Apa yang akan kamu pilih,jika harus memilih antara cinta atau cita-cita?
Tentu saja kamu akan memilih cita-cita bukan?. Atau kamu akan memilih cinta,dan hidup dengan dia yang bermodalkan cinta padamu?
Pilihan yang sangat sulit,itulah yang aku rasakan. Salsabila Az-zahra adalah namku,keluargaku hanyalah seorang buruh petani.Aku memiliki kekasih bernama Rizal Rahardian,dia sangat baik padaku dan juga keluargaku
Dia adalah teman semasa kecil ku.Kami berpacaran cukup lama,semenjak duduk dibangku sekolah menengah pertama,rizal menyatakan cintanya padaku,dan aku pun menerimanya karena memiliki perasaan yang sama.Tidak sepertiku,rizal adalah anak bos ayahku
Hubunganku dan rizal tidak didukung oleh keluarga rizal,melihat latar belakang keluargaku yang hanya lah seorang buruh petani,dipandang sebelah mata oleh orang tua nya.Aku sangat marah,aku ingin membukti kan pada mereka semua,aku akan membuat kedua orang tua ku bangga dengan keberhasilanku
Aku belajar dengan giat dan tekun,agar bisa mendapatkan beasiswa di universitas ternama di negri ini.Suatu ketika aku sedang membaca buku di perpustakaan,menyiapkan bekal untuk ujian nasional yang akan dilaksanakan minggu depan
Dia duduk disampingku,aku masih membaca buku tebal yang ada di depanku. "Salsa,sedang apa?" tanya nya padaku
Aku geram padanya,apa dia tidak bisa melihat jika aku sedang membaca buku.
"Membaca buku" ucapku singkat
Ia seperti terkekeh geli ketika mendengar jawabanku,jelas dia sengaja membuatku kesal.Aku mencoba menahan diriku,meskipun dia lebih dewasa dariku.Tetap saja,bagiku dia hanyalah bocah besar tukang jahil
Hampir setiap hari ia selalu menjahili dan menggodaku.Banyak yang mengatakan,aku dan rizal lebih cocok menjadi adik dan kakak dibandingkan sepasang kekasih
"Setelah lulus nanti,apa yang akan kamu lakukan?" tanya nya padaku,wajahnya tak bisa manjauh dariku.Ia terus memandangiku wajahku,aku kesal dibuatnya
"Aku tidak tahu"
Sejujur nya,aku ingin mengatakan padanya bahwa aku ingin berkuliah.Dengan begitu dia pasti akan membiayai kuliahku,meskipun dia adalah anak dari seorang bos kaya
Dia tidak semanja yang aku kira,rizal memiliki beberapa restoran miliknya sendiri.Tanpa bantuan kedua orang tua nya,itu semua berkat kerja kerasnya sendiri.Ia ikut bersama kedua orang tuaku melakukan pekerjaan buruh petani,tentu saja itu tanpa sepengetahuan kedua orang tua nya
Ia menabungkan hasil gajinya tiap bulan padaku,hingga lama kelamaan uang yang rizal tabung semakin banyak.Rizal membeli salah satu restoran besar di Ibukota,ia pernah mengatakan padaku "Apapun milik ku,itu milik mu juga" aku tidak mengerti apa yang dia kata kan
Hari demi hari berlalu,ujian sudah ku selesaikan begitu juga dengan rizal.Aku mendaftarkan diri ku ke salah satu kampus ternama di Ibukota,mengirimkan biodata dan semua lapor nilaiku lewat pos
"Bismillahhirohmannirohim" aku selalu berdoa kepada yang maha kuasa,agar dilancarkan dan bisa diterima di universitas yang aku impikan sejak dulu.Suatu hari rizal datang bermain ke rumahku,ia selalu membawakan mochi kesukaan ku
"Ini untukmu" ucapnya sambil menyerahkan sekotak mochi besar padaku
"Terima kasih rizal" ucapku berterima kasih padanya
Kami bercanda gurau bersama,tertawa terbahak - bahak.Hingga ibu rizal menghampiri kami berdua,sontak kami berdua kaget.Ia menghampiriku dan menampar pipi ku,rizal tidak terima apa yang sudah ibu nya lakukan padaku
"Apa yang ibu lakukan!" ucapnya dengan nada meninggi,rizal tak peduli siapa yang ada di depab nya.Dia adalah ibu nya,apa dia tidak takut dikutuk menjadi anak durhaka
"Sedang apa kau disini,sudah ibu katakan berapa kali padamu.Jauhi gadis ini,dia tidak pantas untukmu.Ibu sudah menjodohkanmu dengan anak teman ibu,dan tentunya dia lebih pantas untuk bersanding denganmu" ibunya menarik tangannya,rizal berusaha melepaskan,namun ibu nya menarik tangan nya dengan kasar
Aku semakin membulatkan tekadku untuk sukses,membanggakan kedua orang tuaku dan juga membuktikan pada wanita itu yang sudah menghinaku
Satu bulan berlalu,aku dinyatakan mendapatkan beasiswa fakultas bisnis di universitas ternama itu.Aku sangat bahagia,begitu juga kedua orang tuaku
