Kerjaan Elden, kerjaan kecil yang makmur. Raja Bard dan ratu Elisa telah memiliki putra mahkota setelah sekian tahun penantian, ratu Elisa berjanji pada Tuhan bahwa ia akan menuruti semua kemauan putranya kelak dan juga berlaku bagi Raja Bard. Bagi mereka kehadiran putra mahkota adalah pelengkap hidup, sang pangeran adalah harapan bagi rakyatnya kelak.
Dilain hal, Zaneta Walls melahirkan putri cantik, Zaneta bersama sahabatnya Amelia sedang berpergian ke negeri seberang-Zolva untuk mencari pekerjaan lantaran suaminya telah tiada. Zaneta bertarung antara hidup dan mati, tapi panggilan Tuhan mutlak untuk di elakkan. Sebelum kepergiannya Zaneta berpesan pada Amelia,
" jaga putriku Amelia, ambilah semua emasku, hartaku untuk membesarkan anakku. Maafkan aku telah merepotkanmu, tolong sayangi dia Amelia, aku percaya padamu! " menggenggam erat tangan Amelia, beliau berbisik
"Bella..... kelak kamu lebih cantik daripada ibumu ini" Zaneta menghembuskan nafas terakhirnya. Bayi mungil itu menangis sejadi-jadinya, ia haus. Semua orang yang dalam lokomotif hanya memerhatikan kecuali Alina. Alina segera mengambil bayi cantik tersebut dan menyusuinya.
" terima kasih nyonya! " Amelia terisak disamping Alina, memegang tubuh Zaneta yang masih hangat
" kasihan bayi ini, bagaimana kalau aku yang merawatnya? " Alina tampak seperti bangsawab, wajahnya yang rupawan dan tampak elok. Amelia menolak, ia bisa merawat Bella sampai dewasa kelak.
" aku sudah berjanji pada ibunya aku akan merawatnya setulus hatiku" Amelia masih terisak.
" sayang sekali, padahal aku ingin merawatnya. " Amelia masih tertunduk, menangis, Alina ia terdiam memikirkan sesuatu.
" ....nyonya, kalau kau mau bekerja bersamaku, aku akan ikut membesarkan anak ini. " penawaran Alina pada Amelia
" aku berterima kasih padamu Nyonya! " Amelia memeluk sahabatnya yang mulai dingin, tubuhnya kaku dan mulai biru.
" Zaneta, putrimu tak akan kesepian Bella. Kami akan menjaganya! " Amelia berbisik pada Zaneta.
Lokomotif berhenti, semua petugas saling membahu membantu Amelia membawa Zaneta. Ia dikuburkan ditanah keluarga Alina.
" apa tak masalah nyonya? "
" Amelia, kelak anak ini harus tahu ibunya dimana. Kalau berdekatan kita bisa berkunjung kapan saja bukan? " Alina menepuk pundak Amelia berjalan menjauh mengikuti petugas, mereka akan siap mengkebumikan Zaneta.
suasana tampak hening, lokasi kuburan itu ramai. Semua penumpang lokomotif juga turut hadir memberi do'a. Amelia, dalam hatinya ia masih janggal akan kebaikan hati Alina. Ia ingin mencari tahu maksud kebaikan Alina,
" kenapa nyonya mau membantu kami? "
" hmm... hatiku! Aku menuruti kata hatiku, aku harus membantu kalian. " Alina memandang lurus, tatapannyan kosong.
4 bulan yang lalu. Alina Stendly seorang bangsawan elite yang punya hubungan kekeluargaan dengan ratu Elisa menikah dengan prajurit Josh Alingham. Pernikahan mereka begitu hangat, Alina juga sudah mengandung 3 bulan. Namun kapal yang mengangkut Josh tenggelam, Alina yang shock dengan kabar tersebut. Ia keguguran. Setelah 1 bulan ia hanya berdiam diri, ia mengikuti kata hatinya untuk berpergian-Zolva. Kata hatinya menuntunnya bertemu dengan Zaneta dan Amelia.
