Mentari senja menyinari wajahnya yang tampan, seorang pria tengah merenungi masa lalu nya kelam. sebelum akhirnya ia berada di negeri ini, negeri yang jauh dari bumi pertiwi. pria itu adalah dio fajrin, Pria berdarah sunda yang berhasil mewujudkan cita-citanya di negeri ini. negeri yang populer karena industri musik hiburan nya, dan negeri yang terkenal akan keindahan alam dan tempat wisatanya. ia hanya bisa bersyukur pada yang maha kuasa, karena doa dan usaha nya selama ini telah di kabulkan.
--
8 Tahun Yang Lalu...
Kala itu umurnya 17 tahun, ia duduk di bangku SMA favorit jurusan tata boga. meskipun ia sering di cemooh karena masuk ke jurusan yang lebih banyak siswi perempuan nya. ia tak menghiraukan itu, niatnya adalah mengejar cita-cita bukan untuk menghiraukan ucapan mereka.
Dio bercita-cita menjadi seorang chef terkenal, ia ingin membesarkan usaha restoran milik ayahnya yang kini sedang di ambang kebangkrutan. ya semenjak ibunya di diagnosa terkena leukimia, penghasilan kedai sederhananya terus menurun. karena merasa prihatin akan kondisi keluarganya, Dio menjadi kuli bangunan saat sekolahnya usai. ia hanya ingin senyum bahagia terpancar dari wajah kedua orangtuanya, untuk itulah ia berani menyerahkan seluruh kekuatannya untuk membantu mereka.
Disekolah dio dikenal sebagai siswa berprestasi, berturut-turut ia mendapat beasiswa dari sekolahnya. walaupun ia laki-laki, namun hampir setiap hari ia membantu ayahnya menyiapkan hidangan untuk dijual.
Ditengah malam ia sempat berdoa, meminta keringanan agar beban hidup yang ditanggung keluarganya dapat segera teratasi.
Bulan ini Dio baru saja menyelesaikan ujiannya, ia berharap bisa segera menyelesaikan pendidikan nya agar ia dapat segera membantu orangtuanya.
Hari senin, hari menegangkan bagi siswa-siswi. hari itu adalah hari diumumkannya lulus atau tidaknya siswa dari SMA favorit ini. saat bu erni akan membaca pengumuman nya, banyak dari mereka yang gemetar tak karuan.
" Alhamdulillah murid-murid kalian semua lulus!" ucap Bu erni.
mereka banyak yang menangis, ada juga yang bersujud syukur karena telah di lancarkan prosesnya sampai akhirnya diberikan kelulusan. ya orang itu adalah dio, dio terus saja bersujud kepada sang khalik, bersyukur atas jalan yang diberikan kepada nya.
" Dari sekian banyak siswa hanya satu siswa yang menjadi siswa paling berprestasi yang berhak mendapatkan sebuah kesempatan emas!"ucap bu erni.
mereka berbisik membicarakan siapakah siswa yang dibicarakan bu erni barusan. hingga akhirnya...
" selamat untuk dio fajrin, kamu telah mendapat gelar sebagai siswa paling berprestasi dan kamu berhak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan mu dikorea!" ucap bu erni.
Dengan tangis haru, dio melangkah ke depan. ia tak menyangka jika ialah siswa paling berprestasi itu, dengan senang ia persembahkan semua itu untuk orang tua tercinta.
namun di akhir acara ia merasa ragu akan hadiah yang ia dapatkan. memang ia sempat berniat untuk kuliah, tapi karena kondisi orangtuanya yang seperti ini. mana mungkin ia memberitahu orangtuanya bahwa ia akan melanjutkan pendidikan nya dan meninggalkan mereka dalam keadaan seperti ini.
malam harinya, ia bicarakan hal ini pada ayahnya.
