"Gersya....cepat..!cepat...kita tidak boleh sampai ketahuan!"Belina berteriak panik.
"Belina jangan cuma bisa memerintah saja!"
"Kamu bisa tidak membantu ku juga menggali tanah!"sahut Gersya kesal.
Gersya terus menggali tanah di dekat gedung Kampus Putih yang merupakan milik Keluarganya sendiri,ia tidak menyangka akan menemui kejadian yang tak terduga kalau sampai kejadian mengerikan hari ini tercium oleh orang-orang luar habislah riwayat mereka semua.
orang-orang pasti akan berspekulasi bahwa kejadian hari ini merupakan sebuah konspirasi keluarga-keluarga keturunan bangsawan untuk tujuan tertentu,dan Gersya tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Gersya berapa lama lagi kamu harus menggali?"Teejina bertanya dengan raut wajah cemasnya.
"Benar..Teej..harusnya Gersya lebih cepat menggalinya."timpal Laluna.
"Diammmm...kalian...bantu aku kalau ini mau cepat selesai!"Gersya menggeram marah.
Apa anggota gengnya itu tidak punya perasan,dia dari tadi menggali tanah seorang diri dan teman-temannya dengan seenaknya memerintah,Gersya juga tahu apa yang akan terjadi bila ada orang yang melihat tindakan mereka.kalau anggota-anggota dewan yang menaungi D'Shinee sampai mencium tindak-tanduk mereka maka yang akan terjadi adalah Ketua Dewan pasti mencabut hak-hak khusus mereka.
"Gersya apa aku harus membantu mu?"tanya Haruna sambil membetulkan letak kacamatanya.
"masih tanya?"Gersya berdecak kesal.
"okee...sya...aku akan membantu mu agar urusan ini cepat selesai."
Haruna mengambil sekop dengan tangan yang gemetaran sementara itu Teejina,Laluna dan Belina terus mengawasi area sekitar kampus sekedar berjaga-jaga agar tidak ada orang yang melihat perbuatan mereka.
"apa setelah urusan ini kita akan pulang?"Haruna bertanya ragu-ragu.
"apa pulang?kamu gila?"Gersya menatap tajam padanya.
"maaf sya...aku cuma takut."ucap Haruna sambil menggigit bibir bawahnya.
"runa bukan cuma kamu yang takut..tapi aku,Laluna,Teejina,dan Belina juga takut."
pakaian Haruna dan Gersya menjadi kotor akibat menggali tanah tadi,keduanya naik ke atas mereka pikir itu sudah cukup untuk menguburkan Naura yang sudah tidak bernyawa.
"kita berkumpul di ruang bawah tanah!"perintah Gersya.
mereka berempat mengikuti Gersya dari belakang,Teejina bertanya-tanya dalam hatinya"mengapa ada orang yang tega menghabisi nyawa Naura?"
wajar saja kalau Teejina berpikiran seperti itu karena yang dia tahu Naura hanya seorang gadis biasa dengan penampilan yang bisa di bilang cukup sederhana bukan dari berasal dari kelurga kaya raya.jadi Teejina menebak-nebak motif pelaku,lamunan Teejina terbuyarkan saat suara denting lantai memekakan kedua telinganya.
"Gersya sudah ku katakan berulang kali kalau membuat pintu rahasia ini benar-benar ide yang buruk!"protes Teejina.
"jadi ide yang bagus itu seperti apa?"tanya Gersya sambil menatap tajam Teejina.
"aku tahu Gersya kamu itu ketua kelompok kami,tapi haruskah kamu selalu bersikap arogan!"Teejina bergumam pelan.
"Teej apa kamu mengatakan sesuatu?"Gersya menghentikan langkah kakinya.
"tidak..aku hanya bilang banyak nyamuk di rumah ku."sahut Teejina asal.
"Oh.."
Lantai yang mereka injak terbuka lebar dan memperlihatkan undakan anak tangga yang menurun ke bawah,ruang bawah tanah adalah markas rahasia D'Shinee setiap mahasiwa-mahasiswi di Kampus Putih akan di pilih untuk menjadi anggota Black Hunter.
siapapun dari mereka yang terpilih akan memiliki hak istimewa dan berhak membentuk group beranggotakan minimal lima orang.
markas bawah tanah D'Shinee di desain khusus,di dalamnya terdapat lima kamar tidur,dua kamar mandi dan juga dapur serta ruang khusus berkumpul anggota D'Shinee.tidak ada yang dapat memasuki ruangan itu selain mereka berlima tanpa izin khusus pemiliknya.
"aku tidak bisa menerima seorang pengkhianat dalam geng yang kita bentuk!"Gersya menatap tajam satu-persatu temannya.
"Kamu menuduh salah satu dari kami pengkhianat?"
"apa kamu sendiri bukan termasuk salah satu pengkhianatnya?"Belina seakan tak terima di tuduh sebagai seorang pengkhianat mata hijaunya balik menatap tajam Gersya.