" Sudahlah Amelia, cuacanya sedang tidak bagus ikut aku saja, aku memiliki penginapan didekat sini! " Alina mengajaknya, Alina khawatir kondisi Bella tak memungkinkan bila dibiarkan diluar ruangan.
" nyonya, dengan apa kami membalasmu? "
" Jadi keluarga yang kuat Amelia! " Jawaban Alina membuat Amelia kebingungan, keluarga?
********
18 tahun kemudian, Elden.
" Stanley Bread" sebuah toko roti yang dikelola oleh Amelia. Nyonya Alina genap berusia 40 tahun, mereka telah berhasil membesarkan bayi cantik yang mereka beri nama Bella Stanley. Dikalangan para pria bangsawan Bella sangat terkenal. Cantik, baik hati dan cerdas. Bella sudah genap berusia 18 tahun, masa-masa untuk menikah.
" Bella! " panggil Alina dari kursi goyangnya
" iya nyonya! " Bella merapikan pakaiannya, berjalan menghampiri Alina
" ....ada apa nyonya? " duduk berhadapan dengan Alina
" tahun ini usiamu genap 18 tahun, selamat berulang tahun sayang! " Alina memeluknya erat, menyisipkan kota perhiasan dikantong Bella.
" apa ini nyonya? "
" pakailah sayangku, ini liontin milikku. Ini hadiah dariku untukmu! "
Bella memakainya, mengalungi di lehernya yang indah wajahnya berseri.
" terima kasih nyonya, sangat cantik! " menatap liontinya
" Bella, ada yang ingin aku bicarakan padamu! "
Suasananya mulai serius, Bella merapikan cara duduknya kemudian memerhatikan Alina,
" lusa adalah ulang tahun Raja, Bella. Aku mendapat undangan untuk hadir, namun lihat kaki ku sangat lemah sekarang. Gantikan aku Bella.. "
" baik nyonya, saya akan melaksanakan perintah! "
" anak baik, bersenang-senanglah sayang, aku yakin kebahagian menyertaimu! " Alina mencium kening Bella, lalu ia tertidur setelahnya.
" Bella!!!! " teriak Kelly, ia salah satu karyawan toko roti tersebut.
" ada apa Kelly? "
" apa kamu dengar beritanya? "
" berita apa? "
" Yang mulia pangeran akan mengadakan sayembara!! "
" dan?? "
" tak hanya bangsawan saja, kita juga bisa ikut serta! "
" oh Tuhan, kalau begitu ikut saja Kelly. Aku kurang berminat"
" kenapa Bella? "
" aku tidak secantik dan sepintar kamu dan bangsawan-bangsawan itu Kelly, aku optimis aku akan gugur dipertempuran pertama! " Bella melipat celemeknya.
" coba saja Bella! Bisa saja kamu yang jadi pendamping pangeran mahkota kelak! "
" Kelly, hush. Kamu mau makan apa malam ini? " Bella mencoba mengalihkan pembicaraan
" Ayolah Bella, kita keluar dari pembicaraan! "
" aku akan mendukungmu Kelly! "
" tidak-tidak jangan aku Bella, kamu yang layak! Aku sudah berjanji akan menikah dengan Garred! " bisiknya pelan.
" apa!!!!! " suaranya lantang, Kelly segera menutup mulut Bella dengan kuat, menyuruhnya berhenti.
" ... Gared, si penjual keju sebelah toko kita?"
" benar Bella! Jangan beritahu siapapun! "
" aku akan menjaga rahasia Kelly! "
" Bella! Sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu, menyangkut nyonya Alina"
" katakan Kelly ada apa? "
*****
Fajar menyingsing, wajah Bella memucat. Ia tak tidur semalam karena Kelly, benarkah nyonya Alina terlilit hutang? yang sangat-sangat banyak? Bella terus mendesah.