Mereka selalu mendoakan untuk keberhasilanku,sudah satu bulan aku tidak melihat rizal.Temanku mengatakan ia pindah ke bandung bersama kedua orang tua nya,dan berkuliah disana.Aku senang dia juga melanjutkan studinya disana
"Mak,abah.Salsa pergi dulu " ucapku,mengingat hari ini adalah keberangkatanku dari desa ke ibu kota.Keluargaku berat melepaskanku,karena aku adalah anak semata wayang mereka dan juga mereka selalu mengkhawatirkanku
Aku membelikan ayahku ponsel dari uang tabunganku selama ini.Meskipun hanya ponsel keluaran lama,tetapi setidaknya ada alat untuk aku berkomunikasi dengan keluargaku,saat di Ibu kota nanti
Kisah baruku dimulai,aku sangat bersemangat untuk berkuliah.Hingga nenjadi mahasiswa nilai terbaik dikampus ini,pembullyan dan hinaan tidak bisa hilang dari hidupku dan setiap harinya.Tapi aku tidak mempedulikan itu semua
Tahun berganti ketahun,waktunya hari wisuda.Kedua orang tuaku datang menyaksikan hari berharga itu,aku melihat senyuman terukir jelas dibibirnya
Aku bangga pada diriku sendiri,karena sudah membanggakan kedua orang tuaku.Aku sudah diterima kerja menjadi sekretaris ceo diperusahaan besar di Ibukota,dan mempunyai beberapa bisnis dari hasil kerja paruh waktuku selama ini
Wisuda sudah selesai,kedua orang tuaku memeluk ku dengan erat.Tanpa aku sadari,seorang lelaki menatapi ku dari kejauhan.Dia adalah rizak,kekasih ku dulu
Dia mendekatiku dan mengucapkan selamat padaku,aku tersenyum dan dia membalas senyumanku
"Lama tidak bertemu" ucapnya,terakhir kali ku dengar kabarnya.Dia sudah bertunangan,aku pikir inilah saat nya dimana aku menyerah memperjuangkan dan menunggunya selama ini
Tetapi aku salah,ia memang dijodohkan dengan anak teman ibunya.Tapi tidak sesuai dengan harapan,harta keluarganya diambil habis oleh gadis yang akan jodohkan dengan rizal.Ia membawa kabur semuanya tanpa sisa,ibunya histeris begitu juga dengan ayahnya
Rizal memberikan restoran cabangnya yang berada dibandung kepada orang tua nya,tanpa mereka ketahui rizal bekerja keras selama ini.Aku yang mendengarnya kan ceritanya tidak percaya,air mata tak bisa ku bendung lagi
Ia segera menghapus air mataku. "Aku datang kesini tidak untuk melihatku menangis" ucapnya dan ia menarik pelan hidungku
"Lalu untuk apa kau datang kesini" ucapku ketus seperti biasanya jika berbicara empat mata padanya,kedua orang tua ku sudah menghilang entah kemana secara tiba-tiba
Ia tersenyum dan mengeluarkan kotak cincin dalam celananya,ia berlutut didepanku dan membuka kotak cincin itu.Cincin berlian nampak berkilau di depan mataku,aku terheran-heran apa maksudnya melakukan semua ini
"Salsabila Az-zahra,kau adalah teman semasa kecilku hingga sekarang.Aku berharap,menghabisi masa muda dan tua,membesarkan anak-anak,dan hidup bahagia bersamamu.Maka dari itu,mau kah kau menikah denganku salsabila"
Ucapannya tentu saja membuatku kaget,aku tidak percaya dia melamarku tepat di hari wisudaku
Semua orang bersorak "Terima" para dosenku pun juga sama.Aku semakin tidak percaya,aku mengangguk pelan dan tersenyum padanya.Ia memeluk ku erat dan menangis tersedu-sedu
Aku semakin tidak percaya,bahwa rizal adalah CEO dimana tempatku bekerja nanti,ia diam-diam menanyakan kabarku pada kedua orang tuaku,terkadang juga pada teman kost ku
"Aa kau tahu,aku sangat merindukanmu" ucapnya,aku terharu mendengarkannya hingga ikut menangis
Semua orang menyoraki kami dengan gembira,sepasang suami istri menghampiri kami.Mereka adalah kedua orang tua rizal,mereka meminta maaf dan memohon padaku.Tentu saja aku memaafkan kesalahan mereka,kedua orang tua ku mengajarkanku menjadi seorang yang pemaaf
Hubunganku dan rizal pun dilanjut,rizal bisa saja memasuki ku langsung ke perusahaannya karena aku adalah kekasihnya.Ia juga sangat bangga padaku,aku berhasil dengan kemampuanku sendiri
Kedua orang tua ku dan orang tua nya,sudah mulai akrab sejauh ini.Tak lama kemudian kami menyelenggarakan pernikahan kami,rizal yang menyiapkan semuanya.Pernikahaan mewah lah yang sudah ia siapkan untukku
Kami berdua hidup bahagia bersama,dikaruniai kedua anak lelaki kembar.Riski Rahardian dan Rifki Rahardian
-Tamat-
#Akumencintaimu