Entah berapa banyak topeng yang harus ku pakai kali ini? Aku tak tau. Kian hari kian menyakitkan, ketika aku di tinggal nikah oleh seseorang yang amat sangat ku sayang. Rintikan air mata yang tak pernah ku harapan kini berjatuhan tanpa seizin ku. Napas Ku tersengal, dadaku sesak kesakitan seperti di sayat.
"Oh Tuhan, kenapa bisa seperti ini? Untuk apa diberikan sebuah perasaan yang tulus jika akhirnya aku ditinggalkan? Ini tidak adil." Keluhku dalam isak tangisan.
Kala itu aku tak sengaja sedang memainkan ponsel bersama dengan teman kerjaku di jam istirahat. Aku selalu menampilkan wajahku yang biasa saja tanpa rasa sakit sedikitpun walau hati kadang kala terasa menyesakkan.
"Eh Ki, coba main aplikasi ini. Bagus loh buat isi kegabutan di malam hari." Ucap Reza temanku.
"Aplikasi apaan Za?" Tanyaku yang masih memainkan ponsel.
"Nih."
Reza memperlihatkan ponselnya ke depan mataku.
"Apaan ni Za?" Tanyaku heran.
"Udah sini ponselmu. Install aja langsung." Ucap Reza yang langsung mengambil alih ponselku yang sedang ku mainkan barusan.
*Malamnya*
Aku yang sedang berbaring di atas kasur kesayangan terus saja memikirkan di yang telah pergi. Dari pada aku terus seperti itu, jadi aku memutuskan untuk membuka aplikasi yang di install kan oleh Reza tadi.
"Mangatoon?" Tanyaku heran.
Ku jelajahi aplikasi ini dan aku menemukan sebuah chat room yang tak ku mengerti sama sekali. Aku pun penasaran dan mencoba untuk masuk ke dalam chat room itu. Terdengar sebuah sapaan saat aku masuk ke sana.
"Welcome Kiki, selamat datang di room ceria." Ucap seorang wanita yang tak ku kenali.
Sontak Ku kaget karena di sini orangnya sangat ramah. Ku ambil gitar dan mencoba untuk menghibur mereka yang ada di dalam room itu. Jemari mulai mengetik.
"Hallo kakak-kakak.. Aku baru di sini. Boleh numpang nyanyi?" Aku mengetik itu di room itu.
Di dalam room itu terdapat beberapa user, sekitar 5 orang. Ada tiga wanita termasuk host dan ada 2 pria yang sedang duduk diam di kursi online yang awalnya tak ku mengerti.
"Boleh, nyanyi aja bang." Ucap seorang wanita dengan nickname Noni dan bertitle admin di sana.
Deg! "Suaranya indah banget. Oh namanya Noni, mulai besok aku akan datang lagi ke sini." Gumam ku dalam hati tanpa sadar.
Jreng.. Ku petik gitarku dengan perlahan.
"Laskar pelangi.. "
Aku menyanyikan lagu laskar pelangi sebagai bentuk penyemangat dariku dan juga membuat kesan pertamaku jadi lebih fresh. Tak lama setelah aku menyelesaikan lagu laskar pelangi terdengar suara tepuk tangan. Prok.. prok.. prok.. Dalam hatiku merasa bahagia ternyata di sini orangnya selain ramah juga saling menghargai.
"Wah.. Keren-keren.. Suaranya enak banget kak." Ucap Noni lagi setelah mendengar sebuah lagu dari Kiki.
Deg! Jantungku berdetak lagi setelah mendengar pujian dari seorang admin room itu.
"Makasih kakak-kakak.. Biasanya di sini live nya jam segini ya?" Tanyaku pada mereka.
"Iya kak biasa kita live dari jam 7 an sampe 10 malem." Jawab Noni.
"Ok, kalau gitu aku pamit dalu ya."
Keesokan harinya, aku menunggu waktu dengan sangat antusias. Dan malam pun tiba, aku membuka aplikasi itu lagi dan mencari yang namanya room ceria. Benar saja room itu lagi dan lagi sedang live. Seketika tanganku dengan cepat memencet room ceria dan masuk ke sana.
"Welcome back Kiki." Ucap seorang wanita saat aku kembali lagi ke room nya.
Aku sudah di kenali ternyata dan aku kembali naik ke kursi untuk kembali menyanyikan lagu laskar pelangi. Aku mendapat tepuk tangan lagi. Hatiku benar-benar bergetar bahagia, setelah kian lama aku berpura-pura bahagia tapi kali ini aku benar-benar tersenyum bahagia hanya karena mereka.
Sekitar seminggu berturut aku masuk room sana dan menyanyikan lagu laskar pelangi, tapi malam ini mereka pada request macam-macam lagu. Aku pun menurut saja. Tidak hanya bernyanyi, setelahnya kami bincang-bincang ria dan itu membuatku nyaman terutama dengan Noni.
"Ki gimana seru kan aplikasinya?" Tanya Reza saat aku sedang duduk di depan layar monitor.