" nak cita-cita mu harus kau kejar, seberapa sulit ekonomi mu saat ini, pasti Allah akan lancarkan jalanmu untuk meraihnya! jangan putus asa, jika niatmu ingin membantu orang tua, dan jangan patah harapan jika niatmu hanya ingin mengharap ridho dari kedua orangtua!" ucap ayah dio
" jadi apakah ayah berkenan akan hal ini? saya takut akan kondisi ibu, karena sesungguhnya sosok orang tua lah yang sangat penting bagi saya!" ucap dio
" ayah dengan ikhlas melepasmu untuk menuntut ilmu disana! besok pagi kita akan mengunjungi ibumu untuk meminta persetujuan!" ucap ayah dio.
" iya yah! karena sesungguhnya persetujuan dari kedua pihak itu perlu!" ucap dio
keesokan harinya, mereka datang mengunjungi sang ibu yang tengah terbaring di dalam ruangan rumah sakit.
"ibu sudah mendengar semuanya dari ayah!dan ibu menyetujuinya!" ucap ibu dio yang membuat dio terkejut.
" benarkah itu? apa ibu sudah ridho untuk melepaskan ku ke sana?" ucap dio
" benar kata ayahmu nak! jangan jadikan ini sebagai penghalang mu menuju sukses! cukup doakan kedua orang tua mu ini agar kelak kau dapat membahagiakan nya!" ucap ibu dio.
" Alhamdulillah terima kasih sudah mengizinkan kan ku untuk menuntut ilmu disana, insyaallah aku akan bahagiakan ibu dan ayah kelak!" ucap dio
Lusa pun tiba, dio akan berangkat ke korea lusa ini. tak henti-hentinya ia memeluk sang ayah dengan tangis dimatanya. kini saatnya ia naik ke pesawat, meninggalkan bumi pertiwi demi meraih mimpi.
---
Walaupun hari pertamanya di korea sempat mengalami kesulitan dalam bahasa. dio tetap beristiqomah, menjalani hidupnya dengan baik. berkat keistiqomahannya, banyak mahasiswa yang ingin menjadi temannya. bukan karena wajahnya yang tampan, tapi karena prestasinya. dari sekian banyak mahasiswa hanya satu yang memikat hati dio, ia adalah kim yuna gadis mualaf asal korea yang sangat menghormati nya sebagai seorang lelaki muslim disana.
Karena nya ia mencurahkan isi hatinya pada kedua orang tuanya itu untuk melamar yuna. dan orang tuanya pun setuju akan keputusan dio, mereka menjalani masa ta'aruf sebelum hari kelulusan tiba.
--
3 Tahun setengah kemudian, akhirnya dio berhasil menamatkan pendidikan nya dengan gelar sarjana yang disandangnya. ia terpilih sebagai mahasiswa terbaik di jurusan ekonomi bisnis. SE adalah jurusan yang disandangnya kini, di hari itu juga yuna dan dio akan pulang ke Indonesia. mereka akan mengajaknya tinggal dikorea dan membangun bisnis disana.
ayah dan ibunya bangga saat melihat anaknya sukses, ibunya yang sakit bahkan merasa sembuh melihat anaknya sukses saat ini. dio dan yuna berencana menikah setelah bisnisnya yang mereka jalankan berkembang. karena bagaimanapun juga, Dio tak ingin yuna hidup seperti dirinya dulu.
2 tahun membangun bisnis restoran makanan Indonesia, akhirnya dio berhasil membangun 3 restoran lainnya di beberapa kota disana. kerja keras nya membuahkan hasil, ia bersyukur bisa memenuhi keinginannya saat ini. dirinya dan yuna kini sudah menikah, dengan acara resepsi yang cukup mewah dan makanannya yang dibuat khusus oleh karyawan dari restonya.
Pagi menjelang siang, siang menjelang senja. dio mengamati perubahan waktu itu, seperti ia mengamati perubahan hidupnya saat ini.
" Abi kok bengong?" ucap seorang wanita yang sangat dicintainya itu saat melihat dirinya tengah melamun ditaman dekat sungai han.
" oh enggak kok umi, Abi gak lagi bengong!" ucap dio
" abi udah senja lho, kita pulang yuk!" ucap yuna istri dio
" iya udah yuk kita pulang!" ucap dio
mereka pun meninggalkan taman itu, tempat dimana dio merenungi masa kelam nya dahulu.
Bersambung...