" Kenapa sayang? " suara wanita terdengar dari samping
" tak apa ibu, aku hanya memikirkan Kelly! "
" kenapa gadis nakal itu, dia buat ulah lagi? "
" tidak, dia hanya memberi tahuku kalau nyonya Alina... " pembicaraannya terpotong, ia tak ingin merepotkan ibu angkatnya.
"... tidurlah ibu, maafkan aku membangunkan mu! " mengecup dahi ibunya lalu menyelimutinya, ia bangkit dari tempat tidur.
Udaranya sangat dingin, Bella menggunakan mantel demi menghangatkan tubuh. Matanya tertuju pada sihir rembulan diatas air sungai yang beriak, gelombang kecil yang menenangkan mata. Ia sendirian, menatap sungai. Suara gemerisik terdengar, Bella beraiap dengan belati di tangan kannnya, berjaga-jaga akan hal terburuk.
" siapa disana? " sorak Bella
" bantu ako nona, kakiku"
Bella berlari, merogoh semak dan menemukan pemuda aut-autan tengah memegang kakinya-luka tembak.
" oh Tuhan! " Bella segera memapah pemuda tersebut menuju toko.
"... tahan sebentar tuan, ini akan sedikit sakit" Bella menyiram luka dengan alkohol, mengeluarkan peluru dan membalutnya.
" Cari dia, bunuh kalau perlu! " sorak seseorang dari luar toko
" siapa mereka? "
" pemberontak, mereka ingin melakukan kudeta. Aku mendengar rencana mereka! "
Bella, segera mengeluarkan sihirnya membuat toko tampak sepi dari luar. Mereka berdua aman.
" namamu? "
" Ben.. Benny Adderson! "
Bella sekali lagi mengeluarkan sihirnya, mencoba menyembuhkan Benny. Lukanya dan sakit yang dirasakan Benny hilang.
" terima kasih nona... "
" Bella, Bella Stanley! "
Pemuda itu terdiam, kediaman Stanley rupanya.
" bisakah kamu membantuku, aku butuh teman-temanku menjemputku malam ini! "
" caranya? "
" peggang tanganku! "
Seluruh tubuh Bella mengeluarkan cahaya, mengarah lurus menuju langit, cahaya itu membawa pesan.
Hampir satu jam, kondisi Ben mulai membaik, ia tertidur pulas disamping Bella.
" bangunalah Ben, mereka sudah dekat! " Bella membangunkan Ben
" hmmm... Bella, terima kasih telah menolongku." Ben menyisipkan sedikit sihirnya ditubuh Bella, sebuah pelacak yang tak diketahui oleh Bella.
" jangan balas apapun padaku kelak Ben! "
" ya, aku berjanji Bella! "
" Aku harus mengantarmu sampai kedepan, semoga mereka cepat datang. Toko harus segera dibersihkan Ben. "
" aku akan membantumu Bella! "
" sudah kubilang.... "
Ben secepat kilat merapikannya, hanya satu kedip semuanya tampak seperti biasa.
" kau...sihir? "
" aku hanya mempelajarinya untuk kebersihan"
" aku belum mempelajarinya, kapan-kapan ajari aku ya? "
" tentu saja Bella! "
Segerombolan pasukan khusus istana datang, mereka memakai pakaian bersenjata lengkap. Apakah menjemput prajurit harus membawa pasukan seperti ini?
" jangan kaget seperti itu, kami baru saja kembali dari medan perang Bella, mereka rekan-rekanku"
" begitu, jaga dirimu baik-baik Ben, kamu harus segera kembali! "
" Terima kasih Bella, aku permisi dulu" dan Ben segera memeluk Bella.
******
Sudah satu minggu sejak kejadian itu, Bella masih mengingat seluruh pertemuannya dengan Ben. Tak bisa dipungkiri Ben adalah pemuda yang benar-benar tampan, matanya jernih, wajahnya tegas dan tak kalah penting ia sangat sopan.
