidang itu, kini mereka menanti hasil sidang itu. Karena menanti hasilnya lama, Naya dan Aris pun memilih untuk makan siang bersama. Naya merasa senang karena bisa bareng lagi dengan Aris, Aris pun merasa senang bisa bersama dengan Naya.
Dan kini saatnya para dosen mengumumkan siapa saja yang lulus, Naya dan Aris pun saling berpegangan. Dan dosen mengutarakan jika Naya, Aris dan teman-temannya lulus semua. Tanpa disadari Aris langsung memeluk Naya, Naya yang kaget dengan pelukan dari Aris. Naya hanya bisa memeluknya lagi dan menangis bahagia dalam pelukan Aris. Saat teman-teman nya yang kaget melihat Naya dan Aris berpelukan, akhirnya mereka bersorak "cieeeeeeeee... pelukan... mau dong di peluk". Karena adanya teriakkan itu, Naya dan Aris pun melepaskan pelukan itu, dan tersipu malu dengan apa yang telah mereka lakukan. Aris pun tak melepaskan genggaman tangan Naya, dan Naya pun tetap menggenggam tangan cowo yang Naya suka sejak pertama kuliah.
Saat waktu yang ditunggu pun tiba, wisuda pun telah terlaksana dengan lancar. Di penghujung acara Aris berlari mendekati mc untuk meminjam mic, dan mc pun memberikan mic itu kepada Aris.
Aris pun mengambil mic itu dan mulai mengucapkan terimakasih kepada seluruh dosen, staff dan teman-temannya. Dan Aris mengatakan "Saya Aris, saya di sini mau menyatakan sesuatu pada seseorang yang selama ini udah selalu menemani dari awal kuliah hingga akhirnya wisuda", karena yang Naya tau, kalau Tinalah yang selalu menemani Aris, Naya pun kecewa kalau Aris berbuat seperti itu. Tapi tiba-tiba Aris berkata, "Naya terimakasih untuk selama ini sudah menjadi sahabat terbaik untuk Aris, entah sejak kapan perasaan ini muncul... Aris sayang dan suka sama Naya... Naya maukah kamu menjadi pacar dan menjadi pendamping hidupku?, Aris mohon untuk Naya maju ke depan dan berdiri disampingku". Naya yang mendengar semua ucapan yang di ucapkan oleh Aris, merasa kaget dan bercampur senang.
Semua tamu undangan dan semua orang yang ada di dalam gedung pun kaget dengan semua yang di ucapkan oleh Aris. Naya pun berjalan menuju ke depan dan berdiri di samping Aris. Dan semua tamu undangan termasuk orang tua dari Naya dan Aris pun merasa terkejut apa yang terjadi.
Semua teman-teman pun bersorak, "terima... terima... terima". Naya pun yang senang dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Aris, langsung mengambil mic yang berada di tangan Aris dan berkata, "buat semua tamu undangan dan teman-teman yang Naya sayangi, terimakasih untuk selama ini... maaf bila Naya ada salah kata dan perbuatan... buat Aris makasih udah selalu ada buat Naya meskipun hanya lewat chat ketika kita sedang sibuk dengan tugas kuliah dan skripsi... jujur Naya kaget apa yang Aris utarakan, Naya sempat cemburu karna Aris menjauh dan mendekati yang lain. Tapi entah sejak kapan timbul perasaan suka dan sayang sama Aris... saat ini, Naya akan jawab pernyataan yang Aris utarakan, Naya akan menerima pernyataan itu dan Naya mau jadi pacar Aris". Semua pun bertepuk tangan dengan semua jawaban dari Naya.
Entah bagaimana, Aris langsung memeluk dan mencium kening Naya. Naya merasa kaget dan semakin memeluk erat tubuh Aris.
Akhirnya pertemanan Naya dan Aris pun yang awalnya bersahabat kini menjadi sepasang kekasih yang selalu romantis di mana pun mereka berada. Setelah lulus kuliah pun mereka selalu berdua dan susah untuk terpisahkan.
Orang tua mereka pun mulai menanyakan kapan mereka akan menikah, dan mereka pun tak mempermasalahkan itu semua. Karena mereka telah menyiapkan itu semua sejak awal mereka lulus kuliah yang di lanjutkan bekerja.
Hingga akhirnya mereka pun melangsungkan pernikahan dan kini mereka hidup bahagia.