"Kamu tau kesalahanmu?"
"Iya. Aku salah..."
Hanya itu yang keluar dari mulutku, berkata dengan pelan, dan tak berani menatap matanya.
Entah kenapa disaat seperti ini aku tak kuasa membendung air mata, tapi aku berusaha untuk tidak meneteskannya hingga membasahi pipiku.
Mataku berkaca-kaca,
Lihat matanya memerah, dia tidak membalas ataupun melampiaskan emosinya. Tapi dia menyimpannya dalam-dalam,
Sepertinya dia orang yang pendendam.
Ya, mungkin seperti itu yang orang pikirkan.
Saat itu pikiranku kosong, dan tidak tau harus berkata apa.
Satu kata "maaf" juga tidak bisa keluar dari mulutku.
Ini cukup membuatku tertekan.
Aku terlalu takut untuk hanya sekedar mengucapkan satu kata saja, Aku takut itu dapat memperburuk keadaan.
Aku berpikir dengan 'diam' dapat menyelesaikan segala masalah, tapi aku tidak menyangka itu justru yang memperburuk keadaan.
Banyak hal yang aku alami, tapi aku selalu sulit untuk mengambil sebuah keputusan.
Bahkan untuk hal-hal sederhana, yang mungkin menurutmu itu tidak perlu dipusingkan.
*****
Namaku Kanaya Putri, aku duduk dibangku kelas 3 SMP.
Saat ini adalah acara perpisahan sekolah. Ketulusan sudah diumumkan, dan tinggal menunggu pengambilan ijazah.
Naya, kamu mau masuk SMA/SMK? Mau lanjut dimana? Mau ambil jurusan apa?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus dilontarkan kepadaku.
Membuat aku semakin terdesak dan ragu untuk memutuskannya.
Tapi waktu terus berlalu, sampai akhirnya aku mendaftar di SMK terdekat dan mengambil jurusan seadanya.
Sebenarnya aku tidak pernah berpikir akan masuk SMK. Tapi, yah banyak orang menyarankanku untuk masuk SMK termasuk juga orangtuaku.
Sekolah dimana?
Itu tidak jadi masalah untukku, menurutku sama saja. Dan aku tidak mau membebani orangtuaku atau pun orang lain.
jurusan?
Aku memilih seadanya, dan sesuai keinginanku selama itu tidak jadi masalah.
"Bukannya kamu mau SMA? Kenapa malah daftar di SMK?"
"Bukannya Negeri lebih bagus? Kenapa malah masuk Swasta?"
"Lebih baik kamu tidak bisa lulus!"
Penyesalan pahit atas keputusan yang ku ambil...
Sungguh aku berharap tidak pernah berada diposisi ditengah-tengah seperti ini lagi.
*****
Terkadang menjadi orang yang sulit ditebak juga tidak menguntungkan.