" Bella! " Suara Kelly memecah lamunan Bella
" apa apa Kelly? "
" Nyonya Alina memanggilmu! "
Bella beranjak dari kursinya, berjalan menuju kamar Nyonya Alina.
" Permisi nyonya, saya Bella! "
" silahkan masuk! " Bella membuka pintu, ia melihat Nyonya Alina memandang sungai didepan toko mereka.
" ada yang bisa saya bantu nyonya? "
" tak, aku hanya ingin bertemu denganmu saja Bella, hari ini kakiku semakin sakit untuk berjalan ke toko. "
" panggil saja aku kapanpun nyonya, aku siap membantumu! "
" tak, aku baik-baik saja jangan khawatir Bella" Aline tau bahwa Bella sangat khawatir dengan kesehatannya.
" .....Besok datang ke kamarku sebelum pergi ke pesta, kamu harus lebih cantik daripada siapapun Bella! "
" tapi nyonya, kondisimu... "
" Amelia ada untuk menjagaku Bella, kamu jangan khawatir! Bahagiakan dirimu sayang! Semoga kamu bisa membahagiakan dirimu sendiri.! "
" maksud nyonya? "
" Ratu Elisa telah mengetahui aku mengangkatmu sebagai anak Bella, besok dia ingin bertemu denganmu. Sampaikan salamku padanya! " Aline meniupkan sesuatu pada wajah Bella, sebuah pesan yang hanya bisa dibaca oleh Ratu Elisa.
" baik nyonya, aku akan menyampaikannya! "
" Satu lagi, berhati-hatilah esok Bella. Kesenangan yang berlebihan akan membawa petaka bagimu."
" akan saya ingat pesan ini nyonya! "
" istirahatlah, kamu harus berangkat lebih awal esok"
Bella berjalan keluar dari kamar nyonya Alina, sementara Kelly masih berdiri didepan pintu kamar dan menatap Bella dengan penasaran.
" apa yang dikatakan Nyonya Alina, Bella? "
" besok aku harus bangun lebih awal! "
" dengarkan aku Bella, semua pangeran disana sangat tampan, dan putri-putrinya juga nenawan namun jangan terkecoh dengan kulit luarnya saja. Kadang mereka sangat busuk didalam. Berhati-hatilah! "
" terima kasih nasehatmu Kelly, aku akan mengingatnya."
" kamu mungkin dalam bahaya karena sendirian Bella, jika kamu bertemu pangeran Gabriel temui saja Bella, dia akan berusaha melindungimu!"
" Gabriel? "
" benar pangeran mahkota kerajaan ini. "
mereka saling tatap, namun kebingungan Bella terpecah,
" Bella, coklat panasnya! " sorak seorang pria dari dalam toko
" baiklah! " Bella menatap Kelly, lalu berlari meninggalkannya.
" huh, semoga saja kamu menemukan kebahagiaanmu Bella! "
" aku juga berharap demikian Kelly! " Alina menambahkan.
" nyonya! itu.. tadi..! "
" jangan khawatir, bantu aku memilih gaun untuk Bella, besok malam adalah hari istimewa untuk Bella"
" baik nyonya! "
Siang ini Bella harus bersiap, toko sepenuhnya dijaga oleh Kelly. Bella memakai riasan seadanya, dan berjalan menuju kamar nyonya Alina.
" Nyonya, saya Bella! "
" silahkan masuk Bella! "
wajah Nyonya Alina tampak, seperti seusia Bella. Ia berdiri didepan cermin menatap Bella dibelakangnya.
" bagaimana Bella kamu sudah siap? "
" saya siap nyonya! "
Alina merapalkan mantra, kedua tangannya mengeluarkan cahaya putih yang segera menyelimuti tubuh Bella. Dalam sekejab semua pakaian yang dikenakan Bella berubah, pakaiannya anggun dan modis, dandannya menawan juga rambut sangat indah dengan mutiara di beberapa helainya.
" nyonya ini berlebihan... "
" Semoga kamu temukan kebahagianmu sayang, ingat jangan berlebihan. Segera kembali! "
Bella tepat didalam ballroom kerjaan, semua bangsawan berbagai kalangan berkumpul.