"Betul..apa yang di katakan Belina."Laluna,Haruna,dan Teejina berseru bersamaan.
"Gersya apa kamu pikir salah satu dari kami yang menghabisi nyawa Naura dan menyembunyikannya di ruang bawah tanah?"
Belina lagi-lagi menyudutkan Gersya.
"apa kamu pikir dengan cara ini salah satu dari kami dapat menggulingkan mu sebagai ketua geng?"lanjut Belina.
"Belina kenapa kamu memiliki kesimpulan itu?"Gersya memandang curiga padanya.
sialan!sialan kenapa Gersya harus bertanya seperti padanya?apa dia tidak mempercayainya,selama tiga tahun ini dia sudah sangat setia pada Gersya tidak ada seditikpun dia akan mengkhianati kepercayaan yang Gersya berikan padanya,dia hanya ingin berpendapat tapi mengapa dirinya seolah menjadi tertuduh dalam kasus ini,Belina terdiam dia tidak ingin lagi berpendapat.
"Gersya kamu menuduh kami,sahabat-sahabat mu sendiri!kita sudah membentuk geng ini dari awal masuk SMA."kini giliran Laluna yang ingin meluruskan kesalahpahaman diantara mereka.
"apa kamu pikir kami tega mengkhianati mu dan menjebak mu dengan kematian Naura yang mengerikan?"Teejina yang tadinya tidak ingin bersuara kini mengeluarkan pikirannya.
"Lalu siapa yang bisa mendapat akses ke tempat ini tanpa seizin anggota D'Shinee?"
"kalian tahu bukan ruang bawah tanah ini hanya dapat di masuki jika ada anggota D'Shinee karena cuma kita yang tahu kata sandinya."
Gersya memejamkan kedua matanya,dia sangat lelah dia tidak bermaksud menuduh teman-temannya tapi kematian Naura di ruang bawah tanah milik D'Shinee sunggut mengejutkan,Gersya sangat yakin ada seorang pengkhianat namun ia belum mempunyai bukti apapun.Gersya tahu tindakannya itu salah tapi kalau dia melapor pada polisi dia dan teman-temannya sudah di pastikan menjadi tersangka utamanya.
"Maaf..aku tidak bermaksud menuduh kalian."
"kita sudah saling mengenal sejak lama seharusnya aku tidak meragukan kesetiaan kalian."
Gersya menundukkan kepala di hadapan teman-temannya sebagai tanda permintaan maaf,Belina,Laluna,Teejina dan Haruna akhirnya dapat menghirup napas lega.
"Teej tapi aku heran apa motif si pelaku sebenarnya apa benar dia hanya mau menggulingkan kita dari Kursi Dewan Black Hunter?"Laluna bertanya dengan raut wajah bingung.
"Sya sepertinya ada yang ingin memecah belah kita."ucap Haruna.
"tidak mungkin motif pelaku sesederhana itu."Gersya menyangkalnya dengan tegas.
"Lalu apa motif dari si pelaku?"kata Belina bingung.
Belina menerka-nerka jika motif pelaku hanya untuk menggulingkan D'Shinee dari Kursi Dewan Black Hunter mengapa harus membunuh seorang gadis?si pelaku bisa saja membuat suatu konspirasi agar dapat menumbangkan mereka karena anggota D'Shinee merupakan masih keturunan bangsawan,Belina benar-benar kasihan pada Naura abigail sejauh yang Belina tahu gadis itu berperangai baik dan tidak pernah neko-neko.
"Gersya apa kita harus memberitahu tentang ini pada orang tua kita?"usul Laluna.
"jangan lakukan itu lun!"Teejina menyuarakan keberatannya.
"Benar kata Teej jangan beritahu siapapun dulu mengenai kejadian ini."Gersya menyetujui perkataan Teej.
"sudah waktunya kita meminta bantuannya."
gumam Gersya.
"siapa?"Haruna bertanya dengan rasa penasaran.
sebuah pesan masuk membuyarkan mereka:
Kalian telah mengubur mayatnya untuk menutupi jejak kalian...
ingat kalian takkan lolos dari pengawasan ku
aku akan ada dimana pun kalian berada
waspadalah....
Mrs.A
"siapa?"Gersya mengambil tongkat bisbol yang ada di atas meja.
"ada apa Sya...?"Haruna mulai bertanya dengan panik.
"aku merasa ada seseorang yang mengawasi kita."sahut Gersya sambil terus melangkah mencari bayangan itu.
mereka berlima berjalan sejajar dengan Gersya sebagai pemimpin,bayangan yang Gersya lihat tadi terus berlari ke arah kamarnya dan menghilang tepat di depan pintu kamarnya,perlahan-lahan ia mengulurkan tangannya yang sedikit gemetaran agar mencapai gagang pintu..dan saat pintu terbuka lebar,sosok tinggi tiba-tiba muncul...
"ahhhh....."mereka berteriak bersamaan saat sosok itu terlihat jelas.