"Za, lo mah orang lagi kerja juga.. Iya seru." Jawabku.
"Coba lu ganti nickname mu biar tau siapa aja orang yang benar-benar kenal samamu." Ucap Reza yang kemudian berlalu dari pandanganku.
Aku berfikir sejenak, benar juga ya apa yang di katakan si Reza.
*Malamnya*
Sebelum aku masuk ke dalam chat room ceria aku mengganti namaku dulu dengan nama yang berbeda.
"Malam Kecepul, welcome." Sapa mereka padaku.
Aku mengganti namaku menjadi kecepul tapi mereka masih saja menyapaku. Aku pun naik ke kursi dan mencoba mengobrol dengan mereka.
Di sana ada hostnya bernama Rona dan dua adminnya bernama Nini dan Noni. Hanya ada tiga user di sini.
"Eh kok suaranya kayak kenal." Ucap Rona.
Aku tertawa bahagia ternyata mereka masih kenal denganku.
"Eh iya kah?" Ucapku.
"Iya, tapi aku lupa si namanya siapa? Habisnya namanya ganti-ganti kek nya." Ucap Rona lagi.
"Iya loh aku juga kayak kenal, tapi siapa ya?" Tanya Nini dan Noni.
"Hahaha.. Tebak coba siapa?" Ucapku dengan nada sedikit tertawa.
"Em.. siapa ya?" Ujar Rona.
"Ini.. Ini.. Abang laskar pelangi bukan?" Ucap Noni.
Aku tertawa terpingkal-pingkal, bagaimana bisa dia mengingatku dengan lagu itu dan menyebutku abang laskar pelangi?
Itu benar-benar di luar dugaan, setelah sekian lama aku lupa kapan terakhir kali bisa tertawa lepas seperti ini dan akhirnya aku tertawa lepas juga.
"Makasih Noni." Gumam Ku dalam hati.
"Hahahaha.. Bener." Jawabku begitu pada mereka bertiga.
Hari-hari yang ku jalani terasa indah setelah kejadian itu, aku dan Noni makin akrab karena kami sering mengobrol dengan durasi yang cukup lama. Walau aku tak tau wajahnya, aku hanya mengenal suaranya tapi entah kenapa dengan mendengar suaranya saja sudah membuatku nyaman. Aku tak perlu berpura-pura lagi dan harus memakai topeng demi menutupi kesedihanku ini. Dengannya aku bisa menjadi diriku sendiri. Berbagai kata-kata menyakitkan selalu terlontarkan begitu saja baik itu dari diriku atau dirinya. Hal ini memicu ku untuk selalu ingin bergelut kata dengannya dan ini memang ampuh. Yang tadinya setiap malam aku memikirkan dia yang telah pergi tapi sekarang tidak lagi. Ini seperti keajaiban virtual yang dilakukan oleh Noni.
*Di dalam chat room yang hanya ada aku, Noni, Nini dan Rona*
"Eh Kiki mau request lagu dong." Ucap Noni padaku.
"Lagu apa? Noni bodo."
"Bruno Mars, It will rain."
"Ah kagak bisa gua."
"Lah bisanya apa tante?"
"Dasar Noni bodo.. Aku bisanya menyanyikan akad untuk kita nanti."
"Eh tante gak usah banyak omong udah nyanyi aja lu." Ucap Noni dengan nada yang agak meninggi tapi sambil sedikit tertawa kecil.
"Hilih.. Bodo-bodo.. Yaudah aku nyanyi."
"Betapa bahagianya hatiku
Saat kududuk berdua denganmu
Berjalan bersamamu
Menarilah denganku
Namun bila hari ini
Adalah yang terakhir
Namun ku tetap bahagia
Selalu kusyukuri
Begitulah adanya
Namun bila kau ingin sendiri
Cepat, cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
Dan buat kau bersedih"
Setelah usai menyanyikan lagu itu.
"Cie.." Ucap Rona dan Nini bersamaan.
"Bukan lagi nih, lagunya so sweet banget nih." Ucap Nini lagi.
"Iyalah dia kan calon masa depanku." Jawabku spontan.
"Eh apaan ya, apaan? Jangan ngadi-ngadi lu pade ye." Ujar Noni yang tiba-tiba menyahut.
Begitulah hari-hariku dipenuhi dengan kata cie-ciean dan juga gelut kata dengan Noni.
Aku dan Noni terlihat seperti musuhan di mata orang yang ada di room ceria dan itu memang benar nyatanya. Tapi jauh dari dalam perasaan, aku menyadari kalau aku nyaman dan berterima kasih pada Noni yang akhirnya bisa membuatku melupakan wanita yang sudah meninggalkanku.
Entah ini nyata atau seperti apa? Tapi ini membuatku bahagia secara tak langsung. Meski ini masih bermula nyaman dan belum tahu kepastian hati karena telah trauma akan mencintai tapi aku tau ini adalah salah satu bagian dari kebahagian yang tanpa sadar akan memunculkan perasaan yang aneh dan mengucapkan aku mencintaimu Noni.