" dimana ini? "
" hallo, nona perkenalkan namaku Moris, Moris Jeferson! "
" Bella Stanley, Bella! " ia menundukkan dirinya dengan anggun
" Ikuti saya nyonya, yang mulia ratu menanti anda. "
" baiklah"
Pakaian Moris menggambarkan bahwa dia adalah pengawal kerajaan. Moris dengan sigap berjalan didepan Bella, menuntunnya bertemu ratu.
" silahkan nyonya! "
" Terima kasih Tuan Moris! "
" terima kasih kembali nyonya, saya undur diri! " Moris kembali ke posisinya, dan Bella berjalan menuju altar-bertemu sang ratu.
" hamba menghadap yang mulia ratu! "
" putrinya Stanley, kamu cantik sekali. Bagaimana kabar Stanley? apakah dia baik-baik saja? " Bella bertatapan dengan ratu, ia menyampaikan pesan padanya.
" begitu, kakinya lagi. Sudah kukatakan jangan memanjat pohon keabadian tapi dia selalu melakukannya dasar putri nakal."
Bella tertawa kecil, benar apa yang dikatakan ratu Elisa, nyonya Alina masih msmanjat pohon keabadian.
".... Hmm.. Bella, Alina mengirimu untuk datang karena satu hal, menikah dengan putraku. Namun aku sudah berjanji pada Tuhan aku akan selalu menuruti keinginannya kelak. Melihatmu seperti ini hatiku benar-benar tenang, kita terlambat untuk bertemu Bella. Pangeran meminta mengadakan sayembara untuk mencari pendampingnya kelak."
" hamba paham yang mulia! "
" aku tahu kamu sangat cerdas Bella, Terima kasih. Aku akan memerintahkan pelayan untuk menjagamu secara khusus. Dan satu lagi, sayembaranya akan diadakan pekan depan, kamu harus kembali 3 hari lagi Bella. Mengerti? "
" hamba mengerti yang mulia! "
" kamu ingin kembali ke pesta atau... " .
" terima kasih yang mulia, saya harus segera kembali, hamba khawatir dengan nyonya Alina! "
" baiklah, sampaikan salamku padanya! " sang ratu menghembus sebuah pesan diwajah Bella dan lagi-lagi hanya Alina yabg dapat membacanya.
Sementara itu, pangeran bergegas menuju ruangan sang ratu. Berita ratu membawa gadis asing terdengar sampai ke kediaman pangeran. Saat pintu terbuka, Bella akan meninggalkan ruangan berjalan akan meninggalkan ruangan-mereka berpapasan.
" Bella? "
" Benny? ah maaf, tuan Benny saya undur diri"
" tunggu, aku ingin bicara denganmu! "
" Bagaimana kalau taman istana?" Sang ratu menyela Ben dan Bella, memberi sebuah pendapat,
" terima kasih yang mulia. Ben! aku tunggu di taman! "
" baiklah"
Bella bergegas keluar, sementara Ben berbicara dengan sang ratu,
" ada apa pangeran Gabriel? kamu menyukainya? "
" Hamba menghadap yang mulia ratu! "
" kenapa Gabriel? "
" aku sudah bertemu Bella sebelumnya! "
" dan? "
" dia yang menolongku dari para pemberontak! "
" sudah kuduga. Kamu tak berminat menikahinya? "
" saya sudah memutuskan mengadakan sayembara yang mulia! "
" baiklah, temui Bella dia telah menunggumu! "
" hamba undur diri ibunda! "
" pergilah! " Sang ratu tersenyum memandang putranya.
Ben bergegas keluar ruangan menuju taman istana, ia berlarian mengintas berbagai pilar raksasa istana.
Bella menunggu, duduk dikursi taman sendirian memandangi langit. Matanya tak lepas darinya,
" indahnya, sungguh malam yang syarat akan keindahan! " memandangi bintang yang bertebaran dilangit.
