Dunia halu adalah rumah kedua untuk mereka mengekspresikan keinginan terpendamnya. Untuk menghibur hati yang galau, bimbang dan menjadi ajang untuk mendapatkan apa yang tidak mereka dapatkan di dunia nyata.
Tidak hanya mereka yang berusia remaja, dunia halu menampung dari berbagai usia, yang muda, dewasa, maupun sudah berusia cukup matang.
Berawal dari melihat situs iklan di salah satu media sosial, membuatnya tertarik untuk mendownload sebuah aplikasi berbasis online.
Awalnya dia hanya menggunakan aplikasi tersbeut untuk membaca Novel eletronik, lama kelamaan ia mulai mengenal yang namanya grup chat, mengenal banyak teman dari berbagai usia.
Dan pada akhirnya, ia bertemu dengan seorang teman lawan jenis yang menurutnya baik, lucu dan pengertian.
Bermula dari saling menyapa di grup chat, sampai pada akhirnya berlanjut di private message baik di aplikasinya maupun aplikasi lainnya.
Bahkan mereka memiliki nama panggilan yang spesial, Sayang! Mommy and Daddy, seakan mereka sepasang suami istri di dunia nyata.
Teman-teman yang lain pun mendukung mereka di dunia online, selama mereka masih dalam batas yang wajar. Toh itu bukan ranah mereka untuk melarang atau mengatur.
Sampai pada akhirnya, ide jahil lagi-lagi muncul diantara mereka.
Panggil saja namanya Art, seorang pria yang bukan hanya sekali bermain drama di dunia halu. Sudah berbagai macam drama ia mainkan untuk mengelabui teman-temannya yang lain.
Art dan Bie bilang pada mereka (teman-teman di dunia halu) bahwasanya hubungan mereka sampai ke dunia nyata.
Setelah berjalan beberapa bulan, yang lain semakin percaya dengan status mereka sebagai "suami-istri". Akhirnya pada suatu hari si Art meminta Bie untuk berpura-pura meninggal.
Dengan beberapa konsep yang sudah direncanakan. Kebetulan saat itu Bie sedang tidak enak badan.
"Sayang, aku ada ide. Sepertinya ini akan menarik, apa kamu mau ikut?" tanya Art.
"Ide apa Sayang?" sahutnya dengan lembut.
"Bagaimana kalau kamu pura-pura sudah meninggal, nanti aku kabarkan pada semua teman di dunia halu ... ."
"Kenapa harus meninggal? Apa rencanamu?"
"Tidak ada rencana sih, hanya seru-seruan saja. Toh selama ini mereka selalu tertawa bukan dengan drama yang sudah kita mainkan,"
"Tapi ini tentang mati Sayang! Nanti kalau mereka ...!" ujarnya mencoba mengingatkan.
"Sst ...! Jangan khawatir, aku jamin mereka tidak akan marah. In ikan hanya hiburan," ucapnya berusaha meyakinkan.
"Kamu yakin?" tanyanya dengan ragu.
"Tentu saja Sayang! Percaya deh sama aku,"
"Baiklah!"
Dan setelah perjanjian itu, Bie dan Art mulai memainkan drama sesuai dengan konsep yang sudah disutradarai oleh Art.
"Maaf ya, aku tidak bisa lama-lama, aku tidak enak badan nih," ucap Bie di salah satu grup chat.
"Cepat sembuh ya Sayang, istirahat yang cukup!" (emote love dan kiss) bertebaran di mana-mana untuk memberinya semangat pada teman, sahabat, atau yang sudah mereka anggap seperti keluarga sendiri.
Singkat cerita, pagi harinya Art mulai merencanakan aksinya. Memberikan kabar kematian.
"Innalilahi wainnailaihi roji'un, telah meninggal dunia pagi ini karena asam lambung yang sudah lama di deritanya, mohon dimaafkan apabila ada kesalahan yang di sengaja ataupun tidak teman-teman (emot sedih, nangis dan tangan saling bertautan)".
Pagi itu suasana di dalam grup tersebut heboh, tidak percaya, kaget, dan sedih bercampur menjadi satu. Bagaimana tidak, semalam mereka barusaja bertanya kabar di grup chat, menguatkannya yang sedang sakit.
"Art itu beneran?" tanggapan salah seorang member di grup itu.
"Iya Kak! Minta doanya ya semoga Husnul khotimah, semalam dia chat bilang katanya dingin, aku cuma bilang buat dia pakai selimut dan jangan berpikir yang enggak-enggak, tapi pagi ini aku dapat kabar dia udah gak ada," balas Art.
"Ya Allah, kok bisa sih. Aku gak nyangka Bie akan pergi secepat itu. Yang sabar ya Art!"
"Iya Kak! Terimakasih ya," (lagi-lagi stiker menangis dan emot sedih berterbangan di sana).
Bahkan berita tersebut menyebar sampai di grup WhatsApp, ada beberapa yang pro juga kontra dalam berita tersebut.