" benar mereka memang indah. Bagaimana istana? " tanya ben serius
" Sangat megah untuk orang sepertiku Ben! "
" Apa kamu menyukainya? "
" hm.. aku tidak terlalu suka dengan keramaian, tapi bertemu dengan baginda ratu memberiku sedikit ketenangan. "
" kamu sudah bertemu pangeran?"
" belum,! "
" kenapa kamu tak mencarinya? "
" untuk apa? "
" memperkenalkan diri, mendapat perhatian beliau? "
Bella bangkit dari duduknya, ia merapikan gaunnya yang mulai kusut.
" Aku sangat kecil untuk berkenalan dengan yang mulia pangeran, orang sepertiku tak pantas memperkenalkan diri seperti dalam pikiranmu Ben"
" kamu pantas Bella, kamu sangat cantik, menawan dan... "
" dan apa? Sekarang aku mencurigaimu Ben? Apa yang sedang kamu rencanakan? " tanya Bella membuat Ben bergidik, pemuda itu diam memikirkan alasan.
" Ah sudahlah, aku memerhatikan perempuan hanya datang untuk mendapat hati pangeran. Kamu? "
" Aku diutus nyonya Stanley untuk menggantikannya menghadiri pesta, sekarang beliau sedang sakit. "
" begitu, tak ada yang lain? "
" Ben! " Bella memandangi pakaian Ben yang sangat mewah dengan pernak-pernik ala kerjaan-bagian keluarga raja.
" ...kamu siapa? "
" sebenarnya aku adalah pengawal pangeran, maka dari itu aku harus berjaga-jaga mulai sekarang! "
" haha.. berjaga-jaga dari? "
" hm.. sebenarnya pemberontak yang menyerang kami ingin membunuh pangeran, kamu takut salah satu kandidat adalah pemberontak. "
" aku bukan kandidat Ben! "
" Kamu adalah salah satu peserta istimewa pilihan ratu Bella, ratu memberikannya khusus untukmu"
" dimana? "
" sihir diwajahmu! "
Bella meraba seluruh wajahnya, ia tak menemukan satu petunjuk pun tentang sihir itu.
" Ben, aku... " sebenarnya Bella telah jatuh cinta dengan sang pengawal kerajaan-Benny bukan pengeran.
" Bella, kita bisa bertemu setiap saat jika kamu berada di istana ini. Aku percaya kamu pasti.. "
" Ben dengarkan aku, tak peduli semulia apapun pangeran atau sekaya apapun beliau hatiku telah dimiliki orang lain. "
suasananya hening. Hanya terdengar angin beriak dari arah berlawan, Bella dan Ben membisu.
" siapa dia, kalau aku boleh tahu? "
wajah Bella memerah, tubuhnya agak panas. Bibirnya agak kaku.
" itu.. itu.. itu.. " ia menarik nafasnya, lalu berbicara dengan lantang
"....Ben aku menyukaimu dari awal kita berjumpa! " kepalanya memanas. Wajahnya sudah merah, ya suasana malam yang baik ini menutupi rona wajahnya itu.
" Bella, itu alasannya! "
Ben, menepuk pundak Bella. Namun keheningan tak bisa terlekan, Ben harus memutusnya segera.
" kalau kamu mengikuti kompetesi itu maka.."
" Aku butuh jawabanmu Ben! Jangan kamu permainkan hati seorang gadis, karena akan membunuhnya secara perlahan."
Ben meraih tangan Bella, mengecupnya lembut lalu menatap kedua bola matanya.
" Siapa yang akan menolak mu Bella, bahkan seorang pangeran pun tak akan bisa menolak mu. "
Ini lelucon basi, namun setidaknya suasana tak sehening sebelumnya. Ben meraih jemari Bella dan menggenggamnya, mereka mengitari taman dibawah pancaran sinar rembulan.
" Menurutmu, aku bisa menolak menjadi kandidat? "
" ikut saja Bella, kita bisa berjumpa setiap hari. "
" itu yang kamu pikirkan? apa kamu ingin aku jadi pendamping pangeran? "
" tenang saja Bella, kamu hanya akan jadi pendampingku! hmm, mengenai pangeran apa kamu dengar isu yang beredar tentang dia? hm.. dia selalu datang kerumah hiburan, mencari hiburan wanita, bagaimana menurutmu? "
" Hmm... untuk apa fungsinya rumah hiburan? untuk menghibur bukan? wanita adalah komponen penting, pangeran juga butuh hiburan dan wanita disana juga mampu menghiburnya! "
" kalau aku dan teman-tamanku yang berada disana? "
" aku tak memusingkan itu. Terkadang untuk melepas penat kita butuh menghibur diri, tapi jangan sampai tenggelam bahkan terikat dengannya. "
" maksudmu kamu mengizinkanku untuk kesana? "
" aku tak akan mencegahmu! "
Ben hanya menggelengkan kepala, ia tak mengerti jalan pikiran Bella.
" Aku dengar perbuatan pangeran mendapat kritik keras karena senang berada dirumah hiburan, apa kita juga perlu mengkritiknya? "
" hmm? Perilaku dan kebijakan. Aku lebih suka mengkritik kebijakan yang melawan aturan, menurutku perilaku pangeran tidak melanggar hanya saja tidak sesuai dengan jati dirinya sebagai kalangan agung. Namun kita tak pantas mengkritik perilakunya. "
Mereka berhenti di tepi danau, cahaya bulan merefleksi memberi keindahan di permukaanya.
" Ben, kita harus berpisah. Nyonya Stanley membutuhkanku"
" hati-hati Bella, jaga kesehatanmu. Minggu depan Aku akan berkunjung ke toko. "
" aku tunggu Ben, sampai jumpa lagi"
Bella melewati dimensi waktu, secepat kilat menghilang dari hadapan Ben.
Thomas menghampiri Ben, Thomas salah satu pengawal kepercayaan Ben dan menjadi tangan kanannya.
" Ben? Sejak kapan yang mulia menjadi Ben? "
" Sejak pertama kali bertemu dia! "
" maaf saya lancang yang mulia, siapa gadis itu? "
" Bella Stanley, orang yang aku tolak untuk aku nikahi! Kenapa aku selalu menuruti egoku? Kalau saja aku menuruti ibunda pasti sekarang aku sudah menikah dengan Bella"
Penyesalan memang datang terlambat, 4 tahun lalu Ben secara terang-terangan menolak permintaan sang ratu. Ratu menginginkan perjodohan pangeran dengan anak angkat nyonya bangsawan Alina Stanley, Bella Stanley. Dengan ego yabg bergejolak terlontar lah sebuah ucapan ia akan memilih pasangannya berdasarkan sayembara yang ia rencanakan. Sungguh membuat sesal.
Bella kembali ke kediaman Stanley dan menemui Alina, di ruangan itu mereka berdua duduk berhadapan. Sambil menampakkan wajah, Alina membaca pesan yang disampaikan ratu melalui Bella.
" Ternyata dia masih kokoh untuk menjadikanmu putrinya! "
" maksudnya nyonya? "
" Ratu mengharapkan kamu menjadi menantunya kelak, tapi pangeran menginginkan sayembara untuk mendapatkan putri sejati. Sungguh malang! "
" Pangeran hanya, menuruti ego nya nyonya"
" Benar, aku menggantungkan harapan padamu Bella. Jika kamu bisa menjadi pendamping pangeran, aku bisa pergi dengan tenang"
" nyonya! Aku... jangan bicara demikian, nyonya pasti akan sembuh."
" Sampai saat ini aku masih hidup karena pertolongan dewi keabadian, dia masih memberiku sedikit kekuatan untuk bisa melihatmu. Harapanku kamu bahagia Bella! "
Bella segera memeluk Alina, menangis adalah ungkapan hati Bella. Dalam pelukan Bella hanya menangis membayangkan orang terkasihnya pergi meninggalkannya.