"Kasihan sekali, apalagi katanya Bie sedang hamil 4 bulan ... ya Allah kasihan, semoga Husnul khotimah," salah satu chat yang percaya dengan adanya berita tersebut.
"Itu beneran meninggoy? Yakin? Masa sih? Tar dulu aku tanya ke temanku deh, dia rumahnya dekat kok sama yang katanya meninggal," tanggapan salah satu anggota grup tersebut.
"Itu beneran! Bie itu istrinya Art di real-life, katanya mereka menjalin hubungan di dunia halu sampai ke real-life," ujarnya tetap percaya pada info tersebut.
"Oh gitu, aku gak tau mau percaya apa gak! Soalnya sekarang banyak banget drama-drama meninggoy, tapi kalau emang beneran, semoga Husnul khotimah deh. Kalaupun itu hoax, ya urusan dia sama Allah,"
"Aku no comment ah! Tapi kalau ini drama lagi kebangetan sih! Kasihan orangtuanya udah capek-capek ngelahirin, ngebesarin eh pas tuanya si anak malah jadi kang drama," celetuk salah satu anggota yang lainnya.
***
Lambat laun, yang namanya kebohongan pasti terungkap juga. Bukan mereka yang menangkap basah drama tersebut, melainkan si Art yang mengatakan sendiri jika dirinya di chat secara khusus.
Ia mengatakan jika Bie tiba-tiba menghubunginya. Itu kembali Art katakan di salah satu audio room dari aplikasi online tersebut untuk mengkonfirmasi.
"Gimana Art? Jadi tadi maghrib si Mayat DM kamu?"
"Iya, dia mengatasnamakan kakaknya, aku juga menangis kemarin,"
Malam itu mereka nampaknya mengintrogasi si Art, menanyakan kebenarannya.
Si Art berdalih jika yang mengajak drama tersebut adalah Bie, dan si Art juga baru tau jika ternyata si Bie sudah menikah dan punya dua anak.
"Jadi, kabar kalian menikah itu bohong?" tanyanya.
"Iya, itu dia yang ngajakin aku nikah ...!" jawabnya membela diri.
"Terus apa manfaatnya untuk kalian dari pansos itu?"
"Ini tentang mati loh, bukan main-main ... terus apa yang mau kamu sampaikan kepada mereka yang udah kamu bohongin? Ada yang kamu sampaikan gak?"
Si Art pun hanya diam membisu, seolah tidak tau apa-apa dengan drama yang sudah menyebar luas di dunia halu tersebut.
Setelah ada konfirmasi tersebut, beberapa netizen termasuk saya hanya bisa istighfar. Drama meninggoy jilid 4 sudah datang.
"Nahkan benar itu hoax,"
"Dih, bisa-bisanya aku percaya sma berita gituan ih! Awas hati-hati jangan mainin malaikat yang lagi di sebelahmu!"
"Mungkin Mayatnya nyesel dah mati buru-buru, makanya dia DM si Art minta di jemput lagi, atau mau ajakin Art buat teman dia di sana!" celetuk seseorang yang memang tidak percaya dengan berita tersebut.
"Hahah! Untung waktuku gak terbuang sia-sia buat doain mayat jadi-jadian,"
Itu adalah baru beberapa dari sekian tanggapan yang merasa kecewa dengan adanya berita tersebut.
***
Ada beberapa yang aneh sebelum kebenaran berbicara, dan menjadi pertanyaan besar yang menjadi alasan mereka untuk tidak percaya, yaitu:
1. Sudah 4 kali menemui drama meninggoy selama kenal dunia halu ini. Jadi kemungkinan besar drama meninggoy kali ini juga akan endingnya sama dengan yg sudah-sudah.
2. Ada satu chat yang mengatakan setelah Art menikah dengan Bie, Art langsung memboyongnya ke Kalimantan, tapi ... saat ada kabar tersebut, Art mengatakan besok pagi akan terbang ke Palembang?
3. Lalu katanya Bie meninggal dalam pelukan si Art. Apakah itu sebuah Pelukan dari hasil halusinasinya? Atau mungkin si Art typo saat mengatakannya?
4. Ada salah satu anggota di grup WhatsApp yang mengatakan jika dia tidak sengaja membawa story WhatsApp si Bie. Mungkinkah Bie membawa HP ke makam?
Lalu bagaimana tanggapan kalian yang sudah merasa dibohongi dengan adanya berita hoax tersebut?
Kalau saya sendiri kecewa, merasa sudah dibodohi oleh mereka yang menganggap enteng soal kematian. Kalau mau drama, please jangan soal kematian, karena ada beberapa orang yang merasa terpukul dengan adanya berita kematian. Apalagi jika dalam waktu dekat ini mereka baru saja kehilangan keluarga atau orang terdekatnya.
Itu adalah hal yang snagat menyakitkan untuk mereka.
Nb :
• Scene tawar menawar soal ide atau otak dari drama diatas hanya hasil traveling dari otak penulis. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan.
• Semoga tidak ada lagi drama meninggoy jilid 5 ya 🥰