Satu minggu berlalu, Ben dan Thomas berkunjung ke toko Stanley. Ben hanya ingin menemui Bella, yang ternyata sedang dirayu oleh pelanggan didepannya.
" permisi! " suara Ben lantang
Mendengar suaranya, Bella langsung bergeming dan segera menemui Ben tanpa peduli dengan pelanggan dihadapannya.
" kamu datang, silahkan duduk akan kubawa makannya"
" Bella! Kami membawa undangan, lusa adalah sayembaranya 3 hari lagi kamu harus bersiap! " Ben menatap tegas pada Bella.
Bella tak menjawab, ia segera meninggalkan meraka-berjalan menuju dapur.
" siapa mereka Bella? " Kelly melirik penasaran ke arah mereka
" pengawal kerajaan. "
" untuk apa mereka disini? "
" mengantarkan undangan, aku berpartisipasi dalan sayembara. "
" benarkan, yeah! Aku akan sedikit mengajarimu Bella, aku dengan bocorannya ada ujian memanah dan berkuda. Aku yakin kamu bisa menang, tapi... "
" tapi kenapa Kelly? "
" Peserta sayembara pasti akan berbuat kecurangan dan menghalalkan segala cara termasuk membunuh siapa saja, berhati-hatilah terhadap makanan mu Bella! "
" aku belum akan pergi Kelly, tinggal 3 hari lagi! "
" oh Bella, aku pasti akan mengusili mu selama tiga hari ini. Aku mungkin selalu merindukanmu! "
" Jangan macam-macam Kelly, aku harus mengantarkan makanan ini, kita lanjutkan nanti, okay? "
" Baik"
*************
Ombak menghantam bebatuan dekat dermaga, Kelly dan Bella masih sibuk dengan obrolan mereka. Pembicaraan yang santai namun membahas beberapa masalah serius. Ini berkaitan sayembara.
" Aku dengar pangeran suka bermain di rumah hiburan, jika aku jadi kakaknya sudah ku jewer telinganya, beraninya seorang pangeran berbuat seperti itu!! "
" hmn... aku rasa itu hanyalah isu. Ia hanya menghibur diri, dan aku lihat di hanya bersenang-senang dengan teman-teman prianya! "
" kamu lihat wajahnya seperti apa? "
" dia dilindungi oleh sihir Kelly, aku tak bisa menembusnya! "
" ya sayang sekali... Aku penasaran. Oh aku juga dengar ia selalu menolak siapapun untuk berdansa dengannya kecuali yang mulia ratu. "
" wajar saja, dia belun memiliki kekasih hati. Mana mau dia dengan sembarang orang, akan menebarkan isu. "
" wajahnya tak pernah terlihat oleh orang awam. Dia selau memakai topeng jika bertemu wanita bangsawan! "
" hmm begitu, aku yakin dia sangat tampan sampai menutup wajahnya segala! "
" Bella, kamu ini. Ayo kita membeli ikan, biar aku yang memasak malam ini! "
" baiklah nyonya Kelly, ayo kita bergegas! "
Sore yang menggembirakan bagi mereka berdua, huh karena besok Bella harus pergi menuju istana.
Pagi menjelang siang, suasananya bersahabat. Bella bergegas mengunjungi ruangan Alina.
" saya berangkat nyonya! "
" tunggi sebentar Bella! " Alina merapal sihirnya, ia mengitari seluruh tubuh Bella dengan sihir pelindung miliknya.
"... ingat Bella, kamu jangan memakan makanan dari putri sebelah barat. Jika terpaksa muntahkan setelahnya! "
" baik nyonya, saya akan mengingat pesan nyonya! "
" pergilah anak ku, semoga kamu berhasil! "
Bella memberi salam pada Alina, ia bergegas menemui Amelia.
" ibu aku harus pergi, jaga kesehatan ibu! "
" Bella, hati-hati nak